Cara Menanam Jeruk Hidroponik

Jeruk merupakan salah satu komoditas yang sangat populer di seluruh dunia. Selain rasanya nikmat, jeruk pun pada dasarnya terdiri atas banyak sekali varietas atau jenis sehingga bisa diolah berdasarkan masing-masing jenis jeruk tersebut.

Lebih jauh lagi jeruk pun diketahui sebagai salah satu buah yang tergolong mudah untuk ditanam, terutama secara konvensional. Akan tetapi hal ini kemudian tidak mengurangi minat dan rasa penasaran banyak orang untuk menanam jeruk secara hidroponik.

Nah, apakah benar bisa jeruk ditanam secara hidroponik? Jawabannya adalah bisa bila kamu mengetahui bagaimana caranya. Ini dia cara menanam jeruk hidroponik yang paling mudah, dan bisa kamu coba sendiri di rumah.

Cek juga: Cara menanam jeruk nipis


Persiapan Menanam Jeruk Hidroponik

persiapan penanaman jeruk hidroponik

Memang diantara seluruh persiapan menanam secara hidroponik, memahami sistem hidroponik itu sendiri merupakan salah satu langkah penting yang harus kamu lakukan sebelum bisa mulai bercocok tanam, tentu saja.

Akan tetapi ada beberapa hal di luar itu yang menurut kami harus kamu pelajari. Karena memang banyak diantara para pemula di bidang hidroponik yang hanya mempelajari sistem hidroponik saja namun tidak mempelajari beberapa persiapan lainnya.

Selain itu dengan mempelajari beberapa hal yang akan kami jelaskan di bawah ini, tentu akan memudahkan kamu apabila nanti ke depannya kamu mengalami berbagai masalah. Lebih bagus lagi bila kemudian kamu bisa mencari jalan keluarnya sendiri.

Nah, adapun beberapa hal yang bisa kamu pelajari dengan benar sebelum bisa menanam jeruk hidroponik adalah sebagai berikut ini.

Biji jeruk

Hal terpenting selain mempelajari jenis-jenis atau teknik hidroponik adalah mempelajari biji jeruk yang ingin kamu tanam. Apalagi jeruk sendiri di kenal memiliki jenis yang sangat banyak dengan aroma dan rasa yang berbeda-beda.

Adapun jenis biji yang ingin kamu tentukan untuk kamu tanam begitu penting untuk dipelajari, khususnya apabila kamu yang memutuskan untuk menanam jeruk secara hidroponik dengan tujuan untuk dijual kembali.

Hal ini karena masing-masing jenis biji memiliki karakteristik tumbuh ideal yang berbeda-beda, mulai dari suhu, pH, kepekatan larutan nutrisi, hingga masa panen. Seluruhnya tentu akan mempengaruhi kualitas, aroma, hingga rasa dari jeruk yang kamu tanam. Akhirnya kemudian akan memengaruhi perhitungan bisnismu apabila memang ingin di jual kembali.

Nah di seluruh dunia, khususnya di Indonesia ada beberapa macam jenis jeruk yang lazim ditanam dan dibudidayakan. Beberapa jenis ini kebanyakan bisa ditanam baik secara konvensional ataupun secara hidroponik, dan bisa ditanam dengan tujuan pribadi maupun komersil.

  1. Jeruk JRM 2012; merupakan salah satu jenis jeruk unggul yang diintroduksi dari spanyol. Jeruk jenis ini memiliki buah yang bula t gepeng dengan kadar gula yang cukup tinggi. Adapun buah yang dihasilkan dari tanaman jeruk jenis ini bisa 20 hingga 30 kg per pohon dengan daya simpan 21 hingga 60 hari pasca panen. Tanaman ini pun cocok ditanam di ketinggian menengah hingga tinggi dengan usia tanaman 3,5 tahun.
  2. Jeruk Satsuma Mandarin; merupakan salah satu jenis jeruk yang berasal dari Kyushu, Jepang. Tergolong ke dalam salah satu buah yang cukup unggul dengan ukuran buah sedang berbentuk bulat agak pipih dengan warna kulit buah oranye. Selain itu keunggulan dari jenis jeruk ini adalah tidak memiliki biji atau seedless. Adapun beberapa varietas utama jeruk Satsuma Mandarin adalah sebagai berikut ini:
    • Aoe Wase; yang merupakan jenis tertua dengan keunggulan early maturity.
    • Iseki Wase; merupakan salah satu jenis jeruk Satsuma Mandarin yang cukup langka dan hanya ditanam secara terbatas di Koneshima. Buah ini memiliki rasa yang sangat khas.
    • Matsuyama Wase; merupakan salah satu buah jeruk hasil mutasi pohon Owari.
    • Milho Wase.
    • Miyagawa Wase; merupakan salah satu jenis Satsuma Mandarin yang dihasilkan dari mutasi pohon Zarai. Diketahui dari seluruh jenis jeruk Satsuma Mandarin bahwa jeruk varietas ini adalah yang paling enak.
    • Okitsu Wase.
    • Hayashi Wase.
    • Ishikawa Wase.
    • Nankan No.4.
    • Owari Satsuma.
    • Silverhill Owari; untuk yang satu ini merupakan galur hasil persilangan dari jeruk Satsuma Mandarin Owari yang disilangkan di Florida.
    • Sugiyama Unshu.
  3. Jeruk King Mandarin; merupakan salah satu jeruk yang berasal dari Vietnam Selatan dan banyak ditemukan di daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kamu barangkali mengenal jenis jeruk ini dengan sebutan King of Siam. Nah adapun bentuk buah jeruk jenis ini besar dengan beberapa varietas yang terkenal seperti Encore, Honey, Kinnow, Wilking, serta
  4. Jeruk Chokun; merupakan salah satu jenis jeruk yang cukup populer karena rasanya yang cukup manis. Apalagi jeruk chokun dari jenis honey yang lebih manis dari varietas lainnya. Salah satu keunggulan dari jeruk jenis ini adalah sangat produktif dengan buah jeruk yang bisa dipanen dalam sembilan bulan dengan masa petik sekali seminggu, dan mulai berbuah sekitar 3 tahun bila ditanam di tanah dan lebih cepat bila ditanam secara hidroponik.
  5. Jeruk Dekopon; juga tergolong ke dalam salah satu jenis yang populer. Karena jeruk ini diketahui cukup populer. Buah dekopon tergolong sebagai salah satu yang cukup dicari, karena selain memiliki cita rasa yang manis jeruk jenis ini memiliki bentuk yang unik. Selain itu bobot buah setelah matang mencapai 400 hingga 600 gram. Adapun jeruk jenis ini baik ditanam di darah dataran tinggi.
  6. Jeruk Kintan; merupakan salah satu jenis jeruk yang sangat populer dan memiliki keunikan dimana buahnya bisa dimakan langsung beserta kulit buah tanpa harus mengupas bagian kulit buah. Selain itu jeruk jenis ini juga sangat mudah tumbuh dan bisa beradaptasi dengan baik di daerah dataran tinggi, dengan kategori tanaman yang genjah atau sangat rajin berbuah.
  7. Jeruk Kip; atau lebih populer dengan sebutan jeruk imlek, yang ditandai dengan buah yang berukuran seperti bola pingpong dengan warna kuning orange. Keunggulan lain adalah tanaman ini bisa ditanam di dalam pot dan bisa menjadi tanaman hias yang cantik. Sama seperti jenis tanaman jeruk rata-rata, jeruk jenis ini bisa berbuah dalam satu hingga dua tahun setelah penanaman.
  8. Jeruk Pamelo; tergolong ke dalam salah satu jenis buah jeruk yang cukup tangguh dan tidak memerlukan banyak perawatan. Adapun buah jeruk jenis ini diketahui bisa dipanen bahkan setelah 9 bulan setelah penanaman. Akan tetapi kami cukup merekomendasikan kamu membudidayakan jenis jeruk ini karena diketahui bahwa jeruk jenis ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu ladang bisnis yang waw.
  9. Jeruk Sunkist Variegata; jeruk Sunkist sebagaimana yang kita ketahui merupakan salah satu jenis jeruk yang sangat populer di seluruh dunia. Hal ini lantaran jeruk ini mengandung air yang cukup banyak dengan rasa buah yang sangat manis sehingga populer dijadikan buah untuk minuman sehat. Adapun jenis jeruk ini merupakan modifikasi dari jeruk Sunkist yang memiliki produktivitas lebih tinggi, dan bisa berbuah dalam satu hingga dua tahun bila ditanam di tanah. Selain itu jeruk Sunkist ini bisa ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan nilai ekonomis yang juga sangat tinggi.
  10. Jeruk nipis; nah kalau yang satu ini sih agak berbeda dengan beberapa varian jeruk di atas. Jeruk nipis lazimnya dijadikan campuran makanan atau sebagian menjadikannya minuman segar dan tidak dimakan langsung. Akan tetapi untuk alasan itulah kemudian jeruk nipis diketahui memiliki pangsa pasar tersendiri. Jeruk nipis sendiri diketahui bisa menghasilkan hingga 500 buah dalam satu pohon, dalam jangka waktu satu panen. Adapun pohon jeruk nipis sendiri baru bisa memasuki masa panen setelah 30 hingga 36 minggu pasca penanaman.

Di luar varietas yang kami jelaskan di atas tentu masih banyak lagi varietas dari jeruk yang bisa kamu pilih. Terlebih lagi saat ini banyak pula orang yang memproduksi jenis-jenis jeruk dari galur unggul.

Bahkan kalau mau lebih ekstreme lagi kamu bisa saja melakukan budidaya lebih dari satu varian jeruk dengan metode hidroponik, dan ini pun bisa dilakukan kok. Selain itu tentu saja cara ini juga bisa menguntungkan.

Akan tetapi memang ada beberapa jenis jeruk yang diketahui lebih cocok ditanam di tanah, sebut saja jeruk purut misalnya. Memang selama 3-5 tahun pertama usia pohon perawatannya cukup repot dan membutuhkan biaya yang cukup.

Namun bila sukses mencapai usia tanaman 5 tahun, jeruk purut sangat mungkin dipanen 1-3 kali sebulan dan bisa terus menerus dipanen hingga usia tanaman jeruk purut tersebut mencapai dua puluh tahun, dengan perawatan minimal setelah 5 tahun tadi!

Nah bibit manapun yang kamu pilih sih sebenarnya terserah, apalagi bila memang kebutuhan bibit adalah untuk konsumsi pribadi. Lebih-lebih lagi apabila kamu hanya ingin mencoba bereksperimen.

Nah tapi ada beberapa hal penting lainnya yang harus kamu perhatikan sebelum kamu benar-benar bisa menanam jeruk dengan menggunakan teknik hidroponik. Yuk kita lanjutkan saja tipsnya.

Sistem hidroponik

Langkah penting berikutnya, setelah kamu memahami jenis bibit jeruk yang ingin kamu budidayakan adalah memahami sistem hidroponik mana yang sekiranya cocok dan mungkin kamu buat untuk diaplikasikan kepada jerukmu.

Perlu diketahui pula bahwa sekarang ini ada banyak sekali sistem hidroponik yang dikenal oleh pegiat-pegiat di seluruh dunia. Masing-masing memiliki keunikan, ciri khas, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Namun semuanya bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginanmu.

Tapi sebelum kamu melakukan modifikasi dan mempelajari salah satunya, saran kami pelajari beberapa teknik dasar yang mencakup Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), Aeroponics, Wick System, hingga Drip System dan Abb and Flow System.

Kondisi tanam

Setelah mempelajari benih dan mempelajari sistem hidroponik yang bisa kamu bangun sendiri, saatnya kamu mempelajari kondisi tanam ideal yang harus kamu aplikasikan di dalam sistem hidroponikmu.

Beberapa kondisi tanam yang bisa kamu atur dan kamu sesuaikan sebelum memulai membudidayakan jeruk secara hidroponik adalah sebagai berikut ini:

  • Suhu, Salah satu faktor penting yang harus kamu perhatikan ketika kamu belajar bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik adalah bagaimana kamu menjaga agar suhu tanaman yang kamu tanam bisa terus menerus optimal. Caranya adalah dengan menjaga suhu larutan nutrisi, yang terlebih dahulu tentu diukur dengan thermometer yang akurat. Adapun suhu yang baik bagi tanaman jeruk rata-rata adalah 13oC hingga 35oC, atau bisa disesuaikan dengan biji jeruk yang kamu beli sebelumnya tersebut. Pastikan suhu bisa tercatat dengan baik, sehingga kemudian bisa diatur dengan akurat, karena suhu sendiri termasuk ke dalam faktor yang sangat fluktuatif namun sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dari tanaman jeruk yang kamu tanam tersebut.
  • pH, serupa dengan suhu dimana pH merupakan salah satu faktor penting di dalam bercocok tanam secara hidroponik, namun memiliki fluktuasi yang sangat tinggi. Apalagi bila kamu tergolong orang yang tidak terlalu kreatif dan jarang melakukan pengecekan larutan nutrisi. Terkadang pH akan berubah menjadi naik ataupun turun bergantung dari konsentrasi larutan nutrisi itu sendiri. Nah oleh karena itulah saran kami agar kamu rajin-rajin melakukan pengecekan larutan nutrisi dan menggunakan pH meter yang berkualitas baik. Adapun pH optimal agar jeruk hidroponik bisa tumbuh dengan baik adalah berkisar di angka 6.
  • Periode panen, periode panen merupakan salah satu faktor penting yang tidak boleh kamu abaikan sebagai pekebun, walaupun kamu masih pekebun pemula. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dihasilkan dari kebun yang kamu tanami jeruk tersebut. Intinya sih sesuaikan saja masa panen dengan ketentuan yang ada, yang diberikan oleh produsen bibit jeruk tersebut agar rasa yang dihasilkan oleh jeruk tersebut bisa maksimal.
  • Cahaya matahari, jeruk sendiri merupakan salah satu buah yang senang dengan sinar matahari langsung, dan bukan tergolong tanaman yang cukup manja. Oleh karena itulah saran kami kamu tidak perlu khawatir soal paparan sinar matahari, apalagi sampai menutup kebun hidroponik jerukmu dengan paranet berlapis-lapis. Boleh gunakan selapis saja sekadar perlindungan minimal, namun pastikan saja jeruk mendapatkan cahaya matahari yang cukup serta tanaman tidak terlalu kering karena terpapar sinar matahari terlalu banyak.
  • Media tanam, di Indonesia ada beberapa media tanam yang bisa kamu gunakan apabila kamu memutuskan untuk menanam jeruk secara hidroponik. Namun salah satu yang paling populer adalah media tanam pebblestone hingga media tanam rockwool. Karena jeruk sendiri merupakan tanaman yang memiliki pohon yang rimbun maka sebaiknya gunakan saja media tanam seperti pebblestone, dan pastikan pohon tetap disangga dengan baik ketika usianya sudah dewasa. Hindari penggunaan media-media tanam yang tidak lazim digunakan di Indonesia. Mungkin hasilnya bisa maksimal, tapi kalau jarang digunakan oleh pegiat hidroponik lainnya maka kamu bisa kesulitan apabila ada masalah yang dihadapi.
  • Teknik, untuk teknik kami bisa bilang pada akhirnya terserah kamu sebagai petani yang mencoba menanam jeruk secara hidroponik. Apabila kamu sudah cukup mempelajari beberapa teknik dasar, kamu bisa mencoba salah satu yang menurut kamu paling mudah dan paling mungkin untuk kamu lakukan. Namun saran kami sih coba lakukan penanaman jeruk hidroponik dengan menggunakan teknik Deep Water Culture ataupun Nutrient Film Solution yang dimodifikasi, misalnya menjadi Dutch Water Bucket Technique sehingga lebih sesuai untuk tanaman-tanaman seperti jeruk.

Nah itulah tadi beberapa faktor penting yang menurut kami harus kamu pelajari dengan benar sebelum kamu mulai melakukan budidaya jeruk secara hidroponik. Pastikan kamu mengerti seluruhnya dengan baik.

Hingga pada akhirnya kamu bisa menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul saat mulai menanam jeruk hidorponik, serta tentu saja diharapkan bisa menanam jeruk hidroponik secara optimal.


Penyemaian Bibit Jeruk Hidroponik

Penyemaian Bibit Jeruk Hidroponik

Setelah kamu selesai mempelajari dan mempersiapkan seluruh hal yang kami jelaskan di awal, maka kamu sudah siap melakukan langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan penyemaian bibit jeruk hidroponik sebelum dipindahkan ke sistem hidroponik.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya penyemaian bibit jeruk hidroponik langkahnya cukup mirip dengan menyemai bibit jeruk secara konvensional, dan berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan di rumah.

  1. Menyiapkan beberapa peralatan dan bahan-bahan di bawah ini
    • Bibit yang ingin disemai, lebihkan beberapa bibit sesuai dengan keinginanmu.
    • Wadah besar atau tray besar untuk meletakkan tray semai
    • Wadah yang digunakan untuk menyemai atau tray semai.
    • Media tanam rockwool ataupun hydrooton pebbles, sesuaikan dengan kehendakmu saja ya.
    • Tusuk gigi secukupnya.
    • Pinset satu buah.
    • Air secukupnya sesuai dengan ukuran wadah besar.
  2. Ambil wadah yang besar yang telah kamu persiapkan sebelumnya. Isilah wadah besar tersebut dengan menggunakan air bersih, usahakan air yang digunakan bersifat ‘netral’. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah wadah tersebut.
    • Untuk air yang akan kamu gunakan melakukan penyemaian kami cukup menyarankan agar kamu menggunakan air tanah, air tampungan hujan, atau air sumur.
    • Apabila menggunakan air PDAM maka bisa mempersiapkan air tersebut sebelumnya, diantaranya dengan menjemur air tersebut kira-kira selama 1 hingga 2 hari di bawah sinar matahari terik, agar setidaknya kandungan klorin bisa berkurang dari dalam air.
  3. Masukkan bibit jeruk yang ingin kamu semai ke dalam wadah berisi air hangat yang kamu persiapkan tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan melunakkan kulit bibit jeruk
  4. Sambil menunggu kamu bisa langsung mempersiapkan rockwool untuk media tanam jeruk hidroponik tersebut.
    • Persiapkan rockwool sejumlah bibit yang ingin kamu tanam.
    • Caranya adalah dengan mengiris rockwool berukuran kubus sama besar (2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm).
    • Lubangi rockwool dengan menggunakan tusuk gigi, hingga sedalam sekitar 1 cm.
  5. Letakkan rockwool tersebut pada baki dan masukkan bibit-bibit jeruk pada rockwool. Jangan lupa untuk membasahi rockwool dengan menggunakan air.
    • Basahi secara perlahan dan pastikan seluruh permukaan rockwool menjadi lembab.
  6. Letakkan rockwool yang telah ditaruh bibit jeruk tadi di tempat yang kering dan terkena sinar matahari.
  7. Bila daun jeruk sudah mencapai 4 buah yakni 2 daun lembaga dan 2 daun sejati, maka jeruk sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik. Biasanya proses ini akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu, atau tentu sesuai dengan jenis bibit yang kamu beli dan perlakuan yang diberikan terhadap bibit tersebut.
  8. Karena nantinya akan dipindahkan ke media tanam hydroton, kami sarankan kamu juga belajar bagaimana caranya mengangkat akar dari media tanam rockwool agar tanaman yang ingin kamu tanam tersebut tidak rusak.

Selain itu pastikan juga selama proses penyemaian bibit jeruk tersebut berlangsung, agar suhu lingkungan serta suhu larutan nutrisi tetap berada di suhu 25oC hingga 30oC, dan pastikan pula pH selalu sesuai dengan pH ideal jeruk.

Saatnya lanjut ke langkah terakhir, menanam jeruk!


Transplantasi dan Penanaman Jeruk di Sistem Hidroponik

Transplantasi dan Penanaman Jeruk di Sistem Hidroponik

Langkah terakhir yang harus kamu lakukan tentu saja adalah penanaman jeruk ke dalam sistem hidroponik yang telah kamu buat sebelumnya. Tapi pastikan kamu bisa menanam hanya jeruk yang memiliki kualitas baik ya.

Adapun langkah-langkah pemindahan serta penanaman jeruk di dalam sistem hidroponik adalah sebagai berikut ini:

  1. Pisahkan masing-masing rockwool yang sudah ditanami bibit jeruk Jangan lupa untuk memindahkan tanaman jeruk yang berkualitas baik saja ya, tahap ini disebut dengan penyortiran.
  2. Pindahkan rockwool tersebut ke dalam sistem hidroponik yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Masukkan masing-masing rockwool ke dalam netpot yang telah disiapkan sebelumnya.
    • Apabila kamu sudah memahami teknik Dutch Water Bucket dan ingin menggunakan teknik ini, maka saran kami adalah memindahkan media tanam dari rockwool menjadi hydroton.
    • Angkat benih jeruk dari rockwool hingga seluruh akarnya terlepas, namun pastikan tanaman tidak rusak. Nah bisa dibilang langkah ini merupakan salah satu langkah yang penting, karena cukup sulit dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dari jeruk hidroponik tersebut nantinya.
  3. Adapun mekanisme penanaman tentu saja bervariasi tergantung dari teknik hidroponik yang ingin kamu gunakan.
  4. Isi sistem hidroponik dengan larutan nutrisi.
    • Nilai kadar larutan nutrisi ini bisa juga bervariasi antar jenis jeruk. Saran kami kamu bisa membaca sesuai dengan rekomendasi yang biasanya dicantumkan di bungkus bibit, atau tentu bisa bertanya kepada penjual toko bibit tersebut.
    • Namun rata-rata kamu bisa mengatur kepekatan nutrisi sekitar 1000 ppm dengan menggunakan nutrisi AB Mix saat usia jeruk 7 hingga 14 hari.
    • Ketika usia jeruk sudah mulai memunculkan bunga maka kamu bisa menaikkan kepekatan larutan nutrisi menjadi 1000 hingga 1500 ppm menggunakan nutrisi AB Mix.
    • Adapun ketika jeruk sudah mulai berbuah naikkan kembali kadar larutan nutrisi menjadi 1700 ppm. Sebenarnya untuk angka kepekatan ini cukup rumit, namun untuk jeruk sendiri rata-rata dibutuhkan 1500 hingga 2000 ppm sepanjang perkembangannya.
    • Jaga selalu agar pH tetap di angka 5,8 sampai 6,2.
    • Untuk larutan nutrisi pada akhirnya kamu bisa mencari sendiri yang ideal, apalagi jeruk memiliki banyak varian yang tentu tidak bisa dipukul rata. Namun secara prinsip, naikkan kadar larutan nutrisi ketika tanaman siap berbuah, dan naikkan kembali hingga maksimal saat tanaman mulai berbuah. Nah, tapi tetap pastikan agar tidak ada sedimen atau endapan, ataupun kristal-kristal garam dibagian akar karena larutan nutrisi yang terlalu pekat.
  5. Lakukan pengecekan sistem hidroponik rutin, setidaknya lakukanlah selama 2 hari sekali.
    • Lakukan pengecekan tinggi air, kadar ppm larutan nutrisi, kebersihan wadah nutrisi secara umum, dan kondisi tanaman.
    • Pastikan ppm tetap terjaga dan kadar air tidak surut atau kering.
    • Jangan lupa lakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
  6. Bila sudah mencapai masa panen kamu bisa langsung memanen buah jeruk
    • Jangan memanen jeruk lebih dari masa panen yang tertera atau spesifikasinya, karena akan menyebabkan rasa jeruk menjadi tidak nikmat untuk dikonsumsi.
  7. Selesai!

Langkah-langkah di atas merupakan langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk menanam jeruk secara hidroponik. Bila kamu sudah bisa satu teknik maka boleh melakukan modifikasi terhadap teknik tersebut.

Main-mainkan pH, PPM,suhu, dan campuran larutan nutrisi sambil belajar. Tentu saja dengan tujuan mengoptimalisasi pertumbuhan dan perkembangan jeruk yang kamu tanam secara hidroponik tersebut. Dengan harapan bisa menjadikan jeruk tersebut sumber cuan mu!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Ikut berkomentarx
()
x