Cara Menanam Kecubung (Datura metel)

Datura, atau lebah dikenal di Indonesia sebagai kecubung atau taman bunga terompet, sangat cocok dimanfaatkan untuk tanaman hias kebun maupun rumah kaca. Ada beberapa varietas atau warna kecubung, tapi yang paling umum ditemukan di habitat alami adalah putih dan ungu, walaupun sudah banyak jenis hibrida dengan berbagai warna lain.

Sebagian orang menganggap bunga ini disebut kecubung karena warna ungu menyerupai batu akik, atau bahkan sebaliknya, batu akik disebut kecubung karena mirip warna ungu bunga ini.

Bentuk bunga kecubung sebenarnya tidak terlalu menarik, seperti terompet yang menghadap ke atas saat masih muda. Tapi saat mekar sepenuhnya akan tampak cantik, tidak kalah dari banyak tanaman hias lain.

Karena bentuknya yang unik, kecubung cocok dirawat di kebun bunga dalam maupun luar ruangan. Bahkan di pedesaan, kecubung tumbuh liar di pekarangan dan digunakan untuk jamu atau tanaman obat. Misalkan Anda tertarik menaman kecubung, berikut adalah tahapan yang perlu diperhatikan.


1. Pahami Kondisi Ideal Pertumbuhan

perairan

Kecubung adalah tanaman tropis, sesuai dengan iklim Indonesia. Sebelum menanam, pilihlah lokasi dengan karakteristik lingkungan menyerupai habitat alaminya termasuk:

  • Cahaya: kecubung bisa tumbuh sempurna di lingkungan terbuka. Di tanam di dalam ruangan juga bisa asalkan pot di letakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung misalnya di dekat jendela.
  • Air: penyiraman berkala selama awal pertumbuhan sangat penting. Media tanam sebaiknya dalam keadaan basah. Tidak perlu menunggu sampai kering baru disiram. Di puncak musim penghujan, kecubung mungkin menggugurkan beberapa helai daun karena suhu terlalu dingin.
  • Tanah: gunakan media tanam tanah yang gembur tapi tidak terlalu padat. Tidak boleh ada genangan air di media tanam.
  • Pupuk: untuk mempercepat pertumbuhan dan bunga mekar, siram tanah dengan pupuk organik cair sekali seminggu

Harap diingat bahwa kecubung berpotensi menyebabkan keracunan jika masuk ke saluran pernafasan atau dimakan. Tumbuhan ini bermanfaat sebagi penghilang rasa sakit dengan dosis kecil.

Terlalu banyak konsumsi bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran. Hindari menanam kecubung di tempat anak-anak bermain dan hewan biasa berkeliaran.


2. Siapkan Benih Kecubung

Kecubung ditanam menggunakan benihnya atau dengan cara stek. Untuk mendapatkan benih:

  • Pilih bunga yang akan diambil benihnya. Anjuran umum adalah menentukan warna yang diinginkan lalu perhatikan kualitas bunga tersebut. Tanaman yang sehat akan menghasilkan bibit yang baik pula.
  • Saat bunga kecubung mulai rontok, polong biji akan tampak. Saat masih usia muda, polong kecubung berwarna hijau kemudian sedikit demi sedikit berubah menjadi cokelat dan lapisan luarnya seperti retak. Hal ini menandakan biji telah siap diambil. Jangan mengambil polong sebelum terlihat cokelat dan mulai retak. Lapisan luar polong dipenuhi duri, jadi harus hati-hati mengambilnya.

Apabila polong sudah terlanjur retak terlalu lebar, biji akan jatuh dan tumbuh di sekitar tanaman induk. Penentuan waktu sangat penting supaya Anda tidak harus repot mengambil biji satu per satu dari tanah.

Solusi praktis adalah mengikat bungkus dari kertas (bukan plastik) untuk menutup polong. Misalnya polong pecah, biji akan jatuh tertampung ke bungkus kertas tadi. Tinggal potong saja rangkai kecubung dan pisahkan biji dari kulit polong.

Sebelum disimpan, biji polong harus dikeringkan dulu. Biji berkualitas baik berwarna hitam atau cokelat gelap dan berbentuk seperti ginjal; permukaannya tidak halus/rata, seperti kerikil. Pilihlah biji yang baik saja, keringkan di atas kertas tisu, lalu simpan di stoples atau kaleng kedap udara. Biji jangan sampai terkena sinar matahari langsung.

Cara stek justru lebih mudah. Cukup memotong batang utama tanaman induk lalu tancapkan ke media tanam. Pilih cabang dari tanaman induk yang sehat dan sudah pernah berbunga untuk dipotong.


3. Semai Benih

tunas kecubung

Biji yang telah dikeringkan dan disimpan harus direndam dalam air hangat sampai 24 jam sebelum disemai. Anda cukup merendam biji sejumlah yang ingin Anda tanam, lalu simpan kembali sisanya. Tahap persemaian antara lain:

  • Setelah direndam selama 24 jam, tanam biji dalam pot (berlubang untuk drainase) yang sudah berisi tanah gembur dan pupuk organik. Gunakan volume media semai agak banyak, sekitar setengah dari pot.
  • Cara menanam adalah dengan menekan benih ke tanah menggunakan jari sehingga media semai seperti memiliki miniatur sumur. Jangan menutup lubang ini dengan tanah.
  • Siram pot dengan air lalu tutup dengan plastik transparan untuk menjaga kelembaban tanah.
  • Taruhlah media semai di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Suhu tanah harus setara atau lebih dari suhu ruangan agar benih bisa berkecambah optimal.
  • Lakukan penyiraman secukupnya, artinya tanah jangan mengering dan tidak boleh ada genangan air lalu pasang tutup plastik kembali.
  • Setelah kecambah mulai terlihat, Anda bisa melepas tutup plastik untuk seterusnya dan tetap melakukan penyiraman teratur.
  • Beri pupuk organik cair setiap dua minggu sekali sampai tanaman cukup kuat untuk dipindah ke media tanam.

Idealnya persemaian kecubung ditempatkan di ruangan tertutup yang dilengkapi dengan lampu pertumbuhan. Proses ini memungkinkan Anda menjaga suhu dan kelembaban tanah tanpa harus kehilangan cahaya yang juga penting untuk perkembangan.

Nyalakan lampu sampai 20 jam per hari dengan jarak sekitar 10 cm dari pot. Tinggikan lampu seiring pertumbuhan kecambah.

Anda juga bisa meletakkan pot persemaian di dekat jendela, tapi suhu dan kelembaban yang tidak stabil bisa menyebabkan kecambah terlihat tidak segar dan memanjang mengikuti arah sinar matahari.

Baca juga: Cara Menanam Lotus (Seroja)


4. Pindahkan ke Media Tanam

tanah

Kecubung tumbuh lebih baik jika ditempatkan di luar ruangan. Sesegera mungkin setelah persemaian berukuran agak besar, sekitar 20 – 30 cm tingginya, pindahkan ke media tanam.

  • Siapkan pot yang sisi bawahnya berlubang (untuk drainase). Isi dengan campuran tanah dan pupuk kandang secukupnya.
  • Gunakan satu pot untuk satu persemaian saja, supaya kecubung tumbuh tidak terlalu berdekatan.
  • Pindahkan kecubung dari media semai ke media tanam. Pakailah sarung tangan dan alat perkebunan sederhana untuk menjaga kualitas akar dan tanah.

Kecubung bisa mencapai tinggi maksimal lebih dari 200 cm. Agar tidak terlalu sering memindahkan tanaman, pastikan pot yang Anda gunakan memang berukuran cukup besar.


5. Rawat

Tidak perlu cara-cara khusus untuk merawat tanaman kecubung. Saat sudah berada di pot besar dan di letakkan di luar ruangan, tanaman cukup disiram teratur dengan jumlah air seperlunya saja. Ingat jangan sampai ada genangan air dalam pot.

Penggunaan pupuk organik cair atau pupuk kandang juga tidak perlu terlalu banyak atau terlalu sering. Pemupukan setiap dua bulan sekali (dengan pupuk berkualitas) sudah lebih dari cukup untuk menjaga nutrisi tanah dalam pot.

Salah satu keunggulan tanaman kecubung adalah ketahanannya terhadap kualitas tanah atau lingkungan yang kurang ideal. Kecubung tetap tumbuh meskipun media tanam kurang terjaga atau lokasi yang teduh. Ketahanan inilah yang membuat kecubung banyak tumbuh secara liar di banyak daerah di Indonesia.

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *