Tips Bisnis Tanaman Hias yang Hits

Di era modern seperti sekarang ini, bisnis merupakan salah satu ladang penghasilan lain bagi para karyawan. Alasannya tentu saja karena amat banyak kemudahan yang bisa didapatkan oleh para karyawan tersebut.

Belum lagi memang biasanya ada orang-orang yang lebih memilih bisnis dengan risiko relatif tinggi dibandingkan dengan menginvestasikan dana gaji mereka di tempat lain, seperti saham, pasar uang, surat berharga nasional, ataupun di deposito-deposito yang banyak tersedia.

Nah salah satu bisnis yang bisa kamu jalani saat ini adalah bisnis tanaman hias. Apalagi memanfaatkan momentum lock down akibat pandemi, bisnis ini boleh dikatakan merupakan salah satu bisnis yang sangat potensial.

Tapi kamu harus tahu cara mainnya, ini dia tips bisnis tanaman hias modal minim dengan keuntungan maksimal.


Analisis Usaha Tanaman Hias

tips bisnis tanaman hias 2

Dibandingkan dengan beberapa jenis bisnis yang bisa kamu jalankan saat ini, analisis usaha tanaman hias tergolong ke dalam salah satu yang paling mudah untuk kamu rancang dan kamu kerjakan karena memang cukup sederhana.

Bahkan bagi beberapa pengusaha kecil-kecilan, bisnis tanaman hias tergolong ke dalam bisnis yang cukup menyenangkan untuk dikerjakan. Berikut ini adalah beberapa faktor terkait analisis usaha tanaman hias.

Investasi Awal – salah satu keuntungan berbisnis tanaman hias, dibandingkan dengan tanaman lainnya (khususnya komoditas) adalah tidak membutuhkan lahan yang besar. Bahkan kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

Adapun beberapa hal yang termasuk ke dalam investasi awal adalah sebagai berikut ini, dengan nilai harga yang diasumsikan tentunya:

  • Pot bunga Rp 300.000,-
  • Rak bunga Rp 2.000.000,-
  • Pompa air Rp 2.500.000,-
  • Selang air Rp 300.000,-
  • Paranet / jaring Rp 300.000,-
  • Cangkul Rp 100.000,-
  • Sekop Rp 100.000,-
  • Wadah semai Rp 200.000,-
  • Pisau, gunting, dll Rp 300.000,-
  • Total Investasi Awal Rp 6.100.000,-

Biaya variabel – merupakan biaya modal yang nilainya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya hasil dari produksi tanaman hias yang kamu miliki. Nah berikut ini adalah beberapa hal yang tergolong ke dalam biaya variabel:

  • Bibit Rp 50.000,- x 15 jenis              = Rp 750.000,-
  • Karung Rp 20.000,- x 30 unit               = Rp 600.000,-
  • Polybag Rp 500 x 1000 unit                  = Rp 500.000,-
  • Media tanam Rp 30.000,- x 100 unit             = Rp 900.000,-
  • Pupuk Rp 45.000,- x 30 unit               = Rp 1.350.000,-
  • Obat, vitamin, vaksin Rp 200.000,- x 10 unit             = Rp 2.000.000,-
  • Biaya angkut Rp 20.000,- x 30 hari               = Rp 600.000,-
  • Air dan Listrik Rp 50.000,-                              = Rp 50.000,-
  • Total Biaya Variabel           = Rp 6.750.000,-

Biaya tetap – merupakan biaya modal yang nilainya tetap walaupun hasil dari produksi yang kamu miliki terus meningkat. Nah berikut ini adalah beberapa hal yang termasuk ke dalam biaya tetap.

  • Sewa tempat Rp 1.000.000,-
  • Biaya gaji karyawan Rp 1.500.000,-
  • Total Biaya Tetap Rp 2.500.000,-

Biaya operasional – merupakan biaya yang harus kamu keluarkan untuk menghasilkan unit barang, dalam hal ini tanaman hias. Nilainya didapatkan dari biaya variabel ditambah dengan biaya tetap.

Dalam hal ini nilainya adalah Rp 6.750.000,- + Rp 2.500.000,- = Rp 9.250.000,-

Pendapatan – nah untuk pendapatan tentu saja nilainya sangat bervariasi tergantung dari performa yang kamu miliki. Namun asumsikan saja dalam sehari kamu hanya mampu menjual 10 buah tanaman hias seharga rata-rata Rp 50.000,-

Maka pendapatan bulanan kamu adalah Rp 50.000,- x 10 x 30 hari = Rp 15.000.000,-

Keuntungan – Adapun keuntungan merupakan biaya operasional dikurangi dengan pendapatan, dan dalam hal ini adalah Rp 15.000.000,- – Rp 9.250.000,- = Rp 5.750.000,-

Balik modal – atau return of investment merupakan nilai dari investasi awal dibagi dengan keuntungan, dan dalam hal ini adalah Rp 6.100.000,- / Rp 5.750.000.- atau bernilai 1 bulan lebih saja!

tips bisnis tanaman hias 3

Nilai-nilai ini tentu saja bisa kamu lipat gandakan sesuai dengan modal yang kamu miliki. Akan tetapi hal yang perlu kamu ingat adalah setiap kali kamu meningkatkan modal yang kamu punya, berarti kamu harus menaikkan target penualan per harinya.

Bila tidak demikian tentu saja keuntungan yang kamu dapatkan menjadi tidak maksimal, dan kemungkinan besar kamu malah menjadi rugi. Kesimpulan lainnya adalah, kamu harus selalu bisa menghitung potensi kerugian dari setiap usaha yang kamu miliki ya.

Misalnya untuk mencapai target di atas kamu harus menjual 10 buah tanaman hias per bulannya, namun di 3 bulan pertama kamu hanya bisa rata-rata menjual 7 buah saja. Dari sini kamu bisa menghitung potensi rugi, dan kemudian menghitung ulang modal untuk bulan berjalan berikutnya agar tidak rugi.

Baca: Peluang bisnis dari tanaman porang


Tanaman Hias Apa yang Bisa Dijual Saat ini?

Tanaman Hias Apa yang Bisa Dijual Saat ini?

Jenis dari tanaman hias yang bisa kamu jual sebenarnya sangatlah beragam dan bergantung dari tren yang ada di masyarakat. Oleh karena itulah kamu memang seharusnya update terhadap tren-tren tersebut.

Untuk di tahun 2019 hingga 2021 ini kami perkirakan ada beberapa jenis tanaman hias yang paling laku kamu jual. Nah kita bahas saja ya satu persatu.

Anthurium – tanaman hias yang satu ini merupakan salah satu jenis yang paling populer di Indonesia. Oleh karena itulah menurut kami agaknya tidak mungkin kami tidak memasukkan tanaman yang satu ini ke dalam daftar ini.

Beberapa jenis tanaman anthurium yang paling dicari oleh orang-orang antara lain adalah jenis wave of love, jenmanii, variegate, hingga jenis hookeri. Adapun harga benih Anthurium sendiri berkisar antara Rp 10.000,- hingga lebih dari Rp 1.000.000,- per biji nya.

Aglaonema – jenis tanaman hias yang satu ini juga tidak kalah dengan anthurium dimana boleh dibilang termasuk ke dalam jenis tanaman hias yang paling terkenal sepanjang masa. Tanaman ini sukses menjadi tanaman kesayangan banyak orang dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih jauh lagi banyak petani tanaman hias yang berhasil melakukan kawin silang antara tanaman Aglaonema dengan tanaman hias dari jenis lainnya sehingga muncul-lah nama-nama variegata variegata yang tentu sangat berbeda dengan Aglaonema biasa.

Beberapa jenis Aglaonema yang disukai di Indonesia misalnya adalah dari jenis miss Thailand, chocin, pink panther, param ruay, hingga jenis red silver. Bibit Aglaonema pun tergolong mahal, yakni berkisar antara Rp 30.000,- hingga Rp 1.000.000,- dan bahkan lebih per bijinya.

Philodendron – merupakan salah satu jenis tanaman hias yang baru-baru ini saja menjadi sangat hits. Eh, tapi jangan salah ternyata tanaman Philodendron sebenarnya sudah sejak lama disukai oleh banyak orang loh.

Tapi orang-orang di Indonesia dahulu lebih banyak mengenal tanaman ini sebagai tanaman sirih-sirihan. Bentuk daunnya pun cukup khas dimana biasanya memiliki ujung daun yang runcing dengan ukuran yang besar dan lebar.

Salah satu kelebihan dari tanaman ini adalah harganya yang relatif, atau malah jauh lebih murah dibandingkan dengan tanaman hias dari jenis Aglaonema dan Anthurium. Oleh karena itu pula tanaman ini jauh lebih mudah untuk kamu jual.

Sansevieria – merupakan salah satu tanaman yang lebih dikenal dengan lidah buaya. Padahal sebenarnya jenis tanaman Sansevieria mencakup jauh lebih banyak jenis tanaman dari sekadar lidah buaya saja lho.

Menariknya tanaman ini tersedia dari yang harganya relatif terjangkau hingga yang harganya jutaan rupiah. Selain itu bila kamu memiliki keahlian lebih, maka kamu bisa membuat sukulen dari tanaman jenis Sansevieria ini.

Untuk benihnya pun harganya sangat beragam, mulai dari Rp 20.000,- hingga yang berharga lebih dari ratursan ribu rupiah per bijinya.

Puring – merupakan salah satu tanaman hias yang sebenarnya bisa kamu temukan dengan mudah, terutama bagi kamu yang masih tinggal di daerah pinggiran kota. Karena tanaman ini pada awalnya disepelekan.

Namun beberapa tahun sebelumnya, tanaman ini mendadak menjadi hits dan tergolong sebagai salah satu tanaman hias yang dicari-cari oleh para kolektor. Sehingga kemudian harganya menjadi sangat mahal dan biasanya dijual per tangkai.

Beberapa jenis tanaman puring yang disukai oleh para kolektor misalnya Red Apple, Oscar, hingga Kura. Harga dari bibit tanaman puring sendiri terlalu bervariasi mengingat harganya sangat tergantung dari kelangkaan jenis yang ingin ditanam tersebut.

Adenium – merupakan salah satu jenis tanaman hias yang barangkali sudah melewati masa-masa keemasannya. Akan tetapi bukan tidak mungkin tanaman jenis ini bisa menjadi primadona kembali, apalagi saat ini tren tanaman hias mulai naik kembali.

Salah satu keunikan dari tanaman jenis adenium adalah bunga nya yang sangat lebat, dengan bentuknya yang sangat unik, yakni didominasi dengan bonggol-bonggol, yang membuatnya tampak sangat mudah dikenali.

Nah sayangnya pertumbuhannya tergolong cukup mudah sehingga kemudian banyak orang mengembangkan tanaman jenis ini, barangkali kalau kamu bisa mengawinkan tanaman ini dengan tanaman lain, barulah harganya akan melonjak drastis dan bisa membuatmu menjadi juragan tanaman hias.

Nepenthes – merupakan tanaman yang menurut kami akan menjadi populer dalam beberapa waktu ke depan. Terus terang saja tanaman ini hingga artikel kami turun barangkali belum banyak dikenal oleh orang-orang, dan mungkin termasuk kamu.

Tapi kalau kami sebut Kantung Semar, apakah kamu pernah mengenalnya? Nephentes merupakan tanaman karnivora yang berbentuk kantung dan memang termasuk tanaman-tanaman yang hanya bisa kamu temukan di hutan, terutama di daerah Kalimantan.

Untuk saat ini harga dari tanaman hias ini dinilai berdasarkan ukuran kantung yang mereka miliki. Semakin besar ukurannya maka semakin mahal harganya. Menariknya banyak sekali orang yang menjadi kaya karena baru berjualan Nepenthes ini. Kamu mau?

Kadaka – sama seperti kantung semar, tanaman jenis ini juga tergolong ke dalam tanaman hutan yang saat ini mulai mendapatkan kepopulerannya. Perbedaannya adalah harganya yang relative lebih murah.

Bentuk dari tanaman kadaka ini cukup unik dimana ia memiliki daun yang panjang-panjang dan lebar serta mengumpul di tengah. Meski relatif lebih murah dibandingkan kantung semar, namun harga jual dari tanaman kadaka ini juga agaknya mahal.

Sayangnya bila memutuskan untuk menjual kadaka tentu saja kamu harus bisa mencari supplier yang terpercaya. Mengingat indukan dari tanaman Kadaka adalah tanaman yang berasal dari hutan, jadi agaknya sulit dicari.


Strategi Penjualan Tanaman Hias

Strategi Penjualan Tanaman Hias

Nah setelah kamu membuat analisis bisnis tanaman hiasmu sendiri, saatnya kamu mulai menyusun strategi penjualan dari tanaman hias tersebut. Kami akan coba bahas satu persatu agar kamu tidak bingung ya.

Memahami karakteristik tanaman – salah satu tips paling penting yang bisa kami berikan kepada kamu adalah untuk selalu mempelajari karakteristik tanaman yang ingin kamu tanam. Hal ini sangat penting, bagi kamu yang ingin terjun di dalam industri pertanian macam ini.

Untuk setiap jenis tanaman hias yang kamu putuskan untuk dibudidayakan, masing-masing memiliki karakteristik tumbuh yang tentunya berbeda-beda. Mulai dari iklim yang pas, hingga media tanam, dan jenis-jenis pupuk yang boleh kamu gunakan.

Nah untuk yang satu ini memang tidak ada jalan lain selain mempelajari masing-masing jenisnya sendiri. Belum lagi untuk setiap tanaman, kamu juga harus tahu metode tanam apa yang paling baik dan efektif sehingga bisa membuat tanaman yang unggul dan mahal tentunya.

Mencari supplier terpercaya – strategi bisnis tanaman hias yang kedua adalah dengan mencari supplier yang terpercaya. Apalagi kalau kamu benar-benar baru pertama kali terjun ke dalam bisnis ini. Kemungkinan kamu tertipu sangat besar.

Supplier yang kami maksud disini, bukan hanya supplier dari anakan tanaman dan bibit tanaman. Melainkan mencakup pula supplier dari pupuk, peralatan pertanian, hingga obat-obatan dan vitamin untuk tanaman hiasmu.

Mencari supplier di dalam berbisnis apapun pada dasarnya merupakan salah satu faktor paling penting yang harus selesai di awal. Oleh karena itulah investasikan waktumu sebesar-besarnya di awal untuk berkeliling mencari supplier terpercaya.

Di tahap awal ini, sebisa mungkin ajak temanmu yang sudah pernah menggeluti bisnis tanaman hias sebelumnya untuk mencari supplier terpercaya. Bila tidak ada, setidaknya carilah temanmu yang penghobi tanaman hias.

Minimal kamu harus membawa orang yang memahami harga-harga dari benih hingga peralatan tanaman hias ini. Setelah itu kamu bisa mulai menyeleksi supplier ini sambil berjalannya bisnis tanaman hiasmu.

Beberapa syarat supplier yang baik diantaranya adalah:

  1. Jujur, tentu saja artinya kamu harus mengetahui harga pasar dari barang yang mereka jual dan berapa harga jual mereka. Selain itu artinya kamu juga mutlak harus bisa menilai peralatan ataupun benih yang berkualitas dan tidak.
  2. Dekat, maksudnya adalah dekat dengan tempatmu berjualan. Tujuannya adalah bila sewaktu-waktu kamu membutuhkan supplai barang maka mereka bisa mengirimnya dengan cepat.
  3. Responsif, mirip dengan poin kedua dimana supplier yang baik seharusnya bisa sangat responsif. Apalagi bila kamu membutuhkan barang dalam waktu yang cepat.
  4. Lengkap, kriteria keempat dari supplier yang baik adalah mereka menjual barang-barang dengan cukup lengkap. Bila tidak pun, biasanya supplier macam ini memiliki jejaring yang luas sehingga pada akhirnya kebutuhanmu akan terpenuhi.

Minimal keempat syarat di atas ini harus terpenuhi agar kamu bisa mendapatkan supplier yang baik ya. Selain itu perlu diingat mendapatkan supplier yang bisa memberi harga murah tidak sama dengan mendapatkan supplier yang berkualitas.

Menggunakan media online – di era modern seperti saat ini nampaknya penggunaan media sosal sebagai media untuk promosi jualan adalah hal yang mutlak perlul kamu pelajari. Bagi kamu yang gaptek ada baiknya mulai mempelajari platform media sosial untuk berjualan.

Bila waktumu terbatas, minimal buatlah satu akun media sosial untuk menaruh foto-foto tanaman hias hasil karyamu di Instagram. Nah sembari mempercantik akun, dan membangun jejaring dan followers, sebenarnya kamu secara tidak langsung sedang melakukan promosi gratis.

Bila usahamu sudah berkembang dan keuangan sudah berputar dengan baik, kami cukup menyarankan kamu untuk menggunakan jasa agensi media sosial. Berlebihan? Tidak, justru peluang macam inilah yang harus kamu raih.

Membuat model bisnis yang unik – di awal-awal usaha barangkali kamu bisa banyak belajar kepada pengusaha tanaman hias lainnya. Gunakan metode ATM alias Amati – Tiru – Modifikasi, atau bahkan sekadar amati dan tiru.

Bila kamu sudah terbiasa dengan bisnis ini, maka saran kami adalah untuk banyak belajar sehingga kamu bisa mengembangkan model bisnis yang unik. Belajar dimana? Youtube, dan media sosial lainnya saat ini bisa menjadi media belajar yang baik kok.

Kami beri contoh ya.

Misalnya kamu bisa menggabungkan metode hidroponik dengan tanaman hias ini, dan kemudian kamu menjual paket hidroponik dengan paket tanaman hias yang kamu kembangkan sendiri.

Lebih keren lagi bila kamu membuka toko tanaman hias yang secara khusus menjual tanaman-tanaman hasil persilangan milikmu sendiri yang sangat sulit untuk ditemukan di tempat-tempat lain.

Prinsip kustomisasi macam ini saja pada dasarnya sudah tergolong ke dalam pembuatan model bisnis yang unik dan jauh berbeda dengan model bisnis penjualan tanaman hias yang ada saat ini kok.

Personalisasi terhadap klien – salah satu ciri khas behaviour atau kebiasaan dari pasar saat ini adalah sangat menyukai personalisasi ataupun pelayanan yang personal. Hal ini bisa membuat konsumen menyukai brand mu dan pada akhirnya tentu saja repeat order!

Sebetulnya sih pada akhirnya kembali lagi kepada model bisnis yang berbeda, dan personalisasi atau kustomisasi terhadap konsumen adalah salah satu trik yang sangat kami rekomendasikan bahkan untuk bisnis lainnya.

Akan tetapi perlu dipahami bahwa melakukan layanan personal untuk masing-masing konsumen membutuhkan sumber daya yang besar. Mulai dari tenaga manusia hingga pengetahuan yang sangat baik terhadap jenis tanaman yang kamu jual.

Sebagai contoh misalnya kamu bisa mengerjakan proyek berupa taman di satu rumah dari konsumenmu. Nah kamu harus bisa melakukan beberapa hal, mulai dari desain tata ruang hingga pemilihan jenis tanaman.

Pelayanan ini kemudian bisa kamu lanjutkan ke penanaman rutin dalam jangka waktu tertentu ke depannya. Tentu saja dari sini kamu bisa mendapatkan uang yang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan sekadar menjual tanaman saja.

Namun kalau kamu pikirkan saja misalnya, berapa modal yang kamu butuhkan untuk hal semacam ini bukan?

Mulai sedikit demi sedikit – klise, tapi di dalam berbisnis salah satu sifat yang harus kamu hindari adalah tamak atau maruk. Melihat kesempatan / opportunity dan kemudian mengambilnya, berbeda dengan tamak.

Tidak setiap kesempatan bisa kamu ambil, hanya karena nilainya yang besar secara nominal. Alih-alih bisnis yang besar rata-rata dimulai dari modal yang kecil, dan bila sudah bisa mengolah modal yang kecil, kamu bisa mulai naik mengolah yang agak besar dan seterusnya.

Selain itu setiap kali menemukan kesempatan, lakukan analisis bisnis ulang. Sehingga kamu benar-benar bisa menilai apakah kesempatan tersebut bisa kamu ambil, dan/atau bisa kamu kerjakan atau tidak.

Jangan memakan modal seluruhnya – saran lain yang bisa kami berikan kepada kamu yang baru mencoba berbisnis, dalam hal ini bisnis tanaman hias adalah selalu mengalokasikan dana dengan baik dan benar.

Bila kamu memiliki modal yang besar memag selalu ada godaan untuk menggunakan modal tersebut secara jor-joran. Akan tetapi khususnya bagi kamu yang benar-benar baru pertama kali berbisnis, hal ini sangatlah berbahaya.

Mulai bisnis dengan skala kecil, atau bahasa kerennya adalah dengan membuat minimum viable product. Mungkin kurang tepat bila digunakan dalam bisnis konvensional, tapi secara prinsip menurut kami pribadi bisa digunakan.

Buatlah model bisnis dengan modal seminimal mungkin, namun bisa dijalankan secara optimal. Jangan membuat model bisnis yang terlalu pelit, ataupun menggunakan modal yang terlalu besar pula.

Penggunaan modal yang terlalu besar (100% pundi-pundi) memang membuat kemungkinan keuntungan besar semakin tinggi, akan tetapi ketika gagal mendapatkan keuntungan maka kerugian yang kamu dapatkan pun akan semakin besar.

Cari mentor – salah satu kesalahan bagi para pebisnis pemula adalah terlalu percaya diri sehingga seringkali belajar secara otodidak dengan menggunakan media yang ada. Kemudian bahkan tidak berusaha mencari mentor.

Padahal keberadaan mentor ini cukup penting karena seringkali ada hal-hal yang harus didiskusikan dengan mentor. Selain itu perlu diketahui, mentor yang kami maksud tidak perlu yang pernah berkecimpung di dalam bisnis yang sama.

Akan tetapi kamu juga bisa mencari teman yang misalnya sudah memiliki pengalaman bisnis lebih lama dibandingkan kamu, dan tentu saja yang bisnisnya sudah teruji. Setidaknya mentor tersebut bisa memberikan langkah-langkah strategis terhadap bisnis yang kamu jalankan saat ini.


Penutup

tips bisnis tanaman hias 7

Itu dia tadi beberapa tips dan trik yang bisa kami berikan kepada kamu yang ingin mencoba peruntungan di dalam bisnis tanaman hias. Mungkin memang tidak terlalu sempurna dan masih agak mengambang.

Tapi setidaknya dengan melakukan dan mempelajari beberapa hal yang kami sebutkan di atas tersebut, harapannya adalah kamu bisa mulai bisnis tanaman hias milikmu sendiri walaupun hanya dalam skala yang kecil, atau bahkan walaupun hanya skala rumahan.

Yang paling penting adalah berani untuk mencoba, melakukan perhitungan risiko yang baik, dan berdoa! Semoga usahamu berhasil!

Fakhri Zahir

Dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga merupakan penulis dan pelaku bisnis di berbagai sektor, salah satunya industri agrikultur.

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Tulis komentar.... Bebas!x