Cara Menanam Jagung Paling Efektif

Saat ini di Indonesia atau bahkan di dunia, siapa yang tidak mengenal tanaman jagung? Hampir bisa dipastikan semua orang mengenal tanaman yang satu ini.

Selain sebagai pengganti makanan pokok karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, jagung bisa diolah menjadi berbagai macam produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi, selain itu jagung memiliki rasa yang manis dan mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional ataupun modern, tanaman jagung juga mudah untuk di tanam untuk dibudidayakan sehingga dapat menghasilkan uang.

Jagung dapat ditanam pada cuaca yang memiliki suhu yang sejuk termasuk di wilayah Indonesia, bagi kalian yang ingin mencoba untuk membudidayakan tanaman jagung, kalian bisa melihat beberapa ulasan berikut tentang bagaimana caranya menanam jagung yang baik dan benar.

Cek juga: Cara Menanam Jagung Manis Supaya Tongkolnya Besar!


Penentuan Lokasi Penanaman Jagung

Penentuan Lokasi Penanaman Jagung

Agar tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik dan benar, tanaman jagung haruslah memiliki lokasi penanaman yang baik. Tanaman jagung memiliki berbagai macam syarat tumbuh yang harus dipenuhi agar cocok dengan kondisi lingkungan di lokasi penanaman. Berikut syarat-syaratnya:

  1. Tanaman jagung sangat cocok untuk ditanam pada jenis kontur tanah lempung yang berpasir, liat, ataupun jenis tanah gambut. Serta dapat ditanam di tanah yang memiliki kandungan bahan organik.
  2. Tanaman jagung dapat ditanam di tanah yang memiliki tingkat keasaman pH di angka 5 sampai 8. Namun, akan lebih maksimal ditanam yang memiliki tingkat keasaman pH di kisaran angka 6 sampai 7.
  3. Tanaman jagung haruslah mendapatkan pengairan yang baik dan cukup selama musim tanam, kondisi pengairan yang berlebihan hingga tergenang dapat membuat tanaman jagung tumbuh dengan tidak maksimal, seperti terhambatnya pertumbuhan tanaman jagung, tinggi tanaman yang pendek, hingga dapat menyebabkan kebusukan.
  4. Pertumbuhan tanaman jagung tidak maksimal pada kondisi iklim tropis basah, serta akan maksimal untuk tumbuh pada daerah yang memiliki iklim hangat.
  5. Tanaman jagung dapat tumbuh maksimal apabila dibudidayakan pada lokasi yang memiliki ketinggian tanah 0 hingga 900 mdpl, karena ketinggian juga berpengaruh terhadap umur panen dari tanaman, semakin tinggi ketinggian, maka umur panen dari tanaman akan semakin panjang.
  6. Tanaman jagung dapat tumbuh maksimal pada suhu lingkungan di kisaran 16 hingga 35 derajat celcius, sedangkan untuk suhu tanah yang direkomendasikan agar perkecambahan biji jagung dapat tumbuh secara maksimal adalah dengan suhu antara 21 hingga 27 derajat celcius.

Baca juga: Cara Menanam Kunyit Yang Benar


Pengolahan Lahan Tanam Jagung

Pengolahan Lahan Tanam Jagung

Langkah selanjutnya ketika kalian sudah menemukan kriteria lokasi tanam yang pas untuk penanaman tanaman jagung ialah kalian lakukan persiapan untuk pengolahan tanah agar tanaman jagung yang ditanam nanti dapat tumbuh dengan hasil yang bagus. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pertama-tama media tanam yang disiapkan di lahan kering haruslah kalian gemburkan terlebih dahulu tanahnya, kalian bisa menggunakan traktor ataupun cangkul yang kalian miliki. Kenapa harus digemburkan terlebih dahulu tanahnya sebelum digunakan? Hal itu karena ketika tanah yang digemburkan, maka tanah akan lebih subur dan memiliki kandungan oksigen di dalam tanah yang lebih tercukupi
  2. Selanjutnya kalian buat gundukan-gundukan tanah berbentuk seperti bedengan dengan jarak yang diinginkan sesuai dengan luas lahan yang kalian miliki.
  3. Setelah itu kalian beri dan taburkan pupuk dolomit, apabila tanah di lokasi kalian memiliki tingkat keasaman yang tinggi, pupuk dolomit berguna untuk menetralkan keasaman tanah, sehingga jagung dapat tumbuh dengan maksimal
  4. Kemudian kalian buat lubang tanam dengan ukuran kedalaman 5 sampai 10 cm dan memiliki jarak yang pas.

Lihat juga: Cara menanam kentang yang benar!


Pembibitan Tanaman Jagung

Pembibitan Tanaman Jagung

Setelah kalian melakukan pengolahan tanah, kalian lakukan persiapan pembibitan tanaman jagung, agar tanaman jagung dapat tumbuh secara maksimal, tanaman jagung yang akan digunakan sebagai bibit, sebaiknya memiliki mutu yang tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologisnya. Bibit harus berasal dari varietas yang unggul. Karena pada umumnya bibit yang dibutuhkan sangat bergantung pada tingkat kesehatan bibit, kemurnian dan daya tahan bibit.

Bagi kalian yang menggunakan benih jagung dengan jenis jagung hibrida, maka akan mendapatkan hasil produksi yang lebih tinggi. Contoh varietas unggul benih jagung hibrida yang bisa ditanam adalah jenis:

Jagung Hibrida C1 dan C2Jagung WiyasaJagung Bima
Jagung Pioner 1Jagung ArjunaJagung Permadi
Jagung Pioner 2Jagung Baster KuningJagung Bogor Composite
Jagung IPB 4Jagung Kania PutriJagung Parikesit
Jagung CPI 1Jagung MetroJagung Sadewa
Jagung KalianggaJagung HarapanJagung Nakula

Untuk pembuahan bibit dapat diperoleh dari tanaman jagung yang pertumbuhannya sehat, memiliki buah jagung sehat, memiliki barisan biji yang lurus dan penuh, tidak sedang terkena hama penyakit. Ciri buah jagung yang sudah matang ialah memiliki biji yang keras dan sebagian besar daun sudah menguning. Kemudian cara memilih bibit biji jagung ialah:

  1. Buah jagung kalian kupas dan keringkan hingga benar-benar mengering
  2. Kalian ambil biji pada bagian tengah buahnya. Untuk bagian ujung dan pangkal sebaiknya jangan kalian gunakan.
  3. Apabila bibit yang akan digunakan kalian akan simpan dalam jangka waktu yang lama, kalian keringkan, lalu buah jagungnya kalian bungkus dan simpan di tempat yang kering dan jauhkan dari jangkauan sinar matahari.

Perlu diingat, sebelum bibit ditanam, sebaiknya terlebih dahulu kalian campur dengan fungisida seperti Benlate terutama apabila terindikasi akan adanya serangga lalat dan ulat.

Baca: Cara Menanam Jahe Yang Benar


Proses Penanaman Tanaman Jagung

Proses Penanaman Tanaman Jagung

Kemudian langkah selanjutnya ialah kalian lakukan proses penanaman tanaman jagung, berikut ini adalah beberapa proses yang dilakukan agar jagung dapat tertanam dengan benar dan akan mendapatkan hasil yang baik, diantaranya:

1. Proses Melubangi Media Tanam

Pertama-tama lubangi tanah dengan ukuran kedalaman 3 hingga 5 cm, lalu pada setiap lubangnya kalian isi dengan 1 butir bibit tanaman jagung.

Kalian atur jarak antar tanaman jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umur panen, maka jarak tanamnya semakin lebar.

Setelah itu kalian berikan pupuk kandang yang di fermentasi atau di bokasi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses remediasi tanah dari residu pupuk kimia, pestisida kimuam sisa-sisa bahan organik dan menunjang makanan tanaman jagung agar tumbuh cepat.

2. Proses Penjarangan dan Penyulaman

Ini adalah proses pengamatan pada tanaman jagung, kalian amati apabila ada tanaman yang tumbuhnya tidak baik, kalian potong dengan pisau atau dengan gunting tajam tepat diatas permukaan tanah.

Pencabutan tanaman secara langsung tidak diperbolehkan karena hanya akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh oleh kalian. Kemudian proses penyulaman memiliki tujuan untuk menggantikan bibit yang mati, proses ini dilakukan pada hari ke 7 hingga 10 sesudah masa tanam.

Baca: Cara Menanam Kangkung Yang Benar! 

3. Proses Penyiangan Tanaman

Proses penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat kalian lakukan dengan tangan, cangkul kecil ataupun garpu. Proses penyiangan jangan sampai mengganggu tumbuhnya akar tanaman karena pada umur tersebut tanaman belum cukup kuat untuk mencengkeram tanah.

Maka dari itu penyiangan dilakukan selama 2 kali dalam seminggu. Proses penyiangan ini dilakukan setelah tanaman jagung berumur 15 hari.


Proses Pemupukan Tanaman Jagung

Proses Pemupukan Tanaman Jagung

Agar tanaman jagung dapat tumbuh secara maksimal, maka proses pemberian pupuk menjadi solusinya. Setiap tanaman di dunia membutuhkan yang namanya diberi pupuk tambahan untuk mengoptimalkan pertumbuhannya.

Ketika kalian sedang mengolah lahan tanam, kalian harus langsung memberikan pupuk jenis pupuk kandang, paling tidak dilakukan 1 minggu sebelum ditanam tanaman.

Pemupukan yang dilakukan pada saat tanaman masih hidup adalah sebanyak 3 kali, diantaranya:

Pemupukan Pertama

Pemupukan Pertama, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pada masa awal penanaman jagung, ialah:

  1. Jika tanaman jagung sudah memiliki umur kurang lebih 17 hari, maka kalian tebarkan pupuk KCL, Urea dan SP-36 dengan perbandingan 1 : 1 : 1 yang memiliki takaran masing-masing pupuk sebanyak 100 kg untuk lahan seluas 1000 meter persegi atau 1 hektar
  2. Pupuk tadi kalian tebar ke dalam lubang yang terletak di samping tanaman jagung dengan jarak 10 hingga 12 cm dari batang.
  3. Setelah pupuk ditabur ke dalam lubang tadi, kalian tutup dengan rapat kembali dengan tanah.

Baca: Cara menanam sawi yang benar!

Pemupukan Kedua

Kemudian setelah kalian melakukan pemupukan yang pertama tadi, kalian lanjut ke pemupukan kedua. Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:

  1. Tanaman jagung harus sudah berumur kurang lebih 35 hari, lalu kemudian kalian lakukan pemupukan kedua
  2. Untuk takaran pupuknya, sama seperti pada saat kalian melakukan pemupukan yang pertama

Pemupukan Ketiga

Setelah kalian melakukan pemupukan pertama dan kedua kali ini lakukan pemupukan yang ketiga, berikut syarat-syaratnya:

  1. Umur dari tanaman jagung ketika dilakukan pemupukan ketiga adalah ketika sudah 55 hari.
  2. Lakukan jumlah takaran dosis pupuk yang sama seperti pemupukan pertama dan kedua.

Pemeliharaan dan Penyiraman Tanaman Jagung

Pemeliharaan dan Penyiraman Tanaman Jagung

Langkah berikutnya dalam menanam tanaman jagung ialah kalian lakukan pemeliharaan sekaligus penyiraman tanaman jagung. Dalam menanam tanaman jagung salah satu tindakan yaitu penyiangan, perlu dilakukan dengan cara membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi inang dari patogen maupun penyakit.

Kemudian untuk penyiraman sendiri ini wajib hukumnya untuk dilakukan apabila keadaan lahan sedang kering. Namun, ketika musim penghujan datang, maka kalian tidak perlu untuk terlalu sering menyiram tanaman jagung, dan apabila tergenang oleh air hujan, kalian perlu untuk mengurasnya agar lahan tidak tergenang air.


Proses Panen Tanaman Jagung

Proses Panen Tanaman Jagung

Langkah selanjutnya sekaligus menjadi langkah pamungkas ketika kalian hendak menanam suatu tanaman ialah proses pemanenan tanaman, yak, inilah langkah yang ditunggu-tunggu oleh para petani ataupun kalian yang sedang menanam tanaman jagung.

Panen pada tanaman jagung biasanya dilakukan ketika tanaman jagung sudah berusia 7 minggu setelah tanaman jagung muncul bunga.

Ketika waktu panen tiba, kalian harus langsung memanennya dan kalian jangan menunda-nunda waktu panen terlalu lama karena hanya akan menjadikan tanaman jagung menjadi rusak sehingga hasilnya menjadi tidak maksimal, untuk dapat mengetahui kapan saatnya kalian panen kapan saatnya belum dipanen, maka simak ciri-cirinya berikut ini:

  1. Tanaman jagung yang siap untuk dipanen ialah ketika kulit pada buah jagungnya sudah mulai kering dan warnanya menguning.
  2. Selanjutnya, apabila kulit jagung dibuka, maka akan terlihat jagung tersebut berwarna oranye dan pada bagian atas jagung terlihat mengkilat serta menggiurkan untuk di santap.
  3. Kemudian, apabila buah jagung dipijat dengan menggunakan kuku kalian, jagung tidak membekas yang berarti jagung sudah mengeras dan siap untuk dipanen.
  4. Terakhir, kalian lakukan penjemuran untuk mengurangi kadar air yang ada di dalam buah jagung. Hal ini bertujuan agar jagung tidak mudah berjemur dan siap untuk dikonsumsi atau dijual serta harganya tidak turun di pasaran.

Begitulah mengenai cara menanam tanaman jagung dengan hasil yang maksimal sehingga nantinya dapat bisa dijual ke pasaran ataupun di konsumsi secara pribadi.

Semoga tips-tips dan saran yang telah dijelaskan dapat membantu bagi kalian para pemula yang hendak ingin memulai peluang bisnis di dunia pertanian khususnya dalam hal penanaman tanaman jagung. Selamat mencoba, jangan takut untuk gagal dan semoga bermanfaat serta harus tetap semangat!

kutanam

Kutanam menyajikan konten berisi informasi, fakta unik, dan panduan terlengkap seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *