Cara Menanam Lotus (Seroja)

Tanaman hias seroja, atau lebih dikenal dengan nama “lotus” bisa dibilang cukup aneh. Meskipun ditanam di dalam air, daun dan bunga tanaman ini tumbuh di atas permukaan. Diameter daun bisa mencapai 60 cm, dan permukaannya menghasilkan lapisan seperti lilin yang menciptakan efek butiran air.

Tidak seperti kebanyakan tanaman hias lain, menanam lotus tidak membutuhkan banyak alat. Anda cukup menyediakan bibit atau benih, tanah, air, dan sejumlah kecil bahan tambahan untuk pemupukan.

Sebelum siap tanam, benih lotus harus disemaikan terlebih dahulu. Biasanya butuh waktu sekitar dua bulan dari pembibitan sampai tanaman ini menghasilkan bunga.

Bunga lotus berdiameter sampai 20 cm, dan warnanya juga bervariasi termasuk putih, merah jambu, atau kuning. Bentuk daun yang bulat penuh tanpa potongan dan bunga yang menjulang tinggi menjadikan lotus tanaman hias populer untuk kolam. Tanaman ini sering dikira sama dengan teratai, namun keduanya merupakan spesies berbeda.

Bagi Anda yang ingin memberi warna cerah pada kolam, ikutilah petunjuk penanaman dan perawatan bunga lotus di bawah ini.


1. Cari Benih

biji lotus

Cara paling mudah mendapat benih bunga lotus adalah dengan membeli di toko tanaman hias terdekat atau dari toko online. Seperti biasa, berhati-hatilah dalam membeli karena tidak semua benih berkualitas sama baik.

Pembelian dari toko fisik sebenarnya lebih dianjurkan karena Anda bisa berinteraksi secara langsung dengan penjual dan mengajukan banyak pertanyaan tentang varietas dan cara perawatan.

Toko tanaman hias juga pasti memiliki contoh lotus yang sudah mekar, jadi Anda bisa memilih dengan lebih yakin atas apa yang nanti Anda dapatkan. Membeli dari toko online memang lebih mudah, tapi harus sangat teliti dengan membaca deskripsi produk dan ulasan dari pembeli sebelumnya jika ada.

Perlu diingat ada rentang waktu cukup lama sampai tanaman berbunga; selalu ada kemungkinan tanaman terkena penyakit atau terserang hama bahkan sebelum Anda bisa melihat sehelai daun muncul ke permukaan kolam.

Tapi hal ini bukan serta-merta berarti benih yang Anda beli berkualitas buruk, tapi karena faktor lain seperti media tanam yang kurang ideal atau salah perawatan.

Benih lotus bisa juga didapatkan dari bunga yang sudah mekar, caranya adalah sebagai berikut:

  • Pilih bunga induk yang sehat dan memiliki warna seperti yang Anda inginkan. Perhatikan bentuk daun lalu teliti apakah bentuknya sempurna atau memiliki cacat. Jika memungkinkan, datangi kolam yang memiliki banyak bunga lotus, jadi Anda lebih leluasa dalam memilih.
  • Anda harus menunggu sampai bunga rontok, karena pada saat itulah biji-biji lotus terlihat. Biji lotus bisa langsung dipetik dengan mematahkan tangkainya.
  • Keluarkan biji dari dasar bunga. Dalam satu dasar bunga bisa terdapat lebih dari 10 biji.

Bakal biji lotus memiliki lapisan pembungkus yang harus di lubangi sebelum persemaian. Anda bisa menggunakan pisau untuk menyayat lapisan luar atau menggosoknya dengan kertas ampelas. Hati-hati jangan sampai mengenai embrio di bagian dalam.

Proses ini sering disebut sebagai skarifikasi, tujuannya agar memudahkan aliran air ke benih dan memacu pertumbuhan. Setelah memalui tahap ini, bakal biji siap disemai.


2. Semai Benih

tunas biji lotus

Dari sekian banyak tanaman hias, lotus adalah salah satu yang bakal bijinya sangat mudah disemai. Anda cukup menyiapkan ember berukuran sedang, air secukupnya, dan sedikit tanah. Tidak ada peralatan khusus lainnya. Setelah semua siap, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Semakin banyak bakal biji yang disemai, semakin besar pula volume air dan tanah yang diperlukan. Sesuaikan ukuran ember (atau wadah jenis apapun, gelas pun bisa dipakai) dengan jumlah biji. Kecuali Anda memiliki kolam besar, gunakan empat atau lima bakal biji saja dalam satu persemaian. Daun lotus bisa mencapai diameter 60 cm, sedangkan permukaan kolam sebaiknya tidak tertutup seluruhnya oleh daun.
  • Isi wadah dengan air sampai setengah penuh.
  • Rendam bakal biji dalam air hingga muncul akarnya. Saat akar sudah muncul, bentuk biji menyerupai kecambah.

Rawat persemaian dengan baik. Ganti air dalam wadah dua kali sehari saat pagi dan sore. Selalu gunakan air bersih untuk menjaga kadar nutrisi dalam media semai. Jangan mencampur air dengan bahan lain seperti pupuk cair atau pestisida. Selama air dalam wadah tetap bersih, bakal biji akan berakar tanpa masalah.

Benih akan terus berkembang saat persemaian. Butuh waktu sekitar dua minggu sampai benih siap tanam. Pada tahap ini, benih sudah memiliki dua atau tiga helai daun dan panjang keseluruhan sekitar 3 – 5 cm.


3. Siapkan Media Tumbuh

media tanam lotus

Di alam liar, lotus tumbuh dengan baik di daerah rawa atau persawahan. Selain karena kandungan nutrisi tinggi dalam tanah, area seperti ini biasanya memiliki udara yang bersih karena letaknya yang cukup jauh dari perkotaan dan sumber polusi lain.

Pertumbuhan optimal bisa dicapai pada suhu antara 18 – 25º Celsius. Paparan sinar matahari langsung selama paling tidak 6 jam setiap hari juga memacu pertumbuhan. Akan tetapi, untuk benih lotus yang baru saja dipindah ke media tanam, hindarkan dari sinar matahari berlebih.

Tanam dulu di pot dan letakkan di tempat yang teduh sampai tanaman berkembang agak besar sebelum dipindahkan lagi ke luar ruangan.

Jika tidak ada lumpur sawah, alternatif terbaik adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan rasio sama banyak untuk setiap bahan. Untuk membuat tekstur tanah mirip lumpur, Anda juga butuh banyak air. Langkah-langkah yang harus dilakukan:

  • Siapkan wadah, bisa berupa pot tanaman atau ember. Wadah apapun bisa digunakan, asalkan tidak berlubang (bocor).
  • Masukkan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir ke dalam wadah yang sudah berisi air.
  • Tanam bibit lotus di dalam campuran tersebut, Jangan hanya meletakkannya saja di permukaan.

Persiapkan media tanam saat masih menunggu persemaian tumbuh. Dalam kurun waktu dua minggu, media tanam akan bercampur dengan baik, dan air juga terlihat jernih. Tutup wadah dengan rapat untuk mencegah serangga atau hewan lain yang bisa membuat air jadi keruh.

Saat sudah dipindahkan ke media tanam, daun lotus cenderung tumbuh dan menutupi seluruh permukaan air. Gunakan wadah berdiameter besar supaya pertumbuhan daun lotus tidak terhambat.

Setelah beberapa minggu, wadah media tanam mungkin tidak lagi cukup menampung tanaman lotus yang semakin bertambah besar. Pindahkan (lagi) tanaman ini ke wadah yang lebih besar atau ke kolam; ingat Anda harus membenamkan akarnya ke dalam tanah di bah permukaan air.


4. Siram

Penyiraman hanya perlu dilakukan jika volume air berkurang drastis.

Menanam lotus dalam kolam mengurangi risiko tanaman kekurangan air. Saat menyiapkan media tanam, perhatikan tinggi permukaan air.

Di kolam dengan air mengalir dan menggunakan sistem filtrasi, mungkin Anda sama sekali tidak perlu melakukan penyiraman. Selalu gunakan air bersih dan jagalah kualitas air tanpa menggunakan zat kimia.


5. Beri Pupuk

Ada dua cara melakukan pemupukan:

  • Cara pertama, bungkus 1 sdt pupuk organik padat dalam kertas tisu. Lalu benamkan kertas tisu ke dalam tanah di sekitar rimpang lotus.
  • Cara kedua adalah dengan menggunakan pipa paralon. Masukkan ujung pipa ke media tanam sampai terbenam dalam tanah. Masukkan 1 sdt pupuk organik melalui ujung satunya.

Menanam lotus dalam pot juga mengharuskan Anda melakukan pemotongan berkala. Sebagian daun lotus bisa kering dan layu, jadi harus dibuang agar tanaman tetap terlihat cantik dan segar. Air dalam pot juga bisa menjadi sarang jentik nyamuk, jadi perlu diganti sesering mungkin.

Untuk media tanam kolam, tidak perlu pemotongan, dan pencegahan jentik nyamuk bisa dilakukan dengan memasukkan ikan ke dalam kolam.

Dimas

Kutanam menyajikan konten berisi informasi, fakta unik, dan panduan terlengkap seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *