Cara Menanam Bunga Matahari Yang Sebenarnya

Tuk ku tuk lewat lorong sempir, tuk ku tuk hamtaro berlari, apa yang paling dia senangi, biji bunga matahari. Yak itu adalah beberapa potongan lirik lagu kartun animasi hamtaro yang dahulu pernah tayang di televisi Indonesia.

Dalam karakter kartun tersebut merupakan seekor hamster yang suka sekali dengan biji bunga matahari, lantas dari mana biji bunga matahari tersebut berasal?

Sebenarnya biji bunga matahari tersebut bukanlah sebuah bibit tanam dari tanaman bunga matahari, melainkan berasal dari buah dari tanaman bunga matahari, bunga matahari memiliki nama ilmiah yaitu Helianthus annuus L.

Tanaman bunga matahari merupakan tanaman asli dari benua Amerika. Merskipun tanaman asli dari benua Amerika namun dalam penyebarannya sudah tersebar ke seluruh dunia sejak tahun 1500 an. Bunga matahari juga merupakan bunga nasional dari negara Ukraina dan Bunga resmi negara bagian Kansas, Amerika Serikat.

Baca: Cara Menanam Bunga Mawar

siklus bunga matahari

Sekarang siapa di dunia ini yang tidak mengenal tanaman bunga matahari, hampir dipastikan semua orang mengenal tanaman yang satu ini, mempunyai ciri fisik yang unik, memiliki warna kuning cerah, berukuran besar dan kepala bunga yang besar serta di dalam satu bongkol terdapat lebih dari ribuan bunga-bunga kecil.

Hal diatas menjadikan tanaman bunga matahari digemari untuk dinikmati keindahannya dan tidak lupa untuk dimanfaatkan kegunaan dari tanaman ini.

Tanaman bunga matahari memiliki banyak kegunaan, dari mulai diambil buahnya untuk diambil minyak yang terkandung didalamnya, dipanen daunnya sebagai pakan ternak atau sebagai pupuk hijau, dipanen buahnya dalam bentuk biji bunga matahari untuk digunakan sebagai bahan pangan kuaci dan berguna untuk dijual sebagai tanaman hias ketika sudah mekar sempurna.

Dari sekian banyak kegunaannya, maka dapat dipastikan harga jual dari tanaman ini bisa dibilang tidak murah. Tanaman bunga matahari dapat menjadi salah satu tanaman yang patut kalian perhitungkan. Bagaimana menanam tanaman bunga matahari? Simak langkah-langkah berikut ini.


Langkah Pertama : Penentuan Lokasi Penanaman Tanaman Bunga Matahari

Penentuan Lokasi Penanaman Tanaman Bunga Matahari

Tanaman bunga matahari memiliki sifat yang selalu mengikuti arah dari pancaran sinar matahari dan cenderung menghadap ke arah timur.

Hal ini dikarenakan tanaman bunga matahari menyimpan zat hormon Auxin, yaitu suatu hormon tanaman yang mengendalikan pertumbuhan, biasanya jumlah Auxin akan lebih banyak berada di sisi yang jauh dari sinar matahari. Maka dari itu usahakan lokasi penanaman tidak ada halangan yang menghadang di arah timurnya.

Usahakan ditanam di tempat terbuka di tempat yang sepenuhnya terkena pancaran sinar matahari agar tanaman ini dapat memancarkan keindahannya secara maksimal.

Meskipun sangat tangguh ditanam di berbagai macam jenis tanah namun jangan coba-coba menanam tanaman bunga matahari di daerah yang memiliki genangan air yang banyak, karena akan menyebabkan akar tanaman menjadi rusak.

Di Indonesia, untuk budidaya skala besar memang tidak bisa sembarang menanam di segala tempat, harus ditanam di lokasi yang cocok seperti di daerah pegunungan, karena memiliki kelembapan udara yang banyak hingga mencapai 80 hingga 90 persen dan banyak mendapatkan pancaran sinar matahari langsung.

Bunga matahari dapat ditanam di pekarangan rumah kalian sebagai tanaman hias dengan batas ketinggian 0 hingga 1500 meter diatas permukaan laut.

Cek juga: Cara menanam bunga anggrek yang benar


Langkah Kedua : Penyemaian Bibit Tanaman Bunga Matahari

Penyemaian Bibit Tanaman Bunga Matahari

Agar tanaman bunga matahari dapat tumbuh dengan maksimal, terlebih dahulu kalian lakukan penyemaian untuk memperoleh bibit yang unggul, karena semua tanaman tergantung pada kualitas bibit yang ditanam diawal. Bibit dapat diperoleh dari indukan pertama yang sudah memiliki umur yang sudah tua.

Bibit tanaman ini juga dapat kalian peroleh di toko-toko pertanian, baik secara online ataupun offline dengan datang langsung ke tokonya.

Pertama-tama kalian lakukan penyiraman dengan air secukupnya pada media semai berupa polybag atau baki semai yang telah diisi dengan campuran berupa tanah, pupuk kompos dan arang sekam dengan perbandingan masing-masing sebesar 1 : 1 : 1. Lalu setelah itu kalian tabur bibitnya pada media semai.

Selanjutnya kalian hanya tinggal menunggu saja selama 30 hari sejak kalian melakukan penyemaian ataupun apabila tanaman telah tumbuh hingga mencapai ketinggian 15 hingga 20 cm barulah kalian pindahkan ke lokasi tanam.

Perlu diingat kalian perlu untuk melakukan penyiraman rutin, hal ini dimaksudkan agar media semainya tetap lembab, kondisi yang lembab akan mempercepat proses pertumbuhan bibit tanaman bunga matahari.

Lihat juga: Cara Menanam Cabai Paling Efektif


Langkah Ketiga : Proses Pengolahan Media Tanam Tanaman Bunga Matahari

Langkah selanjutnya ketika bibit telah disemai, kalian lakukan pengolahan tanah pada media tanam. Penanaman tanaman bunga matahari dapat dilakukan di dalam pot ataupun di lahan yang luas untuk skala besar. Berikut adalah cara pengolahan media tanamnya, baik yang hendak ditanam di dalam pot ataupun yang ditanam di lahan yang luas, diantaranya:

  1. Pertama-tama kalian bersihkan lahan di lokasi tanam, sehingga tidak ada lagi sampah-sampah dan tanaman pengganggu yang berserakan di lokasi tanam.
  2. Kemudian kalian ambil cangkul ataupun alat pertanian lainnya untuk menggemburkan tanah sehingga menjadi subur.

Pengolahan Media Tanam di Lahan yang Luas

Pengolahan Media Tanam di Lahan yang Luas

Dengan cangkul yang tadi digunakan, kalian lakukan proses penggemburan tanah hingga memiliki kedalaman sebesar 30 cm. Kemudian untuk pengolahan media tanam di tempat yang luas, pertama-tama kalian buatlah gundukan atau bedengan dengan panjang sebesar 10 sampai 15 meter, untuk lebarnya 100 sampai 110 cm dan memiliki ketinggian sebesar 30 hingga 40 cm.

Setelah dibuat, kalian beri jarak antar bedengan dengan jarak 50 cm. Jangan lupa untuk membuat drainase diantara bedengan agar air mengalir dan tidak tergenang.

Selanjutnya kalian berikan pupuk kandang sebanyak 0,5 hingga 1 kg per tanaman. Lalu aduk hingga tercampur rata dengan tanah yang ada pada bedengan. Setelah itu biarkan selama 2 minggu hingga pupuk teresap sepenuhnya. Kemudian apabila lokasi media tanam nya terlalu asam, maka disarankan kalian beri dolomit sebanyak 1,5 ton per hektar.

Setelah diberikan pupuk kandang maka kalian berikan pupuk dasar anorganik yakni pupuk majemuk NPK dengan takaran sebanyak 700 kg per hektar.

Lihat juga: Cara Menanam Kangkung Yang Benar

Apabila tidak ada pupuk majemuk NPK maka dapat pula menggunakan campuran pupuk urea, pupuk KCL dan pupuk SP-36. Campurkan ketiga jenis pupuk tersebut lalu kalian sebar secara merata ke setiap bedengan yang telah dibuat. Selanjutnya kalian bisa memberikan mulsa plastik perak hitam.

Ingat, tempatkan bagian perak berada di bagian atas. Tancapkan pasak penjepit di setiap pinggir mulsa setiap 50 cm agar mulsa plastik tidak terbang kemana-mana.

Pengolahan Media Tanam di Lahan yang Terbatas (Contohnya di Pot)

Pengolahan Media Tanam di Lahan yang Terbatas (Contohnya di Pot)

Apabila kalian tidak memiliki lahan yang luas untuk membuat bedengan, maka kalian bisa menggunakan pot sebagai media tanam nya sehingga tidak memakan banyak tempat.

Pertama-tama kalian harus memilih pot dengan ukuran yang besar, karena akar dari tanaman bunga matahari besar dan membutuhkan ruang yang cukup agar pertumbuhan menjadi maksimal.

Setelah itu ketika menanam tanaman ini di dalam pot, kalian tidak bisa serta merta bebas memilih untuk menempatkannya, pilih penempatan yang terkena sinar matahari secara langsung dan jangan di ruangan yang tertutup seperti di dalam rumah.

Kemudian, kalian campur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1 lalu masukkan kedalam pot secara merata dan jangan sampai penuh. Selanjutnya kalian siram dengan air secukupnya jangan sampai terlalu banyak air hingga tergenang, dan terakhir kalian hanya tinggal menunggu bibit yang siap dipindahkan ke dalam pot dari tempat penyemaian.


Langkah Keempat : Proses Penanaman Tanaman Bunga Matahari

Langkah ini sebenarnya hanya dibutuhkan tingkat kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi. Kalian hanya tinggal menunggu bibit tumbuh hingga mencapai ukuran 15 hingga 20 cm untuk kemudian kalian pindahkan dari tempat persemaian bibit ke lokasi media tanam yang sebenarnya baik itu berupa pot atau lahan berupa bedengan.

Penanaman di Lahan Bedengan

Penanaman di Lahan Bedengan

Untuk penanaman di lahan bedengan, pertama-tama kalian buat lubang di setiap bedengan untuk nantinya dimasukkan bibit yang telah siap tanam, setelah bibit tanam dimasukkan ke dalam lubang tanam, selanjutnya kalian tutup rapat kembali dengan menggunakan tanah dan usahakan bibit tanaman tetap tegak berdiri.

Setelah itu kalian lakukan perawatan dengan cara menyiramnya dengan air secukupnya setiap hari secara teratur, sembari melakukan penyiraman, kalian bisa memberi pupuk susulan yang berguna agar selalu terjaganya ketersediaan nutrisi yang diperlukan tanaman bunga matahari.

Penanaman di Lahan Terbatas (Contohnya pada Pot)

Penanaman di Lahan Terbatas (Contohnya pada Pot)

Kemudian untuk penanaman di lahan terbatas dalam hal ini penanaman dilakukan di dalam pot. Pertama-tama kalian pindahkan bibit yang sudah setinggi 20 cm dari tempat penyemaian ke dalam pot.

Pada saat pemindahan dilakukan penyiraman terlebih dahulu agar ketika di keluarkan dari tempat penyemaian, bibit tanaman tidak pecah dan rusak.

Selanjutnya kalian lubangi tengah pot yang telah disiapkan dengan campuran tanah dan pupuk kandang tadi untuk kemudian dimasukkan bibit tanaman yang telah siap. Lalu tutup kembali dengan tanah hingga sebatas pangkal dari batang bibit tanaman bunga matahari.

Kalian lakukan penyiraman dengan air secara rutin setiap hari pada pagi hari dan sore hari, perlu diingat, meskipun membutuhkan cahaya matahari yang banyak, tanaman ini juga membutuhkan pasokan air yang banyak untuk menjaga kelembapan nya, jadi tanaman ini harus rutin disiram tetapi perlu diingat jangan sampai tergenang oleh air.

Letakkan pot ke tempat yang terkena sinar matahari selama 6 hingga 7 jam per harinya.

Untuk perawatannya kalian hanya tinggal menambahkan suplemen dengan cara memberikan pupuk setelah usianya mencapai 2 bulan dan kemudian secara rutin lakukan pemberian pupuk untuk bulan-bulan berikutnya.

Beri pestisida atau insektisida pada tanaman bunga matahari secukupnya agar terhindar dari serangan penyakit dan hama yang mengganggu.

Perlu diingat, pemberian pestisida atau insektisida harus sesuai peruntukkannya untuk tanaman bunga matahari, jadi tidak bisa secara asal memberi pestisida yang diperuntukkan bagi tanaman lain selain bunga matahari.

Seperti itulah cara menanam tanaman bunga matahari, sebenarnya tanaman bunga matahari kurang cocok untuk ditanam di Indonesia yang memiliki iklim tropis, berbeda dengan daerah asalnya yaitu di Amerika.

Namun, hal itu bukan merupakan suatu tantangan, buktinya tanaman bunga matahari tetap bisa ditanam di Indonesia asalkan kalian punya perhatian khusus terhadap tanaman yang satu ini.

Selamat mencoba menanam dan membudidayakan tanaman bunga matahari, semoga hasilnya memuaskan dan tetap semangat!

Cek juga: Cara Mudah Menanam Rumput Jepang!

kutanam

Kutanam menyajikan konten berisi informasi, fakta unik, dan panduan terlengkap seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *