Cara Menanam Daun Mint

Dengan aroma menyegarkan yang khas dan rasa menyengat di lidah, daun mint adalah salah satu jenis sayuran paling dikenal di semua kalangan masyarakat.

Selain itu, daun mint juga bisa dibilang sayuran serbaguna karena cocok digunakan sebagai tambahan penyedap berbagai jenis makanan mulai dari sup, daging, bahkan minuman panas maupun dingin.

Jika Anda memiliki tanaman mint di pekarangan, tentu Anda tidak harus selalu membeli setiap kali ingin menambahkan beberapa helai daun ke masakan. Menaman mint bisa dengan biji atau dengan metode setek.

1. Dengan Biji

benih mint

Anda bisa saja membeli benih siap pakai dari toko tanaman hias atau toko pertanian, tapi jika ingin mencoba melakukan proses penanaman dari awal, ikutilah petunjuk berikut:

  • Bunga mint: polong biji mint akan tampak setelah bunga mulai kering dan layu. Jangan mengambil semua polong dari tanaman untuk persemaian biji, sisakan satu atau dua bunga yang berwarna merah muda atau ungu.
  • Pengeringan bunga: warna bunga yang sudah layu dan kering akan berubah menjadi cokelat; ambil bunga yang sudah layu (bukan hanya polong) lalu simpan di kardus supaya benar-benar kering. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 2 – 3 minggu.
  • Polong biji: setelah bunga (juga polong) benar-benar kering, ambil biji dengan memecahkan polongnya. Cukup ditekan dengan jari saja dan tidak perlu menggunakan alat lain. Pisahkan biji dari sekam dengan hati-hati.

Biji tanaman mint yang sudah diambil bisa bertahan sampai umur maksimal 4 tahun. Simpan benih yang tidak terpakai di dalam amplop lalu letakkan di botol dan tutup rapat. Letakkan botol dalam kulkas, karena benih tidak bisa bertahan lama di lingkungan yang lebih panas dari 10º Celsius.

Semai Biji

  1. Siapkan tempat penyemaian, bisa berupa kaleng atau nampan.
  2. Bagian bawah media persemaian harus diberi lubang untuk sirkulasi air.
  3. Isi wadah tersebut dengan tanah, sekam, dan kompos (rasio 1 : 1 : 1) sampai ¾ volume wadah.
  4. Biarkan sampai 1 x 24 jam sebelum menabur biji.
  5. Sehari setelah mempersiapkan media semai, tabur biji secara merata. Tidak perlu menggunakan perhitungan jarak tanam pada tahap ini.
  6. Taburkan media tanam (dengan komposisi seperti sebelumnya) ke atas benih. Cukup disebar tipis, karena jika terlalu tebal bisa menyebabkan biji busuk sebelum berkecambah.
  7. Siram menggunakan botol penyemprot. Volume air juga tidak boleh terlalu banyak. Penyiraman cukup sampai membasahi permukaan media tanam saja.
  8. Tutup media semai dengan plastik bening yang telah dilubangi (3 – 5 lubang saja untuk wadah berukuran sedang dengan bagian atas berdiameter sekitar 30 cm, atau lebih jika menggunakan pot besar). Letakkan di tempat yang teduh.

Perhatikan media semai setiap pagi. Apabila terlihat kering, buka tutup plastik lalu semprot lagi. Benih akan mulai berkecambah setelah sekitar seminggu.

Ketika kecambah terlihat, buka tutup plastik dan pindahkan media semai ke tempat yang lebih terang, atau bisa terkena sinar matahari langsung dan tidak perlu ditutup lagi. Persemaian diakhiri setelah tanaman memiliki 3 – 4 helai daun.

2. Dengan Setek

semai batang stek

Beberapa varietas mint sangat sulit jika ditanam dari biji, tapi semua bisa mudah ditanam dengan metode setek. Untuk memperoleh batang yang baik untuk setek, ikutilah cara di bawah ini:

  • Pemotongan tangkai: posisi pemotongan tangkai sangat penting, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang tanaman tersebut. Carilah tangkai yang sudah bercabang, lalu potong sekitar satu sentimeter di atas percabangan. Cara ini untuk memastikan tanaman mint bisa menumbuhkan cabang baru. Tangkai untuk setek tidak memerlukan daun.
  • Sulur: cabang yang menjalar menjauh dari batang utama dan memiliki akar sendiri bisa diambil untuk ditanam kembali.

Cara penanaman dengan metode setek jauh lebih sederhana daripada menggunakan biji. Bahkan ada beberapa orang yang mencoba menanam sisa mint yang dibeli dari toko bahan makanan segar.

Batang mint yang diperoleh dengan cara ini mungkin tidak bisa tumbuh dengan baik meskipun Anda melakukan semua langkah perawatan dengan benar, tapi tidak ada salahnya mencoba misalnya jika Anda tidak bisa mendapat benih atau batang stek ideal.

Semai batang stek

  1. Media persemaian untuk stek meluputi gelas bening dan air.
  2. Masukkan tangkai mint ke dalam gelas berisi air untuk merangsang pertumbuhan akar baru. Letakkan gelas di tempat terang dan bisa terkena sinar matahari langsung.
  3. Ganti air dalam gelas setidaknya 4 kali sehari agar batang tidak membusuk.
  4. Setelah seminggu, akar-akar baru berwarna putih akan mulai tampak.
  5. Jika daun-daun kecil tumbuh di bawah permukaan air, angkat batang dan buang daun-daun itu.

Mint siap ditanam jika akar tangkai mint sudah tumbuh sekitar 2 – 3 cm. Jika Anda menggunakan sulur/cabang berakar, maka tidak perlu melakukan persemaian lagi.

3. Tanam Mint

Tidak ada perbedaan metode menanam mint dari biji atau okulasi setelah melewati tahap persemaian.

Cara paling umum adalah menggunakan pot, karena selain bisa mengecek pertumbuhan dengan lebih mudah, Anda bisa meletakkannya dekat dapur untuk memudahkan akses, terutama jika Anda suka menggunakan daun mint sebagai bahan tambahan makanan.

Sebenarnya bisa saja ditanam langsung dalam tanah, tapi akar mint cenderung menyebar dengan cepat dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman lain. Untuk menanam dalam pot, ikutilah petunjuk berikut:

  1. Siapkan pot berukuran sedang/besar. Satu bibit hasil persemaian membutuhkan pot berdiameter antara 30 sampai 40 cm.
  2. Pilih pot yang bagian dasarnya berlubang untuk sirkulasi air. Di sisi lain, tanaman mint tumbuh optimal pada tanah yang gembur, jadi tanah tidak boleh sampai kering. Jika Anda meletakkan pot di ambang jendela atau teras, gunakan piring lebar sebagai alas pot supaya lebih rapi. Cara ini juga memudahkan Anda membuang air dan tanah yang mengalir keluar pot.
  3. Isi sepertiga pot dengan campuran tanah dan pupuk kompos halus. Anda bisa mendapat pupuk kompos siap pakai berkualitas dari toko-toko pertanian.
  4. Tanam tunas mint dalam pot. Jika akarnya terlalu panjang, cukup diikalkan saja; jangan dipotong.
  5. Tutup lubang penanaman dengan tanah dan pastikan tunas dalam posisi tegak.
  6. Tancapkan batang kayu atau pensil runcing ke dalam pot di dua sisi tunas untuk menjaga posisi tanaman. Pensil bisa diambil setelah tanaman dewasa.

Apabila Anda ingin menanam di kebun, cara paling mudah untuk menghindari penyebaran akar mint adalah dengan meletakkan pot di dalam tanah. Sisakan sekitar 5 cm bagian atas pot di permukaan tanah.

4. Perawatan

siram mint

Tanaman mint bisa tumbuh dengan cepat asalkan mendapat cukup air dan sinar matahari. Tidak perlu perlakuan khusus dalam perawatan. Hal-hal yang harus diingat:

  1. Siram tanaman setiap kali tanah sudah mulai terlihat kering. Pastikan semua akar tanaman terbenam air untuk hasil optimal. Usahakan tanah selalu dalam keadaan lembab. Pada musim kemarau, mungkin Anda harus menyiram beberapa kali sehari.
  2. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung, terutama dari pagi sampai siang.

Saat mengambil daun mint, pastikan Anda tidak memotong lebih dari sepertiga (dari semua daun) dalam sekali panen. Jangan biarkan tanaman ini sampai berbunga, karena distribusi nutrisi akan justru terfokus pada bunga dan menghambat pertumbuhan daun.

Jangan lupa untuk membagi atau memisahkan tanaman menjadi 3 atau 4 bagian setelah mint sudah terlihat terlalu rindang dalam 1 pot. Anda juga bisa membuang beberapa tangkai supaya sisa daun yang ada selalu segar dan sehat.

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *