Cara Menanam Daun Bawang (Lengkap!)

Daun Bawang adalah salah satu jenis tanaman sayuran dari kelompok tanaman bawang dengan nama latin Allium fistulosum. Daun bawang memiliki bentuk yang Panjang dan berwarna hijau tua di ujungnya, sedangkan batangnya berwarna hijau muda dengan tekstur sedikit keras.

Bagi kalian yang suka berbelanja ke pasar atau ke toko swalayan, maka daun bawang sangat mudah kalian jumpai kehadirannya dibagian sayuran. Tanaman ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, terlebih daun bawang sering digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu dapur pelengkap masakan.

Penggunaan daun bawang sebagai bumbu masakan biasanya dengan cara diiris kecil-kecil seperti bawang merah dan bawang putih untuk kemudian dicampurkan ke dalam masakan, seperti soto, martabak telur, mie ayam, bakso, telur dadar, sop daging, gorengan dan masih banyak lagi.

Selain sebagai pelengkap hidangan utama, daun bawang juga mengandung banyak manfaat, salah satunya untuk kesehatan dan kecantikan bagi kaum wanita.

Daun bawang mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Karena daun bawang memiliki kandungan vitamin dan antioksidan yang tinggi maka tak heran daun bawang sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mirip dengan lidah buaya, daun bawang juga bermanfaat untuk kecantikan yakni dapat mencerahkan, meremajakan kulit, serta mengatasi penuaan dini.

Semakin yakin mau menanam daun bawang? Berikut ulasannya!


1. Tentukan Jenis Daun Bawang

Ada tiga jenis tanaman daun bawang yang sering dibudidayakan dan berhasil di Indonesia, yaitu Bawang Perai, Kucai, dan Bawang Bakung.

  1. Bawang Perai atau nama latinnya leek (Allium porum L.), mempunyai ciri tidak memiliki umbi dan memiliki daun yang lebih lebar jika dibandingkan dengan bawang merah atau putih. Pelepahnya berukuran panjang dan bagian dalam daunnya memiliki ciri berbentuk pipih.
  2. Kucai atau nama latinnya (Allium schoercoprasum), mempunyai ciri daun yang kecil, panjang, dan memiliki daun kecil di dalam rongganya serta memiliki warna hijau dan umbi yang kecil
  3. Bawang Bakung atau Bawang Semprong yang memiliki nama latin (Allium fistulosum), memiliki ciri daun yang bulat dan panjang dengan rongga di dalam daunnya berbentuk seperti pipa, namun untuk bawang bakung ini terkadang memiliki umbi, terkadang tidak memiliki umbi.

Daun bawang bisa ditanam di lahan yang luas ataupun hanya sekedar menanam di pot atau polybag, cara menanam nya pun tidaklah terlalu sulit, asalkan tekun dan teliti maka kalian bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah dan maksimal.


2. Tentukan Lokasi Tanaman Daun Bawang

Penentuan Lokasi Tanaman Daun Bawang

Langkah pertama dalam penanaman daun bawang yang baik dan benar tidak lepas dari cara kalian menentukan lokasi yang nantinya akan digunakan sebagai media tanam.

Penentuan lokasi tanam ini tentunya harus sesuai dengan syarat-syarat tumbuh tanaman daun bawang, seperti iklim di lokasi yang harus diperhatikan. Iklim ini terkait kondisi cuaca yang ada.

Untuk daun bawang, kalian bisa menanam di lokasi yang memiliki suhu 18 hingga 25 derajat celcius serta memiliki curah hujan 150 hingga 200 mm per tahunnya.

Kemudian syarat tumbuh berikutnya yang harus dipenuhi di lokasi yang ingin kalian tanam ialah, kalian harus memperhatikan jenis tanah yang cocok untuk menanam daun bawang. Terdapat 2 jenis tanah yang cocok untuk dipergunakan dan diolah untuk penanaman daun bawang, yaitu Andosol (tanah bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung berpasir.

Lebih lanjut, kalian harus perhatikan ketinggian lokasi, karena meskipun daun bawang dapat ditanam di dataran rendah maupun tinggi, namun daun bawang ini akan tumbuh dengan ideal di dataran tinggi setinggi 250 hingga 1500 meter diatas permukaan laut.


3. Pilih Bibit Tanaman Daun Bawang

Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi, langsung saja kalian lakukan persiapan lebih lanjut dan bisa langsung memulai menanam dengan mempersiapkan bibit yang berkualitas. Pembibitan daun bawang memiliki 2 cara, yakni:

Pembibitan Generatif (Biji)

Untuk pembibitan generatif, kalian tinggal membeli atau memperoleh bibit dari toko-toko pertanian baik secara online ataupun offline.

Namun, untuk cara ini sangat amat perlu diperlukan ketekunan dan ketelitian, karena apabila ada salah langkah yang terlewat, maka bibit pun tidak akan tumbuh dengan sempurna.

Untuk caranya, buatlah bedengan (gundukan tanah) dengan memiliki ukuran lebar 100 hingga 120 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan tempat dimana kalian akan menanamnya.

Setelah itu, kalian taburi pupuk kandang diatas bedengan yang telah dibuat. Kemudian, kalian buat lubang dengan membentuk alur melintang pada bedengan dengan memiliki kedalaman sekitar 1 cm dan jarak antar alur lubang tadi sekitar 10 cm.

Tahap selanjutnya, taburi biji daun bawang yang telah kalian dapatkan secara merata ke dalam alur yang telah dibuat tadi.

Setelah menaburi biji daun bawang, tutup alurnya dengan menggunakan karung-karung basah atau bisa juga dengan menggunakan daun pisang sampai muncul kecambah pada biji daun bawang tersebut.

Ketika kecambah itu tumbuh, kalian buka penutup alurnya dan biarkan bibit tumbuh hingga berumur 2 bulan.

Pembibitan Vegetatif (Anakan)

Pembibitan vegetatif diperoleh dari anakan tanaman daun bawang yang telah tumbuh.

Pertama-tama kalian pilih tanaman daun bawang yang memiliki rumpun yang sehat serta sudah cukup umur dengan usia 2,5 bulan.

Kemudian setelah menemukan rumpunnya, pilah dan pisah-pisahkan hingga menjadi beberapa bagian, dan setiap bagiannya terdiri dari 1 hingga 3 batang daun bawang.

Rumpun yang telah dipilah dan dipisahkan menjadi beberapa bagian batang tersebut kemudian kalian tanam pada media tanam, atau apabila belum ada waktu untuk menanam, kalian bisa menyimpannya dulu, paling lama seminggu.

daun bawang

Kalian juga harus memperhatikan tentang ciri-ciri bibit mana yang memiliki kualitas tinggi sehingga menghasilkan daun bawang yang berkualitas ketika dipanen nanti, berikut adalah ciri-ciri bibit yang berkualitas:

  • Memiliki ciri fisik yang utuh tidak sedang terserang hama atau serangga pengganggu
  • Bibit akan tenggelam pada saat direndam di dalam air
  • Memiliki tekstur biji yang keras dan kuat
  • Apabila kalian melakukan pembibitan dengan cara generatif yang memperoleh bibit dari toko-toko pertanian baik secara online ataupun offline, maka, bibit yang kalian peroleh haruslah memiliki sertifikasi dari instansi pertanian terkait.

4. Semai Bibit Tanaman Daun Bawang

Langkah ketiga dalam proses penanaman tanaman daun bawang agar mendapatkan hasil yang maksimal ialah lakukan proses penyemaian pada bibit tanaman.

Setelah menemukan bibit yang berkualitas, lakukan proses penyemaian pada bibit tersebut. Proses penyemaian bibit ini menjadi sangat penting dan kelak akan sangat menentukan hasil panen yang didapat. Ini langkah-langkah menyemai bibit:

Pertama, kalian perlu menyiapkan alat dan bahannya berupa cangkul, tanah biasa, polybag, tanah humus dan pupuk kendang kering.

Kemudian langkah yang kedua, ialah kalian campurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dengan cangkul secara merata.

Ketiga, setelah campuran tanah merata, kalian masukkan ke dalam polybag yang telah disiapkan, namun perlu diingat, jangan diisi terlalu penuh.

Setelah itu, langkah keempat ialah kalian ambil bibit yang telah disiapkan tadi untuk kemudian kalian taburkan ke dalam polybag yang sudah terisi campuran tanah tadi.

Kelima, tutup polybag yang telah terisi oleh bibit dan campuran tanah tadi dengan menggunakan kardus atau kertas. Lakukan pengecekan setiap hari, jika dirasa tanah sudah kering, maka itulah saat dimana kalian siram polybag tersebut.

Keenam, apabila bibit tersebut sudah mulai ada tumbuh tunas, maka kalian buka penutup yang terbuat dari kardus ataupun kertas tadi untuk kemudian diberi sinar matahari secara bertahap.

tunas daun bawang

Setelah itu yang terakhir, jangan lupa kalian siram bibit yang telah tumbuh tadi dengan menggunakan air bersih dan lakukan penyiraman setiap hari, serta apabila kondisi tanaman kurang subur, maka kalian bisa menambahkan pupuk, namun perlu diingat, jangan terlalu banyak.


5. Olah Tanah pada Media Tanam

Setelah mengikuti arahan langkah-langkah diatas, maka kalian tinggal menunggu waktu selama beberapa minggu untuk kemudian nantinya kalian pindahkan ke media tanam yang sesungguhnya berupa lahan luas atau lahan sempit (pot tanaman).

Langkah berikutnya setelah penyemaian ialah, lakukan proses pengolahan tanah pada media tanam yang sesungghunya.

Karena tidak semua orang memiliki lahan yang luas, ada dua kondisi untuk mengolah tanah pada media tanam daun bawang, yaitu lahan luas dan lahan sempit.

1. Pengolahan pada Lahan yang Luas

lahan luas

Apabila kalian memiliki lahan yang luas untuk menanam daun bawang, maka hal itu merupakan sebuah keuntungan, karena selain bisa untuk dikonsumsi sendiri, kalian juga bisa untung besar dari panen massal daun bawang. Berikut adalah cara pengolahan tanah pada media tanam di lahan yang luas:

  • Siapkan cangkul, sabit atau celurit, tanah humus dan pupuk kandang kering.
  • Bersihkan pekarangan dari hama pengganggu lainnya menggunakan cangkul atau cangkul.
  • Olah tanah dengan mencangkulnya dengan kedalaman sebesar 40 cm.
  • Sambil mencangkul, kalian bisa mencampurkan pupuk kendang kering agar tanah kaya akan unsur hara yang membuat tanaman daun bawang akan tumbuh subur.
  • Buatlah bedengan atau gundukan tanah dengan ukuran lebar sebesar 150 cm dan tingginya sebesar 50 cm, kemudian untuk panjangnya sendiri tidak dipatok harus berapa cm, sesuaikan panjang bedengan dengan luas lahan yang kalian miliki.
  • Buatlah drainase atau sistem irigasi pengairan berupa parit antar bedengan dengan jarak antar bedengan sebesar 50 cm, agar tanaman tidak tergenang oleh air dikala hujan deras datang.
  • Lakukan pengecekan kadar pH tanah pada bedengan, pH yang baik untuk tanaman daun bawang ialah berkisar di angka 6,5 hingga 7,5.
  • Apabila kadar keasaman tanahnya kurang dari angka pH yang ditetapkan, maka kalian lakukan pengapuran terlebih dahulu dengan delimit.
  • Terakhir, buat lubang sebagai tempat tanaman daun bawang tumbuh dengan jarak antar lubang sebesar 40 cm.

2. Pengolahan pada Lahan yang Sempit

lahan sempit pot

Jika kalian ingin menanam tanaman daun bawang, namun tidak memiliki lahan sebagai tempat media tanam yang luas dan hanya memiliki pekarangan rumah yang sempit, maka kalian tetap bisa menanam daun bawang dengan menggunakan pot atau polybag.

Berikut adalah cara pengolahan tanah pada media tanam di lahan yang sempit yaitu pada pot atau polybag:

  • Siapkan pot atau Polybag dengan ukuran 2 hingga 3 kg, campurkan tanah dan pupuk kandang.
  • Campurkan olahan tanah sebagai media tanam itu dengan perbandingan campuran tanah dan pupuk kandang 3 : 1 ke dalam pot atau polybag yang telah disiapkan.
  • Lubangi campuran olahan tanah dan pupuk tadi di pot atau polybag sebagai media untuk bibit tanaman daun bawang yang telah disiapkan.
  • Terakhir, letakkan pot atau polybag di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung dengan intensitas yang tinggi setiap harinya.

6. Tanam dan Rawat Tanaman Daun Bawang

Langkah berikutnya ialah kalian lakukan proses penanaman tanaman daun bawang ketika bibit telah siap untuk digunakan dan lahan telah diolah.

Pertama-tama kalian ambil bibit daun bawang dari media semai beserta akarnya, ingat pada proses ini kalian lakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi, jangan sampai akar pada bibit yang telah siap digunakan menjadi rusak atau putus.

Apabila kalian menanam pada lahan yang luas, maka buatlah lubang pada bedengan sesuai dengan ukuran bibitnya. Selanjutnya masukkan bibit tersebut dan tekan sedikit tanah yang ada di sekitar bibit agar padat dan kokoh.

Lakukan penanaman diwaktu yang pas seperti di sore hari. Lebih lanjut untuk kalian yang menanam tanaman daun bawang di dalam pot atau polybag, lakukan pemindahan bibit ke dalam pot dengan penuh ketelitian dan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Terakhir, lakukan proses penyiraman ketika bibit sudah tertanam pada media tanam, baik itu pada lahan yang luas ataupun lahan yang sempit.

Selanjutnya agar tanaman daun bawang yang kalian tanam dapat tumbuh dengan maksimal, maka kalian perlu melakukan pemeliharaan dan perawatan agar tanaman menjadi tidak rusak ketika di panen nantinya.

Secara umum, perlakuan perawatan bagi kalian yang menanam di lahan yang luas ataupun sempit tidaklah berbeda. Berikut adalah tiga langkah perawatan agar tanaman daun bawang yang kalian tanam dapat tumbuh dengan maksimal:

Penyiraman Perawatan pertama yang dilakukan ialah lakukan penyiraman seperlunya dan secukupnya saja, jangan sampai tanaman daun bawang mengering, juga jangan sampai tanaman daun bawang tergenang air, karena daun bawang tidak menyukai tanah yang terlalu basah, apalagi sampai tergenang. Media tanam yang tergenang air dan menjadi lembab, akan mengakibatkan pesatnya pertumbuhan jamur dan bakteri
Penyiangan Langkah berikutnya, lakukan penyiangan berupa mencabuti semua rumput yang tumbuh yang ada pada media tanam. Apabila rumput atau tanaman pengganggu lainnya dibiarkan tumbuh, akan dapat mengganggu pertumbuhan.
Penanggulangan Hama dan Penyakit Terakhir, lakukan penanggulangan hama dan penyakit berupa pemantauan langsung ke setiap tanaman daun bawang yang tumbuh apakah ada hama atau penyakit yang menyerang. Apabila ada penyakit layu atau akarnya busuk, maka segera pindahkan jauh-jauh atau hancurkan tanaman daun bawang yang terserang penyakit agar tidak menular ke tanaman lainnya yang masih sehat.

7. Panen Daun Bawang

Langkah terakhir ketika kalian menanam suatu tanaman, maka lakukan proses pemanenan. Pada saat daun bawang memasuki usia 2,5 bulan, artinya ia telah siap untuk dipanen. Berikut adalah ciri-ciri tanaman daun bawang yang telah siap untuk dipanen:

  • Daun bawang memiliki jumlah rumpun yang banyak.
  • Sebagian warna dari daun bawang telah menguning.

panen daun bawang

Apabila kalian menanam untuk keperluan harian, kalian bisa memotong sebagian daun bawangnya saja, dan dapat dilakukan kapan saja jika dibutuhkan, beda halnya ketika kalian menanam di lahan yang luas dengan skala besar untuk keperluan dijual kembali ke pasar.

Untuk penanaman dengan skala besar, lakukan pembongkaran seluruh rumpun yang ada pada tanaman daun bawang dengan menggunakan cangkul atau bisa juga langsung dicabut. Cuci hingga bersih daun bawang yang telah dipanen sehingga tanah yang menempel bisa hilang.

Seperti itulah cara menanam tanaman daun bawang, apabila kalian melakukan penanaman daun bawang untuk di jual kembali, maka seharusnya kalian semangat karena budidaya daun bawang merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat menguntungkan apabila dikerjakan secara intensif dan berkelanjutan.

Selamat mencoba menanam dan membudidayakan tanaman daun bawang, semoga hasilnya memuaskan dan tetap semangat!

Menarik:

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

One thought on “Cara Menanam Daun Bawang (Lengkap!)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *