Cara Menanam Lobak Hidroponik yang Benar

Lobak memang bukan merupakan salah satu komoditas sayur-sayuran yang cukup populer di Indonesia karena tidak terlalu banyak masakan di Indonesia menggunakan gambar sebagai salah satu bahan dasarnya.

Akan tetapi menurut kami lobak merupakan salah satu jenis komoditas yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena memang agak sulit untuk ditemukan bahkan di supermarket, apalagi di pasar-pasar tradisional.

Untuk saat ini kamu bisa melakukan budidaya lobak sendiri di rumahmu terutama dengan teknik hidroponik. Meski demikian memang perlu diperhatikan bahwa menanam lobak dengan teknik hidroponik membutuhkan keahlian menengah di bidang ini.

Ini dia cara menanam lobak hidroponik yang mudah!


Persiapan Menanam Lobak Hidroponik

cara menanam lobak hidroponik

Sebelum kamu mulai menanam hidroponik tentu saja ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, kamu pelajari, serta kamu persiapkan sebelumnya. Persiapan ini hukumnya wajib agar kamu bisa memecahkan masalah sendiri nantinya apabila menemukan kesulitan.

Selain itu dengan mempelajari dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik tentu saja harapannya adalah kamu akan mampu menghasilkan Tanaman lobak dengan kualitas maupun kuantitas yang maksimal.

Adapun beberapa hal yang perlu kamu pelajari serta kamu persiapkan untuk memulai menanam secara hidroponik adalah sebagai berikut ini:

Biji Lobak – Khususnya bagi kamu yang baru pertama kali melakukan budidaya tanaman, mengetahui jenis lobak yang ingin kamu tanam adalah hal yang mutlak dan tidak boleh kamu lupakan.

Karena dengan mengetahui jenis lobak yang ingin kamu tanam, kamu berarti belajar mengenai karakteristik pertumbuhan lobak tersebut. Sehingga nantinya kamu bisa menyesuaikan kondisi tanam sistem hidroponik sesuai dengan kondisi ideal lobak yang kamu tanam.

Di kalangan petani sendiri ada beberapa jenis lobak yang bisa kamu tanam baik secara konvensional, atau pun dalam hal ini khususnya dengan menggunakan teknik hidroponik. Baik untuk secara pribadi ataupun untuk dijual kembali.

Berikut ini adalah diantaranya:

  1. Lobak Merah Rosy; sesuai dengan namanya, jenis lobak ini akan menghasilkan lobak dengan kulit buah berwarna merah dan daging buah berwarna putih pucat. Salah satu keunggulan dari lobak ini adalah proses pertunasan yang cukup singkat yakni hanya dalam 3 hingga 5 hari, dengan masa panen sekitar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST). Adapun lobak jenis ini paling baik apabila kamu tanam di dataran yang menengah hingga dataran tinggi. Lobak jenis ini pun cukup sering dibudidayakan karena permintaan pasar yang cukup tinggi, akan tetapi sayangnya lobak ini belum teralalu tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk daun.
  2. Lobak Perancis; sama seperti jenis lobak sebelumnya, lobak perancis akan menghasilkan kulit lobak yang berwarna merah menyala dengan daging buah berwarna putih pucat. Akan tetapi buah yang dihasilkan cenderung lebih mungil. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi.
  3. Lobak Purple Top Milan; lobak yang berasal dari dataran Italia ini memiliki ciri khas ujung bonggol yang berwarna ungu dengan mayoritas daging dan kulit buah berwarna putih pucat khas lobak. Akan tetapi lobak ini memiliki bentuk bulat pipih dengan ukuran kecil hingga sedang. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi.
  4. Lobak putih; adalah salah satu jenis lobak yang paling umum ditemui dengan ciri khas buah dan daging berwarna putih serta bentuk lonjong dengan ukuran rata-rata sedang. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi. Kalau kamu masih bingung menentukan jenis lobak mana yang ingin kamu tanam, kami cukup menyarankan kamu untuk menanam lobak jenis ini. Karena menurut kami tergolong yang paling mudah untuk dijual kembali.
  5. Lobak putih Ming Ho; sesuai dengan namanya, lobak ini memiliki ciri khas buah dan dagingnya yang berwarna putih dengan bentuk yang lonjong dan gemuk-gemuk, serta berukuran sedang besar. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi.
  6. Lobak Semangka Merah; dibandingkan dengan jenis lobak lainnya, lobak ini agaknya berbeda dengan ciri khas buah yang berbentuk bulat dan bantet, dengan warna kulit putih namun daging buah yang khas berwarna merah keunguan. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi.
  7. Lobak Cherry Belle; lobak yang satu ini merupakan lobak yang asli diimpor langsung dari Austria, namun tenang saja karena kamu bisa menemukan anakannya di Indonesia kok jadi harga bibitnya pun cenderung murah. Ciri khas dari lobak jenis ini adalah warnanya yang merah menyala dengan ukuran kecil-kecil, tidak heran kalau orang menamainya dengan Cherry Belle. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 20 hingga 70 hari setelah tanam (HST) yang tergolong sangat singkat, dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi.
  8. Lobak hitam; merupakan salah satu jenis lobak yang juga memiliki ciri khasnya tersendiri, yakni warnanya yang benar-benar hitam. Lobak jenis ini merupakan lobak musim dingin yang banyak dibudidayakan di Asia Timur. Tidak heran kalau salah satu julukan dari lobak ini adalah Winter Rose of China. Adapun masa panen dari lobak jenis ini adalah berkisar 60 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dengan masa penyemaian yang juga cukup singkat yakni sekitar 3 hingga 5 hari. Selain itu, lobak jenis ini akan tumbuh optimal apabila kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi dengan suhu yang cenderung rendah.

Di luar beberapa jenis lobak yang kami jelaskan di atas, sebenarnya masih banyak lagi lobak yang bisa kamu tanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Tapi setidaknya jenis di atas adalah jenis yang umum ditemukan di Indonesia.

Diluar itu tentu saja kamu bisa menanam beberapa jenis lobak lainnya. Bahkan yang diimpor dari luar negeri khususnya dari negara-negara Asia Timur seperti Cina, Korea, ataupun Jepang yang memiliki lobak dengan kualitas tinggi.

Akan tetapi yang perlu kamu ingat adalah untuk selalu menyesuaikan kondisi tanam lobak sesuai dengan karakteristik tanam ideal lobak tersebut. Hingga nantinya lobak bisa tumbuh dengan subur serta optimal.

Mulai dari penyesuaian suhu, menyesuaikan ketinggian dengan lobak yang ideal, sehingga menyesuaikan kepekatan larutan nutrisi dan pH ideal dari lobak sehingga hasil panen yang dicapai bisa maksimal dan optimal.

Sistem hidroponik – Setelah menentukan jenis produk yang kamu tanam dengan sistem hidroponik, saatnya kamu mempelajari jenis-jenis sistem hidroponik itu sendiri. Diketahui bahwa saat ini mungkin ada ratusan jenis sistem hidroponik yang bisa kamu coba.

Meski demikian tetap saja ada beberapa teknik dasar yang menurut kami harus kamu pelajari khususnya bagi kamu yang masih pemula. Beberapa teknik tersebut diantaranya Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), Aeroponics, Wick System, hingga Drip System dan Abb and Flow System.

Meski demikian untuk lebat sendiri, karena tergolong sebagai tanaman umbi-umbian sehingga kami toko merekomendasikan kamu untuk mempelajari sistem hidroponik aeroponik, ataupun sistem NFT dan DWC.

Setelah mempelajari ketiganya barulah saran kami untuk menentukan feasibilitasmu. Apakah kamu sanggup mempelajari masing-masingnya serta apakah modal yang kamu miliki cukup untuk membangun salah satu sistem tersebut.

Kondisi tanam – berbeda dengan ketika kamu melakukan budidaya tanaman dengan metode konvensional dimana kebanyakan petani akan menyesuaikan tanaman dengan lingkungan tanam yang ada.

Bila kamu menanam tanaman di dalam sistem hidroponik, kamu lah yang menentukan kondisi tanam yang ideal bagi sayuran hidroponikmu. Dalam hal ini lobak hidroponik yang kamu tanam di rumahmu sendiri.

Selain itu ketika kamu bercocok tanam dengan sistem hidroponik, kamu harus coba untuk bereksperimen dengan beberapa faktor yang akan kami jelaskan berikutnya. Nah, di sanalah letak keseruan hidroponik.

Nah adapun beberapa faktor terkait kondisi tanam yang bisa kamu perhatikan dan sesuaikan di dalam sistem hidroponikmu adalah sebagai berikut ini:

  • Suhu, faktor terpenting yang harus selalu kamu jaga nilainya adalah suhu dari lingkungan tanam lobak hidroponikmu. Alasannya adalah karena suhu merupakan salah satu faktor yang sangat mudah berubah, dan bahkan nilainya bisa sangat fluktuatif bahkan di dalam satu hari penanaman saja. Namun, untungnya suhu juga merupakan salah satu faktor yang paling mudah untuk kamu kontrol. Caranya adalah dengan selalu menjaga suhu dari larutan nutrisi yang kamu miliki berada di rentang ideal suhu yang disukai oleh lobak. Dengan demikian lobak bisa tumbuh secara optimal dan bisa menghasilkan panen yang baik. Adapun suhu optimal yang disukai oleh tanaman lobak adalah berkisar di antara 15oC hingga 25oC, usahakan suhu larutan nutrisimu berada di antara ini ya.
  • pH, sama seperti suhu dimana faktor ini merupakan salah satu faktor yang sangat mudah berubah. pH adalah faktor yang harus selalu kamu perhatikan, catat fluktuasinya baik-baik, dan tentu saja kamu kendalikan. Untuk bisa melakukan ini kami menyarankan kamu untuk memiliki pH meter yang berkualitas, melakukan pencatatan pH secara berkala, serta melakukan pengaturan pH dengan menggunakan larutan buffer yang tersedia di pasaran. Adapun pH ideal dari tanaman lobak adalah berkisar di angka 6,5 hingga 7. Perlu diingat pula sebenarnya lobak cukup toleran terhadap pH asam, namun pH yang asam ini bisa meningkatkan risiko lobak terkena penyakit.
  • Periode panen, adapun periode panen dari lobak sendiri adalah berkisar di antara 60 hingga 80 hari bergantung dari varietas yang kamu tanam. Nah, hal terpenting yang harus selalu kamu ingat adalah untuk melakukan panen di dalam rentang ini, karena rasa dan tekstur yang dikeluarkan oleh lobak akan sangat berpengaruh terhadapnya. Bila kamu melakukan panen di luar masa panen ini dikhawatirkan rasa dan tekstur yang dihasilkan tidak akan menjadi maksimal.
  • Cahaya matahari, tanaman lobak sendiri diketahui sebagai salah satu tanaman yang membutuhkan sinar matahari dengan intensitas yang tinggi. Karena itulah kami tidak merekomendasikan kamu untuk menggunakan panas ataupun meletakkan sistem hidroponik lobakmu di dalam ruangan yang cenderung rendah intensitas cahaya matahari. Memberikan lomba kesempatan mendapatkan cahaya matahari dalam intensitas yang tinggi, kamu telah memberikan asupan untuk fotosintesis yang baik sehingga kulit lobak akan menjadi mulus serta rasanya pun akan semakin nikmat.
  • Media tanam, di antara sekian banyak media tanam yang bisa kamu pilih salah satu yang kami cukup rekomendasikan adalah dengan menggunakan rockwool. Hal ini karena di Indonesia hampir semua pegiat hidroponik menggunakan media tanam ini. Oleh karena itulah diharapkan kamu akan bisa mendapatkan media tanam ini dengan harga yang jauh lebih murah dan ketersediaan yang tinggi pula. Di luar itu kamu pun bisa menggunakan berbagai macam media tanam yang ada dan mungkin dibeli di Indonesia seperti perlite, vermiculite, hingga cocopeat.
  • Teknik, adapun teknik hidroponik yaitu kami rekomendasikan bagi kamu yang ingin menanam lobak secara hidroponik adalah dengan menggunakan aeroponik. Perlu diketahui bahwa lobakmerupakan tanaman umbi-umbian dan aeroponik merupakan salah satu metode hidroponik yang memungkinkan bagian umbi dan akar mendapat nutrisi serta oksigen dalam jumlah yang tinggi. Alasan inilah kemudian membuat kami merekomendasikan kamu untuk menggunakan metode aeroponik, tapi pada akhirnya kembali lagi gunakanlah metode yang menurut kamu paling mungkin kamu buat.

Seluruh faktor di atas merupakan faktor kunci yang diharapkan bisa membuat budidaya lobakmu menjadi optimal dan bisa menghasilkan anakan dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang tinggi pula.

Bila sudah memahami seluruhnya, saatnya kamu membaca cara menyemai bibit lobak yang telah kamu pilih sebelumnya.


Penyemaian Bibit Lobak Hidroponik

Penyemaian Bibit Lobak Hidroponik

Perlu kamu ketahui bahwa metode penyemaian lobak secara hidroponik tidak jauh berbeda dengan metode penyemaian lobak secara konvensional. Toh lobak juga tergolong ke dalam sayur-sayuran yang tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan.

Nah, adapun langkah-langkah untuk melakukan penyemaian bibit lobak hidroponik adalah sebagai berikut ini:

  1. Menyiapkan beberapa peralatan dan bahan-bahan di bawah ini
    • Bibit yang ingin disemai, lebihkan beberapa bibit sesuai dengan keinginanmu.
    • Wadah besar atau tray besar untuk meletakkan tray semai
    • Wadah yang digunakan untuk menyemai atau tray semai.
    • Media tanam rockwool.
    • Tusuk gigi secukupnya.
    • Pinset satu buah.
    • Air secukupnya sesuai dengan ukuran wadah besar.
  2. Ambil wadah yang besar yang telah kamu persiapkan sebelumnya. Isilah wadah besar tersebut dengan menggunakan air bersih, usahakan air yang digunakan bersifat ‘netral’. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah wadah tersebut.
    • Untuk air yang akan kamu gunakan melakukan penyemaian kami cukup menyarankan agar kamu menggunakan air tanah, air tampungan hujan, atau air sumur. Apabila menggunakan air PDAM maka bisa mempersiapkan air tersebut sebelumnya.
  3. Masukkan bibit lobak yang ingin kamu semai ke dalam wadah berisi air hangat yang kamu persiapkan tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan melunakkan kulit bibit lobak
  4. Sambil menunggu kamu bisa langsung mempersiapkan rockwool untuk media tanam lobak hidroponik tersebut.
    • Persiapkan rockwool sejumlah bibit yang ingin kamu tanam.
    • Caranya adalah dengan mengiris rockwool berukuran kubus sama besar (2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm).
    • Lubangi rockwool dengan menggunakan tusuk gigi, hingga sedalam sekitar 1 cm.
  5. Letakkan rockwool tersebut pada baki dan masukkan bibit-bibit lobak pada rockwool. Jangan lupa untuk membasahi rockwool dengan menggunakan air.
    • Basahi secara perlahan dan pastikan seluruh permukaan rockwool menjadi lembab.
  6. Letakkan rockwool yang telah ditaruh bibit lobak tadi di tempat yang kering dan terkena sinar matahari.
  7. Bila daun lobak sudah mencapai 4 buah yakni 2 daun lembaga dan 2 daun sejati, maka lobak sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik. Biasanya proses ini akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu, atau tentu sesuai dengan jenis bibit yang kamu beli dan perlakuan yang diberikan terhadap bibit tersebut.
    • Secara umum proses penyemaian bisa berlangsung selama 1 minggu, namun pada akhirnya lamanya proses penyemaian akan bergantung dari jenis bibit lobak yang kamu beli. Untuk yang satu ini sesuaikan saja dengan spesifikasi bibit lobak tersebut ya.

Bila lobak sudah sukses kamu semai, saatnya kamu mempelajari cara untuk melakukan pemindahan lobak, serta penanaman lobak ke sistem hidroponik. Jangan lupa untuk memindahkan lobak yang berkualitas baik saja ya.


Transplantasi dan Penanaman Lobak di Sistem Hidroponik

Transplantasi dan Penanaman Lobak di Sistem Hidroponik

Nah apabila kamu sudah sukses melakukan proses penyemaian, saatnya kamu melakukan penyortiran. Setelah itu tentu kamu bisa melakukan proses pemindahan lobak ke dalam sistem hidroponik yang telah kamu buat.

Adapun langkah-langkah pemindahan dan penanaman lobak ke dalam sistem hidroponik yang telah kamu buat tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Pisahkan masing-masing rockwool yang sudah ditanami bibit lobak Jangan lupa untuk memindahkan tanaman lobak yang berkualitas baik saja ya, tahap ini disebut dengan penyortiran.
    • Pilih tanaman lobak yang sekiranya tumbuh dengan optimal, serta memiliki ukuran yang seragam satu sama lain. Cara ini boleh dibilang sebagai salah satu rule of thumb untuk kamu yang masih pemula dan belum bisa menilai mana tanaman yang berkualitas baik dan mana yang tidak.
  2. Pindahkan rockwool tersebut ke dalam sistem hidroponik yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Masukkan masing-masing rockwool ke dalam netpot yang telah disiapkan sebelumnya.
    • Apabila kamu sudah memahami teknik Dutch Water Bucket dan ingin menggunakan teknik ini, maka saran kami adalah memindahkan media tanam dari rockwool menjadi hydroton.
    • Angkat benih lobak dari rockwool hingga seluruh akarnya terlepas, namun pastikan tanaman tidak rusak. Nah bisa dibilang langkah ini merupakan salah satu langkah yang penting, karena cukup sulit dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dari lobak hidroponik tersebut nantinya.
    • Untuk sistem NFT, DWC, dan Ebb and Flow tidak perlu melakukan pengangkatan akar dari rockwool karena media penanamannya sama.
  3. Adapun mekanisme penanaman tentu saja bervariasi tergantung dari teknik hidroponik yang ingin kamu gunakan.
  4. Isi sistem hidroponik dengan larutan nutrisi.
    • Nilai kadar larutan nutrisi ini bisa juga bervariasi antar jenis lobak. Saran kami kamu bisa membaca sesuai dengan rekomendasi yang biasanya dicantumkan di bungkus bibit, atau tentu bisa bertanya kepada penjual toko bibit tersebut.
    • Namun rata-rata kamu bisa mengatur kepekatan nutrisi sekitar 750 hingga 850 ppm dengan menggunakan nutrisi AB Mix saat usia lobak 7 hingga 14 hari.
    • Ketika usia lobak sudah mencapai 45 hari ataupun saat tanaman lobak tersebut sudah mulai berukuran sedang maka kamu bisa menaikkan kepekatan larutan nutrisi menjadi sekitar 1000 hingga 1200 ppm menggunakan nutrisi AB Mix.
    • Adapun ketika lobak sudah mulai besar dan agaknya sedikit lagi dipanen, naikkan kembali kadar larutan nutrisi dengan nilai maksimal 1500 hingga 1600
    • Jaga selalu agar pH tetap di angka 6,0 hingga 7,0. Idealnya lobak tumbuh dengan pH di atas 6,5. Meski demikian untuk pH sendiri kamu tidak perlu terlalu khawatir karena lobak cukup tahan terhadap asam. Hanya saja memang pH yang terlalu asam akan meningkatkan kemungkinan lobak terserang berbagai macam penyakit.
  5. Lakukan pengecekan sistem hidroponik rutin, setidaknya lakukanlah selama 2 hari sekali.
    • Lakukan pengecekan tinggi air, kadar ppm larutan nutrisi, kebersihan wadah nutrisi secara umum, dan kondisi tanaman.
    • Pastikan ppm tetap terjaga dan kadar air tidak surut atau kering.
    • Jangan lupa lakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
  6. Bila sudah mencapai masa panen kamu bisa langsung memanen buah lobak
    • Jangan memanen lobak lebih dari masa panen yang tertera atau spesifikasinya, karena akan menyebabkan rasa lobak menjadi tidak nikmat untuk dikonsumsi.
  7. Selesai!

Langkah-langkah di atas merupakan salah satu langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk membudidayakan lobak secara hidroponik. Nah, jangan putus asa bila belum berhasil ya karena lobak memang tergolong agak sulit untuk dibudidayakan secara hidroponik.

Lebih jauh lagi teknik aeroponik pun menurut kami memiliki tingkat kesulitan menengah, bila dibandingkan dengan teknik hidroponik lainnya. Sayangnya teknik aeroponik inilah yang cukup direkomendasikan apabila kamu ingin menanam lobak hidroponik.

Tapi jangan berkecil hati, saran kami cobalah dulu dengan teknik yang menurutmu paling mudah, dan lakukanlah eksperimen terus menerus. Nah selamat mencoba dan semoga berhasil ya!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Ikut berkomentarx
()
x