Cara Menanam Pohon Pisang

Lembut dan penuh cita rasa, pisang merupakan salah satu buah paling populer dan mudah didapat di hampir semua kota di Indonesia.

Bahkan bagi sebagian masyarakat, pisang adalah makanan tambahan pertama yang diberikan untuk bayi sebagai pelengkap ASI. Alasan utamanya adalah tekstur buah yang mudah dicerna, selain itu juga mengandung banyak nutrisi penting untuk masa awal pertumbuhan dan tentu saja rasanya yang manis.

Pohon pisang bisa tumbuh antara tiga sampai delapan meter. Satu pohon akan menghasilkan puluhan hingga ratusan buah jika ditanam dan dirawat dengan benar.

Buah pisang tumbuh secara berkelompok, disebut dengan istilah sisir (kelompok kecil berisi sepuluh pisang atau lebih) dan tandan (gabungan dari puluhan sisir). Jika dari satu sisir saja Anda mendapat 15 pisang dan satu tandan memiliki sepuluh sisir, maka jumlah keseluruhan mencapai 150 buah dalam sekali panen.

Menurut data dari Kementrian Kesehatan, buah pisang memiliki banyak manfaat dan kandungan nutrisi mulai dari menjaga kesehatan kulit sampai meningkatkan kekebalan dan melancarkan aliran oksigen ke otak. Meskipun demikian budi daya pisang intensif di Indonesia masih jarang, artinya peluang bisnis masih terbuka lebar.

Untuk mendapat buah berkualitas baik, cara penanaman juga harus baik seperti di bawah ini.


1. Pembibitan

Pohon pisang pada umumnya biak dengan cara bertunas. Buah pisang yang anda temukan di supermarket biasanya sudah dimodifikasi secara genetik sehingga tidak memiliki biji. Anda bisa meniru proses alami ini dalam pembudidayaan. Langkah-langkah tahap pembibitan adalah sebagai berikut:

  • Pilihlah tunas yang berasal dari pohon pisang yang sehat. Jika perlu, ambil tunas dari pohon yang mendekati masa panen) agar bisa menilai kualitas buah yang dihasilkan
  • Ambil tunas berukuran tinggi sekitar 100 – 150 cm dan lebar umbi 15 – 20 cm
  • Setelah memotong tunas (pada pangkal), bersihkan sisa tanah dan kotoran yang masih menempel. Apabila Anda menemukan hama nematoda (berbentuk seperti cacing kecil berukuran antara 1 mm – 1 cm) saat pemotongan tunas, rendam dulu tunas dalam air panas.
  • Simpan tunas ini selama kurang lebih 48 jam di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari langsung) agar luka sayatan mengering.
  • Buanglah daun yang melebar untuk merangsang pertumbuhan.

Setelah maksimal 48 jam, rendam umbi atau akar tunas dalam larutan 1% insektisida selama 10 menit. Jika Anda menggunakan 2 liter larutan, kandungan insektisida tidak boleh lebih dari 20 ml. Tunas harus dikeringkan lagi sebelum ditanam.

Tentu saja ada pilihan untuk membeli bibit dari toko pertanian di kota Anda. Belilah dari toko yang memiliki banyak varietas pisang. Ada baiknya mencoba lebih dari satu varietas pisang untuk mengetahui jenis mana yang paling sesuai dengan lahan Anda.

Kalau anda ngotot mau menanam pisang dari biji, pilihlah buah pisang yang memiliki biji, lalu rendam bijinya di air hangat selama 24 hingga 48 jam agar biji keluar dari fase dormansi. Siapkan lahan tanam di tempat dengan sinar matahari cukup, dengan lahan berisi tanah, pupuk kompos dan bahan-bahan organik lainnya. Siram biji sampai tanahnya lembab (bukan terendam!) dan pertahankan kondisi lembab saat menanam pisang dari biji.


2. Persiapan Media Tanam

bajak lahan pisang dengan kerbau

Pisang bisa tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dengan sinar matahari berlimpah dan curah hujan cukup antara 1500 mm/tahun sampai 3000mm/tahun, sesuai dengan rata-rata di Indonesia. Pertumbuhan ideal akan tercapai jika ditanam di ketinggian maksimal 2500 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Lahan gembur mengandung banyak humus dengan tingkat keasaman tanah netral lebih diutamakan. Tentukan lokasi tanam ideal, kemudian persiapkan lahan:

  • Hilangkan rumput liar dan gulma dari lahan tanam
  • Untuk menggemburkan tanah, gunakan cangkul atau alat sederhana lain misalnya sekop kecil
  • Campur tanah gembur dengan pupuk kandang, lalu diamkan selama seminggu
  • Gali lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 40 cm (p x l x t) untuk satu tunas
  • Jika Anda ingin menanam lebih dari satu pohon, jarak tanam optimal adalah 3 x 3 m
  • Buatlah got kecil (drainase) di sekitar lubang agar air tidak menggenang

Tanaman pisang bisa dibilang adaptif, artinya dapat tumbuh di hampir semua kondisi lingkungan bahak di daerah kering. Di Indonesia, pohon pisang bisa ditemukan di dataran rendah maupun pegunungan.


3. Penanaman

tanam pisang

Hampir tidak ada tahap spesifik lain setelah lahan tanam dipersiapkan. Anda hanya perlu memasukkan akar tunas ke dalam lubang tanam kemudian tutup kembali dengan tanah. Tunas harus dalam posisi tegak agar tidak mudah roboh.

Di Indonesia, penanaman paling baik dilakukan saat memasuki awal musim penghujan untuk memastikan tanaman mendapat jumlah air yang cukup, tapi dengan penyiraman teratur pisang bisa ditanam sepanjang tahun. Setelah akar tunas tertutup tanah, siram dengan air. Campurkan pupuk cair organik jika perlu.


4. Perawatan

Beberapa hal yang harus dilakukan setelah penanaman untuk menjaga agar pohon tetap sehat dan tumbuh secara optimal meliputi:

  • Penjarangan: potong atau buang tunas pisang berlebih di sekitar lubang tanam. Pisang akan secara alami membentuk rumpun setelah beberapa bulan. Sebaiknya hanya ada tiga sampai empat batang saja dalam satu rumpun. Hal ini memastikan batang utama mendapat banyak nutrisi.
  • Penyiangan: selain pembuangan tunas berlebih, pembersihan gulma dan rumput liar juga sangat penting. Jangan memotong rumput atau gulma terlalu dalam untuk menghindari akar pisang.
  • Pemangkasan: sebagian daun pisang bisa mengering sebelum panen. Pangkas dan buang daun kering segera setelah terlihat.
  • Pemupukan: siram bagian bawah pohon dengan pupuk cair organik setiap enam bulan sekali. Anda juga bisa menggunakan pupuk kandang.
  • Penyiraman: lakukan penyiraman (cukup air saja, tanpa tambahan pestisida, insektisida, dan bahan lain) secara rutin. Jangan menunggu sampai tanah terlihat kering.
  • Pemulsaan: pemberian dedaunan atau jerami di sekitar lubang tanam untuk menjaga suhu tanah dan mencegah pertumbuhan gulma. Lakukan seperlunya saja, tidak perlu terlalu sering.
  • Pemotongan: selain memangkas daun kering, Anda juga harus memotong jantung pisang yang berjarak sampai 25 cm dari sisir pisang paling ujung. Langkah ini untuk mencegah terhambatnya perkembangan buah.

Gunakan insektisida hanya jika memang ada hama di tanaman pisang misalnya ulat. Untuk mengatasi penyakit seperti bintik daun dan layu, bersihkan saja bagian yang terserang penyakit sebelum menjalar.

Apabila sudah terlalu banyak bagian terserang penyakit darah dan/atau Panama, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membongkar lubang tanam dan melakukan pembibitan ulang.

Untuk pembudidayaan di mana Anda menanam lusinan pohon, bekas tanaman yang dibongkar harus dibuang jauh dari kebun atau bisa dibakar saja agar penyakit tidak menyebar ke pohon-pohon lain.


5. Pemanenan

panen pisang

Pohon pisang biasanya memasuki masa panen setelah berusia satu tahun. Memang rentang waktu ini terdengar cukup lama tapi ingat bahwa dalam sekali panen Anda bisa mendapat lebih dari 100 buah. Ciri-ciri utama buah pisang siap panen adalah mengeringnya daun bendera dan usia buah sendiri telah mencapai minimal 80 hari.

Tandan pisang bisa terlalu berat untuk pohon, jadi Anda harus menopang batang utama dengan bambu atau alat lain sesuai arah kemiringan. Benamkan alat penopang sekitar 30 cm ke dalam tanah supaya stabil.

Buah dipanen dengan cara memotong pakal tandan; potonglah sedikitnya 30 cm dari sisir paling atas supaya lebih mudah diambil dan disimpan. Gunakan pisau yang tajam karena tandan bisa sedikit elastis. Letakkan tandan pada posisi terbalik (bagian yang dipotong berada di bawah) supaya getah tidak mengotori buah.

Setelah buah diambil, potong pohon pisang sampai setinggi 1 meter dari tanah untuk memacu pertumbuhan tunas. Pohon pisang hanya berbuah sekali, lalu mati. Tapi karena sudah ada tiga atau empat batang tunas dalam satu rumpun, Anda tidak perlu ragu memotong batang utama setelah panen.

Kemudian manfaatkan salah satu tunas dari rumpun sebagai batang utama. Tidak perlu mengulang proses pembibitan lagi dari awal. Cukup melakukan perawatan rutin supaya kualitas buah tetap terjaga.

Meski demikian, lahan tanam bisa berkurang tingkat produktivitasnya (atau kesuburan) setelah lima tahun, kecuali Anda melakukan penggemburan ulang, artinya harus melakukan pembibitan lagi setiap lima tahun.

Baca juga:

Dimas

Kutanam menyajikan konten berisi informasi, fakta unik, dan panduan terlengkap seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *