Mengenal Tanaman Porang: Bisnis yang Menggiurkan

Cerita ini berawal dari seorang pemulung yang berasal dari Desa Kepel, Madiun. Cerita yang nampaknya menjadi angan-angan kebanyakan orang saja dimana ia yang hanya seorang pemulung mendadak menjadi kaya setelah bertani porang.

Menariknya keberadaan tanaman porang sendiri tidak begitu diketahui banyak orang, sampai cerita mengenai pemulung yang mendadak kaya ini tersebar ke seantero negeri. Cerita yang disebarkan oleh salah satu media massa terkemuka di Indonesia.

Sebenarnya apa sih porang itu? Serta bagaimana cara mengolah porang, dan bagaimana cara berbisnis porang sehingga bisa memberikan penghasilan yang sangat besar. Ikuti terus tips dan triknya dari kami ya.

Ini dia cara bisnis porang yang menggiurkan!


Mengenal Tanaman Porang

Mengenal Tanaman Porang

Sebelum bisa memulai bisnis porang, tentu saja kamu harus mengetahui barang apakah itu porang dan bagaimana ia bisa diolah sehingga menghasilkan uang yang tidak sedikit?

Porang adalah tanaman yang tergolong ke dalam umbi-umbian, dan banyak ditanam di daerah jawa. Tanaan ini dikenal dengan berbagai macam nama, namun salah satu namanya yang paling terkenal adalah sebagai iles-iles.

Tanaman ini diketahui memiliki banyak manfaat baik di dalam industri kesehatan, industri makanan, hingga di dalam industri pesawat terbang. Permintaannya yang sangat tinggi di mancanegara inilah yang kemudian membuat harganya begitu mahal.

Selain itu banyak petani yang saat ini menanam porang, dengan alasan porang tergolong sebagai salah satu umbi-umbian yang sangat mudah untuk ditanam. Selain itu porang pun terkenal tangguh dimana bisa ditanam nyaris di segala jenis tanah.

Hanya satu syarat pertumbuhan porang, dimana ia sangat baik apabila ditanam di bawah naungan tanaman lain. Misalnya di bawah lebatnya pohon mahoni atau bahkan ia bisa tumbuh dengan baik bila dinaungi lebatnya pohon jati.


Prospek Bisnis Porang

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pertanian sudah menyatakan bahwa porang merupakan salah satu komoditas dengan potensi ekspor yang cukup besar. Di tahun 2018 saja dimana belum banyak petani penghasil porang di Indonesia, ada 254 ton porang diimpor ke Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Australia.

Prospek Bisnis Porang

Total nilai ekspor yang dihasilkan dari 254 ton ekspor tersebut mencapai 11,31 miliar rupiah. Nah sekarang bayangkan kalau nilai tersebut naik berlipat-lipat. Apalagi permintaan porang di seluruh dunia saat ini sudah semakin tinggi.

Perlu diingat pula, di beberapa daerah di Jawa Timur sendiri porang merupakan salah satu komoditas utama. Akan tetapi memang dikatakan bahwa 100% porang yang dihasilkan di sana seluruhnya diimpor ke luar negeri.

Harga porang – di pasaran sendiri porang dijual dengan harga Rp 2.500,- per 4 kg saja, atau sekitar 1 buah umbi. Nah untuk luas 1 hektar tanah, diketahui kamu bisa menanam sekitar 6.000 bibit porang dengan potensi 24 ton per hektar.

Dengan harga yang sangat murah tersebut, dalam 1 hektar tanah bisa dihasilkan sekitar 6 juta rupiah. Meski demikian idealnya harga porang siap ekspor bisa mencapai Rp 14.000,- per kg nya atau Rp 4.000,- per kg bila belum diolah.

Artinya harga potensial porang per hektarnya bisa mencapai Rp 14.000,- x 6.000 x 4 kg (rata-rata berat porang per umbi) atau sekitar 330 juta per hektarnya. Adapun masa panen dari tanaman porang adalah sekitar 6 bulan setelah tanam.

Tentu saja dengan teknik budidaya yang semakin baik, diharapkan produktivitas dari tanaman porang yang ditanam ini pun bisa semakin baik. Sehingga hasil panen yang didapat bisa semakin besar pula.

Prospek bisnis – nah sekarang bayangkan dengan harga bahan mentah saja kamu bisa mengimpor porang dengan harga yang fantastis. Terlebih lagi tanaman ini bukanlah tanaman yang manja dan butuh perawatan yang mahal.

Bayangkan apabila kamu memiliki ide yang lebih cemerlang untuk mengolah porang ini. Tentu saja harga porang ini bisa jauh lebih tinggi dibandingkan bila kamu mengimpornya mentah-mentah. Oleh karena itulah pemerintah terus mendorong generasi muda untuk ikut membudidayakan porang ini.


Cara Budidaya Porang

Cara Budidaya Porang

Nah kami akan coba membahas sedikit cara untuk melakukan budidaya porang. Kamu bisa membaca cara yang lebih lengkap di artikel kami yang lain ya!

Persyaratan tumbuh porang – di dalam setiap bercocok tanam, kamu harus selalu menyediakan lingkungan tanam yang sesuai dengan kondisi yang diminta oleh tanaman tersebut. Begitu pula porang, dimana ada beberapa persyaratan tumbuh yang harus kamu penuhi.

Beberapa persyaratan tumbuh dari tanaman porang adalah sebagai berikut ini:

  • Jenis dan pH tanah, salah satu persyaratan utama agar porang bisa tumbuh dengan subur adalah dengan menjaga pH tanah berada di antara 6 hingga 7. Adapun jenis tanah yang paling baik untuk ditanami porang adalah jenis apapun, dengan tekstur yang gembur dan tidak tergenang air.
  • Cahaya matahari, tanaman porang tentu saja membutuhkan cahaya matahari untuk bisa tumbuh dengan baik. Sayangnya tanaman ini memerlukan naungan yang cukup lebat agar pertumbuhannya baik. Dikatakan bahwa tingkat kerapatan naungan dari porang minimal adalah 40%, dan beberapa pohon terbaik yang bisa digunakan untuk menaungi tanaman porang misalnya adalah jenis jati, sono, dan pohon mahoni.
  • Iklim, selain itu tanaman porang paling baik ditanam pada ketinggian 100 hingga 600 mdpl, dengan toleransi terhadap suhu yang sangat baik. Selain itu perlu kamu ketahui bahwa porang merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat baik apabila ditanam saat musim penghujan.

Dengan menjaga persyaratan tumbuh tersebut, diharapkan porang bisa dibudidayakan dengan maksimal. Tapi kembali lagi, kamu tidak perlu khawatir karena porang tergolong ke dalam tanaman yang cukup tangguh kok.

Teknik budidaya porang – ada beberapa teknik budidaya porang yang bisa kamu coba tiru, baik teknik vegetatif ataupun teknik perkembangbiakan secara generatif. Berikut ini adalah beberapa teknik perkembangbiakan porang:

  • Bintil; salah satu ciri khas dari tanaman porang adalah menghasilkan bintil ataupun katak yang berwarna cokelat. Bintil ini biasanya terletak pada pangkal dan tangkai dari daun tanaman porang. Dari 1 kg umbi porang biasanya dapat dihasilkan sekitar 100 butir katak atau bintil. Kamu harus mengumpulkan bintil ini dan disimpan, untuk kemudian dipanen saat musim penghujan.
  • Biji; salah satu teknik perkembangbiakan porang yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan biji ataupun buahnya. Sama seperti tanaman lain, tanaman porang pun bisa menghasilkan bunga yang nantinya menjadi buah ataupun biji. Setiap tongkol buah biasanya akan dihasilkan sekitar 250 butir.
  • Umbi; teknik terakhir yang bisa kamu gunakan adalah dengan menggunakan umbi. Kamub isa langsung menggunakan umbi yang dipecah-pecah dan ditanam di tanah.

Setelah itu lakukan persiapan lahan untuk melakukan budidaya porang, dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Lakukan pembersihan lahan dari gulma serta sisa-sisa tanaman apabila lahan tersebut sebelumnya sudah ditanami tanaman.
  • Lakukan pengaturan keasaman tanah, dan penggemburan tanah. Tidak lupa diberikan pupuk sesuai dengan luas tanah. Gemburkan tanah kembali.
  • Buat blok-blok tanam dengan space jalan air di tengah blok kira-kira jarak 1 m. Jangan lupa membuat lubang untuk menanam umbi denganukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm.

Setelah tanah siap ditanami porang, kamu bisa melakukan penanaman porang dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Pertama-tama masukkanlah bibit yang ingin kamu tanam satu persatu ke dalam lubang tanam yang sudah kamu buat sebelumnya.
  • Posisi bakal tunas harus menghadap ke atas, dan kemudian tutuplah porang dengan tanah dengan ketebalan sekitar 3-6 cm.

Pemeliharaan dari porang sendiri tidak terlalu sulit. Kamu cukup memperhatikan apabila ada gulma tumbuh, dan lakukan pembersihan gulma secara rutin. Gulma yang terlanjur tumbuh sendiri bisa kamu siangi dan kemudian dijadikan pupuk organik.

Selain itu berhati-hatilah terhadap beberapa ham seperti ulat, belalang, ulat umbi, nematoda, serta berbagai penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ataupun jamur. Rata-rata mikroorganisme tersebut bisa menyebabkan penyakit layu.

image005

Adapun hama-hama besar seperti babi hutan, tikus, dan hewan-hewan semacamnya tidak akan memakan porang. Karena porang sendiri bila dimakan tanpa diolah akan menyebabkan iritasi dan gatal-gatal di bagian lidah hingga kerongkongan.

Nah bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menjadikan porang sebagai salah satu sumber bisnismu? Semoga sukses!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Ikut berkomentarx
()
x