Cara Menanam Melon Hidroponik

Siapa sih yang tidak kenal dengan melon? Buah yang memiliki cita rasa khas dan air yang banyak ini boleh dikatakan nyaris tidak ada yang membencinya. Apalagi di Indonesia harga melon tergolong murah, berbeda dengan beberapa negara, Jepang misalnya.

Tentu hal ini membuat beberapa orang tergelitik untuk mencoba menanam melon sendiri di lingkungan rumahnya. Pertanyaannya adalah, apakah kamu ingin menanam melon tapi tidak ingin berkutat dengan tanah, pupuk, kompos, serta hewan-hewan tanah dan hama?

Bila iya, maka hidroponik adalah jawabannya. Lebih jauh lagi, mungkin kamu heran apakah melon benar-benar bisa dikembangkan secara hidroponik? Jawabannya adalah bisa, meski memang untuk bisa mengembangkan melon secara hidroponik membutuhkan pengalaman dan pengetahuan hidroponik level menengah hingga tinggi.

Nah ini dia cara menanam melon hidroponik yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

Cek juga: Cara menanam melon dalam polybag


Persiapan Menanam Melon Hidroponik

Persiapan Menanam Melon Hidroponik

Sebelum bisa mulai menanam melon hidroponik, ada baiknya kamu mempelajari dan mempersiapkan beberapa hal di bawah ini. Tujuannya tentu saja agar kamu nantinya bisa menanam melon secara optimal dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Adapun beberapa persiapan yang menurut kami harus kamu pelajari dan perhitungkan di awal, sebelum mulai menanam melon secara hidroponik adalah sebagai berikut ini. Yuk kita bahas saja satu persatu!

Bibit melon

Tentu saja pemilihan bibit menjadi salah satu hal penting yang tidak bisa kamu lewatkan. Sebelum mulai membaca dan memahami teknik hidroponik yang ingin kamu gunakan, kamu harus memahami jenis melon yang ingin kamu tanam terlebih dahulu.

Adapun di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis bibit melon yang bisa kamu tanam sendiri di rumah. Berikut ini adalah diantaranya:

  • Melon Alina; merupakan salah satu jenis melon yang memiliki masa panen sekitar 70 hari setelah tanam (HST). Melon ini diketahui cocok apabila di tanam di dataran rendah, dengan keunggulan berupa tahan terhadap virus gemini, serta memiliki bobot panen per buahnya yang mencapai 1,5 hingga 2,5 kg.
  • Melon Gracia; merupakan salah satu jenis melon hibrida bibit unggul dari produsen panah merah. Melon gracia diketahui bisa ditanam di dataran yang rendah dengan masa panen sama seperti melon alina yakni sekitar 70 HST. Adapun melon jenis ini juga tahan terhadap serangan virus Gemini, dengan bobot buah yang bisa mencapai 3,0 kg serta memiliki rasa yang amat manis.
  • Melon Alisha; berbeda dengan kedua jenis melon sebelumnya, melon jenis ini tergolong ke dalam melon kuning atau golden yang memiliki warna khas kulit dan dagingnya yang orange Selain itu tanaman dari jenis ini diketahui tahan terhadap virus Gemini, bisa ditanam di dataran rendah, serta memiliki masa panen sekitar 70 HST.
  • Melon Madesta; merupakan salah satu jenis rock melon yang sering kamu jumpai di pasar ataupun toko-toko buah. Melon madesta ini tergolong ke dalam melon hibrida yang memiliki ketahanan baik terhadap gemini Virus, bisa ditanam di dataran rendah hingga dataran menengah, serta memiliki masa panen 70 HST. Selain itu salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh melon jenis ini adalah ketahanannya terhdap penyakit embun tepung yang seringkali menghantui petani.
  • Melon Melindo; merupakan salah satu produk unggulan melon kuning yang memiliki rasa buah manis dan renyah. Melon jenis ini memiliki keunggulan bisa ditanam di dataran rendah hingga menengah, masa panen yang hanya sekitar 62 HST saja, serta tahan terhadap beberapa penyakit.
  • Melon Japonika; adalah melon hijau yang memiliki keunggulan berupa tanaman yang kuat, kokoh, serta toleran terhadap gemini Virus, dan tahan terhadap penyakit embun tepung. Diketahui tanaman melon jenis ini bisa dipanen pada usia 60 hingga 65 HST, dan cocok ditanam di dataran menengah hingga dataran tinggi. Sedikit berbeda dengan beberapa jenis melon lainnya yang lebih menyukai dataran rendah.
  • Melon Leoni; salah satu produk lokal yang diketahui memiliki rasa yang manis dan renyah. Melon jenis ini biasanya ditanam di dataran rendah hingga dataran menengah, dengan masa panen 70 hingga 75 HST. Selain itu melon jenis ini juga tahan terhadap virus Gemini.
  • Melon Okasa; berasal dari pabrikan yang sama dengan melon leoni, melon jenis ini tergolong ke dalam melon kuning atau gold. Melon okasa cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah dengan masa panen sekitar 70 HST.
  • Melon Cantaloupe Hales; merupakan salah satu jenis rock melon yang menurut kami cukup unik. Hal ini dikarenakan melon jenis ini memiliki garis-garis di bagian kulitnya dengan daging buah yang lebar, dan bahkan bila mampu merawatnya secara optimal kamu bisa menghasilkan buah yang mencapai bobot 3 kg. Adapun tanaman ini bisa dipanen pada 85 HST, dan cocok ditanam di daerah dataran rendah hingga menengah.

Pada akhirnya masih ada lebih banyak benih melon yang bisa kamu beli untuk kemudian kamu coba tanam secara hidroponik. Kalau masih bingung kamu bisa bertanya kepada penjual toko pertanian di dekat rumahmu ya.

Kamu boleh memilih benih melon manapun yang kamu suka, apalagi bila kamu memiliki preferensi rasa dari melon itu sendiri. Karena masing-masing benih diketahui memiliki rasa yang memang berbeda-beda.

Akan tetapi perlu diingat bahwa hasil akhir dari budidaya ini (termasuk rasa melon) akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kamu merawat, menjaga, dan memperlakukan kolam hidroponik yang telah kamu buat sebelumnya.

Sistem hidroponik

Setelah memilih benih melon yang ingin kamu tanam, saatnya kamu mempelajari mengenai beberapa teknik hidroponik yang bisa kamu gunakan untuk menanam melon nantinya.

Nah kalau kamu masih pemula, sebenarnya ada sangat banyak teknik di dalam hidroponik. Namun beberapa teknik dasar yang perlu kamu mengerti diantaranya adalah Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), Aeroponics, Wick System, hingga Drip System.

Tapi sekali lagi, memang untuk menanam melon hidroponik dibutuhkan kemampuan menengah hingga mahir. Bila memang memungkinkan kamu bisa menggunakan teknik DWC yang dimodifikasi menjadi teknik Dutch Bucket System.

Kondisi tanam

Di dalam bercocok tanam secara hidroponik kondisi tanam adalah hal yang bisa kamu atur. Bila kamu bisa mengatur beberapa kondisi tanam di bawah ini maka tanaman yang kamu tanam bisa tumbuh secara ideal.

Berikut ini adalah beberapa kondisi tanam yang bisa kamu perhatikan, pelajari, lalu kamu atur agar menjadi ideal:

  • Suhu, salah satu komponen penting yang bisa kamu atur di dalam bercocok tanam secara hidroponik adalah suhu. Nah untuk melakukan pengaturan suhu di sekitar lingkungan tanam tentu amat sulit, kecuali kamu memiliki termostat yang canggih. Namun setidaknya kamu bisa mengatur suhu larutan nutrisi agar pertumbuhan melon menjadi optimal. Mengapa larutan nutrisi? Karena larutan nutrisi merupakan salah satu komponen yang sangat sensitif dan suhunya bisa naik atau turun secara fluktuatif. Untuk tanaman melon sendiri suhu tumbuh ideal yang harus dicapai adalah sekitar 25oC hingga 30o
  • pH, sama seperti suhu dimana pH merupakan indikator yang cukup sensitif. Larutan nutrisi bisa berubah pH nya dengan mudah apabila kamu tidak cermat di dalam mencampur berbagai nutrisi ke dalamnya. Untuk mengatasinya kamu bisa membeli pH buffer yang banyak dijual di toko-toko hidroponik. Adapun pH optimal yang harus dicapai bila ingin menanam melon hidroponik adalah antara 6,0 hinga 7,0.
  • Periode tumbuh, untuk periode tumbuh mengingat ada banyak sekali varian melon yang dijual maka bisa kamu sesuaikan dengan benih yang kamu tanam. Hal terpenting yang harus kamu ingat adalah untuk selalu melakukan panen sesuai dengan spesifikasi yang ada pada benih. Bila tidak maka rasa yang dimiliki oleh melon tersebut tidak akan optimal.
  • Cahaya matahari, melon merupakan salah satu tanaman yang membutuhkan cahaya matahari namun membutuhkan kelembaban yang tinggi yakni mencapai 70-80%. Oleh karena itu lah kamu cukup memberikan melon cahaya matahari secukupnya, dan memperhatikan jangan sampai kondisi tanam dari melon tersebut menjadi kering dan akhirnya melon akan mati.
  • Media tanam, dari sekian banyak media tanam yang bisa digunakan untuk hidroponik kami cukup merekomendasikan penggunaan hydroton, atau rockwool. Apalagi kamu yang ingin menggunakan metode Dutch Bucket System, tentu penggunaan hydroton pebbles akan sangat menguntungkan. Penggunaan kedua media tanam ini menurut kami adalah pilihan yang baik mengingat nyaris semua pegiat hidroponik di Indonesia lebih menyukai keduanya. Sehingga kamu bisa banyak bertanya kepada sesama pegiat hidroponik, serta bisa mendapatkan kedua media tanam ini dengan harga yang lebih murah dan tentu lebih mudah.
  • Teknik, sebagaimana yang telah kami jelaskan salah satu teknik terbaik yang bisa kamu pelajari untuk menanam melon hidroponik adalah teknik DWC yang dimodifikasi menjadi teknik Dutch Bucket System. Tapi bila kamu ingin menggunakan teknik lain, boleh juga kok!

Cukup perhatikan dan pertahankan seluruh faktor di atas dengan benar. Bila sudah tentu saja keberhasilanmu kemungkinan besar bisa dicapai. Nah yang penting jangan pernah ada penyimpangan dari salah satu faktor di atas terlalu lama, atau tanamanmu bisa mati.


Penyemaian Benih Melon Hidroponik

Penyemaian Benih Melon Hidroponik

Sebelum bisa menanam melon di dalam sistem hidroponik yang telah kamu buat sebelumnya, kamu pertama-tama harus melakukan penyemaian terlebih dahulu. Adapun metode penyemaiannya sebenarnya sama seperti menyemai benih melon untuk ditanam secara konvensional.

Beberapa peralatan serta bahan yang harus kamu siapkan sebelum melakukan penyemaian benih melon hidroponik adalah sebagai berikut ini:

  • Benih yang ingin disemai, lebihkan beberapa benih sesuai dengan keinginanmu.
  • Wadah besar atau tray besar untuk meletakkan tray semai
  • Wadah yang digunakan untuk menyemai atau tray semai.
  • Media tanam rockwool.
  • Tusuk gigi secukupnya.
  • Pinset satu buah.
  • Air secukupnya sesuai dengan ukuran wadah besar.

Bila sudah menyiapkan seluruh alat dan bahan di atas, kamu bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk menyemai melon hidroponikmu:

  1. Ambil wadah yang besar yang telah kamu persiapkan sebelumnya. Isilah wadah besar tersebut dengan menggunakan air bersih, usahakan air yang digunakan bersifat ‘netral’.
    • Untuk air yang akan kamu gunakan melakukan penyemaian kami cukup menyarankan agar kamu menggunakan air tanah, air tampungan hujan, atau air sumur. Apabila menggunakan air PDAM maka bisa mempersiapkan air tersebut sebelumnya.
  2. Masukkan bibit melon yang ingin kamu semai ke dalam wadah berisi air hangat yang kamu persiapkan tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan melunakkan kulit bibit melon
  3. Sambil menunggu kamu bisa langsung mempersiapkan rockwool untuk media tanam melon hidroponik tersebut.
    • Persiapkan rockwool sejumlah bibit yang ingin kamu tanam.
    • Caranya adalah dengan mengiris rockwool berukuran kubus sama besar (2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm).
    • Lubangi rockwool dengan menggunakan tusuk gigi, hingga sedalam sekitar 1 cm.
  4. Letakkan rockwool tersebut pada baki dan masukkan bibit-bibit melon pada rockwool. Jangan lupa untuk membasahi rockwool dengan menggunakan air.
    • Basahi secara perlahan dan pastikan seluruh permukaan rockwool menjadi lembab.
  5. Letakkan rockwool yang telah ditaruh bibit melon tadi di tempat yang kering dan terkena sinar matahari.
  6. Bila daun melon sudah mencapai 4 buah yakni 2 daun lembaga dan 2 daun sejati, maka melon sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik. Biasanya proses ini akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu, atau tentu sesuai dengan jenis bibit yang kamu beli.

Apabila sudah melakukan proses penyemaian, kamu bisa langsung melakukan sortir tanaman yang unggul dan kemudian memindahkannya ke dalam sistem hidroponikmu sendiri.


Transplantasi dan Penanaman Melon di Sistem Hidroponik

Transplantasi dan Penanaman Melon di Sistem Hidroponik

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menanam melon di dalam sistem hidroponik yang telah kamu buat sebelumnya:

  1. Pisahkan masing-masing rockwool yang sudah ditanami benih melon Jangan lupa untuk memindahkan melon yang berkualitas baik saja ya, tahap ini disebut dengan penyortiran.
    • Bila menggunakan media tanam hydroton, bisa disesuaikan. Pindahkan tanaman secara hati-hati ke media tanam yang baru dan jangan sampai kamu merusak akar dari melon tersebut.
  2. Pindahkan rockwool tersebut ke dalam sistem hidroponik yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Masukkan masing-masing rockwool ke dalam netpot yang telah disiapkan sebelumnya.
  3. Adapun mekanisme penanaman tentu saja bervariasi tergantung dari teknik hidroponik yang ingin kamu gunakan.
  4. Isi sistem hidroponik dengan larutan nutrisi.
    • Nilai kadar larutan nutrisi ini bisa juga bervariasi antar jenis melon. Saran kami kamu bisa membaca sesuai dengan rekomendasi yang biasanya dicantumkan di bungkus benih, atau tentu bisa bertanya kepada penjual toko benih tersebut.
    • Namun rata-rata kamu bisa mengatur kepekatan larutan nutrisi melon hidroponik hingga maksimal sekitar 2000 ppm.
    • Agar lebih aman, kamu boleh menggunakan larutan nutrisi AB mix khusus tanaman melon yang bisa kamu dapatkan di toko-toko hidroponik.
  5. Potong tunas-tunas yang tidak memiliki buah melon, sehingga larutan nutrisi bisa menuju tunas-tunas yang berbuah secara maksimal.
  6. Lakukan pengecekan sistem hidroponik rutin, setidaknya lakukanlah selama 2 hari sekali.
    • Lakukan pengecekan tinggi air, kadar ppm larutan nutrisi, kebersihan wadah nutrisi secara umum, dan kondisi tanaman.
    • Pastikan ppm tetap terjaga dan kadar air tidak surut atau kering.
    • Jangan lupa lakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
  7. Jangan lupa untuk memberikan support pada tanaman seperti batang kayu yang bisa menyanggah tanaman, serta untuk menggantung buah dengan menggunakan tali (misalnya).
    • Hal ini penting dilakukan mengingat melon merupakan tanaman yang tidak berbatang kuat, apalagi bila ditanam secara hidroponik.
  8. Bila sudah mencapai masa panen kamu bisa langsung memanen melon
    • Jangan memanen melon kurang atau lebih dari masa panen yang tertera atau spesifikasinya, karena akan menyebabkan rasa melon menjadi tidak nikmat untuk dikonsumsi.
  9. Selesai!

Meski langkah di atas merupakan langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk menanam melon, tapi perhatikan bahwa untuk menanam melon secara hidroponik diperlukan keahlian yang khusus.

Kamu yang benar-benar masih awam dan pemula di dunia hidroponik boleh mencoba menanam tanaman yang lebih mudah seperti sawi, selada, kangkung, hingga bayam secara hidroponik. Bila sudah mahir baru boleh mencoba menanam yang lebih sulit seperti tomat, cabai, hingga melon.

Namun pada akhirnya sih ya memang terserah kalian, bila kalian cukup yakin untuk menanam melon secara hidroponik tentu tidak ada yang melarang. Yang jelas pastikan kalian mempelajari setiap langkah yang ada sebelum melakukan penanaman melon ini ya.

Selamat mencoba, semoga berhasil!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Ikut berkomentarx
()
x