Jenis, Ciri, dan Manfaat Tumbuhan Paku

Salah satu tumbuhan yang boleh dibilang tidak lekang oleh zaman adalah tumbuhan paku. Sejak zaman dahulu tumbuhan ini dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam keperluan, mulai dari penghias hingga untuk dikonsumsi.

Lebih jauh lagi bahkan ada salah satu tumbuhan paku yang memang ada sejak zaman prasejarah hingga saat ini, atau lebih dikenal dengan tumbuhan paku purba yang memiliki nama latin Psilopsida.

Tapi sebenarnya apakah akamu tahu jenis, ciri, manfaat, dan apa itu tumbuhan paku? Nah kami akan coba memberikan beberapa informasi yang bisa kamu manfaatkan mengenai apa itu tumbuhan paku, jenis, ciri, hingga manfaatnya di dalam kehidupan.


Apa itu Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki nama latin Pteridophyta yang tergolong sebagai tanaman sejati yang memiliki akar, batang, daun sejati, dan tentu saja sebagaimana tanaman lainnya ia memiliki pembuluh pengangkut.

Diberikan nama Pteridophyta yang secara harfiah merupakan tumbuhan bersayap seperti bulu, karena memang morfologi daun dari tanaman paku adalah berbentuk sayap dan terdapat bulu-bulu di bagian pucuk tumbuhannya.

Menariknya diantara berbagai jenis tumbuhan sejati lainnya, tumbuhan paku memiliki ciri khas berkembang biak dengan cara aseksual dan menggunakan spora, tapi memiliki pembuluh pengangkut di dalamnya.

Selain itu ciri khas dari tumbuhan paku adalah tidak ditemukan adanya batang yang jelas tumbuh di atas permukaan tanah. Hal ini dikarenakan memang btang tumbuhan paku tumbuh di bawah tanah dengan bentuk rimpang dan umumnya cukup pendek.

Daun dari tumbuhan paku dibagi menjadi daun mikrofil yang kecil, bersisik, tidak bertangkai, dan tidak memiliki tulang daun. Satu lagi daun tumbuhan paku merupakan daun makrofil yang besar, bertangkai, bertulang daun, bercabang, dengan sel yang telah diferensiasi dengan baik.

Intinya tumubhan paku memiliki ciri khas perkembangbiakan yang aseksual dengan menggunakan spora. Meski memang ada jenis tumbuhan lain yang menggunakan spora namun tidak tergolong ke dalam tumbuhan paku.


Ciri Khas Tumbuhan Paku

Bicara soal ciri tumbuhan paku, tentu pertama-tama kita bisa membicarakan cirinya melalui morfologi ataupun bentuk tumbuhan paku secara umum. Beberapa ciri khas dari tumbuhan paku adalah sebagai berikut ini:

  • Pertumbuhannya sangat luas karena bia tumbuh di air, tempat-tempat yang lembab, serta bisa menempel pada tumbuhan lain sebagai tanaman epifit, ataupun menempel di sisa-sisa tumbuhan dan sampah sebagai tanaman saprofit.
  • Meski tergolong tanaman purba, tumbuhan paku diketahui sudah memiliki berkas pembuluh yang jelas yakni xylem dan floem yang bisa ditemukan di dalam akar, batang, hingga daunnya.
  • Perkembangbiakannya secara aseksual yakni dengan menggunakan spora yang diletakkan di dalam kotak-kotak spora atau sporangium yang terkumpul di dalam sorus yang ada di bawah permukaan daun.
  • Selain itu salah satu ciri khas dari tumbuhan paku ialah memiliki pergiliran keturunan atau dinamakan metagenesis dan tumbuhan paku yang bisa kamu lihat dalam sehari-harinya merupakan siklus generasi sporofit.
  • Ciri khas lain dari tanaman paku adalah memiliki dua jenis daun yakni daun yang menghasilkan spora atau sporofil serta daun yang digunakan untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora atau dikenal sebagai tropofil.
  • Tumbuhan paku tidak memiliki batang yang tampak di atas permukaan tanah, melainkan batang yang berada di dalam tanah dan berbentuk rimpang dan kadang memang bisa menjalar atau tegak sedikit di atas permukaan tanah. Hanya beberapa jenis paku yang memiliki batang tinggi dan bisa mencapai lebih dari 3 m yakni dari jenis Alsophilla dan Cyathea.
  • Adapun akar dari tumbuhan paku adalah akar serabut yang dilindungi kaliptra di bagian ujungnya.

Secara umum 7 poin di atas merupakan karakteristik khas yang dimiliki oleh tumbuhan paku. Meski demikian karakteristik ini tidak bersifat khas dan mungkin pula dimiliki oleh jenis tanaman lainnya.


Klasifikasi Tumbuhan Paku

Saat ini diketahui ada empat kelas dari tumbuhan paku yang ada di seluruh dunia yakni paku purba (Psilophytaceae), paku kawat (lycopodiaceae), paku ekor kuda (Equisetinaceae), serta paku sejati (Filiciae).

Paku purba

Paku purba – sesuai dengan namanya merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hidup sejak zaman prasejarah dan tergolong ke dalam tumbuhan yang hampir punah. Diketahui daunnya kecil dan saat ini banyak ditemukan dalam bentuk fosil saja.

Paku purba diketahui merupakan salah satu nenek moyang dari tanaman-tanaman berpembuluh dan banyak sekali ditemukan di daerah-daerah yang tropis dengan kelembaban udara yang cukup rendah.

Ciri khas dari tanaman ini adalah memiliki pembuluh angkut sejati namun tidak memiliki akar sejati, dan tanaman ini bisa menancap ke dalam tanah hanya dengan sistem rizoma bawah tanah saja.

Selain itu paku purba sudah termasuk ke dalam tumbuhan kromofita karena sudah dapat dibedakan bagian akar, batang, dan daunnya secara jelas. Terakhir paku purba pun memiliki ciri khas daun yang mengandung spora serta ada daun yang tidak mengandung spora.

Paku kawat

Paku kawat – merupakan salah satu tanaman paku yang memiliki daun kecil-kecil dengan susunan daun khas yang berbentuk spiral. Adapun batang dari tanaman ini berbentuk seperti kawat, dengan sporangium yang banyak muncul di ketiak daun.

Sama seperti paku purba, tanaman paku kawat pun tergolong sebagai salah satu tanaman berpembuluh pengangkut yang berusia cukup tua dengan jumlah spesies mencapai 400 buah yang diketahui saat ini.

Lebih jauh lagi bahkan nenek moyang dari tanaman ini sudah eksis sejak 380 juta tahun yang lalu. Yah memang sih pada akhirnya banyak tumbuhan paku yang memang tergolong sebagai tanaman-tanaman tertua yang ada di dunia saat ini.

Secara pola hidup tanaman ini tergolong sebagai tanaman epifit dimana ia hidup menumpang kepada tanaman lain dan hidup di pegunungan-pegunanungan tropis dengan kelembaban yang tinggi.

Kebanyakan penggunaannya adalah sebagai dekorasi misalnya untuk pohon natal, adapun sporanya banyak digunakan sebagai flash powder, serta dapat digunakan secbagai pore filler pada pembuatan biola.

Paku ekor kuda

Paku ekor kuda ­– sesuai dengan namanya tanaman ini dianggap memiliki bentuk yang menyerupai ekor kuda. Sama seperti teman-temannya tanaman ini berkembang biak dengan menggunakan spora dan sudah memiliki pembuluh angkut.

Diketahui bahkan equisetum yang merupakan salah satu jenis tanaman paku ekor kuda merupakan tanaman purba yang masih hidup hingga sekarang. Saking tuanya bahkan tanaman ini dikenal sebagai fosil hidup.

Tanaman ini digunakan sebagai salah satu obat di zaman dahulu, namun memang hingga era modern ternyata belum ditemukan adanya manfaat yang jelas dari tanaman paku ekor kuda sebagai obat-obatan.

Selain itu di beberapa negara tanaman jenis ini banyak dikonsumsi oleh manusia. Sebagai contoh masakan yang memiliki nama tsukushi menggunakan paku ekor kuda sebagai bahan bakunya. Da pula penduduk native Amerika yang memakan paku ekor kuda mentah-mentah.

Meski demikian kamu perlu berhati-hati apabila ingin mencoba mengonsumsi tanaman ini karena beberapa jenis dari paku ekor kuda diketahui memiliki enzim thiaminase yang mampu menurunkan kadar thiamin atau Vitamin B1 dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan gangguan liver.

Paku sejati

Paku sejati – nah dari seluruh jenis tanaman paku, jenis inilah yang paling sering ditemukan saat ini. Selain itu manfaatnya pun bermacam-macam mulai dari paku konsumsi hingga menjadi hiasan di rumah.

Di Indonesia sendiri jenis tanaman paku sejati seringkali kita sebut dengan tumbuhan pakis yang memiliki ciri khas memiliki daun berukuran besar, daun muda yang bergulung-gulung, serta terdapat sporangium di daun sporofil.

Beberapa jenis tumbuhan pakis misalnya paku tiang, suplir, pakis, paku air, semanggi, tanduk rusa, hingga tanaman paku sarang burung yang rata-rata sih bisa kamu temukan bahkan sebagai tanaman hias.


Manfaat Tanaman Paku

Manfaat Tanaman Paku

Ada beberapa manfaat tanaman paku yang bisa kita temukan saat ini. Manfaat pertama adalah sebagai tanaman hias yang tentu saja amat cantik. Misalnya paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, hingga paku rane.

Selain itu beberapa jenis tanaman paku diketahui memiliki efek terapeutik sehingga cocok untuk dijadikan obat-obatan alamiah seperti Lycopodium clavatum, Asipidium filix, hingga jenis Dryopteris filix.

Tanaman paku juga bisa menjadi tanaman konsumsi, sebagai pupuk di dalam pertanian, sebagai tanaman pelindung saat persemaian tanaman lain misanya pada tanaman paku jenis Gleichenia linearis.

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *