Cara Menanam Kaktus

Ketika anda mendengar kata “kaktus” hal pertama yang terlintas di pikiran Anda pasti adalah tanaman berduri di sebuah gurun pasir bersuhu sangat panas. Sebenarnya ada banyak varietas kaktus yang bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di berbagai jenis habitat, termasuk daerah tropis.

Sebagian besar jenis kaktus memang lebih menyukai lingkungan yang kering dengan banyak paparan sinar matahari langsung, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan kaktus sebagai salah satu tanaman hias di taman atau bahkan di dalam rumah.

Seperti kurma, tumbuhan ini terbiasa hidup di iklim ekstrem, sehingga tidak perlu banyak perawatan khusus. Kaktus bisa berkembang dengan baik walaupun hanya dengan sedikit air dan pupuk. Meskipun demikian, penyiraman berkala dan penambahan nutrisi pada tanah sangat dianjurkan untuk memacu pertumbuhan.

Jika dimanfaatkan sebagai hiasan, cara paling mudah menanam kaktus adalah secara generatif yaitu menggunakan biji. Berikut adalah tahapan yang perlu diperhatikan.


1. Siapkan Benih Kaktus

benih kaktus

Banyak toko tanaman hias yang menyediakan benih biji kaktus. Ini adalah cara instan untuk mendapatkan biji berkualitas tanpa harus repot memetik bunga dan mengambil benihnya sendiri. Atau Anda juga bisa membeli kaktus muda, jadi selanjutnya Anda cukup melakukan perawatan yang benar.

Bahkan produk-produk tersebut sekarang ini banyak dijual di toko online, di mana Anda dapat melihat puluhan jenis kaktus berbeda sebelum memesan. Belilah dari toko bereputasi baik yang memiliki banyak ulasan positif dari pembeli sebelumnya.

Apabila ingin mendapatkan biji dengan memetiknya sendiri, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Benih kaktus terbungkus dalam buah (atau polong biji). Polong akan tumbuh di batang taman kaktus yang sudah berbunga, kemudian akan berkembang menjadi cabang baru.
  2. Pilih cabang yang sudah berbunga. Ketika bunga gugur dan telah memalui proses penyerbukan, polong siap diambil untuk mendapat benih.
  3. Segera ambil polong sebelum mengering. Meskipun kaktus bisa bertahan di cuaca panas, sebaiknya proses pengambilan benih dipersiapkan saat polong masih agak lembab. Ciri utamanya adalah saat ditekan dengan jari, polong masih terasa lunak.
  4. Benih terdapat di dalam polong, dan memiliki bentuk dan warna berbeda-beda tergantung jenis kaktus. Ada yang berwarna hitam pekat, berbintik merah, dan ada juga yang berukuran kecil seperti pasir.
  5. Polong yang siap diambil benihnya tidak akan sulit dipetik. Cukup sedikit diputar saja, polong harus bisa lepas. Jika masih terlalu sulit diambil, artinya Anda masih harus menunggu beberapa hari lagi.
  6. Selanjutnya benih bisa dikeluarkan dari dalam polong. Gunakan pisau tajam berujung runcing untuk mengupas bagian atas polong.
  7. Belah salah satu sisi untuk melihat di mana benih tersimpan.
  8. Keluarkan benih dengan ujung pisau.

Secara umum tidak ada perbedaan antara cara memetik polong dan mengambil benih untuk kaktus gurun maupun tropis. Sebagai contoh, benih Kaktus Natal juga tersimpan dalam polong, tapi Anda bisa mengambil benih dengan memeras polong tersebut, bukan dengan mengupas dan membelah sisinya.


2. Semai Benih Kaktus

semai kaktus

Setelah mendapatkan benih kaktus, baik dengan cara memetik sendiri atau membeli dari toko, Anda harus menanam pada pot (atau penampung lain) yang bersih dan dangkal. Ingat bahwa kaktus tidak membutuhkan kelembaban tinggi, jadi isi pot tersebut dengan campuran tanah gembur, pasir, dan kerikil.

Untuk kaktus jenis tropis atau subtropis, tambahan pupuk kompos juga dianjurkan. Bahan organik dari pupuk kompos memberi kelembaban pada akar kaktus terutama saat disiram, tapi kandungan air ini harus cepat hilang sehingga media semai bisa mudah kering. Pupuk kompos bisa menggunakan sabut kelapa, sekam padi, dan gambut. Jangan gunakan kompos untuk kaktus gurun.

Apabila kurang yakin dengan jenis kaktus yang Anda tanam, tanyalah pada pemilik toko perkebunan atau tanaman hias. Anda juga bisa membeli campuran media semai (dan media tanam) siap pakai.

Tahap persemaian seperti di bawah ini:

  1. Benih cukup disebarkan di atas media semai (tidak perlu ditanam).
  2. Taburkan sedikit campuran tanah dan kompos – seperti yang disebutkan sebelumnya – ke atas benih. Benih kaktus hanya memiliki sedikit cadangan makanan; jika ditanam terlalu dalam, mereka akan mati sebelum mencapai permukaan dan mendapat tambahan energi dari sinar matahari. Saat awal pertumbuhan, kaktus tidak membutuhkan paparan sinar matahari langsung terus-menerus, tapi cukup beberapa jam saja setiap hari.
  3. Tutup wadah atau pot menggunakan bahan transparan misalnya plastik bening atau kaca, lalu letakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung. Tutup transparan membantu menjaga sedikit kelembaban meskipun media semai diletakkan di luar ruangan atau tempat cerah.
  4. Bersabarlah menunggu benih tumbuh. Tumbuhan kaktus bisa butuh waktu sampai dua atau tiga minggu sebelum berkecambah dan batang kecil muncul ke permukaan.

Jumlah paparan sinar matahari ideal juga tergantung pada jenis kaktus. Di Indonesia tentu saja akan lebih mudah menanam kaktus tropis karena sudah sesuai dengan iklim lokal. Kaktus tropis di habitat alaminya tumbuh di bawah pohon karena membutuhkan sinar matahari lebih sedikit daripada jenis gurun.

Anda bisa menggantung media semai kaktus tropis di bawah pohon atau di dekat jendela yang menghadap matahari saat pagi. Jika harus diletakkan di tanah, gunakan tenda atau alat peneduh lain.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Dahlia


3. Pindahkan ke Media Tanam

pindahkan kaktus ke media tanam

Untuk kaktus gurun, saat batang hijau kecil di permukaan media semai sudah tampak ditumbuhi duri, ambil penutup transparan saat siang hari, tapi pasang lagi di malam hari. Suhu udara di siang hari tidak terlalu lembab, jadi hal ini justru bisa memacu perkembangan. Kaktus tumbuh dengan sangat lambat.

Tetap lakukan pelepasan dan pemasangan tutup setiap hari sampai batang agak tinggi, biasanya usia sekitar satu bulan (dihitung setelah batang muncul ke permukaan). Pelepasan tutup akan mempercepat hilangnya kandungan air dalam tanah. Hal ini berarti Anda harus mulai menyiram secara berkala. Tanah jangan sampai kering, tapi juga tidak boleh ada genangan air.

Sedangkan kaktus tropis hanya memiliki sedikit duri (ada juga yang tidak berduri sama sekali), jadi pelepasan tutup transparan cukup sekali saja, artinya tidak perlu dipasang lagi setelah dilepas.

Saat memindahkan kaktus dari media semai ke media tanam lebih besar:

  1. Tidak perlu menggunakan campuran tanah jenis baru. Cukup gunakan tangan atau sekop kecil untuk mengangkat tanaman, akar, serta tanah sekaligus lalu masukkan ke pot yang lebih besar. Tambahkan volume campuran tanah dengan kandungan sama.
  2. Tempatkan wadah baru di tempat yang teduh selama beberapa hari untuk kaktus gurun. Perpindahan lokasi tidak diperlukan lagi untuk kaktus tropis, tapi mungkin butuh pot baru seiring perkembangan tanaman.
  3. Secara bertahap pindahkan kaktus gurun ke tempat dengan paparan sinar matahari. Jika perlu tambahkan tanah atau pasir (yang sudah dipanaskan lebih dulu di oven di suhu 150º Celsius selama 30 menit. Proses ini membunuh bakteri dan hama di tanah.

4. Rawat

rawat kaktus

Kaktus tropis tumbuh ideal di suhu antara 21 – 24 º Celsius, sedangkan kaktus gurun bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan bersuhu labil. Perawatan sangat mudah meliputi:

  • Penyiraman dengan menggunakan alat semprot pada pagi dan sore hari. Jangan sampai ada genangan air di pot.
  • Pemupukan menggunakan kompos untuk kaktus tropis. Gunakan campuran air dan pupuk organik untuk kaktus gurun.

Kaktus bisa butuh bertahun-tahun sampai tumbuh besar. Memang proses perawatan terasa lama, tapi sebanding dengan hasilnya.

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *