Yuk Mengenal Jenis Pupuk dan Manfaatnya

Pupuk merupakan salah satu komponen yang penting di dalam bercocok tanam, tidak peduli jenis tanaman yang kamu tanam. Baik tanaman-tanaman komoditas ataupun tanaman hias, seluruhnya seringkali membutuhkan pupuk untuk pemeliharaannya.

Apalagi untuk beberapa jenis tanaman yang memang terkenal manja dan nyaris mutlak membutuhkan pupuk di dalam perawatannya. Tanpa pupuk barangkali jenis-jenis tanaman ini tidak akan bisa tumbuh dengan baik dan sempurna.

Meski demikian, ada beberapa jenis pupuk yang harus diketahui oleh orang-orang yang bercocok tanam. Apalagi bagi orang-orang yang sedang bercocok tanam, karena masing-masing jenis pupuk memiliki manfaat yang berbeda pula untuk tanaman loh!

Nah, kita bahas saja yuk satu-satu jenis-jenis pupuk dan manfaatnya!


Pupuk Anorganik

pupuk anorganik

Secara umum pupuk dibagi menjadi pupuk anorganik dan pupuk organik. Sesuai namanya, pupuk anorganik biasanya merupakan pupuk sintetik yang memiliki nutrient lebih kaya, karena memang ditambahkan secara kimiawi.

Lebih jauh lagi pupuk anorganik pun kemudian bisa dibagi menjadi pupuk nitrogen, pupuk kalium, dan pupuk posfat. Masing-masing memiliki bahan dasar sesuai dengan namanya, yuk bahas satu persatu!

PUPUK NITROGEN

merupakan salah satu jenis pupuk yang tentu mengandung bahan dasar nitrogen. Nitrogen sendiri merupakan salah satu zat esensial yang amat penting bagi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi dari tumbuhan.

Nitrogen berperan penting di dalam proses fotosintesis, dan juga merupakan salah satu bahan pembangun utama asam amino alias protein-protein penting yang digunakan sebagai bahan untuk tumbuhan bisa bertumbuh.

pupuk nitrogen

Lebih jauh lagi nitrogen juga diketahui merupakan salah satu nutrisi penting di dalam komponen ‘tenaga’ pada tumbuhan, serta merupakan komponen pembangun utama dari DNA alias material genetik yang ada pada setiap tumbuhan.

Berikut ini adalah beberapa jenis pupuk nitrogen yang bisa kamu temui:

Pupuk berbasis ammonium nitrogen – merupakan jenis pupuk ammonium nitrogen yang sangat terkenal. Biasanya di dalam pupuk urea terdapat ammonium bikarbonat, ammonium sulfat, ammonium klorida, ammonia, dan berbagai macam ammonium yang berbahan dasar nitrogen.

Keuntungan dari pupuk urea adalah bahwa pupuk ini tergolong pupuk yang mudah diserap oleh tanah.

Meski demikian, ammonia mudah menjadi nitrat akibat oksidasi, mudah kehilangan volatilitasnya di lingkungan yang terlalu basa, serta memiliki efek penghambat pertumbuhan apabila terlalu banyak diberikan pada tumbuhan. Belum lagi baunya yang khas seperti pesing dan tajam.

  • Ammonium bikarbonat merupakan campuran kristal berwarna putih berbentuk granular dan persegi kecil-kecil. Pupuk dengan bahan dasar ammonium bikarbonat biasanya bersifat tidak stabil sehingga akan terdekomposisi menjadi CO2, ammonia, dan air di atas suhu 36o Nantinya nitrogen dan karbon dioksida tersebut akan dimanfaatkan dengan baik untuk pertumbuhan serta membantu fotosintesis. Selain itu kandungan ammonium bikarbonat juga diketahui bisa mempercepat pertumbuhan daun-daun pada tanaman.
  • Ammonium sulfat, merupakan salah satu jenis pupuk berbentuk kristal yang diketahui larut dalam air namun tidak larut di dalam alkohol. Pupuk inilah yang paling banyak digunakan di dalam agrikultur. Keuntungan dari pupuk ini adalah tidak mudah menggumpal dibandingkan dengan ammonium nitrat dan ammonium bikarbonat. Selain itu ammonium sulfat juga diketahui sebagai salah satu pupuk buatan yang relatif aman, cocok untuk tanah yang basa dan mengantung banyak karbon. Hanya saja kandungan nitrogen di dalam pupukjenis ini relatif sedikit.
  • Ammonium klorida, merupakan pilihan lain dari pupuk berbahan dasar nitrogen yang juga tidak mudah menggumpal. Sayangnya pupuk jenis ini amat tidak tahan terhadap kelembapan, sehingga tidak cocok digunakan di tempat dengan curah hujan yang tinggi. Selain itu hindari penggunaan pupuk ini bersamaan dengan pupuk yang bersifat basa karena bisa menurunkan khasiatnya.

Pupuk berbasis nitrat nitrogen – Beberapa jenis pupuk berbasis nitrat nitrogen yang lazim ada di pasaran adalah pupuk berbahan nitrat natrium, nitrat kalsium, dan nitrat ammonium. Secara umum nitrat nitrogen memiliki karakteristik mudah terlarut di dalam air dan bisa menyebar dengan cepat di dalam tanah. Banyak tanaman pula diketahui lebih menyukai pupuk berbasis nitrat nitrogen, lebih jauh lagi pupuk ini amat cocok digunakan bagi tanaman jagung serta gandum.

  • Natrium nitrat yang merupakan pupuk berbentuk kristal nyaris transparan ini mampu menyeimbangkan kadar nitrogen di dalam tanah. Meski demikian penyimpanannya perlu kehati-hatian, karena kadar natrium yang ada di dalamnya cenderung bersifat eksotermik atau mudah memicu pembakaran. Sebisa mungkin simpan pupuk berbahan dasar ini di ruangan yang dingin.
  • Kalsium nitrat tergolong sebagai salah satu pupuk berbahan dasar nitrat nitrogen yang bekerja dengan cepat. Selain itu salah satu keuntungan dari kalsium nitrat adalah bisa bekerja di lingkungan yang asam karena kalsium akan mampu menetralkan kondisi tanah yang asam.

Pupuk berbasis amid nitrogen – Merupakan salah satu jenis pupuk yang cukup terkenal di Indonesia yakni pupuk urea yang mengandung 46% nitrogen. Sangat digemari karena kandungan nitrogennya yang tinggi ini bahkan diketahui sebagai salah satu yang tertinggi diantara pupuk-pupuk berbahan dasar nitrogen lainnya.

Menariknya urea juga cocok digunakan di berbagai jenis tanah dan untuk berbagai jenis tanaman. Urea pun diketahui seringkali digunakan secara masif karena efek kerusakan terhadap tanah yang minimal.

Hanya saja untuk bisa dikonversi dan diserap secara optimal urea membutuhkan sekitar 7-10 hari, sehingga sebelum memasukkan pupuk ataupun zat tambahan lainnya kamu perlu memasukkan urea beberapa hari sebelumnya.

pupuk

PUPUK POSFOR

sesuai namanya, pupuk ini dibuat dengan bahan dasar posfor yang efisiensinya sangat bergantung terhadap kandungan pentoksida posfor di dalam pupuk. Posfor sendiri bermanfaat sebagai salah satu komponen protoplasma sel di dalam pertumbuhan yang penting untuk pertumbuhan dan pembelahan sel.

Lebih jauh lagi posfor juga amat bermanfaat di dalam proses fotosintesis dan penghasilan energi pada tumbuhan, pertumbuhan akar, serta bermanfaat di dalam mempercepat pematangan buah!

Nah berikut ini adalah beberapa jenis pupuk berbahan dasar posfor yang bisa kamu dapatkan untuk kebunmu:

Pupuk posfor larut air – merupakan salah satu pupuk dengan efisiensi tertinggi yang (tentu saja) larut di dalam air. Biasanya pupuk jenis ini banyak mengandung kalsium superposfat dan triple superposfat.

  • Kalsium superposfat merupakan salah satu pupuk yang sering dimanfaatkan sebagai pencapur pupuk nitrogen. Hal ini karena kalsium superposfat diketahui bisa mencegah hilangnya nitrogen sehingga mengoptimalisasi pupuk.
  • Triple superposfat merupakan pupuk yang cocok kamu pilih apabila sedang menanam padi, gandum, jagung, katun, hingga tanaman-tanaman buah dan sayuran. Selain itu triple superposfat juga seringkali dijadikan sebagai salah satu campuran pupuk.

Nitroposfat – merupakan produk campuran posfat dan asam nitrat dengan perbandingan posfat dan nitrat 1 berbanding 2. Biasanya pupuk jenis ini digunakan apabila ingin meningkatkan produk agrikultur, sebagai base fertilizer agar pupuk tambahan linnya tidak kontak dengan biji atau akarnya secara langsung, serta bisa digunakan sebagai salah satu zat yang bisa memperkaya tanah pertanian.

Pupuk posfor larut citrate – yang merupakan pupuk tidak larut di dalam air. Secara umum pupuk posfor jenis ini seringkali digunakan untuk memupuk tanah yang bersifat asam sehignga seringkali pupuk ini diguakan sebagai base fertilizer. Pupuk ini juga mudah dilarutkan oleh asam-asam organik yang dikeluarkan oleh tanah dan akar tanaman untuk kemudian hasilnya diserap perlahan oleh tanaman.

pupuk

PUPUK KALIUM / POTASSIUM

berbahan dasar kalium, pupuk jenis ini diketahui bisa mengaktivasi lebih dari 60 jenis enzim, membantu fotosintesis, membantu transport makanan di dalam tumbuhan, serta membantu metabolism karbohidrat dan sintesis protein.

Berikut ini adalah beberapa jenis pupuk berbahan dasar potassium yang lazim digunakan di lahan pertanian:

  1. Kalium klorida merupakan salah satu pupuk dengan kerja cepat dan sifat kimiawi yang netral sehingga cocok digunakan untuk pupuk bagi tanaman padi, gandum, jagung, katun, dan semacamnya. Selain itu pupuk jenis ini cocok dijadikan base fertilizer ataupun untuk menjadi topdressing, dan biasanya pupuk ini akan mempercepat germinasi dan seedling.
  2. Kalium sulfat yang merupakan salah satu pupuk yang cocok digunakan untuk beberapa tanaman seperti tembakau, tebu, kentang, ubi, teh, anggur, serta kacang-kacangan. Intinya sih seringnya kalium sulfat digunakan untuk tanah-tanah yang kering dan bukan untuk lahan basah seperti tanaman padi misalnya.

PUPUK INHIBITOR

Inhibitor merupakan salah satu jenis pupuk ataupun suplemen tanaman yang cukup lazim digunakan di dalam pertanian. Salah satu jenis yang paling sering digunakan adalah inhibitor nitrifikasi yang mampu mencegah nitrifikasi dari ammonium oleh bakteri di tanah.

Tujuannya tentu saja membuat pelepasan nitrat di dalam tanah menjadi perlahan sehingga potensial loss dari nitrat menjadi berkurang. Akhirnya pertumbuhan tanaman pun kembali menjadi optimal.

Selain itu beberapa jenis inhibitor, seperti inhibitior urease misalnya mampu mencegah degradasi urea dari dalam tanah melalui proses hidrolisis yang menyebabkan pelepasan ammonia ke udara. Akhirnya inhibitor ini juga memiliki manfaat pencegahan polusi udara, wah keren ya!

PUPUK YANG DIPERKAYA MIKRONUTRIEN

Sama seperti manusia, tumbuh-tumbuhan pun memerlukan zat hara dan mikronutrien yang tidak selamanya bisa diperoleh dengan mudah dari dalam tanah.

Beberapa jenis pupuk saat ini diketahui sudah diperkaya dengan mikronutrien alami seperti zinc, tembaga, mangan, boron, hingga zat besi. Mikronutrien ini bisa alami ataupun campuran dengan mikronutrien non organik. Tapi yang jelas seluruhnya pasti bermanfaat untuk pertumbuhan dari tanaman yang kamu pelihara.


Pupuk Organik

pupuk organik alias tai atau berak

Salah satu pupuk organik yang paling populer adalah kotoran dari hewan-hewan ternak serta sisa-sisa pertumbuhan dari berbagai macam tanaman di lahan pertanian. Karena zat-zat ini bisa menyuplai kandungan karbon yang amat tinggi sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman.

Selain itu pupuk organik juga diketahui mengandung banyak senyawa-senyawa organik dan nutrisi yang amat kaya sehingga bisa membantu mempercepat pertumbuhan dan menjaga keseimbangan nutrisi dan kesehatan tanaman.

Adapun keuntungan yang dimiliki pupuk organik yang tidak dimiliki oleh pupuk anorganik adalah dimana pupuk organik diketahui bisa meningkatkan kandungan zat organik, meningkatkan reproduksi mikroorganisme, serta jauh memperkaya tanah yang ingin ditanami.

Nah pupuk organik yang lazim digunakan sendiri saat ini ada bermacam-macam, yuk kita bahas satu persatu!

Limbah agrikultural – merupakan salah satu sumber yang paling mudah didapatkan dan diketahui bisa meningkatkan nutrisi tanah serta memperbaiki struktur tanah yang ingin dipersiapkan untuk bertani.

Kotoran hewan – salah satu sumber yang sangat kaya dan diketahui bisa menyuburkan berbagai macam tanaman secara efektif. Beberapa kotoran yang diketahui sangat baik untuk menjadi pupuk kandang adalah kotoran hewan, kotoran kelinci, hingga kotoran kambing.

Sayangnya kamu hanya boleh menggunakan kotoran hewan yang memang terkontrol, karena diketahui beberapa jenis kotoran yang ‘liar’ bisa mengandung berbagai macam zat dan bakteri yang berbahaya.

Selain itu kotoran yang sembarangan dijadikan pupuk juga bisa memicu fermentasi, meningkatkan suhu, sehingga menggagalkan proses pembenihan hingga akhirnya tanaman justru malah tidak bisa tumbuh dengan subur.

Sampah rumah tangga – meski tidak dijadikan bahan utama pembuatan pupuk, sampah rumah tangga diketahui bisa menjadi campuran pupuk kompos yang baik. Terutama yang mengandung banyak nitrogen.

Beberapa jenis sampah rumah tangga yang mengandung banyak nitrogen misalnya sampah bekas sayuran, kulit buah-buahan, serta cangkang telur. Hindari penggunaan bahan turunan susu, atau sampah rumah tangga turunan sapi, kambing dan semacamnya karena diketahui tidak cocok untuk dijadikan pupuk kandang.


Kapan dan Bagaimana Cara Memberikan Pupuk yang Tepat?

Salah satu pertanyaan yang paling sering dipertanyakan, terutama oleh orang-orang yang baru belajar bercocok tanam dan khususnya tanaman hias adalah bagaimana dan kapan sebenernya pupuk diberikan agar tanaman tetap hidup.

Pertanyaan semacam ini amat wajar ditanyakan, apalagi bagi kamu yang baru saja menggeluti dunia ini. Nah pertama-tama tanamkan di kepalamu bahwa pupuk ada bukan untuk membuat tanaman tetap hidup.

Sejatinya selama tanah dalam kondisi baik, serta tanaman mendapatkan air dan sinar matahari yang cukup maka secara alamiah tanaman akan hidup dan tumbuh dengan baik, dengan ataupun tanpa pemberian pupuk.

Dengan kata lain pemberian pupuk memiliki tujuan agar pertumbuhan tanaman (apapun) yang kamu tanamkan bisa maksimal, optimal, dan tentu saja apabila menanam bunga bisa tumbuh dengan cantik sehingga sedap dipandang.

Waktu pemupukan terbaik

Tidak ada aturan baku mengenai hal ini, khususnya untuk kamu yang bercocok tanam dalam skala rumahan. Namun setidaknya untuk memberikan pupuk, kamu harus mengetahui kapan tanaman sedang tumbuh secara aktif.

Pemberian pupuk terbaik jelas adalah ketika tanaman sedang tumbuh secara maksimal dan sedang aktif-aktifnya. Adapun waktu pemberian pupuk yang tidak direkomendasikan adalah pada saat akhir musim pertumbuhan atau musim tanam.

Adapun tanaman-tanaman bunga serta sayuran yang biasa kamu tanam di rumah, kamu bisa memberikan pupuk di awal masa tanam. Pupuk amat penting agar performa dan pertumbuhan tanaman tersebut bisa maksimal dan optimal.

Selain itu perhatikan untuk beberapa jenis pupuk. Pupuk dalam bentuk cair dan terlarut, mudahnya, bisa kamu berikan kepada tanaman sekitar dua minggu sekali selama masa ataupun musim pertumbuhan maksimal.

Adapun pupuk yang berbentuk granular ataupun serbuk serta keping-keping kristal bisa kamu berikan kepada tanaman sekitar enam hingga delapan minggu sekali selama masa ataupun musim pertumbuhan maksimal.

Terakhir pupuk dengan embel-embel slow release merupakan salah satu jenis pupuk yang bisa bertahan lama di tanah. Oleh karena itu kamu bisa menyesuaikan sesuai dengan spesifikasi yang ada di pupuk. Bila memang diklaim mampu bertahan 3 bulan misalnya, tentu cukup memberikannya 3 bulan sekali, dan seterusnya.

Keuntungan Penggunaan Pupuk

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan pupuk di dalam pertanian ataupun menanam tanaman dalam skala rumahan yang perlu kamu ketahui. Keuntungan pertama adalah pupuk merupakan ‘barang’ yang tentu mudah ditransport, disimpan, dan digunakan.

Selain itu kamu yang memiliki pengetahuan lebih untuk tanamanmu, bisa memberikan pupuk yang sesuai degnan kebutuhan tanaman. Misalnya apabila ada tanaman yang butuh kandungan zinc atau zat besi yang tinggi, kamu bisa dengan mudah memberikan pupuk yang bisa menyuplai zat tersebut.

Selain itu pupuk diketahui saat ini sudah cukup canggih dimana bisa dengan mudah terlarut di dalam air dan diserap tumbuhan dari tanah. Hingga pada akhirnya tanaman bisa mendapatkan efek yang sangat cepat dari pemberian pupuk.

Manfaat lain dari pemberian pupuk pada tanaman adalah bahwa pupuk mampu meningkatkan hasil pertanian, ataupun memaksimalkan pertumbuhan bunga dan tanaman dalam skala rumahan sekalipun.

Terakhir salah satu manfaat yang perlu kamu pertimbangkan dari pemberian pupuk adalah bisa diprediksi dan tentu saja ini bisa meningkatkan efisiensi, khususnya bagi kamu yang bercocok tanam dalam skala besar.

Kerugian Menggunakan Pupuk

Selain dari keuntungan yang cukup banyak, tentu saja kamu harus mengetahui beberapa kerugian dari penggunaan pupuk di bawah ini sehingga kamu bisa mempertimbangkan lebih lanjut apabila ingin menggunakan pupuk.

Kerugian pertama adalah tentu saja biaya yang harus kamu keluarkan akan menjadi mahal. Nah untuk yang satu ini sih kamu harus pintar-pintar menghitung. Bila hanya ingin bercocok tanam skala rumah, apakah perlu menggunakan pupuk? Bila nantinya harganya menjadi lebih mahal dibandingkan membeli sayuran dipasar sih rasa-rasanya penggunaan pupuk harus diurungkan. Kecuali memang kamu ingin membuat sayuran dengan kandungan gizi yangoptimal.

Selain itu pupuk yang kadang kala merupakan senyawa sintetik dan non organik, tentu saja memiliki efek samping ringan hingga serius terhadap tubuh manusia. Efek samping ringan misalnya iritasi kulit, hingga efek samping berat seperti gangguan pernapasan dan saluran cerna.

Pemberian pupuk memang bisa bermanfaat sangat banyak kepada tanaman, namun pemberian pupuk yang berlebihan dan tidak dikalkulasi justru akan memberikan kerusakan pada tanaman serta akan menurunkan kesuburan dari tanah pertanianmu itu sendiri.

Adapun kamu yang memiliki tanah pertanian dekat dengan aliran air, tentu saja wajib mempertimbangkan dampak pemberian pupuk. Apalagi bila kamu memberikan pupuk dengan jumlah yang sangat banyak, bisa-bisa kamu menyebabkan eutrofikasi di aliran air tersebut.


Penutup

Pada akhirnya untuk menggunakan pupuk atau tidak menggunakan pupuk tentu saja kembali kepada kamu yang melakukan bercocok tanam. Kami hanya memberikan informasi seputar beberapa jenis pupuk, cara memberikannya, serta keuntungan dan kerugiannya.

Hasil akhirnya tentu kamu yang memutuskan, yang jelas dengan atau tanpa pupuk kamu tentu saja harus bisa merawat tanaman yang kamu punya sehingga bisa tumbuh dengan optimal dan maksimal!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *