Cara Menanam Kangkung Paling Mudah

Tanaman kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia karena harganya yang tidak terlalu mahal.

Sayuran ini juga memiliki kemudahan ketika kalian hendak ingin menanamnya, karena kangkung dapat ditanam dan tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Terlebih lagi, sayuran ini tahan dari serangan hama dan memiliki waktu panen yang cepat yakni 4 sampai 6 minggu.

Untuk membudidayakan tanaman kangkung, ada dua jenis kangkung yang beredar di pasaran, yakni kangkung darat dan kangkung air. Namun, hanya jenis kangkung darat yang paling banyak beredar di pasaran.

Membudidayakan tanaman kangkung memang mudah, namun jangan menyepelekan kemudahan ini, tetap ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dengan baik.


1. Pilih Lokasi Penanaman Kangkung

Pemilihan Lokasi Tempat Penanaman Kangkung

Pertama-tama sebelum kalian hendak untuk menanam tanaman kangkung ini, kalian perlu memperhatikan lokasi tempat penanaman agar pertumbuhan kangkung menjadi maksimal.

Kangkung sangat cocok ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi, yang paling penting lokasi tempat penanaman kangkung memiliki kandungan air yang cukup. Apabila ditanam di lokasi yang memiliki kandungan air yang kurang, maka pertumbuhan kangkung menjadi tidak maksimal dan bisa jadi kangkung menjadi mati.


2. Olah Media Tanam Kangkung

Pengolahan Media Tanam Tanaman Kangkung

Setelah menentukan lokasi tempat penanaman media tanam, maka langkah selanjutnya ialah kalian siap untuk mengolah lahan yang telah ditentukan. Sekitar kurang lebih 3 minggu sebelum kalian memulai penanaman, olah lahan dengan mencampurkan tanah dan 10 ton pupuk kompos / pupuk kandang untuk setiap 1 hektar lahan.

Setelah itu kalian beri pengairan hingga terisi air setinggi kurang lebih 5 cm dan biarkan tergenang. Ketika air tergenang, kalian beri pupuk urea sebanyak 1 kuintal untuk 1 hektar lahan.

Selanjutnya, persiapkan diri untuk membuat bedengan atau gundukan tanah dengan panjang 3 hingga 5 meter, dan lebar 0,8 hingga 1,2 meter. Setelah itu kalian buat lubang dengan ukuran kurang lebih 15 hingga 20 cm, dan beri jarak antar gundukan tanah yang dibuat semacam selokan sepanjang 50 cm.

Tujuan dibuatnya gundukan tanah ialah untuk membantu proses kelancaran keluar masuknya air dan memudahkan pemeliharaan serta kegiatan lainnya untuk mempercepat proses pertumbuhan.

Penting:


3. Beri Pupuk

Proses Pemupukan Tanaman Kangkung

Setelah proses pengolahan lahan selesai, langkah selanjutnya ialah menambahkan pupuk pada awal masa penanaman kangkung. Taburkan pupuk kandang secukupnya pada lahan, kemudian ratakan diatas gundukan tanah, setelah itu kalian biarkan selama 3 hingga 5 hari agar pupuk terserap secara maksimal kedalam tanah.

Setelah itu, cek pH tanah pada lahan kalian, apabila lahan terlalu asam maka tambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH tanahnya.

Pemberian kapur dolomit harus dilakukan agar tanaman kangkung yang dihasilkan jadi baik. Apabila jumlah pupuknya 1 karung, maka gunakan kapur sebanyak 1 ember kecil saja, usahakan jangan terlalu banyak.


4. Pembibitan

Pembibitan Tanaman Kangkung

Pembibitan tanaman kangkung merupakan suatu proses yang paling penting untuk dilakukan agar kangkung memiliki kualitas yang baik ketika panen. Untuk dapat memperoleh bibit kangkung dengan kualitas terbaik, simak ulasan berikut:

  1. Peroleh bibit kangkung muda dengan ukuran 20 sampai 30 cm yang memiliki batang serta daun yang besar. Bibit ini bisa kalian peroleh dengan dua cara:
    • Yang pertama dengan cara stek batang, setelah itu kalian tancapkan kedalam tanah
    • Yang kedua dengan cara menanam biji kangkung yang telah kering dan berkualitas baik. Biji bibit kangkung dapat kalian peroleh di toko-toko pertanian tempat penjualan bibit tanaman.
  2. Selanjutnya, benih kangkung yang telah dipersiapkan tadi kalian tanam dengan ukuran jarak tanam 1,5 × 1,5 cm. Apabila benih tersebut berasal dari biji, dan ditanam untuk lahan seluas 10 meter persegi, maka isilah setiap lubang tanam dengan 2 hingga 3 butir biji sehingga memerlukan benih sebanyak 300 gram.
  3. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara teratur dan kurangi penyiraman ketika masuk masim penghujan.

5. Tanam Kangkung

Teknik Penanaman Kangkung

Dalam melakukan proses penanaman kangkung, terlebih dahulu kalian lubangi tanah sedalam 5 cm dengan ukuran jarak 20 × 20 cm atau kalian bisa sesuaikan jarak sesuai dengan luas lahannya.

Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari antara jam 4 hingga jam 6 sore, hal ini bertujuan agar benih yang baru ditanam tidak langsung mendapatkan udara kering yang membuat benih cepat berkecambah.

Untuk proses pemeliharaan, ada beberapa teknik yang dianjurkan agar kangkung dapat tumbuh dengan baik dan maksimal. Berikut diantaranya:

Teknik Penjarangan

Ini adalah pengamatan dan pergantian bibit yang dilakukan apabila tanaman kangkung di dalam satu kelompok terlihat terlalu lebat atau berdesakan. Jika kangkung mati, anda juga harus segera menggantinya dengan bibit baru.

Teknik Penyiangan

Ini adalah kegiatan membersihkan lingkungan kangkung dari gulma dan tanaman pengganggu. Gulma dapat menyebabkan perebutan nutrisi yang menghambat pertumbuhan. Penyiangan ini dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Teknik Pemupukan

Lakukan penyemprotan pupuk pada tanaman kangkung setiap 1 minggu sekali agar unsur hara yang dibutuhkan dapat sepenuhnya diserap oleh tanaman kangkung. Untuk pupuknya sendiri, jenisnya adalah pupuk urea yang dilarutkan ke dalam air, kalian bisa mencari dan membelinya di toko-toko pertanian atau secara online.

Teknik Penyiraman

Pada saat melakukan penyiraman, kalian harus selalu memantau perkiraan cuaca dan musim. Apabila memasuki musim kemarau, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari agar tanaman kangkung tidak kekurangan air.

Waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman adalah pagi hari sekitar pukul 7 dan pada sore hari sekitar pukul 5 sore. Ketika musim penghujan, kangkung tidak perlu sering disiram, cukup siram kalau tanah sudah kering dalam waktu lama.

Teknik Penyemprotan Pestisida

Teknik Penyemprotan Pestisida

Selama masa pertumbuhan, tanaman kangkung paling sering terkena hama berjenis ulat berwarna putih dan belalang yang menyerang bagian bawah helai daun kangkung.

Untuk membasmi hama tersebut, yang dapat dilakukan adalah menyemprotkan pestisida pada waktu sore hari dengan dosis 2 cc per liter air.

Setelah melakukan pembasmian hama, lahan sebaiknya kalian keringkan selama kurang lebih 4 sampai 5 hari sebelum dialiri air lagi.

Baca juga:


6. Panen

Proses Pemanenan Kangkung

Langkah ini menjadi tahap terakhir ketika kalian hendak menanam tanaman kangkung. Setelah semua langkah diatas kalian lakukan, maka tanaman kangkung siap untuk dipanen. Berikut adalah beberapa tips untuk memanen kangkung:

  1. Tanaman kangkung harus berusia 21, 25 atau 27 hari ketika hendak dipanen. Kalau kalian menginginkan kangkung berusia muda dan segar, kalian bisa memanennya pada usia 21 hari.
  2. Panjang batang kira-kira harus mencapai 20 hingga 25 cm dan memiliki daun yang lebar.
  3. Kalian bisa panen dengan alat pemotong dan menyisakan sekitar 2 sampai 5 cm di atas permukaan tanah, atau bisa juga cabut tanaman hingga ke akarnya. Pastikan cuci sampai bersih dengan air.
  4. Panen dapat dilakukan setiap 2 hingga 3 minggu sekali pada waktu sore hari dan dengan kondisi lahan yang basah atau lembab.
  5. Kangkung yang telah kalian panen selanjutnya dikumpulkan untuk disatukan sebanyak 15 hingga 20 batang dalam setiap satu ikatan.
  6. Apabila kangkung hendak ingin kalian pasarkan, usahakan kangkung dalam keadaan segar. Kalian bisa mencelupkan ikatan kangkung tadi kedalam air tawar yang bersih, dan tiriskan.

Itulah panduan terlangkap cara menanam dan merawat sayuran kangkung supaya hasilnya maksimal. Semoga cara diatas dapat diaplikasikan bagi kalian yang hendak memulai bisnis di dunia pertanian khususnya kangkung.

Selamat mencoba, dan semangat bercocok tanam!

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

One thought on “Cara Menanam Kangkung Paling Mudah

  • June 20, 2020 at 8:32 pm
    Permalink

    Terimakasih artikelnya mas, sangat membantu saya yang sedang belajar budidaya kangkung.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *