Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Stek

Di dalam bercocok tanam pada dasarnya ada banyak sekali ilmu yang bisa membantumu sehingga apa yang kamu biakkan dan rawat menjadi optimal dan tentu maksimal hasilnya. Baik kamu yang seorang penghobi ataupun petani hortikultura.

Salah satu ilmu yang menurut kami cukup penting untuk kamu pelajari sebelum benar-benar mumpuni dalam merawat berbagai macam tanaman adalah ilmu mengenai pembiakan secara vegetatif alias tanpa melibatkan sel kelamin jantan dan betina.

Pembiakan vegetatif sendiri sebenarnya terdiri atas berbagai macam jenis yang masing-masingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun pada kali ini kami akan secara spesifik dan gamblang membahas mengenai stek. Kalau kamu cuma butuh tutorial, cek artikel kami mengenai panduan lengkap cara stek tanaman.

Ini dia semua hal yang perlu kamu ketahui tentang stek agar ilmu mengenai bercocok tanam yang kamu punya menjadi lebih sempurna.


Apa itu Stek?

Mempersiapkan Bibit

Definisi stek

Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya bahwa stek merupakan salah satu bentuk perkembangbiakan secara vegetatif dimana kamu mengupayakan perbanyakan tanaman dengan cara memisahkan organ vegetatif tanaman dari indukannya.

Organ vegetatif yang dimaksud pun bisa beragam mulai dari bagian akar, bagian daun, hingga yang paling populer tentu saja bagian batang atau dahan dari pohon indukan yang ingin kamu perbanyak menjadi pohon anakan.

Intinya organ-organ vegetatif yang telah kamu pilih sebelumnya tersebut nantinya akan kamu tanam di dalam medium tumbuh tertentu yang juga harus cocok. Tujuannya tentu saja agar dari organ vegetatif tersebut bisa tumbuh akar dan tunas untuk menjadi pohon anakan yang memiliki sifat sama dengan indukannya.

Tahapan perkembangan stek

Ketika kamu melakukan stek pada tanaman ada beberapa fase ataupun tahapan yang akan dilalui oleh tumbuhan tersebut. Fase awal yakni berupa pemisahan bagian vegetatif yang kamu lakukan, dari tanaman indukan.

Setelah itu fase awal akan dilanjutkan dengan penanaman bagian vegetatif ke media tanam, yang akan menandai fase berikutnya. Yakni fase pembentukan perakaran baru serta pembentukan tunas muda pada bagian vegetatif tersebut.

Setelah memasuki masa pertumbuhan akar dan tunas, tanaman baru akan memasuki fase belia ataupun dikenal pula dengan istilah fase juvenile. Lamanya fase ini bergantung dari jenis tanaman yang kamu lakukan stek.

Pada fase pertumbuhan muda ini akan diakhiri dengan fase pertumbuhan yang jauh lebih lambat. Bila sudah memasuki fase pertumbuhan ini maka tandanya tanaman hasil stek yang kamu buat tersebut akan memasuki fase generatif alias fase dewasa.

Lamanya seluruh rangkaian fase pada proses stek ini sekali lagi amat bergantung dari jenis tanaman yang kamu biakkan. Namun secara umum tanaman hias hanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 bulan hingga bisa berbunga.

Lain halnya pada tanaman-tanaman hortikultura seperti buah-buahan yang bisa dipanen untuk dimakan. Umumnya tanaman yang tergolong hortikultura membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 tahun bergantung jenisnya, hingga bisa produktif.


Mengapa Memilih Teknik Penyetekan?

Sebagaimana metode pengembangbiakan vegetatif lainnya seperti cangkok atau perundukkan, tentu ada pula alasan mengapa kamu harus memilih metode stek sebagai salah satu metode pembiakan vegetatif dari tanaman yang kamu punya.

Alasan utama pemilihan metode stek untuk membiakkan tanaman tentu saja karena dengan metode ini kamu bisa menghasilkan tanaman anak yang memiliki sifat identik alias sama persis dengan tanaman indukannya.

Selain itu diketahui ada sangat banyak jenis tanaman hortikultura yang bisa diperbanyak dengan menggunakan teknik stek ini. Tentu saja dengan angka keberhasilan yang relatif tinggi dibandingkan dengan beberapa teknik perbanyakan lainnya.

Apalagi memang diketahui ada beberapa jenis tanaman hortikultura yang secara spesifik lebih cocok apabila dibiakkan dengan menggunakan teknik stek. Terutama bila dibandingkan dengan teknik lain layaknya cangkok, perundukkan, hingga sambung tempel.

Alasan ketiga adalah karena tanaman yang berasal dari metode perbanyakan stek akan mencapai periode dewasa yang jauh lebih cepat. Artinya tanaman yang dibiakkan dengan metode ini bisa menjadi produktif dalam waktu yang lebih singkat.

Teknik stek juga diketahui bisa menghemat lahan dan pada akhirnya menghemat biaya. Karena untuk melakukan penyetekan kamu hanya membutuhkan area lahan yang cukup kecil namun bisa menghasilkan anakan dan tanaman yang cukup banyak.

Terakhir salah satu alasan mengapa banyak orang yang memilih teknik ini karena stek diketahui tidak terlalu merusak atau mengganggu pertumbuhan tanaman induk. Dari satu batang cabang saja kamu bisa memperoleh sumber potongan stek yang cukup banyak.

Bandingkan saja misalnya dengan metode pencangkokan. Bila ingin menghasilkan 10 buah anakan tentu kamu harus mengorbankan 10 percabangan pada indukan untuk menghasilkan anakan yang baru. Artinya indukan menjadi lebih tidak produktif (less productive).

Sementara untuk menghasilkan 10 anakan baru dengan teknik stek, kamu bisa dengan mudah memotong satu cabang atau ranting yang cukup panjang dari indukan untuk dibagi 10 dan ditanamkan ke dalam media tanam, nah!


Jenis-Jenis Stek dan Langkah Melakukan Stek

Secara umum ada tiga jenis stek yang lazim di kenal di dalam dunia pertanian yakni stek akar, stek batang dan stek daun. Namun stek daun sendiri kemudian terbagi kembali menjadi stek daun dengan tangkai, stek daun tanpa tangkai, serta stek potongan daun saja. Yuk bahas satu persatu!

Stek akar

Pertama-tama marilah kita bahas tentang stek akar, dimana bahan stek yang ingin ditumbuhkan menjadi tanaman baru adalah berasal dari organ akar. Akar ini setelah ditanam di dalam media akan membentuk perakaran adventif untuk kemudian membentuk tunas.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan stek akar:

  1. Pertama-tama carilah akar dengan ukuran yang relatif kecil dengan diameter sekitar 1-2 cm saja.
  2. Potong akar yang akan distek tersebut sepanjang 10 cm, dengan memperhatikan dimana akar bagian atas dan dimana akar bagian bawah. Karena nantinya akan berpengaruh dengan proses penyetekan tanaman baru. Kamu bisa membedakannya dengan cara misalnya memotong bagian atas dengan cara menyerong dan memotong bagian bawah dengan mendatar gar tidak terbalik.
  3. Lakukan pembersihan akar hingga dirasa cukup bersih.
  4. Bila memungkinkan sebelum dilakukan persemaian lakukan perendaman stek akar dengan menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) ataupun fitohormon. Agar pertumbuhan tanaman baru bisa lebih cepat.
  5. Lakukan penyemaian dengan cara menyemai akar di dalam kotak kayu dengan media tanam campuran tanah gembur dan pasir halus. Adapun penyemaian bisa dilakukan secara berdiri (vertikal) ataupun tidur (horizontal)
    • Bila memutuskan untuk menyemai secara vertikal, lakukan penyemaian dengan jarak sekitar 5 cm x 5 cm, dengan bagian bawah dibenamkan sedalam 3 cm saja atau setengah panjang stek (tergantung panjang akar).
    • Adapun bila memutuskan untuk menyemai secara horizontal cukup baringkan akar dan benamkan dengan kedalaman sekitar 1 hingga 2 cm bergantung dengan ukuran diameter akar.
  6. Tunggu hingga muncul tunas muda, kira-kira selama tiga hingga empat minggu. Jangan lupa untuk mengecek apakah perakaran sudah muncul atau belum. Bila sudah maka tanaman anakan tersebut bisa dipindahkan ke dalam polybag selama 2 bulan dan disimpan di dalam naungan hingga 6 bulan bila memungkinkan.
  7. Bila sudah tumbuh cukup besar kamu bisa langsung memindahkan tumbuhan hasil stek akar ke media tanam tanah lapang seperti biasa. Lakukan perawatan dan penyiraman serta pemberian pupuk seperti pada tanaman indukannya.

Stek batang

stek batang bunga kamboja

Sama saja seperti stek akar, stek batang merupakan proses stek dimana bahan dasarnya diambil dari batang indukan. Potongan batang ini nantinya yang akan membentuk akar baru serta tunas muda untuk kemudian dibiakkan.

Stek batang sendiri lebih kompleks bila dibandingkan dengan stek akar, karena terdiri dari stek batang termodifikasi (rizoma atau tuber), serta stek batang asli pada batang lunak – batang setengah lunak – hingga batang keras.

Contoh stek pada batang termodifikasi maksudnya adalah pada tanaman tertentu seperti jahe, kunyit, dan aglonema yang tumbuh dengan rimpang atau rizoma. Selain itu bisa pula pada tanaman kentang yang tumbuh dengan tuber atau umbi.

Adapun cara melakukan pembiakan dengan metode stek batang adalah sebagai berikuti ini:

  1. Pertama-tama carilah batang yang ingin dijadikan stek, biasanya batang yang baik merupakan percabangan utama dari pohon induk yang akan diperbanyak dengan menggunakan teknik ini. Pilihlah batang yang tidak bertunas.
  2. Potong bagian batang tersebut kira-kira 0,5 cm dari mata tunas paling bawah dan 1 cm dari mata tunas paling atas. Selain itu batang yang paling baik dipilih untuk distek adalah batang dengan daun yang memiliki warna hijau tua agar bisa melakukan proses fotosintesis maksimal nantinya.
    • Ukuran batang bisa dipilih yang berdiameter 1 cm hingga 2 cm atau setidaknya sebesar kelingking orang dewasa dengan ukuran panjang 10 hingga 15 cm dengan jumlah mata tunas 3 hingga 4 buah.
    • Batang yang baik untuk dipilih seharusnya berwarna relatif cokelat muda karena diketahui memiliki kandungan karbohidrat serta auksin yang merupakan hormone pertumbuhan akar yang cukup banyak.
    • Untuk stek lunak dan setengah lunak (bagian setengah hingga ke ujung pucuk batang) bisa dipotong sepanjang 10-15 cm.
    • Untuk stek keras (bagian setengah ke bawah batang) bisa dipotong sepanjang 15-20 cm.
  3. Lakukan pembersihan batang hingga dirasa cukup bersih.
  4. Bila memungkinkan sebelum dilakukan persemaian lakukan perendaman stek batang ke dalam hormon auksin.
    • Pertama-tama larutkan hormon auksin ke dalam alkohol 50%.
    • Tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan (beda jenis atau merk tentu beda cara pakai). Biasanya berkisar antara 500 hingga 10.000 ppm.
    • Setelah itu ikat batang-batang yang akan distek dan bagian pangkalnya dicelupkan ke dalam campuran akusin tersebut selama 5 cm.
  5. Lakukan penyemaian stek batang atau langsung ke proses penanaman. Pertama-tama pastikan kamu sudah menyeiapkan media tanam dan langsung cucuk batang tanaman dengan sudut agak miring. Biasanya batang ditancapkan dengan sudut sekitar 45 derajat.
  6. Berikanlah jarak yang cukup antar batang stek, kira-kira 5 cm hingga 10 cm.
  7. Setelah itu kamu bisa langsung merawat tanaman tersebut dengan cara menyiramnya rutin dan memberikan pupuk sewajarnya saja. Bila tanaman sudah cukup besar, bertunas serta sudah memiliki perakaran yang baik maka kamu bisa langsung memindahkan tanaman tersebut ke tanah atau lahan yang lebih luas.

Stek daun

Nah adapun stek daun sendiri, lagi-lagi sesuai dengan namanya yakni perbanyakan tanaman yang berasal dari daun tanpa kelengkapan organ penyusunnya atau dengan kelengkapan organ penyusunnya misalnya tangkai daun.

Untuk yang satu ini spesiesnya cukup spesifik. Untuk tanaman yang bisa distek dengan tangkainya misalnya iler-iler dan African Violet. Adapun tanaman yang bisa distek tanpa tangkai daun misalnya begonia, jeruk nipis, dan berbagai macam tanaman hias golongan sukulenta.

Adapun tanaman-tanaman yang bisa ditek dengan bahan potongan daun saja yakni tanaman dari jenis sanseviera hingga begonia. Untuk daun-daun ini bisa menggunakan daun dengan tulang daun ataupun tanpa tulang daunnya.

Selain itu untuk proses stek daun ini memang relatif lebih mudah dibandingkan dengan stek batang dan stek akar. Namun kembali lagi memang hanya sebagian tanaman saja yang mungkin untuk distek daunnya. Berikut ini adalah langkah-langkah stek daun yang bisa kamu lakukan di rumah:

  1. Pertama-tama sama seperti langkah stek lain di atas, pilihlah daun yang berusia dewasa ataupun daun yang sudah tua. Pada beberapa spesies pemilihan daun yang telah memasuki fase dewasa diketahui bisa mengurangi risiko pembusukan. Adapun daun yang terlalu muda akan menyulitkan dalam pertumbuhannya karena memang perkembangannya belum sempurna.
  2. Sebelum memindahkan daun yang akan distek, lakukanlah pengolahan tanah. Cukup gemburkan tanah dan bila memungkinkan campurkanlah tanah dengan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1.
  3. Setelah itu kamu bisa langsung menyemai daun yang telah dipotong-potong tersebut. Letakkan daun secara berjejer dan rapi agar tidak menumpuk.
  4. Lakukan perawatan sewajarnya, berilah tanaman paparan sinar matahari yang cukup namun tidak terlalu banyak serta jagalah kelembaban dari tanaman yang kamu punya teresbut.
  5. Apabila sudah muncul perakaran, lanjutkan perawatan hingga tunas muncul. Perakaran saja belum cukup, namun bila tunas sudah muncul maka kamu bisa memindahkan tanaman ke media tanam yang lebih besar.

Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Tanaman yang Di-stek

stek bugenfil

Ada beberapa faktor yang diketahui bisa memengaruhi tanaman, baik secara langsung ataupun tidak, serta faktor yang bisa dikendalikan ataupun tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Berikut ini diantaranya.

Faktor tanaman

Faktor pertama merupakan salah satu faktor yang paling penting dimana jenis tanaman serta bagian-bagian tanaman yang kamu pilih tentu saja akan berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan tanaman stek.

Pertama-tama mulai dari akar, daun, dan batang. Tentu masing-masingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang paling penting adalah, untuk setiap spesies masing-masing metode lebih unggul dibandingkan metode lainnya, dan inilah yang wajib kamu ketahui.

Kemudian usia bahan stek pun cukup berpengaruh, terutama ketika pemilihan stek batang. Paling baik memilih batang dengan usia tidak terlalu tua yang berwarna cokelat muda. Alasannya adalah karena batang ini menyimpan banyak auksin dan karbohidrat untuk tumbuh.

Faktor lainnya adalah kandungan ZPT ataupun zat pengatur tumbuh. Dalambeberapa literature dengan gamblang dijelaskan bahwa auksin atau ZPT sangat berpengaruh terhadap kecepatan tumbuh tanaman yang di-stek. Oleh karena itulah kami cukup merekomendasikan kamu menggunakan ZPT bila ingin menyetek tanaman.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan boleh dikatakan sebagai salah satu faktor yang sebagiannya bisa kita atur. Beberapa faktor lingkungan yang diketahui bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman yang distek misalnya media tanam, cahaya, suhu, dan kelembaban.

Media tanam yang baik tentu saja media tanam yang gembur agar perakaran yang masih lemah bisa dengan mudah menembusnya, serta media tanam yang memiliki banyak zat hara yang bisa mempercepat dan mengoptimalkan pertumbuhan stek.

Adapun kelembaban, suhu, dan cahaya barangkali bisa dikontrol sebagiannya. Namun memang pada sebagian besar kasus hal ini amat bergantung dari lokasi kamu melakukan penanaman tanaman yang ingin distek.

Faktor manusia

Faktor manusia tentu saja merupakan faktor utama yang paling bisa diatur alias dikontrol. Karena beberapa hal yang termasuk ke dalam faktor manusia ini bila dikontrol dengan baik bisa membuat pertumbuhan tanaman stek menjadi optimal.

Beberapa faktor manusia yang diketahui memengaruhi pertumbuhan stek diantaranya adalah perlakuan sebelum bahan stek diambil. Perlakuan saat mengambil bahan stek, tentu saja bila terlalu berantakan dan tidak rapi akan mengurangi keberhasilan.

Faktor manusia lainnya yang diketahui berpengaruh terhadap keberhasilan stek adalah cara kamu melakukan pemotongan stek, penggunaan ZPT pada bahan stek, serta teknik penanaman saat kamu memindahkan bahan stek ke media tanam.

Pemindahan stek yang tidak rapi ataupun berantakan sangat mempengaruhi pertumbuhan stek dimana angka kegagalannya dikhawatirkan akan menjadi tinggi dan justru bakal stek tersebut akan mati sebelum sempat kamu tanam.

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *