Cara Menanam Sawi Yang Benar!

Sayuran sawi merupakan jenis sayuran yang banyak digemari untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang di Indonesia. Karena cara mengolahnya terbilang mudah, maka sayuran sawi banyak diolah menjadi campuran makanan baik di goreng, rebus ataupun di campur kedalam masakan mie.

Tanaman sawi ini memiliki dua jenis, yaitu sawi putih dan sawi hijau, keduanya sama-sama memiliki kandungan nutrisi vitamin dan mineral tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti pro-vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. Perbedaannya hanya terletak pada harga dari kedua jenis sawi ini, jenis sawi hijau lebih murah dibandingkan dengan sawi putih.

Karena banyak diminati oleh masyarakat luas, maka menanam sawi untuk kemudian dipasarkan merupakan sebuah peluang yang tidak boleh dilewatkan oleh kalian.

Cara menanamnya pun tidak terlalu sulit atau bisa dikatakan mudah, mirip seperti cara menanam kangkung. Namun karena mudah ditanam bukan berarti kalian lengah sehingga meremehkannya dan kemudian secara asal-asalan dalam menanam sawi.

Untuk itu agar terhindar dari hasil yang tidak maksimal, maka simak beberapa langkah berikut tentang bagaimana cara menanam sayuran sawi agar mendapatkan hasil yang maksimal, diantaranya:


1. Tentukan Lokasi Penanaman

Tentukan Lokasi Tempat Penanaman Tanaman Sawi

Langkah awal ketika kalian hendak menanam tanaman sawi ialah kalian harus menentukan lokasi tempat penanaman tanaman sawi. Karena apabila sawi ditanam ditempat yang kurang cocok, maka hasilnya menjadi tidak maksimal atau bahkan sawi tidak tumbuh.

Pada umumnya sayuran sawi ditanam di dataran yang rendah dengan ketinggian 5 sampai 1.200 mdpl. Tanaman sawi dapat tumbuh diberbagai macam lokasi, dari lokasi yang memiliki tekstur ringan lokasi yang bertekstur liat berat maupun tanah yang organik seperti contohnya tanah gambut.

Baca juga: Cara Menanam Seledri Yang Benar

Lokasi penanaman sawi banyak ditemui pada lahan pekarangan yang luas dengan memiliki gundukan-gundukan tanah atau bendengan, apabila ditanam pada lahan pekarangan yang sempit, maka ditanam di pot, polybag dan divertikultur atau disebut juga rak bertingkat.

Agar sawi dapat tumbuh maksimal pada lahan yang telah disiapkan, kalian harus memperhatikan beberapa syarat tumbuh yang harus dipenuhi, diantaranya:

  1. Ketika kalian melakukan proses pembibitan sawi, usahakan bibit diberi naungan atau pelindung agar tidak terlalu sering terkena pancaran sinar matahari.
  2. Kemudian pada masa pertumbuhan sayuran sawi, barulah kalian buka naungannya agar mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup selama kurang lebih 10 hingga 13 jam seharinya.
  3. Suhu udara yang direkomendasikan untuk menanam sayuran sawi ialah berkisar antara 15 hingga 32 derajat celcius dengan tingkat kelembaban hingga 80 sampai 90 persen, yang artinya tanaman sawi harus selalu dalam keadaan basah, namun tidak sampai tergenang oleh air.
  4. Usahakan tanah di lokasi penanaman memiliki tingkat pH yang netral yaitu dikisaran angka 6 hingga 6,5. Apabila kadar keasaman tanah tinggi, maka kalian bisa melakukan pengapuran lahan terlebih dahulu agar kadar keasaman dapat menurun.

Lihat: Panduan Lengkap Menanam Daun Bawang


2. Olah Lahan

Proses Pengolahan Lahan Tanaman Sawi

Kemudian langkah berikutnya setelah kalian menentukan lokasi lahan yang sesuai dengan syarat-syarat tanam dari sayuran sawi ialah kalian olah lahan terlebih dahulu sebelum bibit disemai. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengolah lahan demi mempersiapkan sawi yang akan ditanam, diantaranya:

  1. Kalian ambil cangkul atau kalian bisa memakai beberapa alat untuk nantinya tanah digemburkan secara merata dengan alat-alat pertanian tersebut.
  2. Pada saat menggemburkan tanah, kalian tambahkan pupuk kandang untuk kemudian diaduk hingga tercampur secara merata di dalam tanah. Tujuan dari penambahan pupuk ketika tanah sedang digemburkan ialah agar tanah dan pupuk kandang dapat tercampur sehingga tanaman sawi mendapatkan nutrisi yang pas
  3. Kemudian agar racun yang ada pada tanah hilang, kalian bisa mendiamkan tanah selama 2 bulan sebelum nantinya ditanami oleh tanaman sawi
  4. Apabila kadar tanah di lokasi tanam kalian memiliki tingkat keasaman yang tinggi, kalian bisa menambahkan kapur pertanian seperti dolomit (CaMg (CO3)2) atau kapur kalsit (CaCO3). Setelah ditambahkan kapur, terlebih dahulu kalian diamkan tanah selama 2 minggu sebelum tanah ditanam sawi.
  5. Selanjutnya setelah tanah siap, kalian buat gundukan-gundukan tanah atau bedengan dengan memiliki ukuran lebar sebesar 120 cm dan panjangnya menyesuaikan luas lahannya, tinggi dari gundukannya diukur sebesar 30 cm dan diatas gundukan tersebut kalian lubangi sebagai media tanam bibit tanaman sawi dengan kedalaman lubang sebesar 5 hingga 10 cm dan memiliki jarak antar lubang sebesar 30 × 30 cm

Lihat: Cara Menanam Tomat Yang Efektif


3. Pilih Bibit Sawi

Pemilihan Bibit Tanaman Sawi

Langkah selanjutnya ialah proses pemilihan bibit tanaman sawi. Langkah ini merupakan langkah yang krusial bagi kalian yang hendak ingin menanam sawi, karena pada dasarnya hasil yang maksimal dari suatu tanaman dipengaruhi oleh bibit yang bagus dan unggul.

Dibutuhkan bibit sebanyak 750 gram untuk setiap hektar lahan tanam tanaman sawi. Bibit tanaman sawi yang akan digunakan haruslah memiliki kualitas yang baik, berikut adalah ciri-ciri bibit sawi yang bagus dan unggul, diantaranya:

  1. Berbentuk bulat seperti bola yang memiliki ukuran yang kecil
  2. Kulit dari bibit harus memiliki warna coklat yang cenderung gelap kehitam-hitaman
  3. Apabila kalian sentuh dan tekan haruslah memiliki tekstur yang agak keras.
  4. Permukaan pada luar bibit sawi licin dan mengkilap
  5. Perhatikan kemasannya, bibit kemasan harus dalam kondisi utuh dan berbahan dasar alumunium foil.
  6. Selanjutnya, bibit direndam kedalam air, apabila pada saat direndam bibit tidak tenggelam, maka jangan pilih bibit tersebut, karena bibit tersebut akan menghasilkan sawi yang tidak maksimal, pilih bibit yang tenggelam ketika direndam air agar pada saat disemai nanti bibit dapat tumbuh dengan maksimal.
  7. Apabila bibit yang diambil dari biji yang diambil langsung dari tanaman aslinya, harus yang memiliki umur paling tidak 70 hari.

Lihat: Cara Menanam Jagung Paling Efektif


4. Semai Bibit Sawi

Penyemaian Bibit Tanaman Sawi

Setelah melakukan pemilihan bibit dengan cermat, maka langkah selanjutnya ialah kalian lakukan proses penyemaian bibit.

Penyemaian bibit disarankan untuk dilakukan secara terpisah di rumah bibit, rumah bibit adalah bangunan tertutup yang memiliki bahan atap yang transparan, bahan dari atap sendiri biasanya terbuat dari kaca atau plastik polietilen tembus pandang agar cahaya matahari dapat sedikit terhambat dan menjadi teduh ketika proses penyemaian bibit.

Berikut adalah beberapa cara yang dilakukan ketika proses penyemaian, diantaranya:

  1. Pertama-tama kalian siapkan tanah, arang sekam dan pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam
  2. Campur tanah, arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1, lalu kemudian kalian pisahkan sampah, batu dan batang yang ada pada campuran tanah dan pupuk kandang tersebut
  3. Setelah itu masukan campuran tersebut ke dalam nampan atau bisa juga kalian gunakan plastik kecil maupun daun pisang yang dibentuk seperti corong yang menjorok kedalam.
  4. Kemudian kalian masukan bibit ke dalam media tanam yang sudah dipersiapkan tadi. Caranya kalian lubangi sedikit saja kemudian tutup dengan tanah yang tipis.
  5. Siram bibit yang sudah berada di dalam campuran media tanam tadi dengan air agar menjadi basah
  6. Lakukan penyemaian ditempat yang teduh, kemudian setelah bibit tumbuh pada usia sekitar 2 sampai 3 minggu, kalian pindahkan bibit ke lahan tanam yang telah disiapkan.

Baca juga: Cara Menanam Bayam Yang Benar


5. Tanam Sawi

Proses Penanaman Tanaman Sawi

Langkah selanjutnya ialah kalian lakukan penanaman tanaman sawi. Sebelum melakukan proses penanaman tanaman sawi, seminggu sebelumnya kalian bisa mulai dengan menambahkan pupuk kandang secukupnya saja, pemberian pupuk juga tidak boleh sampai berlebihan, karena akan menyebabkan sawi tumbuh tidak maksimal.

Kemudian lubang-lubang yang ada pada gundukan-gundukan tanah yang telah dibuat pada langkah kedua tadi kalian isi dengan bibit yang sebelumnya telah melakukan proses penyemaian.

Perlu diingat, setiap lubang yang ada kalian isi dengan 1 bibit saja. Cara memindahkannya pun butuh ketelitian dan tingkat konsentrasi yang tinggi jangan sampai ada akar yang patah ketika dipindahkan ke lubang tanam. Setelah bibit masuk kedalam lubang tanam, kalian tekan pada bagian tepi-tepi tanah agar bibit tidak jatuh dan tetap kokoh.

Jangan lupa untuk melakukan penyiraman agar tanah menjadi basah, namun apabila ketika masuk musim penghujan tiba, maka kalian jangan terlalu sering untuk menyiramnya, berbeda kondisi ketika masuk musim kemarau, maka kalian bisa melakukan penyiraman secara rutin dan sering.


6. Rawat Tanaman

Pemeliharaan Tanaman Sawi

Ada beberapa tahapan pemeliharaan tanaman sawi agar memperoleh hasil yang maksimal ketika dipanen nanti. Diantaranya:

  1. Lakukan penyiraman secara rutin, karena tanaman sawi merupakan tanaman yang memiliki karakteristik tanah yang harus selalu basah setiap harinya, maka sudah seharusnya kalian lakukan penyiraman. Namun, apabila lokasi tanam kalian sedang dalam musim penghujan, maka penyiraman tidak perlu dilakukan kembali.
  2. Lakukan Penjarangan, penjarangan merupakan proses pemotongan tanaman yang dilakukan ketika ada tanaman sawi yang tumbuh terlalu rapat, proses ini dilakukan setelah masa tanam berusia 15 hari. Penjarangan ini dilakukan agar sawi dapat tumbuh dengan maksimal.
  3. Lakukan Penyulaman, penyulaman pada tanaman sawi ini merupakan sebuah proses penggantian tanaman sawi yang telah mati ataupun terserang penyakit dan hama yang mengganggu tumbuh kembangnya tanaman sawi, hal ini dilakukan agar hasil sawi ketika dipanen dapat melimpah
  4. Lakukan Penyiangan, proses ini merupakan tindakan yang dilakukan untuk membersihkan tanaman gulma yang mengganggu pertumbuhan sawi, penyiangan dapat dilakukan pada usia 1 hingga 1 minggu setelah penanaman.
  5. Lakukan Pemupukan susulan, waktu yang tepat untuk melakukan proses ini ialah ketika tanaman sawi telah berusia 3 minggu. Setelah memiliki umur yang cukup, kalian larutkan pupuk urea dengan air dengan takaran 1 sendok teh ke dalam air sebanyak 25 liter, kemudian kalian siram larutan tadi keatas gundukan tanah yang berisi bibit yang telah ditanam tadi. Pupuk urea yang dipergunakan adalah sebanyak 50 kg untuk setiap 1 hektar lahan.

7. Panen

Proses Panen Tanaman Sawi

Terakhir, setelah menunggu sekitar 45 hingga 60 hari setelah masa penanaman, akhirnya tanaman sawi dapat kalian panen. Berikut adalah beberapa tahapan tentang cara pemanenan tanaman sawi, diantaranya:

  1. Panen dilakukan dengan cara mencabut atau memotong pangkal batang dari tanaman sawi ini.
  2. Apabila panen terlambat, maka dapat menyebabkan tanaman cepat berbunga.
  3. Ketika sudah dipanen, tanaman sawi disarankan untuk ditempatkan di tempat yang teduh, mengapa tidak ditempatkan diruangan yang terbuka akan pancaran sinar matahari? Hal ini karena apabila sawi yang telah dipanen sering terkena pancaran sinar matahari secara langsung, akan dapat menyebabkan tanaman menjadi layu dan akhirnya mati membusuk.
  4. Berikan air sebagai cara untuk mempertahankan tingkat kesegaran tanaman yang telah dipanen.

Tanaman sawi sebenarnya tidaklah mudah untuk ditanam, asalkan kalian memperhatikan dan telaiti dalam membaca ulasan diatas, maka bukan hal yang mustahil kalian bisa meraih untung dari hasil penjualan tanaman sawi hasil panen kalian sendiri, selamat mencoba, jangan takut akan kegagalan, tetap berusaha dan tawakal, semangat!

kutanam

Kutanam menyajikan konten berisi informasi, fakta unik, dan panduan terlengkap seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *