Cara Menanam dan Merawat Monstera (Janda Bolong)

Mulanya berkembang sebagai tanaman hias yang cukup digandrungi oleh banyak orang, Monstera atau janda bolong saat ini menjadi salah satu tanaman penghias rumah dengan nilai jual yang sangat fantastis, mencapai puluhan juta rupiah per tanamannya.

Akan tetapi memang untuk menanam dan (apalagi) merawat tanaman hias semacam janda bolong ini dibutuhkan keahlian khusus. Terlebih lagi apabila kamu merupakan seorang pembudidaya yang berharap bisa menjual kembali tanaman janda bolong ini.

Cara penanaman dan perawatan yang kurang tepat bisa-bisa menurunkan nilai jual dari janda bolong ini. Tidak mau begitu kan? Nah agar bisa menghasilkan janda bolong berharga jutaan rupiah, kamu harus mengikuti tips mengenai cara menanam dan merawat monstera dari kami!


1. Pahami Jenis Monstera yang Cocok Dibudidayakan

Monstera sendiri sebenarnya mencakup banyak sekali jenis yang kebanyakan memang dibudidayakan untuk diadikan sebagai tanaman hias. Akan tetapi berikut ini adalah beberapa jenis monstera yang paling banyak dicari dan memiliki harga yang fantastis.

Monstera deliciosa

Monstera deliciosa

Nama latin yang dimiliki oleh monstera ini memang cukup unik, tapi siapa sangka kalau tanaman ini tergolong sebagai salah satu jenis yang paling banyak disukai oleh pecinta tanaman hias.

Spesies ini berasal dari Mexico dan Panama, dan masuk ke Indonesia sudah sejak lama. Tanaman Monstera deliciosa saat ini bisa kamu dapatkan di toko-toko tanaman hias mulai dari beberapa ratus ribu hingga beberapa juta rupiah.

Monstera variegata

Monstera variegata

Nah ini dia primadona dari tanaman janda bolong yang sedang hits di Indonesia. Tanaman yang satu ini boleh dibilang cukup sulit ditemukan, dan bila ditemukan pun memiliki harga yang sangat fantastis.

Kebanyakan para penjual dari tanaman monstera yang satu ini berani mematok harga puluhan juta rupiah, dan bahkan ada beberapa yang cukup nekat untuk mematok harga mencapai ratusan juta rupiah. Tapi tetap saja ada pembelinya.

Monstera adansonii

Monstera adansonii

Tanaman janda bolong atau monstera yang satu ini diketahui merupakan salah satu tanaman yang tergolong paling mahal diantara jenis monstera lainnya di Indonensia.

Bayangkan saja, untuk tanaman berukuran kecil kurang dari telapak tangan orang dewasa saja kamu harus merogoh kocek hingga 10 juta rupiah. Belum lagi bila tanaman yang dimaksud memiliki jumlah bolong pada daun yang banyak, maka harganya akan semakin meningkat.

Monstera borsigiana

Monstera borsigiana

Memiliki bentuk yang cukup serupa dengan Monstera deliciosa, tanaman ini juga tergolong ke dalam jenis yang paling dicari-cari oleh para pegiat tanaman hias rumahan.

Alasannya pun sama, karena harganya relative lebih murah. Apalagi bila dibandingkan dengan jenis Monstera adansonii yang bisa dipatok harga puluhan juta rupiah meski berukuran kecil. Meski demikian tanaman ini tetap cantik dan cocok dijadikan tanaman hias di rumah kok.

Monstera obliqua

Monstera obliqua

Nah kalau yang satu ini merupakan jenis yang memiliki bentuk daun menyerupai Monstera adansonii yang berharga mahal. Bedanya tanaman yang satu ini harganya lebih membumi dan lebih terjangkau.

Untuk setiap anakan Monstera obliqua saat ini bisa kamu dapatkan dengan harga puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah saja. Harga yang diberikan bergantung dari corak, usia, serta kualitas tanaman yang dijual.

Monstera dubia

Monstera dubia

Berbeda dengan saudara-saudaranya, tanaman monstera yang satu ini sama sekali tidak memiliki pola lubang atau bolong pada daunnya. Melainkan lebih mirip seperti tanaman sirih.

SElain itu tanaman jenis ini juga dikeahui sebagai salah satu jenis tanaman epifit dimana mereka biasanya hidup menumpang dengan tanaman lain. Namun mereka juga bisa menjadi tanaman hias rambat nan cantik loh.

Monstera siltepecana

Monstera siltepecana

Sama seperti jenis yang sebelumnya, tanaman monstera jenis yang satu ini juga tidak memiliki ciri khas daun yang bolong-bolong dan berpola unik. Melainkan lebih mirip seperti tanaman sirih.

Sama pula seperti tanaman jenis sebelumnya dimana bila ingin membudidayakan Monstera siltepecana kamu bisa membuat rambatan ataupun menaruhnya menumpang dengan tanaman lainnya yang memiliki pembuluh kayu.

Bagaimana? Apakah kamu jadi tertarik untuk menanam monstera di rumahmu?


2. Pahami  Syarat Tumbuh Monstera (Janda Bolong)

Sebagaimana ketika kamu melakukan budidaya berbagai macam jenis tanaman, ketika kamu ingin membudidayakan monstera atau janda bolong kamu juga harus memahami dan mengetahui apa saja syarat tumbuh dari tanaman ini.

Ada beberapa syarat tumbuh yang perlu kamu ketahui, yakni:

  1. Iklim – tanaman monstera diketahui sebagai tanaman yang berasal dari dataran tropis dan kebanyakan hidup di dalam hutan. Seharusnya iklim Indonesia tidak banyak memengaruhi pertumbuhan dari monstera.
    • Kelembaban – dari segi kelembaban, monstera tergolong sebagai salah satu tanaman yang sangat suka dengan cuaca lembab.
    • Cahaya matahari – meski tanaman ini merupakan tanaman tropis, tapi di habitat aslinya tanaman ini merupakan tanaman epifit (menumpang hidup) pada tanaman lain dan seringnya mendapatkan naungan. Sehingga idealnya kamu tidak memberikan cahaya matahari yang terlalu tinggi pada tanaman ini.
    • Suhu – suhu yang disukai oleh tanaman ini adalah suhu yang tidak terlalu tinggi namun tidak terlalu rendah.
  2. Tanah – jenis tanah yang disukai oleh monstera merupakan tanah yang subur serta gembur.
    • Untuk menciptakan tanah atau media tanam yang disukai oleh monstera kamu bisa mencapurkan tanah gembur dengan tanah berpasir. Tidak lupa untuk menambahkan bahan-bahan organik.
    • Selain itu sekali lagi perlu diingat bahwa pada habitat aslinya tanaman ini merupakan tanaman autotroph dan epifit. Sehingga kamu bisa pula menanamnya mengikuti tanaman lain yang memiliki pembuluh kayu.

Sebenarnya tanaman monstera menurut kami tergolong sebagai tanaman hias yang tidak terlalu rewel. Terlebih lagi memang tanaman ini berasal dari negara-negara tropis, sehingga baik iklim dan suhu sudah sangat sesuai dengan iklim dan suhu di Indonesia.


3. Persiapkan Media Semai Janda Bolong

Bila sudah memahami syarat tumbuh dari monstera maka saatnya kamu mempersiapkan media semai dari tanaman ini. Media semai ini pun ada banyak, mulai dari yang sifatnya premiks atau siap pakai, hingga yang harus kamu racik sendiri.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Untuk media semai campuran bisa dibuat dari beberapa bahan di bawah
    • EM4, larutan gula, sekam (bisa diganti serbuk gergaji atau jerami yang dicincang), sampah-sampah organic rumah tangga, rumput dan daun kering.
  2. Pertama-tama kamu harus membuat cairan pengurai dengan menggunakan EM4 : larutan gula : air dengan perbandingan 1 : 1 : 50. Buatlah sebanyak 10 liter larutan dengan perbandingan tersebut.
  3. Campurkan sekam atau serbuk gergaji dengan sampah organik / sampah dapur, rumput, dan daun kering di dalam wadah yang besar. Campurkan dengan larutan yang telah dibuat sebelumnya dan aduk hingga merata.
  4. Diamkan campuran tersebut selama satu bulan hingga baunya berubah menjadi seperti bau tanah basah dan teksturnya menjadi lebih lembut dengan warna yang menjadi kehitaman.

Bila kompos tersebut sudah jadi maka kamu bisa langsung mencampurkan kembali kompos dengan tanah gembur dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Campuran ini diharapkan bisa memaksimalkan pertumbuhan tanaman hias monstera.


4. Biakkan Janda Bolong

Bila media tanam sudah siap untuk kamu gunakan, saatnya kamu melakukan budidaya atau perbanyakan tanaman monstera tersebut. Menariknya tanaman ini relatif mudah untuk dibiakkan karena bisa secara vegetatif ataupun secara generatif.

Pertama-tama mari kita bahas bagaimana cara untuk mengembangbiakkan tanaman monstera secara vegetatif.

  1. Salah satu metode vegetatif yang paling direkomendasikan untuk budidaya tanaman monstera adalah stek batang. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih indukan berkualitas.
  2. Cari tunas yang berada di buku-buku dari batang monstera, pastikan pula ada bagian perakaran yang bisa kamu ambil.
  3. Potong bagian tersebut mulai dari pangkal bawah batang hingga setinggi tunas muda. Sekali lagi pastikan kamu mendapatkan bagian akar dari tanaman monstera yang ingin kamu biakkan tersebut.
  4. Kemudian rendam bakal anakan tersebut di dalam larutan pupuk organik cair. Kamu bisa membeli larutan pupuk organik macam ini di toko-toko pertanian terdekat dengan rumahmu.
    • Perendaman bisa dilakukan selama 30 menit, bisa pula dicampurkan dengan larutan anti jamur yang juga bisa dibeli di toko-toko pertanian dekat rumahmu.
    • Perendaman terhadap larutan-larutan anti jamur dan semacamnya bisa dilakukan selama 30 menit ataupun sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan.
  5. Setelah itu kamu bisa langsung menanam tunas tersebut di dalam media tanam yang telah kamu buat sebelumnya.

Adapun cara membiakan monstera lainnya adalah dengan metode generatif. Sayangnya metode ini sangat jarang dilakuka karena membutuhkan waktu yang sangat lama dan rumit dibandingkan dengan cara vegetatif.

Tanaman monstera sendiri baru bisa berbunga setelah sekitar 3 tahun ditanam, dan biji nya pun baru akan masak setelah sekitar 1 tahun sejak kemunculannya.

Lebih lanjut lagi, berikut ini adalah langkah-langkah budidaya tanaman monstera dengan teknik generatif:

  1. Pertama-tama tentu saja kamu harus mendapatkan biji monstera yang siap tanam.
    • Ciri biji monstera adalah berbentuk lonjong dan berwarna hijau.
    • Biji akan masak selama satu tahun dan kemudian akan berubah warna menjadi kekuningan.
    • Setelah masak biji monstera akan rontok dengan sendirinya yang berarti biji sudah bisa disemai.
  2. Lakukanlah penyemaian biji monstera.
    • Pertama-tama rendam biji di dalam pupuk khusus tanaman hias selama beberapa menit hingga beberapa jam.
    • Perendaman dilakukan untuk meningkatkan daya perkecambahan benih, dan tunggu hingga benih pecah.
    • Bila sudah pecah maka biji sudah bisa disemai.
  3. Siapkan media semai yang sebelumnya telah kamu buat dan kemudian taruh media semai tersebut di dalam tray atau baki khusus untuk penyemaian.
  4. Setelah itu letakkan biji yang siap disemai ke dalam media tanam tersebut, lalu tutup biji yang telah disemai.
  5. Siram dengan sedikit air, atau semprot hingga media tanam sedikit lembab.
  6. Tunggu selama beberapa waktu, masa tunggu ini berbeda-beda tergantung dari jenis monstera yang kamu tanam. Namun kamu sudah bisa memindahkan monstera ke polybag bila sudah tumbuh sekurangnya 3 daun sejati.

Bila penyemaian sudah berhasil, baik dengan metode generatif ataupun metode vegetatif. Saatnya kamu melakukan pemindahan tanaman monstera ke dalam pot. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Pertama-tama tentunya kamu harus menyiapkan pot yang telah diisi dengan media tanam.
    • Campur tanah : pasir halus : kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
    • Pastikan tanah lembab dengan cara menyiramnya dengan air ataupun menyemprotnya.
  2. Buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ketinggian benih monstera yang kamu punya. Bisa buat lubang hingga kedalaman 5-10 cm.
  3. Langsung pindahkan monstera dari media semai, dengan cara mengambil tanaman hingga akar dan sebagian tanah di sekitar akar. Pastikan pula bahwa akar dari anakan tersebut tidak rusak ketika proses pengambilan.
  4. Tanam anakan tersebut di dalam pot dan tutuplah dengan menggunakan tanah, jangan lupa padatkan tanah dan siram dengan sedikit air agar lembab.

Setelah proses ini selesai, kamu cukup melakukan perawatan setiap harinya agar tanaman bisa dinikmati ataupun bisa kamu jual kembali dengan harga yang fantastis tentu saja!


5. Rawat Tanaman Janda Bolong

Setelah sukses menanam tanaman monstera, saatnya kamu melakukan perawatan dari tanaman ini. Berikut ini adalah beberap tips perawatan dari tanaman monstera yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

Penyiraman

Sesuai dengan habitat aslinya di hutan, tanaman ini membutuhkan lingkungan yang lembab. Tips yang bisa kami berikan kepada kamu adalah dengan melakukan penyiraman selama satu hari sekali dengan menggunakan sprayer.

Pastikan lahan yang kamu sirami tidak tergenang dengan air namun cukup lembab sehingga monstera bisa tumbuh dengan baik dan optimal. Meski menyukai kelembaban, air yang terlalu banyak bisa menyebabkan akar dari monstera menjadi busuk.

Penyiangan gulma

Sebagaimana proses bercocok tanam lainnya, salah satu langkah penting yang harus kamu lakukan adalah penyiangan gulma. Kamu harus mencabuti gulma ataupun tanaman-tanaman kecil lainnya yang bisa mengganggu pertumbuhan dari monstera.

Sebisa mungkin lakukan penyiangan setiap hari, agar sebelum gulma tumbuh terlalu banyak kamu sudah cabuti semuanya. Bila sudah terlalu banyak kamu akan kesulitan mencabuti gulma dan nutrisi yang bisa diambil oleh monstera menjadi tidak optimal.

Hama dan penyakit

Sama pula dengan bercocok tanam lainnya, hama dan penyakit merupakan musuh terbesar yang harus dilawan. Memang sih tanaman monstera tergolong jarang terkena penyakit.

Namun ketika sudah dihinggapi penyakit, tanaman ini tergolong cukup sulit untuk ditangani. Menggunakan pestisida atau larutan kimia lainnya memang efektif, tapi mengingat monstera ini kamu tanam di rumah, tentu hal ini agak berbahaya bagi penghuni rumah.

Oleh karena itulah lakukan pengecekan secara rutin, dan tangani penyakit serta hama yang menyerang sebelum menjadi terlalu besar. Bila terlalu lama dihinggapi hama dan penyakit, tentu ada kemungkinan tanaman menjadi tidak indah lagi.

Pemupukan

Terakhir, pemupukan rutin pun merupakan salah satu faktor penting di dalam merawat tanaman monstera ini. Meski demikian memang saat ini ada banyak sekali pupuk-pupuk dengan berbagai merk yang tersedia di toko-toko tanaman hias.

Kamu bisa membeli salah satunya, atau mungkin membaca reviewnya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pupuk yang kamu beli memang benar-benar bisa membuat tanaman monstera ini tumbuh lebih subur dan optimal.

Selain itu kamu juga tentunya boleh-boleh saja memberikan monstera yang kamu budidayakan paket nutrisi khusus yang tersedia di banyak toko tanaman hias saat ini. Tujuannya tentu saja agar daun monstera yang dihasilkan lebih menarik dan bisa menaikkan harga jualnya.

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Fakhri Zahir

Dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga merupakan penulis dan pelaku bisnis di berbagai sektor, salah satunya industri agrikultur.

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Tulis komentar.... Bebas!x