Cara Menanam Kentang Yang Benar!

Pada zaman yang sudah modern saat ini tentu hampir sebagian besar manusia mengenal dan pernah mencoba mencicipi makanan yang terbuat dari ranaman kentang.

Selain sebagai makanan pokok pengganti nasi, tanaman kentang juga memiliki banyak manfaat lainnya yang berguna untuk kesehatan tubuh karena mengandung sejumlah vitamin dari mulai A, B-kompleks, C, asam folat, mineral, protein, karbohidrat, karotenoid serta polifenol.

Di dalam kandungan kentang juga terdapat zat solanin yang dikenal sebagai obat penenang, anti kejang, anti jamur dan pestisidal.

Tanaman kentang juga menjadi salah satu makanan pokok penting bagi orang-orang di benua Eropa walaupun pada sejarah awalnya tanaman kentang didatangkan dari Amerika Selatan. Untuk persebarannya sendiri kentang berasal dari lembang di dataran tinggi di negara Chili, Peru dan Meksiko.

Pada tahun 1565, penjelajah Spanyol maupun Portugis membuat tanaman kentang menyebar ke seluruh dunia termasuk ke negara Indonesia. Namun di Indonesia tanaman kentang baru ada semenjak tahun 1794 yang penanaman awalnya di sekitar daerah Cimahi, dan barulah tanaman kentang secara luas menyebar hingga ke pelosok Indonesia.

Cek juga: Cara menanam jagung yang tepat!


Bagaimana Cara Menanam Kentang?

Tanaman kentang termasuk tanaman berkeping dua atau nama lainnya dikotil, tanaman ini merupakan tanaman semusim dan mempuyai kemampuan dalam berkembang biak secara vegetatif melalui umbi.

Tanaman kentang akan tumbuh subur apabila ditanam di daerah yang memiliki ikli dingin, jika ditanam di iklim yang panas dan memiliki suhu tinggi maka menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk umbi alias tidak akan tumbuh.

Tanaman kentang memiliki ciri-ciri batang tanaman yang agak keras dan berbentuk segi empat serta batang yang tidak begitu kuat sehingga menyebabkan batang tanaman mudah jatuh ke tanah. Kemudian diantara bagian akar-akarnya terdapat umbi-umbi yang memiliki ukuran besar, bulat dan lonjong serta memiliki banyak mata pada bagian ujungnya.

Dari ciri-ciri tersebut tanaman kentang memiliki rasa yang sangat enak dan tentunya dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan, maka tak heran apabila permintaannya tidak pernah turun meskipun harga jual daripada tanaman kentang ini sering naik turun.

Oleh karena itu tanaman kentang dapat menjadi salah satu tanaman yang patut kalian perhitungkan untuk ditanam dan dibudidayakan. Bagaimana cara menanam tanaman kentang? Simak langkah-langkah berikut ini.

Lihat: Cara Menanam Tomat Yang Efektif


Penentuan Lokasi Penanaman Kentang

Penentuan Lokasi Penanaman Kentang

Langkah pertama ketika kalian hendak melakukan penanaman tanaman kentang ialah kalian tentukan dimana lokasi tempat dimana tanaman kentang akan ditanam.

Penentuan lokasi tanam ini dibutuhkan lokasi yang memiliki suhu rendah dan beriklim dingin, jadi tak heran lokasi penanaman akan disarankan di tempat yang agak jauh dari wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Untuk ketinggian yang baik ketika melakukan penanaman tanaman kentang berada pada ketinggian sekitar 1000 hingga 2000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan memiliki suhu yang rendah di kisaran 14 hingga 22 derajat celcius.

Kemudian hal yang perlu diperhatikan selanjutnya ialah usahakan lokasi nya memiliki curah hujan yang baik selama masa pertumbuhan yaitu dikisaran angka 1000 hingga 1500 mm per tahunnya.

Namun, curah hujan yang terlalu deras pun tidak baik di dalam penanaman kentang, tidak baik disini dimaksudkan bahwa akan menyebabkan kerusakan pada umbi kentang yang akan menyebabkan tanaman kentang menjadi tidak tumbuh.

Kemudian penentuan lokasi juga harus memperhatikan kondisi tanahnya yang akan dipakai sebagai media tanam dari tanaman kentang itu sendiri.

Kondisi tanahnya haruslah yang gembur, sedikit mengandung pasir dan banyak mengandung nutrisi yang akan membuat tanah menjadi subur.

Lihat: Cara Menanam Bawang Putih

Perlu diingat, pilih lokasi yang tidak tergenang air ketika hujan datang, atau kalian dapat membuat semacam drainase untuk mengurangi genangan, namun tetap saja lebih baik kalian pilih lokasi yang kondisi tanahnya tidak tergenang oleh air ketika hujan datang, karna akan menyebabkan akar tanaman menjadi rusak, sementara tanaman kentang sendiri muncul dan tumbuh di antara akar-akar tanaman.

Di Indonesia, untuk budidaya tanaman kentang dengan skala yang besar memang tidak bisa sembarangan menanam di segala lokasi, tanaman kentang harus ditanam di lokasi yang cocok seperti di daerah pegunungan, karena memiliki kelembapan udara yang tinggi hingga mencapai 80 hingga 90 persen dan tentunya banyak mendapatkan pancaran sinar matahari secara langsung.


Persiapan Bibit Tanaman Kentang

Persiapan Bibit Tanaman Kentang

Setelah kalian menentukan lokasi yang cocok dan pas untuk penanaman tanaman kentang, kalian siapkan bibit tanaman yang terbaik agar dapat menghasilkan kentang dengan kualitas terbaik.

Dalam mempersiapkan bibit yang terbaik dibutuhkan pengorbanan waktu yang tidak sebentar, umbi bibit tanaman kentang diharuskan untuk disimpan terlebih dahulu selama kurang lebih 3 bulan lamanya, penyimpanan dengan jangka waktu yang tidak sebentar ini berguna untuk menentukan bibit mana yang telah siap untuk ditanam dan sudah bisa bertunas dengan baik.

Setelah umbi kentang memiliki tunas, kalian lakukan penyeleksian dengan cara memangkas tunas yang panjangnya lebih dari 2 cm kalian buang, karena semakin panjang tunas maka pertumbuhan akan menjadi tidak maksimal. Kemudian, umbi bibit kentang haruslah memiliki berat sekitar 30 hingga 50 gram.

Bagi kalian yang kurang memiliki waktu untuk mempersiapkan bibit tanaman kentang, kalian bisa mendapatkan bibit tanaman kentang di toko-toko pertanian baik secara online ataupun offline.

Baca: Cara Menanam Seledri


Pengolahan Tanah dan Pemupukan Tanaman Kentang

Pengolahan Tanah dan Pemupukan Tanaman Kentang

Ketika kalian sudah mempersiapkan bibit tanaman kentang yang disiap untuk ditanam, maka sebelum ditanam, kalian olah media tanamnya terlebih dahulu agar tanaman kentang dapat tumbuh dengan maksimal.

Tanah yang diolah terlebih dahulu dapat menjadikan tanah menjadi subur, dan tanaman kentang sangat cocok untuk ditanam di tanah subur yang cepat dalam hal penyerapan air. Langkah dalam pengolahan tanah agar menjadi subur ialah sebagai berikut:

Step 1

Kalian olah tanah dengan cara dibajak dengan menggunakan cangkul atau alat pertanian lain yang berguna untuk pengolahan tanah. Tanah diolah dengan dibajak menjadikan tanah gembur dan subur.

Untuk kondisi tanah tertentu, tanah yang dibajak kalian lakukan hingga 2 hingga 3 kali agar tanah benar-benar gembur. Agar tanah dapat gembur, kalian diamkan terlebih dahulu selama 3 hari dan usahakan terpapar sinar matahari secara langsung.

Step 2

Kemudian setelah menunggu selama 3 hari, kalian taburi pupuk kompos atau kandang pada media tanah yang kemudian dicangkul kembali secara merata dan kemudian diamkan selama 7 hari agar nutrisi pada pupuk dapat meresap ke dalam tanah.

Step 3

Pada lahan yang luas, kalian buatlah bedengan atau semacam gundukan-gundukan tanah sebagai media tanam dari tanaman kentang dengan menghadap dari timur ke barat agar pancaran sinar matahari dapat maksimal.

Buat bedengan dengan ukuran tinggi sekitar 30 cm dan memiliki lebar 70 cm, sedangkan untuk panjangnya disesuaikan dengan luas lahan yang ada.

Tak lupa juga kalian beri jarak antar bedengan sebagai akses aliran air dikala hujan datang, hal ini berguna agar bedengan tidak tergenang oleh air. Kalian ukur jarak antar bedengan kurang lebih sekitar 40 cm.

Baca: Cara Menanam Kacang Tanah Yang Benar

Step 4

Pada bedengan, kalian buat lubang-lubang tanam dengan ukuran kedalaman sekitar 8 cm dengan memiliki jarak antar lubang sekitar 20 hingga 25 cm. Lubang-lubang ini nantinya sebagai tempat umbi tanaman kentang tumbuh.

Diingatkan juga lubang tanam jangan terlalu dalam, karena apabila terlalu dalam maka akan mengurangi produktivitas kentang nanti ketika di panen

Step 5

Terakhir, kalian lakukan pemupukan dasar, pemberian pupuk dilakukan diatas bedengan yang telah diolah tanahnya.

Disarankan kalian beri pupuk kandang atau kompos yang telah matang, untuk dosisnya sendiri kalian bisa memberi 20 hingga 30 ton pupuk per hektar lahan, untuk kentang yang lebih berkualitas, kalian bisa memberi tambahan pupuk NPK sebanyak 300 hingga 350 kg per hektar lahan.

Setelah itu kalian tutup kembali dengan tanah agar tidak terkikis oleh air dikala hujan datang. Kalian diamkan bedengan selama 10 hingga 15 hari agar pupuk dapat menyatu dan tanah dapat terisi nutrisi yang dihasilkan dari pupuk tersebut.


Proses Penanaman dan Pemeliharaan Kentang

Proses Penanaman dan Pemeliharaan Kentang

Langkah berikutnya setelah semuanya disiapkan seperti lokasi, pembibitan, pengolahan tanah dan pemupukan dasar, maka selanjutnya kalian lakukan proses penanaman tanaman kentang.

Proses ini dapat dilakukan setelah bibit telah dipersiapkan sebelumnya telah siap tanam. Untuk penanaman bibit tanaman kentang dapat kalian lakukan 1 minggu setelah pengolahan media tanam.

Cara penanamannya pun terbilang mudah untuk dilakukan, pertama-tama kalian taruh bibit kedalam lubang pada bedengan yang telah dipersiapkan sebelumnya, usahakan penanaman bibit jangan terlalu dalam agar bibir tidak busuk dan mati.

Selain itu perlu diperhatikan juga ketika bibit ditutup kembali dengan tanah hingga terkubur, maka usahakan hanya tunas dari bibitnya saja yang terlihat pada permukaan tanah.

Agar terhindar dari serangan hama yang mengganggu, kalian dapat menyemprotkan campuran cairan pestisida secara merata pada setiap tunas yang terlihat di permukaan tanah.

Untuk pemeliharaannya sendiri, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh kalian, diantaranya:

1. Lakukan Penyiraman

Penyiraman pada tanaman kentang yang baru ditanam dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca yang menghadang. Apabila kalian memilih lokasi yang berada di daerah yang lembab dan sering turun hujan seperti di pegunungan maka penyiraman tidak perlu dilakukan, biarkan alam saja yang menyiramnya.

Namun, apabila kebetulan di lokasi tempat kalian melakukan penanaman memiliki kondisi tanah yang terlihat kering, barulah kalian lakukan penyiraman, namun jangan terlalu agresif dalam melakukan penyiraman hingga menyebabkan lahan tergenang air. Karena apabila lahan sampai tergenang air maka akan sangat tidak baik bagi tanaman kentang.

2. Lakukan Penyiangan Gulma

Setelah kurang lebih 1 bulan penanaman, kalian lakukan penyiangan gulma. Tanaman gulma atau tanaman pengganggu merupakan tanaman yang harus dibasmi dan dibersihkan, karena tanaman gulma akan menjadi parasit bagi tanaman kentang karena akan menyerap nutrisi zat hara yang diperlukan bagi tanaman kentang.

Pembersihan tanaman gulma dapat dilakukan dengan menggunakan clurit, sabit atau koret. Untuk penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman kentang berusia 2 bulan.

Namun, setelah itu maka hentikan penyiangan gulma karena tanaman kentang sudah tumbuh lumayan agak rimbun sehingga kesempatan tanaman gulma untuk tumbuh pun semakin sedikit dan bahkan sulit untuk tumbuh.

3. Lakukan Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan momok yang menakutkan bagi para petani kentang ataupun bagi setiap orang yang menanam tanaman kentang.

Karena itu, diperlukan pengendalian agar hama dan penyakit tidak tumbuh dan berkembang biak. Faktor kesehatan pada tanaman kentang menjadi sangat penting untuk diperhatikan, karena produktifitas tanaman kentang sangatlah dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tanaman.

Kalian dapat menyiapkan cairan fungisida maupun insektisida untuk disemprotkan pada tanaman kentang dimulai pada saat tanaman kentang berusia 10 hari.

Lakukan penyemprotan selama 2 kali dalam seminggu atau kalaupun ada gejala kerusakan yang terlihat dan menghambat pertumbuhan kalian langsung saja semprot dengan cairan fungisida dan insektisida tersebut.


Pemanenan Tanaman Kentang

Pemanenan Tanaman Kentang

Inilah langkah terakhir dari proses penanaman tanaman kentang, tak lain dan tak bukan adalah kalian lakukan proses pemanenan tanaman kentang.

Ada beberapa caranya di dalam proses pemanenan tanaman kentang yang baik dan benar, berikut diantaranya:

Step 1

Pada umumnya tanaman kentang sudah dapat dipanen pada saat usia 3 hingga 4 bulan atau kalau dihitung dalam hari berkisar 85 hingga 120 hari lamanya setelah dilakukannya masa tanam.

Kalau kalian lupa kapan waktu kalian melakukan proses penanaman, kalian dapat perhatikan tanaman kentang yang mulai mengering, dan itulah saat yang tepat bagi kalian untuk memanen tanaman kentang.

Step 2

Lakukan pemanenan tanaman kentang dengan penuh kehati-hatian dan lakukan pada saat cuaca cerah dan jangan lakukan pada saat cuaca sedang hujan karena hanya akan membuat tanaman kentang menjadi cepat busuk.

Step 3

Setelah tanaman kentang dipanen kalian kumpulkan dalam satu wadah untuk kalian diamkan selama sekitar 1 jam dan usahakan agar terkena sinar matahari secara langsung agar kulit umbi kentang mengering dan kotoran tanah yang ada menjadi terlepas semuanya.

Step 4

Terakhir, setelah menunggu selama 1 jam, kalian cuci bersih kentang yang telah dipanen untuk kemudian siap untuk kalian jual ke pasaran atau bisa kalian konsumsi sendiri.

Seperti itulah cara menanam tanaman kentang, memang dibutuhkan waktu yang tidak sebentar ketika kalian hendak menanam kentang, namun setelah kalian menunggu waktu yang lama tersebut apabila hasilnya sangat memuaskan maka kalian akan memiliki kepuasan tersendiri.

Selamat mencoba menanam dan membudidayakan tanaman kentang, semoga hasilnya memuaskan dan tetap semangat!

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

2 thoughts on “Cara Menanam Kentang Yang Benar!

  • May 24, 2020 at 9:45 pm
    Permalink

    mohon maaf koreksi, itu yg menanam kentangnya, ketinggian nya salah ya? apa seharusnya mdpl itu meter di atas permukaan laut, bukan dibawah, terimakasih🙏🙏

    Reply
    • May 25, 2020 at 3:15 pm
      Permalink

      terimakasih!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *