22 Jenis Tanaman Hidroponik untuk Pemula

Sebagai salah satu tren yang baru, hidroponik saat ini banyak diminati bahkan oleh kalangan muda. Hal ini lantaran ada banyak sisi menarik yang bisa kamu temukan apabila kamu menggeluti dunia hidroponik ini, disamping bercocok tanam itu sendiri.

Lebih jauh lagi, bercocok tanam secara hidroponik jauh lebih diminati dibandingkan bercocok tanam konvensional dengan menggunakan media tanam tanah. Karena memang dianggap lebih ‘bersih’ dan tidak harus berkutat dengan tanah tentu saja.

Nah tapi sayangnya masih banyak orang yang mencoba-coba tanpa memahami hidroponik secara lebih dalam. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah untuk mempelajari hidroponik secara menyeluruh, dan kemudian kamu harus tahu beberapa tanaman hidroponik untuk pemula.

Mengapa? Karena hidroponik agaknya berbeda dengan bercocok tanam secara konvensional, ada beberapa tanaman yang lebih mudah dan ada yang lebih sulit untuk ditanam. Berikut adalah beberapa pilihan untuk kamu yang masih kategori pemula di dunia hidroponik ini!

#1 Selada

selada

Kebanyakan orang yang baru belajar bercocok tanam secara hidroponik cukup merekomendasikan selada sebagai salah satu sayuran yang bisa dicoba. Karena selain mudah, selada juga merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi.

Lebih jauh lagi masa panen yang relatif singkat dengan produktivitas yang tinggi seringkali membuat orang tergiur untuk menanam selada secara hidroponik. Alih-alih untuk konsumsi pribadi, banyak petani yang juga membudidayakan selada untuk dijual kembali.

Nah bagi kamu yang benar-benar masih awam soal hidroponik, dan ingin sekali bercocok tanam secara hidroponik. Maka salah satu sayuran yang kami sarankan untuk kamu coba tanam adalah selada, selain mudah harga benihnya pun relatif murah!

#2 Tomat

Tomat

Percaya atau tidak meski bukan tergolong sayur yang berbentuk daun, tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang bisa kamu budidayakan dengan hidroponik secara relatif mudah. Apalagi bila dibandingkan dengan tanaman-tanaman berbuah lainnya.

Di Indonesia sendiri belum terlalu banyak orang awam yang membudidayakan tomat di rumahnya secara hidroponik, karena beranggapan terlalu sulit untuk melakukan budidaya tanaman berbuah macam tomat ini.

Padahal tomat sendiri di Indonesia ada sangat banyak jenisnya, dan harga dari benih-benih tomat tersebut pun boleh dibilang sangat murah. Selain itu tomat juga merupakan salah satu sayuran yang bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman lho.

#3 Timun

Ketimun

Sayuran yang acapkali ditemukan di piring-piring makanan orang Indonesia ini, untungnya termasuk ke dalam salah satu jenis sayuran yang sangat mudah untuk ditanam secara hidroponik di rumah sendiri.

Ada beberapa metode yang cukup direkomendasikan untuk bisa menanam timun secara hidroponik, misalnya dengan menggunakan metode Deep Water Culture (DWC) hingga Ebb and Flow Technique, yang nantinya akan dimodifikasi sehingga bisa lebih optimal.

Saran kami, kamu yang tidak ingin menanam sayuran berbentuk daun boleh mencoba untuk menanam ketimun di sistem hidroponik yang kamu buat. Tapi tentu saja setelah kamu membaca cara menanam ketimun hidroponik yang baik sebelumnya!

#4 Daun Bawang

Daun Bawang

Tanaman yang seringkali kita jumpai pada martabak telur yang lezat ini, pada dasarnya merupakan jenis bawang yang (kemudian) dipanen sebelum bonggolnya membesar dan muncul alias ketika masih berusia muda.

Menariknya salah satu tanaman yang sering dijadikan bumbu ini memiliki masa panen yang sangat singkat. Kamu bisa mulai memanen daun bawang sejak berusia 20 hingga 30 hari setelah tanam (HST), dan satu pot bisa menghasilkan belasan daun bawang!

Selain beragam alasan tersebut, alasan kami merekomendasikan kamu menanam daun bawang adalah harga benih yang murah dan perawatannya yang tidak terlalu sulit. Karena tanaman ini memang tergolong tanaman yang tangguh dan mudah beradaptasi.

#5 Bayam

Bayam

Selain sawi dan selada, bayam merupakan salah satu tumbuhan dari jenis daun-daunan yang bisa kamu tanam dengan mudah menggunakan metode hidroponik ini. Pada akhirnya memang sayur yang berbentuk daun-daunan memang lebih baik untuk pemula.

Alasannya lagi-lagi sama, untuk bayam harga benihnya tergolong murah serta perawatan yang tidak terlalu sulit. Selain itu bayam juga memiliki masa panen yang tidak terlalu panjang, dengan pasar yang luas.

Kamu bisa mengonsumsi bayam hidroponikmu sendiri di rumah ataupun menghasilkan bayam dalam jumlah yang tinggi untuk kemudian dijual baik di media sosial ataupun dalam skala besar untuk dijual di pasar.

#6 Daun Ketumbar

Daun Ketumbar

Daun ketumbar (lagi-lagi daun) merupakan salah satu tanaman yang sangat kami rekomendasikan untuk kamu tanam dengan menggunakan metode hidroponik, bisa dengan deep water culture ataupun nutrient film technique.

Lebih jauh lagi tentu kamu bisa memilih berbagai macam metode lain atau melakukan modifikasi dari kedua metode hidroponik dasar tersebut untuk membudidayakan daun ketumbar yang seringkali dijadika bahan pelengkap untuk sop ini.

Daun ketumbar bisa dipanen sekitar 4 minggu sekali dan satu tanaman bisa kamu panen setidaknya 2 hingga 3 kali panen. Selain itu daun ketumbar pun tergolong ke dalam tanaman yang sangat mudah beradaptasi sehingga cocok untuk dibudidayakan oleh pemula.

#7 Strawberry

Strawberry

Buah dengan rasa manis dengan kecut yang sangat khas ini merupakan salah satu buah yang sangat nikmat. Bahkan kalau boleh kami bertanya, siapa sih orang yang tidak menyukai buah yang satu ini? Apalagi kalau disantap segar.

Sayangnya saat ini cukup sulit mendapatkan buah strawberry dalam kondisi segar, apalagi bagi kamu yang tinggal di dataran rendah. Tapi tenang,karena buah yang nikmat ini ternyata merupakan salah satu buah yang paling mudah untuk ditanam secara hidroponik.

Alasannya adalah benihnya yang murah, masa panen yang cukup singkat, produktivitas yang tinggi, dan menurut beberapa orang buah strawberry yang ditanam dengan menggunakan metode hidroponik ternyata memiliki rasa yang cukup unik loh! Penasaran?

Cek juga: Cara menanam strawberry sendiri di pekarangan!

#8 Daun Kale

Daun Kale

Barangkali sebagian dari kamu belum pernah mendengar sayuran yang bernama unik ini. Padahal nyatanya kale merupakan salah satu sayuran yang direkomendasikan untuk dikonsumsi mengingat nutrisinya yang sangat tinggi.

Kale bahkan cukup direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak, selain nutrisinya yang tinggi sayuran ini juga memiliki rasa dan tekstur yang khas sehingga seringkali menjadi pilihan bagi ibu-ibu.

Nah untungnya kale ternyata tergolong sebagai salah satu sayuran yang bisa kamu tanam dengan mudah dengan menggunakan hidroponik. Adapun masa panen dari kale adalah sekitar 55 hari setelah tanam.

#9 Daun Kemangi

Daun Kemangi

Siapa yang tidak kenal dengan daun kemangi yang memiliki wangi yang khas ini? Kamu yang penghobi pecel pasti seringkali menemukan sayuran ini dijadikan lalap-lalapan bersama dengan ketimun dan selada ataupun daun kol.

Kemangi, tentu saja, merupakan jenis sayur berbentuk daun-daunan seperti bayam, selada, hingga sawi. Oleh karena itulah kami juga cukup menyarankan kamu yang masih pemula untuk menanam kemangi dengan menggunakan metode hidroponik.

Adapun masa panen dari kemangi adalah sekitar 25 hari setelah tanam, dan tanaman ini kira-kira bisa dipanen 2 kali selama masa hidupnya. Karena setelah dua bulan biasanya kemangi menjadi tua dan keras sehingga tidak nikmat untuk disantap.

#10 Kangkung

Kangkung

Masih dari jenis daun-daunan, kangkung merupakan salah satu sayuran yang seringkali digunakan oleh para pemula hidroponik untuk belajar. Alasannya apa lagi kalau bukan mudah dan minim perawatan.

Selain itu kangkung juga memiliki nilai ekonomis yang baik karena cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga tanaman ini cukup mudah untuk dijual bila kamu ingin membudidayakan dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Adapun masa panen dari kangkung boleh dibilang termasuk yang paling singkat diantara jenis tanaman hidroponik lainnya. Yakni berkisar antara 25 hingga 30 an hari, bergantung dari jenis benih kangkung yang kamu beli di toko pertanian.

#11 Sawi

Sawi

Sawi, pokchoy, ataupun caisim, ketiganya boleh dikatakan masih dalam satu keluarga yang sama dengan ciri khas yang sama pula. Selain itu ketiganya juga memiliki rasa yang cukup khas dengan tekstur renyah yang disukai.

Tanaman ini pun begitu populer di Indonesia karena bisa diolah menjadi beragam masakan dengan mudahnya. Bahkan mencampurkan daun sawi yang dipotong-potong dengan mie instan pun akan begitu nikmat.

Nah untungnya sawi termasuk mudah untuk ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Adapun masa panennya berkisar antara 40 hingga 60 hari setelah tanam bergantung dari jenis sawi yang ditanam.

#12 Buncis

Buncis

Buncis atau yang seringkali dikenal pula dengan sebutan kacang panjang ini merupakan salah satu pilihan tanaman yang bisa ditanam oleh pegiat hidroponik yang masih pemula, namun ingin banyak belajar.

Meski tergolong mudah, tapi menanam buncis secara hidroponik boleh dibilang agak tricky dan tidak semudah sayur-sayur berbentuk daun seperti bayam, kangkung, kale, atau bahkan daun bawang.

Salah satu keuntungan dari tanaman ini adalah panen yang bisa mencapai 20 hingga 25 kali, serta masa panen yang relatif singkat yakni sekitar 40 hingga 50 hari setelah tanam. Bergantung dari jenis buncis yang kamu tanam.

#13 Lokio

Lokio

Nah lagi-lagi kami menyebutkan jenis daun yang barangkali tidak terlalu populer. Padahal lokio tergolong bahan yang cukup sering digunakan di restoran-restoran chinese lho, karena bisa memberikan rasa khas yang nikmat.

Kalau kamu bingung, tanaman ini pada dasarnya mirip-mirip dengan kucai dan daun bawang. Bahkan dalam bahasa inggris pun tanaman ini memiliki nama yang mirip. Nah kamu yang masih belajar hidroponik boleh ‘banget’ untuk menanam tanaman ini.

Akan tetapi masa panen dari lokio ini cukup panjang, yakni bisa mencapai 100 hingga 120 hari setelah tanam. Nah tapi lokio tergolong tanaman yang mudah di dalam perawatannya, sehingga cocok untuk kamu yang masih pemula.

#14 Blueberry

Blueberry

Termasuk ke dalam buah yang nikmat, namun cukup langka di Indonesia. Buah jenis ini sangat sulit ditemukan karena memang jarang yang membudidayaknnya di Indonesia, mengingat masa panennya yang cukup lama yakni mencapai 2 tahun setelah tanam.

Akan tetapi buah ini sebenarnya memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena langka namun permintaan yang cukup tinggi. Adapun buah ini cukup mudah dibudidayakan dengan menggunakan metode hidroponik.

Buah ini tergolong tangguh, dan bahkan tidak membutuhkan nutrisi tinggi saat perkecambahannya. Tapi ya, tentu kamu harus sangat bersabar menunggu hingga buah ini bisa panen dan menghasilkan banyak buah ya.

#15 Wortel

Wortel

Nah satu lagi tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang tinggi pula, wortel! Alasannya tentu saja karena rasanya nikmat, dan wortel seringkali digunakan sebagai banyak bahan tambahan untuk masakan.

Tanaman ini pun sering dijadikan sebagai salah satu tanaman untuk eksperimen bagi para pemula. Meski demikian saran kami pertama-tama coba tanam bayam, kangkung, dan daun-daunan lainnya. Setelah itu boleh mencoba menanam wortel.

Tapi jika kamu berminat langsung menanam wortel pun sah-sah saja kok, karena wotel masih tergolong sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan secara hidroponik. Adapun masa panen wortel adalah sekitar 60 hingga 75 hari setelah tanam.

#16 Daun Mint

Daun Mint

Daun mint merupakan salah satu jenis daun yang memiliki aroma khas layaknya kemangi. Daun ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, karena sulit dijumpai dan lebih sering dikonsumsi oleh orang-orang kalangan ekonomi menengah ke atas.

Tapi menariknya meski sulit dijumpai, sebenarnya daun mint tergolong relatif mudah untuk dibudidayakan dengan menggunakan teknik hidroponik lho. Bahkan di luar negeri hidroponik banyak dibudidayakan oleh pekebun hidroponik pemula.

Lebih jauh lagi, daun mint tergolong daun yang sangat cepat untuk dipanen yakni hanya sekitar 20 hingga 25 hari setelah tanam saja. Oleh karena itulah selain cocok untuk pemula, daun mint juga cocok untuk dibudidayakan untuk dijual.

#17 Oregano

Oregano

Masih serupa dengan kemangi dan daun mint, oregano merupakan daun-daunan yang memiliki wangi yang sangat khas. Lebih jauh lagi oregano seringkali dijadikan bahan campuran untuk makanan yang berasal dari Italia.

Sayangnya oregano yang ada di supermarket biasanya merupakan oregano olahan, dan cukup sulit menemukan daun oregano organik yang masih segar. Oleh karena itulah kemudian oregano bisa dikatakan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Lagi-lagi, seperti daun mint, meski cukup sulit didapatkan daun oregano justru tergolong mudah untuk bisa dibudidayakan dengan menggunakan teknik hidroponik lho. Adapun masa panenya rata-rata adalah sekitar 6 hingga 8 minggu setelah tanam.

#18 Paprika

Paprika

Saatnya masuk perlahan ke tingkatan yang lebih tinggi. Paprika yang merupakan sayur berbentuk buah ini memang tergolong mudah untuk ditanam secara hidroponik, tapi lebih sulit dibandingkan sayur berbentuk daun.

Tapi lagi-lagi paprika boleh dikatakan sebagai salah satu sayuran yang memiliki nilai yang cukup tinggi. Kalau kamu beli paprika di supermarket saja, harganya boleh dibilang tergolong sangat mahal untuk ukuran sayur-sayuran.

Adapun masa panen dari paprika boleh dikatakan cukup lama bila dibandingkan dengan beberapa sayur-sayuran yang ada di dalam daftar ini, yakni bisa mencapai 6 bulan setelah tanam bergantung dari jenis paprika yang kamu tanam.

#19 Semangka

Semangka

Meski tergolong buah-buahan, semangka termasuk ke dalam salah satu tanaman hidroponik yang bisa ditanam oleh pemula. Bahkan oleh kamu yang sama sekali belum pernah mencoba bercocok tanam secara hidroponik.

Semangka tergolong mudah ditanam karena merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat menyukai air. Buktinya saja di dalam buah semangka terkandung banyak sekali air yang menyebabkan tanaman ini begitu menyegarkan ketika disantap.

Adapun masa panen dari semangka hidroponik ini tidak berbeda jauh dengan masa panen semangka yang ditanam secara konvensional di tanah. Masa panen dari semangka hidroponik berkisar antara 2 hinga 3 bulan setelah tanam, bergantung dari jenis benih semangka yang kamu tanam.

#20 Lobak

Lobak

Untuk yang satu ini barangkali tidak semua pegiat hidroponik setuju, ada yang menganggap lobak terlalu sulit untuk pemula namun ada pula yang menganggap kalau lobak sah-sah saja untuk ditanam oleh para pemula.

Memang untuk tanaman umbi-umbian relatif sulit bila ditanam dengan menggunakan metode hidroponik, oleh karena itu tidak terlalu disarankan untuk menanam lobak untuk pemula. Tapi toh justru menurut kami dengan menanam lobak hidroponik kamu akan belajar berbagai teknik ataupun metode hidroponik lho.

Salah satu metode yang cukup menjadi perhatian banyak orang saat ini adalah aeroponik misalnya. Metode ini dianggap tidak cocok untuk tanaman berdaun karena aeroponik akan membuat konsentrasi pertumbuhan menjadi tinggi di akar, dan daun cenderung kecil.

Nah tapi ada beberapa orang yang justru bereksperimen dengan menggunakan teknik aeroponik untuk tanaman-tanaman umbi seperti kentang, ubi, dan tentu saja lobak. Nah kamu yang masih pemula jangan mau ketinggalan ya!

#21 Brokoli

Brokoli

Jenis sayuran yang sangat mudah ditemukan di ‘abang-abang’ sayur ini rupanya merupakan salah satu yang sangat mudah untuk bisa ditanam dengan menggunakan metode hidroponik (apapun) lho!

Menariknya permintaannya yang tinggi, ataupun cara mengolahnya yang tidak terlalu sulit membuat kami merekomendasikan kamu yang masih pemula untuk mencoba menanam brokoli di sistem hidroponik yang telah kamu bangun sendiri di rumahmu.

Untuk masa panen dari brokoli hidroponik ini adalah berkisar antara 60 hingga 100 hari, yang lagi-lagi bergantung dari jenis benih brokoli yang kamu beli. Hal yang perlu kamu ingat adalah produktivitas dari brokoli hidroponik boleh dikatakan tergolong cukup tinggi.

#22 Cabai

Cabai

Tanaman yang menjadi favorit orang Indonesia ini merupakan salah satu yang sangat kami rekomendasikan untuk kamu tanam di sistem hidroponik yang telah kamu bangun sendiri di rumahmu.

Nah menariknya ada sangat banyak varietas cabai yang seluruhnya memiliki rasa, warna, tekstur, dan aroma yang berbeda-beda pula. Hal ini lantas membuat cabai begitu populer di seluruh daerah di Indonesia, hingga saat ini ada tiga ratusan jenis sambal yang dikenal di negara kita ini.

Untuk masa panen cabai sebenarnya sangat bervariasi mengingat jenisnya banyak sekali. Namun rata-rata untuk cabai merah bisa kamu panen dalam waktu 80 hingga 90 hari setelah tanam, dan kamu bisa memanen cabai sebelumnya untuk mendapatkan cabai yang berwarna hijau.

Penutup

Beberapa jenis tanaman yang ada di sini kami pilih berdasarkan kemudahan untuk ditanam, serta nilainya. Baik kepopulerannya hingga nilai jual dari tanaman-tanaman ini di pasaran. Oleh karena itulah kamu bisa mencoba salah satunya, sambil mempelajarinya siapa tahun bisa menghasilkan uang!

Selamat mencoba dan semoga berhasil ya!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *