Cara Menanam Timun Supaya Berbuah Lebat

Pada artikel kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai cara menanam timun yang benar supaya bisa menghasilkan buah yang banyak.

Mentimun atau yang biasa dikenal dengan timun adalah jenis buah yang sangat disukai oleh kebanyakan masyarakat karena memberikan sensasi segar saat dikonsumsi. Timun sangat mudah untuk ditemukan di mana mana karena timun ini sendiri adalah salah satu jenis buah yang selalu ada dimanapun setiap saat.

Tidak hanya untuk dikonsumsi, timun juga memiliki manfaat yang cukup besar dalam bidang kecantikan, salah satunya adalah masker dari yang terbuat dari ekstrak timun.

Namun, budidaya timun atau mentimun ini seringkali mengalami kegagalan, terutama supaya tanaman timun dapat menghasilkan buah yang banyak. Ini dikarenakan tanaman ini memiliki perlakuan khusus harus dilakukan untuk dapat menghasilkan tanaman timun dengan produktivitas yang tinggi.

Nah khusus untuk Anda para pembaca Kutanam, kali ini kami akan memberikan bagaimana cara menanam timun supaya bisa menghasilkan buah yang lebat.

Baca juga: Cara Menanam Kemangi di Tegalan Yang Benar!


Syarat Tumbuh

syarat tumbuh timun

1. Mempersiapkan lahan

Mempersiapkan lahan adalah hal yang penting dan ini adalah tahap awal dalam menanam timun. Anda bisa melakukan penggemburan tanah supaya subur dengan cara dicangkul.

Setelah melakukan penggemburan, langkah selanjutnya adalah membuat bedengan dengan ukuran ideal dari 1 × 5 meter dengan tinggi sekitar 30cm, untuk jarak antar bedengan adalah 50cm Untuk mempermudah perawatan ada baiknya menggunakan penutup mulsa. Ini dimaksudkan supaya perawatan dapat lebih mudah tanpa harus menyiangi gulma.

Selanjutnya adalah membuat lubang tanam yang memiliki kedalaman sekitar 20 cm sementara jarak antara lubang tanam adalah 50 × 60 cm. Setelah itu untuk setiap lubang tanam Anda bisa masukkan pupuk kompos ataupun kandang lalu diamkan hingga satu minggu lamanya.

2. Penyemaian

Dalam satu minggu sejak pupuk dimasukkan ke dalam lubang, Anda bisa menunggunya dengan menyemai biji terlebih dahulu di dalam media semai berupa polibag yang berisikan tanah, pupuk kompos ataupun kandang dengan komposisi yang seimbang. Benih biasanya mulai tumbuh pada umur 14 hari.

Ini dimaksudkan supaya timun dapat lebih mudah dalam melakukan adaptasi ketika pindah dari media semai ke media tanam. Supaya tanaman timun dapat menghasilkan buah yang lebat maka Anda harus memiliki bibit yang berkualitas tinggi, supaya bisa menghasilkan buah dengan kualitas yang baik dan lebat.

3. Penanaman

Setelah bibit siap, maka sebaiknya proses pemindahan dari media semai ke media harus dilakukan dengan cepat dan tidak menunda nunda supaya tanaman timun bisa tumbuh optimal.

Apabila tidak, benih akan sangat mudah terserang hama dan penyakit sehingga benih dapat mati akibat terlalu lama berada dalam media semai.

Untuk melakukan pemindahan dari media semai ke media tanam, Anda hanya perlu membuka polibag plastik yang berisikan bibit, kemudian letakkan bibit di sepanjang lubang tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya lalu tutup lagi menggunakan tanah sampai tanaman bisa berdiri tegak.

Lihat: Cara Menanam Cabe Dengan Teknik Hidroponik


Cara Supaya Timun berbuah Lebat

buah timun lebat

Ada beberapa cara yang harus Anda lakukan supaya tanaman timun dapat berbuah lebat.

1. Pemangkasan

Supaya pertumbuhan bisa maksimal, maka pertumbuhan vegetatif harus bisa dikendalikan. Ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan tunas yang bertujuan untuk menyisakan tiga tunas yang dapat menghasilkan buah.

Semakin banyak tunas yang dipertahankan maka akan semakin lama tanaman dapat menghasilkan buah, dan apabila tanaman menghasilkan buah maka hasilnya tidak akan maksimal.

Oleh karena itulah pemangkasan ini cukup penting untuk dilakukan. Pemangkasan tunas dapat dimulai pada usia 1 hingga 1,5 bulan setelah tanam dan dilakukan pada saat tanaman tidak sedang berbunga.

2. Pemupukan

Tahap ini dimaksudkan supaya tanaman dapat berkembang dengan maksimal dan buah yang dihasilkan dapat semakin banyak.

Pupuk harus dilakukan sejak tanaman mulai dipindah dari media semai ke media tanam sampai dengan tanaman memasuki masa panen. Pada masa ini Anda bisa memberikan pupuk dengan jenis dan variasi sebagai berikut:

  • Pupuk NPK karena tanaman diberikan mulai tanaman berumur 7 hari sejak tanaman mulai masuk ke media tanam dengan frekuensi 2 sampai 3 kali seminggu yang diberikan dengan cara di kocorkan ke tanaman dengan dosis awal 5 gram per 1 liter air dan dapat ditingkatkan menjadi 20 gram per 1 liter air, pupuk ini diberikan sampai menjelang tanaman berbunga.
  • Pupuk kompos atau kandang dapat ditambahkan dari waktu ke waktu karena tanah persemaian akan tergerus oleh air sehingga tanaman perlu ditimbun lubang sehingga tanaman tidak jatuh ke bawah.
    KCL pupuk diberikan dengan cara disebar sekitar akar dengan dosis 5 g per lubang tanam dan mulai diberikan saat tanaman timun sudah mulai berbunga, pupuk akan membantu bunga tidak rontok atau busuk sebelum buah keluar.
  • Pupuk buah diberikan dengan menggunakan penyemprotan yang bisa diberikan saat tanaman mulai muncul buah buah kecil. Proses ini dilakukan supaya buah yang tidak jatuh dan membusuk.

Baca: Panduan Menanam Pohon di Rumah

3. Pengontrolan

Yang harus diperhatikan pada fase ini bukan memperhatikan dan menjaga buah yang keluar dari setiap tanaman, tapi lebih dari kekuatan tanaman yang akan menyangga buah buah tersebut. Apabila terlalu berat yang terjadi nanti tanaman malah akan roboh ke tanah karena beban terlalu berat.

Oleh karena itu pada fase ini harus dilakukan penjarangan, yaitu dengan melakukan pemilihan buah. Buah yang berkualitas tidak bagus atau tidak memenuhi syarat seperti tumbuh tidak normal, kecil, cacat akibat terkena penyakit tanaman dan juga hama.

Dengan begini Anda bisa mendapatkan hasil panen yang benar benar berkualitas.

Saat ini adalah masa yang tepat untuk Anda memulai menanam timun. Selain karena dukungan cuaca, Anda sudah mendapatkan edukasi yang baik mengenai cara menanam timun yang benar sejak dari pembibitan hingga pemanenan. Kalau Anda menerapkannya dengan benar maka dipastikan Anda tidak akan menemui kegagalan dalam budidaya timun!

Menarik juga: Cara Menanam Kacang Hijau Yang Benar

Yoko Widito

Yoko adalah penulis profesional yang memiliki pengalaman menulis di berbagai media online dengan topik yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *