Macam Pembiakan Vegetatif Buatan Terlengkap

Salah satu proses perkembangbiakan pada tumbuhan yang cukup digemari oleh para petani adalah perkembangbiakan vegetatif buatan, karena bisa mempercepat perkembangbiakan tanaman, serta mempermudah kontrol perkembangbiakan tanaman yang sedang dirawat.

Pembiakan vegetatif sendiri memiliki makna proses atau cara pembiakan tanaman secara aseksual ataupun tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina pada tumbuhan. Asalnya pembiakan vegetatif terbagi menjadi vegetatif alami dan buatan.

Lebih jauh lagi sebenarnya apa itu pembiakan vegetatif buatan, apa saja jenis dari pembiakan vegetatif buatan, serta bagaimana cara melakukan pembiakan vegetatif buatan pada tanaman agar tanaman bisa berkembang biak secara optimal dan sempurna?

Kami punya jawabannya!


Apa itu Pembiakan Vegetatif?

Apa itu Pembiakan Vegetatif?

Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya, pembiakan vegetatif merupakan salah satu cara bagi tanaman atupun hewan untuk melakukan reproduksi tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin wanita.

Pada tanaman, pembiakan vegetatif sendiri kemudian terbagi kembali menjadi pembiakan vegetatif alami serta pembiakan vegetatif buatan. Pada vegetatif alami proses reproduksi aseksual terjadi sebagai salah satu bentuk fungsional alami tumbuhan tersebut.

Contoh dari pembiakan vegetatif alami yang lazim ditemui seperti umbi batang, umbi akar, umbi lapis, bonggol, rimpang, geragih, tunas, pembelahan diri, spora, tuber, batang sisik, corm, batang bernutrisi, dan masih banyak lagi.

Adapun pembiakan vegetatif buatan merupakan salah satu teknologi pertanian yang mencakup sekumpulan teknik untuk membuat individu-individu tanaman yang baru tanpa harus melalui proses perkawinan.

Beberapa teknik pembiakan vegetatif buatan yang lazim dilakukan oleh orang-orang yang bercocok tanam adalah mencangkok, enten, stek, merunduk, teknik okulasi atau penempelan, serta teknik kultur jaringan yang paling canggih. Yuk bahas satu persatu!


Teknik Cangkok Tanaman

Teknik Cangkok Tanaman

Mencangkok barangkali merupakan salah satu percobaan yang tidak habis dimakan zaman, maksudnya? Maksudnya teknik mencangkok merupakan salah satu teknik pertanian yang diajarkan di Sekolah Dasar sejak zaman dahulu hingga saat ini.

Nah tapi pasti sudah banyak diantara kamu yang lupa mengenai teknik mencangkok tanaman ini, atau malah belum pernah mencoba melakukan teknik pencangkokan tanaman sama sekali? Nah teknik ini termasuk salah satu teknik pembiakan vegetatif buatan yang banyak dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa tahapan cangkok tanaman yang harus kamu kerjakan agar bisa mengembangbiakkan tanaman yang kamu punya secara optimal dan tentunya jauh lebih cepat dibandingkan pembiakan alami.

Ada beberapa kelebihan yang bisa kamu pertimbangkan apabila memutuskan untuk melakukan teknik cangkok diantaranya tanaman anakan memiliki sifat yang sama persis dengan indukannya, sehingga bisa mempertahankan sifat-sifat unggul dari indukan.

Selain itu teknik cangkok juga disukai karena tanaman dari bibit hasil cangkokan ini bisa menghasilkan buah relatif singkat dibandingkan dari bibit asal, serta waktu yang diperlukan untuk melakukan perbanyakan pun cukup singkat.

Adapun kelemahan dari teknik cangkok ini adalah jumlah yang bisa dicangkok tidak bisa terlalu banyak, tanaman hasil cangkok pun relatif manja karena akarnya cukup pendek sehingga harus hidup di daerah yang air tanahnya cukup tinggi.

1. Pemilihan tanaman

Tentu saja tidak semua tanaman di muka bumi ini bisa dicangkok. Ada beberapa persyaratan tanaman yang bisa dicangkok agar kamu bisa menentukan tanaman yang tepat.

Beberapa syarat tanaman yang bisa dicangkok adalah tanaman berkeping dua yang memiliki kayu dan cambium, memiliki usia yang tidak terlalu tua atau terlalu muda, serta cabang yang dipilih adalah cabang atau batang yang pas.

2. Pemilihan batang

Salah satu langkah penting melakukan pencangkokan adalah memilih batang yang tepat. Karena bila tidak pertumbuhan dari hasil cangkok tanaman ini justru bisa menjadi tidak optimal.

Batang yang bisa kamu cangkok haruslah batang yang berusia tidak terlalu tua ataupun tidak terlalu muda, namun tentu memiliki kambium. Untuk ukurannya sendiri tidak ada patokan, tapi kamu bisa memilih batang berdiameter setidaknya 2 cm dan pilihlah batang yang sehat.

3. Menguliti batang

Proses lainnya yang harus dilakukan dalam mencangkok tanaman adalah menguliti batang yang telah dipilih sebelumnya. Jangan malu-malu, kamu bisa menguliti batang dengan ukuran cukup besar, hingga 10 cm.

Biasanya, apalagi bila kamu belum terlatih dalam melakukan cangkok, proses pengulitan kurang sempurna karena masih ada sisa-sisa kulit batang yang masih menempel. Selain itu seringkali batang yang telah dikuliti masih basah dan lengket.

Cukup bersihkan batang yang telah dikuliti tersebut dan bila memang perlu kamu bisa mengeringkan bagian batang yang telah dikuliti tersebut dengan cara mengelap nya menggunakan lap bersih.

4. Membuat campuran tanah dan air

Campuran tanah dan air juga merupakan salah satu faktor penentu sukses atau tidaknya teknik cangkok. Campuran ini nantinya akan kamu letakkan di bagian batang yang telah dikuliti.

Kamu bisa mencampur tanah dan air hingga konsistensinya agak padat, dan bisa di‘tempel’kan ke batang yang telah dikuliti. Apabila campuran tanah dan air ini tidak terjatuh artinya campuranmu sudah pas.

Bila menurutmu sudah pas, kamu bisa langsung menyelimuti batang – campuran air dan tanah – dengan plastik. Bisa gunakan plastik bening ataupun dengan menggunakan plastik berwarna hitam.

5. Perawatan

Sebagaimana menumbuhkan tanaman pada umumnya, tentu kamu harus merawat tanaman cangkok ini dengan baik. Kamu bisa melakukan penyiraman secara rutin dan bertahap, serta hindari tanaman terlalu basah karena bisa menyebabkan pembusukan.

Cangkokan bisa ditinggalkan beberapa hari, terutama bila memang sedang musim penghujan. Karena air hujan dirasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan air dari cangkokan tanaman yang sedang kamu buat.

Kamu harus terus memperhatikan cangkokan tersebut hingga akar mulai muncul dari batang yang tersayat tersebut. Bila akar sudah mulai timbul artinya kamu sudah siap untuk memindahkan hasil cangkokan ke tanah.

6. Pemindahan hasil cangkokan

Bila sudah ada akar yang tampak kamu bisa memotong batang cangkokan tersebut dan langsung memindahkannya ke tempat yang baru. Pindahkanlah ke tanah yang tentunya subur dan bisa ditanami tanaman sejenis.


Teknik Stek Tanaman

Teknik Stek Tanaman

Berbeda dengan teknik cangkok dimana kamu perlu melakukan persiapan tanaman cangkok sebelum bisa memindahkannya ke tanah ataupun media tanam. Teknik stek merupakan salah satu jenis teknik yang relatif mudah.

Beberapa kelebihan yang perlu dipertimbangkan bila kamu ingin bercocok tanam dengan metode stek adalah metode ini tidak terbatas pada musim ataupun waktu. Selain itu umur individu baru sama dengan indukan sehingga relatif lebih cepat berbuah.

Pada teknik ini sifat-sifat indukan juga dipertahankan oleh individu baru, sehingga bila memiliki tanaman dengan varietas unggul tentunya bisa membuat anakan yang unggul pula. Terakhir metode ini memungkinkan petani memperbanyak tanaman secara kontinyu.

Akan tetapi tentu ada beberapa kekurangan stek yang juga perlu kamu pertimbangkan dimana biasanya akar anakan lebih lemah, lebih rumit pengembangan dan perawatannya dibandingkan biji, serta wajib memiliki pohon indukan.

1. Stek batang

Teknik stek batang, sesuai dengan namanya merupakan salah satu teknik dimana kamu cukup melakukan pemotongan bagian batang tanaman yang sudah berumur tua. Setelah dipotong kamu bisa langsung menanamkannya di tanah.

Nantinya secara otomatis dari bagian batang tersebut akan tumbuh akar baru serta menjadi tumbuhan muda yang juga bisa berbuah sama dengan indukannya. Teknik stek batang ini banyak digunakan untuk membiakkan tanaman singkong.

Nah bagi kamu yang ingin melakukan stek batang pada tanaman pendek seperti rempat kamu cukup memotong bagian tanaman kira-kira 1 ruas jari saja dari pucuk tanaman. Adapun bagi tanaman tinggi, potong sekitar 1 lengan dari pucuk dan potong bagian bawah secara miring menyerong.

2. Stek daun

Teknik stek daun merupakan salah satu teknik yang sebenarnya tidak terlalu sering digunakan. Namun memang teknik ini diketahui cukup mudah dilakukan dan memang bisa membiakkan tumbuhan baru secara cepat.

Untuk melakukan stek daun kamu bisa mencari potongan daun beserta akar dan sedikit tangkai daun. Pastikan pula bahwa daun yang digunakan merupakan daun yang berusia tua namun masih berwarna hijau segar.

Salah satu contoh paling terkenal dari metode stek daun adalah stek daun pada tanaman cocor bebek. Kamu bisa langsung menancapkan beberapa lembar duan cocor bebek berumur tua dan segar ke tanah yang gembur. Nantinya dari daun ini akan muncul tanaman baru.

3. Stek akar

Selain dari stek daun dan stek batang, ada pula metode stek akar yang bisa digunakan pada beberapa jenis tanaman. Pada dasarnya metode stek akar memiliki prinsip serupa dengan metode stek batang kok.

Perbedaannya bila pada stek batang kamu mengambil tanaman dari pucuk, maka pada stek akar kamu mengambil bagian tanaman dihitung dari pucuk. Nah kamu bisa memotong akar yang tumbuh lateral dengan panjang kira-kira 5-10 cm.

Kamu bisa langsung menanamkan bagian akar yang telah dipotong tersebut ke media tanam ataupun tanah yang baru. Perlahan akar akan mengeluarkan tunas baru, biasanya di awal-awal akan berbentuk bintil atau bekas potongan dan kemudian berkembang menjadi kalus.

Salah satu tanaman yang dibiakkan dengan metode stek akar misalnya adalah stroberi. Biasanya para petani akan mencari sulur akar yang tepat untuk kemudian dipotong dan ditanamkan ke media tanam.

Setelah sulur tersebut tumbuh dengan baik yang ditandai dengan adanya pertunasan, barulah petani akan memindahkan sulur yang telah bertunas tersebut ke tanah sehingga tanaman bisa tumbuh hingga dewasa.


Teknik Enten/ Sambung Pucuk atau Teknik Grafting

Teknik Enten/ Sambung Pucuk atau Teknik Grafting

Teknik sambung sesuai dengan namanya merupakan salah satu teknik dimana kamu bisa menggabungkan antara batang bawah dari tumbuhan serta batang atas dari tumbuhan lain yang sejenis.

Berbeda dengan stek dan cangkok yang dimaksudkan untuk mempercepat pembiakan, teknik ini memiliki tujuan untuk menggabungkan dua sifat unggul dari dua tanaman berbeda namun dari jenis yang sama.

Misalnya kamu memiliki dua buah pohon mangga dimana satu pohon memiliki akar yang kuat, dan satu pohon lagi memiliki sifat bunga dan buah yang unggul. Nah kamu bisa menggabungkan keduanya sehingga didapat pohon mangga dengan akar yang kuat serta sifat bunga dan buah yang unggul.

Kelebihan teknik sambung pucuk diantaranya adalah membuat sifat klon kekal alias tidak ada perubahan antara induk dengan anakan, memperoleh tanaman superior dimana memiliki bagian bawah yang tahan keadaan tanah dan bagian atas yang unggul.

Selain itu teknik sambung pucuk ini juga seringkali digunakan sebagai salah satu teknik untuk memperbaiki varietas tanaman. Artinya kamu bisa membuat jenis yang dikehendaki dari satu varietas tumbuhan tertentu.

Adapun kelemahan dari teknik ini adalah kesulitan yang cukup tinggi karena ada kemungkinan batang bawah dengan batang atas tidak cocok. Selain itu untuk tanaman-tanaman kehutanan tidak disarankan menggunakan teknik ini karena batangnya rentan patah tertiup angina kencang bila pohon sudah besar.

Akan tetapi memang ada beberapa persyaratan yang bisa kamu penuhi agar pembiakan vegetatif dengan menggunakan teknik okulasi ini bisa berhasil, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Usia tanaman bagian batang atas serta batang bawah harus sama, agar terjadi sinergi yang baik sehingga tunas baru bisa muncul dengan baik.
  2. Tanaman tidak sedang tumbuh daun baru.
  3. Kedua tanaman harus dari satu famili ataupun dari satu genus.
  4. Kedua tanaman harus bebas hama dan penyakit.
  5. Tanaman memiliki sifat unggul, sebenarnya sih bukan syarat. Tapi salah satu tujuan dari okulasi adalah menggabungkan sifat-sifat unggul antar tanaman. Bila tidak ada sifat unggul tentu tujuan ini menjadi tidak tercapai bukan?

1. Persiapan batang bawah

Sebagaimana tujuan dari sambung pucuk adalah menyambung tanaman dengan akar dan bagian bawah tumbuhan yang kuat serta menyambung tanaman yang buah dan daun yang unggul.

Intinya di tahap awal ini kamu bisa melakukan penumbuhan tanaman muda, mulai dari persemaian hingga menyimpan tanaman ke dalam polybag. Kamu bisa menanam beberapa jenis tanaman yang berkambium.

2. Penyambungan pucuk dengan batang bawah

Nah bila sudah memiliki tanaman batang bawah dengan perakaran yang baik saatnya kamu menyambungkan pucuk dengan batang bawah tersebut. Ini dia langkah-langkahnya:

  1. Mencari batang atas yang pas, maksudnya adalah dengan memilih batang atas dengan varietas yang memiliki nilai jual tinggi serta angka produksi yang tinggi dan unggul.
  2. Setelah itu kamu bisa langsung memotong batang bawah tumbuhan sebelumnya dengan membentuk “huruf V” terbuka. Agar teknik sambung pucuk ini bisa berhasil usahakan tidak melakukan penyayatan secara berulang-ulang.
  3. Sementara pucuk batang atas, bagian bawahnya bisa kamu potong membentuk “huruf V” lancip ke bawah. Sama seperti pemotongan batang bawah, jangan sampai melakukan penyayatan berulang-ulang atau terlalu banyak.
  4. Jangan lupa untuk memotong pucuk-pucuk ataupun daun yang ada di batang atas.
  5. Setelah itu sambungkan batang atas dengan batang bagian bawah, dan lilit sambungan dengan menggunakan plastik. Buat lilitan seerat mungkin dan ikatlah dengan tali plastik atau tali apapun yang bisa kamu temukan.
  6. Tunggu hingga kedua bagian menyatu, perlakukan tanaman seperti biasa.

3. Pemeliharaan

Biasanya tunas baru akan muncul dua hingga tiga minggu pasca sambung pucuk, apabila sambunganmu berhasil. Bila tunas muncul kamu bisa langsung membuka lilitan/sungkup plastik.

Lakukan pemeliharaan tanaman selayaknya saja. Tergantung dari jenis tanamannya, kamu bisa menyiram ataupun memberikan pupuk secukupnya. Lalu bila sudah siap pindah tanam kamu bisa langsung memindahkannya ke lahan pertanian dari polybag.


Teknik Okulasi Tanaman

Teknik Okulasi Tanaman

Salah satu teknik pembiakan vegetatif buatan yang mampu menignkatkan mutu tanaman adalah teknik okulasi. Dimana cara ini dilakukan dengan menempelkan kulit pohon dengan mata tunas dari batang atas ke irisan kulit pohon lain dari batang bawah.

Sama seperti sambung pucuk, syarat batang bawah yang bisa diokulasi adalah memiliki sistem perakaran yang sudah baik. Adapun batang atas adalah tanaman dengan varietas dan kualitas unggul dan baik.

Adapun kelebihan serta kekurangan dari teknik okulasi adalah mirip dengan teknik sambung pucuk dimana teknik ini memungkinkan kamu menggabungkan banyak sifat unggul dari dua individu tanaman dengan varietas yang sama.

Sementara kekurangan dari teknik okulasi adalah membutuhkan teknik dan keterampilan khusus, dengan kemungkinan gagal relatif lebih tinggi dibandingkan dengan stek ataupun teknik pembiakan cangkok.

1. Membuat jendela okulasi

Tahapan pertama dalam proses okulasi adalah dengan membuat irisan pada batang bawah. Irisan okulasi cukup mengelupasi bagian kulit dan hindari melukai bagian kayu tanaman karena akan menyebabkan kegagalan pada okulasi.

Usahakan membuat jendela irisan okulasi di arah yang berlawanan dengan sinar matahari, karena memang sebaiknya irisan okulasi tidak terkena sinar matahari secara terus menerus dan secara langsung.

2. Mengambil mata tempel atau mata tunas

Tahapan kedua adalah dengan mengambil potongan tempelan sesuai dengan jendela okulasi yang kamu buat. Bila jendela okulasi berbentuk segi empat maka buatlah mata tempel segi empat juga.

3. Penyisipan mata tempel

Setelah itu kamu bisa langsun menyisipkan mata tempel di jendela okulasi secara hati-hati. Hal ini dimaksudkan agar kamu tidak merusak kambium yang lagi-lagi bisa berakibat kepada kegagalan okulasi.

Selain itu pastikan kambium tetap bersih dari kotoran-kotoran yang mungkin melekat. Adanya kotoran yang menyisip di antara jendela okulasi dan mata tempel akan membuat penyatuan menjadi terhambat dan malah terganggu.

4. Menutup tempelan

Bila sudah menempel maka kamu bisa langsung mengikat tempelan tersebut dengan menggunakan plastik dan tali plastik. Perhatikan bahwa pengikatan tempelan tidak boleh terlalu erat karena akan berakibat kepada kerusakan mata tunas.

5. Membuka ikatan dan pemotongan batang bawah

Nah tahap terakhir dari proses okulasi tanaman adalah dengan membuka ikatan yang ada serta memotong pucuk asli dari batang bawah tanaman.

Pembukaan ikatan dilakukan berdasarkan pengamatanmu. Bila pucuk baru berwarna kehijauan dan tumbuh baik serta menempel dengan erat maka artinya okulasi yang kamu buat sudah berhasil.

Adapun bila setelah okulasi kamu buka, lalu kamu melihat tempelan berwarna kecokelatan, kemerahan, ataupun kehitaman alias membusuk maka artinya okulasi yang kamu buat tidak berhasil.

Bila tempelan okulasi sudah berhasil maka kamu bisa langsung memotong pucuk asli dari batang bawah tanaman, agar pucuk baru hasil dari okulasi bisa bertumbuh secara optimal. Jangan lupa untuk menutup pucuk asli yang telah dipotong tersebut.

Kamu bisa menutup pucuk dengan cat ataupun dengan menggunakan lilin, dengan tujuan mencegah infeksi pad aluka bekas potongan. Jangan lupa mengikat tunas yang baru tumbuh ke tiang atau penyanggah agar tidak patah.


Teknik Pembiakan Merunduk Tanaman / Layering

Teknik Pembiakan Merunduk Tanaman / Layering

Teknik merunduk merupakan salah satu teknik pembiakan buatan yang bisa dilakukan pada tumbuhan dengan cabang-cabang yang panjang. Sesuai namanya teknik ini dilakukan dengan merundukkan cabang ke tanah agar bisa berkembang biak.

Beberapa persyaratan agar tanaman bisa dilakukan perundukan adalah memiliki cabang yang panjang, memiliki batang atau percabangan yang lentur, serta memiliki percabangan yang dekat dengan tanah.

Caranya pun relatif mudah dibandingkan dengan beberapa teknik vegetatif buatan lainnya, yakni hanya dengan merundukkan atau menarik cabang lentur ke permukaan tanah dan lalu ditimbun. Lalu perlakukan hasil rundukan tersebut secara biasa seperti tanaman indukannya.

Dalam waktu yang relatif singkat saja nantinya cabang rundukan akan menghasilkan tunas-tunas baru. Namun agar bisa memacu pertumbuhan akar dan tunas baru kamu bisa memberikan sayatan pada batang yang akan dirundukkan dan ditanam di dalam tanah.

Beberapa kekurangan dari teknik ini adalah dihasilkannya akar serabut yang tidak terlalu kokoh dan mudah roboh, kualitas anakan yang seringkali berbeda dengan indukan, serta tanaman yang dirundukkan harus memiliki kambium yang tinggi.

Adapun kelebihan dari tanaman yang ingin dirundukkan adalah tanaman akan jauh lebih cepat dalam produksi sehingga bisa mendapatkan hasil panen yang juga jauh lebih cepat, serta bisa menghasilkan banyak bibit baru dalam jumlah yang banyak serta cepat.

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *