Cara Menanam Seledri Yang Asli Berhasil!

Tanaman seledri atau dalam bahas latinnya bernama Apium Graveolens L saat ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Tanaman ini banyak dipergunakan sebagai sayuran bumbu atau penyedap rasa, pelengkap hidangan dan banyak digunakan untuk toping pada makanan soto, bubur ayam ataupun bakso. Akan hambar rasanya apabila tidak menggunakan seledri sebagai bumbu pelengkap rasa pada suatu masakan.

Mirip dengan daun bawang, tanaman seledri tak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dan makanan, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan, penyembuh demam dan terutama untuk penyembuhan penyakit tekanan darah tinggi.

Tanaman seledri yang ditanam di daerah yang beriklim tropis membuat ukuran batangnya kurang besar, hal inilah yang menyebabkan tanaman seledri kebanyakan digunakan untuk sayuran sebagai bahan pelengkap makanan.

Tanaman seledri sangat terkenal di negara-negara Eropa untuk dimanfaatkan keseluruhan bagian dari tanaman seledri baik itu batang dan juga daunnya, berbeda dengan di Indonesia, pemanfaatannya hanya pada bagian daunnya saja.

Cek juga: Cara Menanam Semangka Yang Efektif!

Cara Menanam Tanaman Seledri

Seledri

Ciri karakteristik tanaman seledri adalah mempunyai banyak cabang, untuk cabangnya tidak memiliki bulu. Ada du acara menanam tanaman seledri ini, yaitu cara Generatif dan cara Vegetatif.

Yang pertama cara menanam tanaman seledri dengan metode Generatif, cara ini merupakan sistem penanaman yang dimulai dari benih atau biji seldri yang di semai hingga tanaman seledri siap untuk dipindahkan ke media tanam lain seperti Pot, Polybag atau pada lahan yang luas.

Kemudian cara yang kedua ialah menanam dengan teknik penanaman vegetatif, untuk cara ini kalian tidak perlu repot-repot menyemai benih seledri, kalian hanya perlu mengambil anakan seledri dari tanaman yang telah dewasa atau siap panen. Hal ini dikarenakan kebiasaan tanaman seledri muda yang biasa tumbuh di bawah tanaman yang dewasa. Setelah diambil anakannya.

Di pasaran sendiri harga dari tanaman seledri ini terbilang memiliki nilai jual yang menguntungkan. Tanaman ini banyak peminatnya sementara itu orang yang membudidayakannya terbilang minim.

Potensi peluang usaha budidaya seledri ini memang dapat dikatakan sangat menjanjikan. Dimana usaha budidaya seledri dapat kalian lakukan dengan langkah-langkah yang mudah. Bagaimana cara menanam tanaman seledri? Simak langkah-langkah berikut ini.

Baca juga: Cara Menanam Lidah Buaya Yang Benar!

Langkah Pertama: Penentuan Lokasi Penanaman Tanaman Seledri

Langkah Pertama: Penentuan Lokasi Penanaman Tanaman Seledri

Langkah pertama ketika kalian hendak melakukan penanaman tanaman seledri ialah kalian tentukan dimana lokasi tempat dimana tanaman seledri akan ditanam.

Penentuan lokasi tanam ini tentunya dibutuhkan lokasi yang sesuai dengan syarat-syarat tumbuh yang harus dipenuhi oleh tanaman seledri, yang pertama untuk ketinggian dari tanaman seledri ini sendiri sebaiknya ditanam di ketinggian diatas 900 meter diatas permukaan laut dan selama proses pertumbuhannya diperlukan cuaca yang lembab.

Namun, apabila lahan yang kalian miliki berada di lokasi dataran rendah, tanaman ini tetap bisa tumbuh, namun ukuran dari batangnya lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ditanam pada dataran tinggi.

Kemudian, hal yang perlu diperhatikan selanjutnya ialah usahakan lokasi nya memiliki curah hujan yang baik selama masa pertumbuhan, hal ini akan mempengaruhi proses pertumbuhannya, apabila di lokasi memiliki curah hujan yang terlalu deras, maka tanaman seledri akan mengalami kerusakan.

Kemudian dalam penentuan lokasinya harus yang banyak mengandung humus dan tanah lempung berpasir atau lempung berdebu. Sedangkan untuk tingkat keasaman tanah atau pH nya sendiri yaitu berkisar antara 5,5 sampai 6,8.

Apabila di lokasi penanaman tanah yang akan dijadikan lahan tanam kurang gembur, maka kalian perlu membajak atau mencangkul serta memberi pupuk kandang pada lahan tersebut.

Cek juga: Cara Menanam Sawi Yang Benar!

Langkah Kedua : Persiapan Bibit Tanaman Seledri

Langkah Kedua : Persiapan Bibit Tanaman Seledri

Setelah kalian menentukan lokasi yang cocok dan pas untuk penanaman tanaman seledri, kalian siapkan bibit tanaman yang terbaik agar dapat menghasilkan kentang dengan kualitas terbaik.

Ada dua cara ketika kalian hendak menanam tanaman seledri, cara yang pertama ialah dengan cara vegetatif, yaitu ketika kalian sudah memiliki tanaman seledri sebelumnya, sehingga kalian dapat mengambil anakan dari tanaman seledri ini untuk kemudian ditanam kembali pada pot, polybag atau pada lahan yang luas.

Lalu untuk cara yang kedua ialah dengan cara generatif, pembibitan dengan cara ini memanfaatkan biji sebagai benih untuk menumbuhkan seledri baru. Cara ini memang terbilang lebih merepotkan jika dibandingkan dengan cara vegetatif, hanya jika kalian mengikuti langkahnya secara perlahan maka cara ini mudah untuk dilakukan.

  1. Hal pertama yang dilakukan ketika kalian hendak menanam dengan cara generatif ialah harus menyiapkan biji seledri yang hendak kalian semai.
  2. Sebelum disemai, kalian rendam terlebih dahulu bijinya dengan menggunakan air hangat dalam waktu kira-kira 15 hingga 30 menit saja.
  3. Untuk tempatnya, kalian bisa menggunakan media semai berupa peti kayu atau peti plastik sebagai tempat sementara untuk bibit yang telah kalian isi dengan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1.
  4. Kemudian, kalian tebarkan biji yang telah kalian rendam tadi ke dalam media semai, lalu kalian tutup dengan media tanam secara tipis.
  5. Lakukan penyiraman dengan air secukupnya, lalu beri perlindungan dari sinar matahari secara langsung dengan cara memasang plastik.
  6. Agar pertumbuhan benih dapat tumbuh dengan baik, jangan lupa untuk terus menjaga kelembaban media tanam dengan cara menyiraminya setiap pagi dan sore hari.
  7. Langkah selanjutnya, setelah tanaman seledri tumbuh, biarkan untuk tetap berada di dalam media semai hingga daunnya tumbuh sekitar dua atau tiga buah.
  8. Pada hari ke 20 hingga ke 25, kalian dapat menyemprotkan pupuk daun dan menambahkan pupuk NPK sebanyak 10 gram per 10 liter air agar pertumbuhan menjadi lebih cepat.
  9. Apabila terjadi serangan hama, maka kalian perlu menyemprotkan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan, sekitar 30 hingga 50 persen.
  10. Langkah terakhir, setelah kalian menunggu sekitar 1 bulan lamanya, maka kalian tinggal pindahkan saja benih yang telah tumbuh ke media tanam seperti pot, polybag atau lahan yang luas.

Lihat juga: Cara Menanam Kangkung

Langkah Ketiga : Persiapan dan Pengolahan Tanah Tanaman Seledri

Langkah Ketiga : Persiapan dan Pengolahan Tanah Tanaman Seledri

Ketika kalian sudah mempersiapkan bibit tanaman seledri yang disiap untuk ditanam, maka sebelum ditanam, kalian olah media tanamnya terlebih dahulu agar tanaman seledri dapat tumbuh dengan maksimal.

Tanah yang diolah terlebih dahulu dapat menjadikan tanah menjadi subur, dan tanaman seledri sangat cocok untuk ditanam di tanah subur. Langkah dalam pengolahan tanah agar menjadi subur pada lahan yang luas ialah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, kalian olah tanah dengan cara dibajak dengan menggunakan cangkul atau alat pertanian lain yang berguna untuk pengolahan tanah. Tanah diolah dengan dibajak menjadikan tanah gembur dan subur. Cangkul tanah sedalam 30 cm. Agar tanah dapat gembur, kalian diamkan terlebih dahulu selama 15 hari dan usahakan terpapar sinar matahari secara langsung
  2. Setelah kalian menunggu Selama 15 hari, kalian lakukan pengecekan pH tanah dan jika pH tanah kurang dari 6,5 maka kalian bisa menambahkan kapur dolomit agar pH tanah menjadi netral. Kalian gunakan 1 hingga 2 ton kapur pada setiap satu hektar lahan.
  3. Selanjutnya, diatas tanah yang sedang diolah kalian lakukan pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 80 hingga 100 cm, dan dengan ukuran tinggi 30 cm serta ukuran panjang yang menyesuaikan dengan luas lahan. Beri jarak antar bedengan dengan jarak ideal 30 hingga 40 cm. Diantara jarak antar bedengan tersebut kalian buat parit sebagai drainase apabila ada air yang tergenang ketika hujan datang.
  4. Terakhir, kalian lakukan pemupukan awal, pemupukan di awal ini berguna untuk meningkatkan unsur hara yang ada pada tanah. pemberian pupuk dilakukan diatas bedengan yang telah diolah tanahnya. Disarankan kalian beri pupuk kandang atau kompos dengan dosis 10 hingga 20 ton pupuk per hektar lahan, Setelah itu kalian tutup kembali dengan tanah agar tidak terkikis oleh air dikala hujan datang. Selanjutnya, kalian biarkan terlebih dahulu bedengan selama 3 hingga 4 hari agar pupuk dapat menyatu dan tanah dapat terisi nutrisi yang dihasilkan dari pupuk tersebut.

Baca juga: Cara Menanam Bayam Yang Benar

Langkah Keempat : Proses Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Seledri

Langkah Keempat : Proses Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Seledri

Langkah keempat ialah kalian lakukan proses penanaman tanaman seledri, proses ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, apabila di lakukan secara terburu-buru maka tanaman seledri tidak akan tumbuh.

Pertama-tama yang kalian lakukan ialah buatlah lubang sebagai media tanam terlebih dahulu dengan jarak tanam 20 cm, kemudian masukan tanaman ke lubang tanam, kedalaman lubang disarankan tidak terlalu dalam, tetapi tidak juga terlalu dangkal, setelah dimasukkan tanaman seledri yang siap tanam, kemudian kalian tambahi lagi dengan tanah di pinggiran tanamannya.

Cek juga: Cara Menanam Wortel

Kemudian untuk kalian yang menanam di pot atau polybag, lakukan proses yang sama seperti menanam di lahan yang luas, kemudian letakan pot atau polybag tersebut di halaman rumah kalian yang tidak terkena pancaran sinar matahari secara langsung atau bisa juga di tempatkan di DPR (Dibawah Pohon Rindang).

Penempatan pot atau polybag yang telah tertanam tanaman seledri ini kalian lakukan selama kurang lebih 1 hingga 2 minggu sampai tanaman seledri memiliki akan yang sudah tumbuh dan lebih kuat.

Untuk proses pemeliharaanya kalian lakukan beberapa langkah yaitu dari mulai proses penyiraman tanaman, penyiraman dilakukan setiap hari, namun sebaiknya dilakukan pada sore hari, lakukan penyiraman secara hati-hati jangan sampai tanaman rusak dan jangan sampai daunnya terkena tanah yang tercampur dengan air sewaktu menyiram.

Apabila kalia tetap nekat melakukannya, maka resikonya ialah daun menjadi rusak dan busuk.

Kemudian proses berikutnya ialah proses pemupukan lanjutan secara berkelanjutan, maksudnya adalah lakukan pemupukan secara teratur dengan dosis yang dianjurkan, apabila kalian menggunakan pupuk organik cair, maka lakukan dengan terjadwal, biasanya pupuk ini memiliki efek sebagai perangsang daun agar daun seledri dapat tumbuh lebih sehat dan lebih lebat.

pemupukan lanjutan secara berkelanjutan

Untuk proses pemeliharaan tanaman seledri selanjutnya ialah kalian lakukan pengendalian hama dan penyakit yang menghadang, karena apabila kalian membiarkan hama-hama dan penyakit berkembang, maka akan dapat merusak tanaman atau menimbulkan penyakit yang akan membuat tanaman seledri menjadi layu yang berakibat pada kematian tanaman.

Penyakit yang biasanya menyerang tanaman seledri ialah cecospora, bercak daun, virus aster yellow.

Sebenarnya pencegahan dapat dilakukan dengan metode pengendalian hama terpadu dengan melakukan pengecahan yang rutin dilakukan setiap hari dan jika terdapat hama yang menghadang, segera lakukan pengendalian hama dan bagi kalian yang tidak ingin repot-repot untuk mengecek tanaman setiap hari maka cara yang paling benar dan aman untuk dilakukan, ialah dengan menyemprotkan cairan pestisida nabati.

Langkah Kelima : Pemanenan Tanaman Seledri

Langkah Kelima : Pemanenan Tanaman Seledri

Inilah langkah terakhir ketika kalian menanam tanaman seledri, yang tak lain tak bukan adalah proses pemanenan tanaman seledri. Di dalam pertumbuhan membudidayakan atau menanam tanaman seledri yang baik, akan menghasilkan 50 kuintal per hektar untuk sekali panen.

Proses pemanenan tanaman seledri dapat di lakukan dengan cara memotong pangkal dasar batang seledri. Pemanenan dapat dilakukan setelah seledri dirasa sudah memiliki daun yang lebat dan banyak, selain itu pemanenan seledri dapat di lakukan berulang kali.

Biasanya 2 sampai 3 minggu setelah panan, tanaman seledri sudah siap untuk di panen kembali. Tentu saja ini menjadi keuntungan kalian yang menanam seledri untuk dijual kembali ke pasar, karena akan menghasilkan panen yang melimpah.

tanaman seledri sudah siap untuk di panen kembali

Pada saat melakukan proses pemanenan, usahakan kalian memperhatikan anakan tanaman seledri yang tumbuh di bawah pohon seledri pada bagian bawah, kalian dapat menggunakan anakan tersebut sebagai bibit baru yang bisa ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman seledri kembali, tentunya hal ini sangat berharga karena kalian dapat menekan biaya pembelian bibit baru dan akan menaikkan omset keuntungan kalian.

memperhatikan anakan tanaman seledri yang tumbuh di bawah pohon seledri pada bagian bawah

Penggolongan hasil penanaman tanaman seledri kalian seleksi dengan cara membuang tangkai daun seledri yang sudah rusak atau sudah terserang hama penyakit. Untuk membersihkan tanaman seledri dari kotoran atau tanah dan pestisida, kalian bisa mencuci tanaman seledri dengan air bersih yang mengalir, setelah itu kalian keringkan dan disimpan di tempat penyimpanan seperti rak-rak.

Jangan lupa untuk menggolongkan seledri mana saja yang cocok untuk swalayan, pasar atau untuk di ekspor. Ikat dengan plastik sesuai dengan permintaan pasar yang ada.

Kesimpulan

Seperti itulah cara menanam tanaman seledri, selagi masih ada permintaan di pasaran terhadap tanaman seledri, maka tanaman ini tak akan pernah mati dan akan terus ada dan dibudidayakan oleh masyarakat luas.

Memang dibutuhkan waktu yang tidak sebentar ketika kalian hendak menanam seledri, namun setelah kalian menunggu waktu yang lama tersebut apabila hasilnya sangat memuaskan maka kalian akan memiliki kepuasan tersendiri. Selamat mencoba menanam dan membudidayakan tanaman seledri, semoga hasilnya memuaskan dan tetap semangat!

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *