Panduan Lengkap Cara Setek Tanaman

Setek (atau lebih biasa disebut sebagai stek) adalah metode perkembangbiakan tanaman secara vegetatif menggunakan potongan tubuh tanaman itu sendiri termasuk batang, daun, dan akar.

Metode ini memungkinkan sebuah tanaman menumbuhkan tunas baru tanpa melalui proses generatif atau perkawinan. Dengan kata lain, tidak perlu menanam dari benih atau biji.

Pada dasarnya setiap bagian tubuh tanaman memiliki sifat totipotensi artinya setiap sel dapat memperbanyak diri lalu tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh sesuai dengan sifat genetiknya. Jadi walaupun metode stek dilakukan pada daun, nantinya akan bisa terbentuk akar dan batang secara alami; hal sama terjadi pada proses stek batang dan akar.

Dibandingkan dengan cara perkembangbiakan vegetatif lain, stek merupakan cara paling mudah. Beberapa metode stek yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut.


Stek Batang

Saat duduk di bangku sekolah dasar, kita sudah belajar tentang stek batang dan bagaimana melakukannya. Jenis tanaman yang bisa dikembangbiakkan dengan cara stek biasanya memiliki ruas (atau mata) di batangnya.

Tunas baru akan tumbuh dari mata ruas tersebut. Sebaiknya batang yang diambil untuk stek berasal dari tanaman yang sudah cukup tua, maksudnya untuk mempercepat pertumbuhan tunas baru dan batang stek tidak terlalu rentan penyakit.

Selanjutnya batang stek yang diambil cukup ditancapkan saja ke tanah gembur dan lembab. Tanaman ideal untuk stek batang misalnya jambu air, sirih, dan ketela pohon.

Pemotongan Batang untuk Stek

Waktu paling tepat untuk melakukan pemotongan stek adalah saat pagi hari, jadi persemaian bisa segera mendapat sinar matahari langsung sejak hari pertama. Gunakan gunting stek tajam agar bekas potongan tidak rusak. Pilih cabang dari tanaman yang sehat dan belum bertunas. Untuk lebih jelasnya, ikutilah tahapan di bawah ini:

  1. Pilihlah tanaman induk yang baik. Diameter ideal batang stek adalah sekitar 1 cm dan berdaun hijau tua. Daun berfungsi sebagai penangkap cahaya matahari untuk fotosintesis yang menghasilkan zat makanan untuk tanaman. Nutrisi hasil fotosintesis tersimpan di batang dan berguna untuk pembentukan akar baru.
  2. Potong batang sepanjang 10 – 15 cm, dan pastikan potongan ini memiliki 3 – 4 mata tunas. Potonglah dari jarak 0,5 cm di atas mata tunas paling bawah sampai sejauh 1 cm dari mata tunas paling atas.
  3. Pastikan Anda memotong secara meruncing supaya batang lebih mudah ditancapkan ke media semai.

Beberapa jenis tanaman – misalnya anggur – sulit berakar. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya batang stek melalui proses pengeratan sebelum disemaikan.

Pengeratan maksudnya membuang sedikit bagian kulit untuk menghambat pergerakan zat makanan dan hormon pertumbuhan. Nutrisi tersebut akhirnya akan terbendung di bagian kerat sehingga memudahkan terbentuknya akar baru.

Pemberian Hormon Auksin

Auksin adalah hormon penting dalam tanaman untuk menunjang pertumbuhan sel-sel baru termasuk pembentukan akar dan perkecambahan.

Meskipun setiap tumbuhan menghasilkan hormon auksin secara alami, jumlah yang dihasilkan (atau tersisa) di batang stek bisa sangat kurang. Pemberian hormon auksin sintetis bisa memacu terbentuknya akar baru. Caranya adalah seperti di bawah ini:

  1. Beli hormon auksin siap pakai dari toko pertanian. Hormon auksin tersedia dalam berbagai merek dagang misalnya Liquinox Start dan Atonik.
  2. Campur hormon dengan air. Dosis umum adalah antara 100 – 200 cc per liter air.
  3. Batang stek dicelupkan dalam larutan tersebut selama kurang lebih 5 detik saja. Jangan merendam seluruh panjang batang, cukup 2 cm dari ujung yang akan ditanam.

Jika Anda memiliki banyak batang stek, satukan dulu dengan karet gelang atau tali plastik sebelum mencelupkan ujungnya ke larutan.

Persemaian stek

Sebelum benar-benar siap tanam, batang stek harus disemaikan dulu. Caranya:

  1. Siapkan ember atau pot berukuran besar. Pastikan bagian dasarnya berlubang untuk sirkulasi air.
  2. Isi wadah dengan campuran tanah gembur dan pasir. Gunakan pupuk organik jika perlu.
  3. Batang stek berujung runcing (bagian yang telah dicelupkan ke larutan auksin) ditancapkan ke media semai. Posisi batang tegak.
  4. Tempatkan media semai di lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Kelembaban ideal untuk persemaian antara 70 – 90% dan suhu antara 25 – 27º

Jika ingin melakukan persenan dalam polybag, tanah sebaiknya agak padat. Saat menancapkan batang stek, tekan tanah di sekitar batang.

Pemadatan ini supaya batang tetap dalam posisi tegak. Polybag ditempatkan di rumah kaca atau lingkungan tertutup dengan suhu stabil dan tetap mendapat sinar matahari.

Perawatan batang stek meliputi penyiraman teratur agar tanah tetap basah. Semprot dengan pupuk organik cair jika perlu.


Stek Daun

stek daun

Beberapa tanaman lebih cocok dikembangbiakkan dengan cara stek daun. Secara umum langkah-langkahnya sama dengan stek batang, dengan perbedaan utama pada bagian tanaman yang dipotong dan ditanam kembali.

Contoh tanaman yang ideal untuk stek daun adalah cocor bebek, kaktus, dan lidah buaya. Pada jenis tanaman tersebut, daun adalah bagian paling besar dan kuat, jadi nutrisi di dalamnya juga paling banyak.

Pemotongan Daun untuk Stek

Tunas baru akan cepat tumbuh jika berasal dari stek daun yang sudah cukup tua tapi masih berwarna hijau segar. Jangan pernah menggunakan daun kering atau layu karena nutrisi di dalamnya sudah sangat berkurang, jadi tidak ideal untuk stek. Cara stek daun di berbagai jenis tanaman adalah sebagai berikut:

  1. Pilihlah daun yang sehat, atau daun paling besar (lebar dan panjang) dari sebuah tanaman untuk di potong dan dijadikan bahan stek. Tergantung ukuran daun, satu helai bisa digunakan untuk beberapa media tanam.
  2. Potong daun dari pangkal. Semakin besar potongan daun, kemungkinan tumbuh juga lebih baik.

Jika perlu, celupkan ujung daun yang akan ditanam ke larutan auksin dengan rasio sama seperti yang digunakan untuk stek batang.

Persemaian

Siapkan pot atau wadah yang berlubang di bagian dasarnya; satu wadah untuk satu daun saja. Isi wadah sampai ¾ volume dengan campuran tanah dan pupuk kandang (rasio 1 : 1).

Tancapkan potongan daun ke dalam wadah di bagian ujung yang telah dicelupkan ke larutan auksin. Tutup dengan plastik bening yang berlubang.

Letakkan media semai di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung. Plastik berlubang memudahkan Anda menyiram tanaman dengan air dan pupuk organik cair tanpa harus membuka penutup.

Masukkan ujung botol penyemprot ke lubang plastik lalu siram persemaian. Setelah akar tumbuh (bisa memakan waktu 3 – 5 bulan), lepaskan tutup plastik, dan pindahkan tanaman ke tempat yang bisa terpapar sinar matahari dengan mudah.


Stek Akar

stek akar

Beberapa contoh tanaman yang ideal untuk stek akar adalah stroberi dan mint. Seperti namanya, metode stek ini memanfaatkan akar tanaman yang menjalar menjauh dari batang induk.

Misalnya pada tanaman mint, akarnya bisa bersifat invasif, artinya mampu menjalar jauh tidak beraturan, terutama jika ditanam langsung ke tanah tanpa pembatas.

Pemotongan Akar untuk Stek

Carilah sulur, atau cabang tanaman yang telah memiliki akar sendiri, lalu potong sampai akarnya sampai sekitar 10 cm. Diameter akar ideal adalah sekitar 1 cm. Potong dan ambil dengan hati-hati agar tidak merusak cabang-cabang kecil pada akar.

Persemaian

Siapkan wadah yang berlubang di bagian dasar untuk sirkulasi air. Isi wadah dengan campuran tanah dan pupuk organik. Buatlah lubang tanam pada media semai. Tanam akar dengan hati-hati karena akar mudah rusak.

Tutup lubang tanam sambil memastikan akar benar-benar berada dalam tanah. Rawat dengan baik dengan menyiram dan menyemprotkan pupuk organik cair. Jika sulur tumbuh, pindahkan ke pot baru.

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *