Cara Menanam Bunga Teratai Yang Benar!

Bagi kalian yang sudah pernah mengunjungi Kawasan Kebun Raya Bogor, pastinya kalian sudah mengenal dan mengetahui ada tanaman yang hidup diatas air kolam Kebun Raya Bogor.

Ya, tanaman itu ialah tanaman bunga teratai, bunga ini termasuk kedalam salah satu tanaman hias yang sangat terkenal dan tentunya memancarkan keindahan serta keunikan tersendiri, karena dapat hidup di permukaan air serta memiliki warna bunga yang beraneka ragam serta indah, dari mulai warna putih, ungu, merah jamu, biru, ungu dll.

Keindahan dari bunga teratai ini memang sangat memikat banyak orang sehingga tanaman ini sangat populer dikalangan pecinta tanaman hias. Selain itu tanaman ini tergolong unik apabila dibandingkan dengan tanaman yang hidup di air lainnya.

Tanaman bunga teratai memiliki akar yang tumbuh di dalam lumpur yang ada di dasar air, kemudian memiliki batang yang tumbuh memanjang ke atas serta mempunyai daun yang tumbuh tepat pada permukaan air. Ia tumbuh secara alami di daerah perairan, seperti, rawa, danau ataupun sungai yang tidak begitu dalam dan memiliki aliran air yang tenang serta damai.

Bunga teratai termasuk ke dalam keluarga Nymplhaceae, yang artinya tanaman yang dapat berbunga di sepanjang tahun. Tanaman ini pun termasuk tanaman endemik asli dari daratan benua Asia.

Di dalam pertumbuhannya, tanaman bunga teratai biasanya akan muncul di permukaan air dan pada umumnya bunga teratai akan bermekaran pada waktu pagi hari hingga sore hari menjelang malam hari atau tepatnya pada saat maghrib.

mikirin bunga teratai

Walaupun habitat tanaman ini berada di air, namun pada saat penanamannya kalian tetap memerlukan media tanam yang terbentuk dari hasil campuran tanah serta lumpur.

Bagi kalian yang tertarik untuk menanam serta membudidayakan tanaman bunga teratai, maka simaklah langkah-langkah berikut ini:


Penanaman Bunga Teratai

Ketika kalian hendak melakukan tindakan penanaman tanaman apapun, maka hal pertama yang harus kalian persiapkan ialah pastikan bibit yang kalian siapkan sebagai cikal bakal tanaman dalam keadaan yang bagus. Pada fase pembibitan ini bisa kalian lakukan pembibitan dengan dua cara yang sering dipakai pada umumnya.

Cara yang pertama ialah dengan menggunakan biji, kemudian cara yang kedua ialah dengan menggunakan tunas. Pada umumnya, dan sering di jumpai juga pada orang-orang yang telah menanam tanaman bunga teratai menanam dengan menggunakan biji sangat susah, sehingga banyak yang memilih dengan cara menanam dengan menggunakan tunas.

biji dan tunas teratai

Bibit dari tanaman bunga teratai dapat kalian peroleh dari toko yang menjual beraneka macam bibit tanaman. Ketika bibit sudah di dapatkan, maka langkah berikutnya ialah kalian lakukan proses penanaman tanaman bunga teratai, baik berupa biji ataupun tunas. Berikut adalah cara penanamannya:

1. Penanaman dengan biji

Pertama-tama yang kalian lakukan ialah kalian parut biji bibit bunga teratai dengan memarut pada bagian ujung biji yang runcing dan kemudian kalian sisakan saja satu lapisan pada kulit bijinya. Bagian pemarutan menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena ketika kalian tidak memarut bijinya maka tanaman bunga teratai tidak akan tumbuh.

Kemudian langkah kedua ialah kalian siapkan satu gelas yang sudah terisi dengan air hangat yang tidak mengandung klorin, selanjutnya kalian masukkan biji bunga teratai yang telah diparut tersebut kedalam gelas yang berisikan air tersebut. Air yang ada pada gelas harus kalian ganti setiap harinya hingga biji teratai tumbuh kecambah.

Untuk langkah selanjutnya kalian wajib hukumnya untuk mengganti air rendaman secara terus-menerus setiap harinya sekalipun biji bunga teratai sudah tumbuh kecambah. Agar tidak mengganggu pertumbuhan tunas, maka proses penggantian airnya diperlukan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Tunggu hingga 4 atau 5 hari setelah biji terendam, maka tunas pada biji akan tumbuh dan kemudian kalian tunggu beberapa hari hingga tunas memiliki panjang setinggi 15 cm sebelum kalian memindahkannya.

Pada langkah berikutnya, kalian wajib memilih ukuran pot yang tepat sebagai tempat naungan bibit bunga teratai ketika tumbuh. Pot dengan ukuran volume 11 hingga 19 liter akan memberikan ruang tumbuh yang cukup untuk bunga teratai.

Pilihan ember berbahan plastik dengan warna hitam adalah yang terbaik sebagai pot, karena ember hitam bisa mempertahankan panas dan membantu menghangatkan biji bunga teratai.

Pilihlah ember hitam yang tidak memiliki bolongan drainasenya. Karena jika ember tersebut memiliki bolongan, maka bisa tertarik ke bagian yang bolong dan mulai tumbuh ke luar embernya dan membuat pertumbuhan menjadi tidak maksimal.

Langkah kelima ialah kalian berikan semacam jangkar berupa sedikit play dough dengan lembut di sekeliling biji, jangan sampai menutupi tunasnya. Hal ini berguna agar biji tidak keluar dari tanah dan mengambang di permukaan air.

Langkah keenam masukkan pot dengan tanah yang padat, dengan komposisi perbandingan 2 : 1 untuk tanah liat dan pasir sungai. Isi dengan perbandingan campuran tanah tersebut dengan ukuran kedalaman sebesar 15 cm.

Terakhir, kalian tekankan biji dengan lembut ke bagian atas tanah, biji tersebut haruslah diletakkan di dekat permukaan tanah, tetapi kalian harus menaburkan selapis tipis tanah di atas biji setelahnya., setelah itu turunkan ember hitam tersebut ke air yang dangkal dengan kedalaman air mencapai maksimal sebesar 45 cm dengan memiliki suhu 21 derajat celcius.

2. Penanaman dengan tunas

Langkah pertama ketika menanam dengan tunas berupa umbi ialah kalian persiapkan semacam mangkuk dengan ukuran yang besar dan kemudian kalian isi mangkuk tersebut dengan air hangat. Setelah itu kalian masukkan tunasnya dan harus dalam keadaan terapung di permukaan air.

Selanjutnya, kalian letakkan mangkuk tersebut di dekat jendela yang hangat dan jangan mengarahkan secara langsung pada sinar matahari serta ganti air nya setiap tiga hingga tujuh hari sekali. Tanaman bunga teratai dapat di tanam setelah beberapa minggu setelah tumbuhnya tunas pada umbi

Langkah berikutnya ialah kalian pilih dan siapkan wadah sebagai media tanam yang tepat. Tepat disini berarti memiliki ukuran wadah yang tepat yang sesuai dengan jenis bunga teratai yang di tanam, apabila kalian menanam jenis bunga teratai dengan ukuran yang besar, maka kalian membutuhkan wadah dengan ukuran volume sebesar 190 liter, namun, apabila kalian menanam bunga teratai dengan jenis yang kecil, maka kalian hanya perlu membutuhkan wadah dengan ukuran volume sebesar 7 liter.

Pastikan juga wadah yang kalian pakai tidak memiliki lubang drainase. Karena apabila memiliki lubang, maka tanaman ini dapat tumbuh ke luar dari lubang sehingga akarnya akan tidak beraturan dan menyebabkan tanaman bunga teratai tidak akan tumbuh subur.

Langkah ketiga ketika kalian menanam dengan tunas ialah, kalian isi wadah yang telah kalian pilih dengan campuran tanah dengan komposisi masing-masing 60 persen untuk tanah liat dan 40 persen untuk pasir sungai. Jangan lupa untuk menyisakan ruang kosong dengan ukuran 2 hingga 10 cm di antara permukaan pot dengan permukaan tanah.

Langkah berikutnya ialah kalian letakkan wadah pot yang telah terisi dengan campuran tanah tersebut pada kolam yang dangkal dengan ukuran permukaan air harus tidak melebihi tinggi pot nya.

Langkah kelima ialah kalian masukkan tunas umbi bunga teratai ke atas tanah yang ada pada wadah secara horizontal dengan posisi pada bagian belakangnya di dekat dinding wadah dan posisi tunasnya tumbuh mengarah ke arah tengah. Perlu diperhatikan, jangan kalian tanam tunas umbi terlalu dalam dan permukaan tanah harus sedikit lebih tinggi daripada ujung tunasnya.

Pada langkah keenam, setelah beberapa hari,  ketika tunasnya tumbuh daun, maka kalian pindahkan wadah pot yang sebelumnya berada pada air yang dangkal ke dalam kolam dengan kedalaman air yang lebih dalam.

Ketinggian air untuk setiap jenis bunga teratai pun berbeda, untuk jenis yang berukuran kecil, maka hanya membutuhkan kedalaman air 2 hingga 15 cm dari permukaan tanah, sedangkan untuk jenis bunga teratai yang berukuran besar, maka air yang dibutuhkan harus mencapai ketinggian sebesar 1 meter.

Langkah terakhir ialah ambil batu atau alat pemberat lainnya yang dipergunakan sebagai penahan tunas umbi agar tunas umbi tidak mengapung ke permukaan air.


Perawatan Tanaman Bunga Teratai

Itulah dia ketujuh langkah bagaimana tentang cara penanaman tanaman bunga teratai baik ketika menggunakan biji ataupun dengan menggunakan tunas berupa umbi.

perawatan bunga teratai

Selanjutnya ketika sebuah tanaman sudah ditanam, kalian harus melakukan perawatan agar tanaman yang dihasilkan nanti dapat tumbuh dengan maksimal. Ada beberapa cara perawatan pada tanaman bunga teratai, berikut diantaranya:

Perawatan pertama yang harus kalian lakukan ialah kalian potong daun tanaman bunga teratai yang sudah menguning, hal ini dikarenakan agar supaya tidak sesegera mungkin menularkannya kepada bunga teratai yang lainnya.

Harap perhatikan ketika kalian memotongnya, lakukan pemotongan di atas permukaan air agar tidak mengganggu akar dari tanaman serta lakukan secara hati-hati.

Kemudian, siapa bilang bunga teratai tidak memerlukan pupuk? Tanaman ini tetap membutuhkan pupuk sebagai nutrisi untuk tumbuh kembang agar selalu subur setiap saat. Lakukan pemberian pupuk yang dikhususkan untuk tanaman air dalam tempu waktu yang teratur. Perhatikan dosis yang digunakan apabila berlebihan maka bunga teratai bisa mati dan membusuk.

Perawatan terakhir ialah sebisa mungkin kalian jaga dan perhaitkan tanaman bunga teratai dari berbagai macam ancaman gangguan hama seperti kutu daun, keong ataupun ulat. Berilah pestisida bubuk secukupnya saja pada daun bunga teratai agar hama tersebut tidak datang berkunjung ke tanaman yang sudah kalian tanam.

Sedikit tips dan saran, untuk menjaga agar bunga teratai tetap awet tidak mati membusuk, sebaiknya kalian lakukan pemindahan wadah pot yang berisi bunga teratai tersebut pada tempat yang sedikit teduh dan tidak langsung terpapar pancaran sinar matahari.

Perlu diingat juga tanaman bunga teratai tidak tahan pada suhu yang terlalu panas. Kemudian kalian pindahkan umbi yang telah tumbuh tanaman bunga teratai ke dalam pot yang baru setiap tahunnya, agar tanaman lebih tahan lama.

bunga teratai di tangan

Sebagai tambahan, tanaman ini memiliki banyak manfaat pada setiap bagian dari tanaman berupa biji, tunas biji, benang sari, dasar bunga, akar, daun hingga batang. Berikut penjabarannya:

Bagian Tanaman Manfaatnya
Biji Teratai Biji teratai dapat mengobati gangguan penyerapan makanan, diare, radang usus kronis, hepatitis, muntah-muntah, kanker, lesu, insomnia, buang air kecil terasa sakit dan keruh, keputihan dan pendarahan pada wanita
Tunas Biji Teratai Tunas biji teratai dapat mengobati demam, rasa haus, jantung berdebar, tekanan darah tinggi, muntah darah, ejakulasi dini, insomnia, mata merah dan bengkak
Benang Sari Benang sari yang ada pada bunga teratai dapat mengobati pendarahan seperti muntah darah, disentri, keputihan pada wanita, sering buang air kecil atau beser dan tidak dapat menahan buang air kecil atau enuresis.
Dasar Bunga Dasar bunga teratai pun dapat dimanfaatkan untuk mengobati meringankan beberapa masalah pada wanita, diantaranya pendarahan sewaktu, keluar cairan yang berlebihan setelah melahirkan hingga keluarnya darah haid secara berlebihan. Kemudian dapat mengobati sakit perut akibat adanya sumbatan darah dan keluarnya darah pada saat buang air besar.
Akar yang Rimpang Akar tanaman bunga teratai pun dapat memberikan manfaat, diantaranya mengobati meringankan demam, rasa haus, tekanan darah tinggi, sakit jantung, gangguan pada lambung, kurangnya darah atau anemia, batuk dan muntah keluar darah, mimisan, buang air besar dan kecil keluar darah, buang air kecil terasa panas dan merah, gangguan haid pada wanita, Neurosis dan wasir.
Daun Daunnya yang lebarpun memiliki manfaat, diantaranya dapat mengobati dan meringankan pingsan akibat cuaca dan hawa yang panas, pusing vertigo, sakit gigi, diare, beri-beri atau benjolan misterius pada tubuh, pendarahan secara berlebihan yang terjadi pada hidung berupa mimisan, mulut berupa muntah, buang air besar, serta mengobati haid pada wanita.
Batang Batang yang terendam air pun dapat dimanfaatkan untuk mengobati dan meringankan beberapa keluhan yang berkaitan dengan kesehatan, beberapa manfaatnya pun hampir sama seperti manfaat yang ditimbulkan pada bagian daun, hanya yang membedakan, pada batang dapat dimanfaatkan untuk mengobati dan meringankan dada yang terasa tertekan akibat panas atau lembab, serta keputihan yang terjadi pada wanita.

Begitulah tentang bagaimana cara menanam bunga teratai dengan baik dan benar, bunga teratai merupakan salah satu jenis tanaman hias yang hidup di alam yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan tanaman hias lainnya, maka dibutuhkan perhatian khusus agar tanaman tidak cepat membusuk dan bunganya akan selalu mekar.

Karena memiliki bunga yang indah dan menawan serta dapat memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya, maka tak heran apabila kalian berniat untuk menjadikannya bisnis akan bernilai tinggi di pasaran nantinya. Selamat mencoba menanam dan membudidayakan tanaman bunga teratai, semoga hasilnya memuaskan dan tetap semangat!

Baca juga:

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *