Cara Menanam Bunga Marigold Yang Benar

Bagi kamu yang baru di dalam dunia per-bunga-an barangkali belum familiar dengan bunga marigold ini. Meski namanya kebarat-baratan, bunga marigold merupakan salah satu bunga khas Pulau Dewata loh!

Di Bali bunga ini dikenal dengan bunga gemitir ataupun bunga gumitir. Marigold sendiri lazim digunakan di Bali di dalam berbagai macam perayaan yang memiliki mood bahagia dan ceria karena memang memiliki warna terang dengan kesan ceria.

Menariknya selain sebagai penghias, bunga marigold juga diketahui bisa dikonsumsi dan diolah sehingga bisa didapatkan manfaatnya. Apa saja manfaat bunga marigold dan bagaimana sih cara menanam bunga marigold agar bisa tumbuh subur?

Lompat ke:


Manfaat Bunga Marigold

Manfaat Bunga Marigold

Ada beberapa manfaat dari bunga marigold yang memiliki nama latin Tagetes sp. dan yang paling terkenal yakni dari jenis Tagetes erecta dan jenis Tagetes patula. Asalnya sendiri kurang jelas namun dipercaya dari daerah Amerika Tengah.

1. Membuat tubuh segar

Bunga marigold memiliki manfaat terhadap tubuhmu layaknya beberapa bunga yang ada di Indonesia. Karena memang memiliki berbagai macam karetinoid yang bisa menjadi antioksidan.

Cara mengolah marigold agar bisa membuat tubuhmu segar adalah dengan mengambil kelopaknya untuk kemudian kamu keringkan. Bila sudah kering bisa kamu tumbuk dan kamu seduh sebagai teh.

Selain itu the marigold juga dipercaya bisa menyembuhkan demam ringan serta sakit tenggorokan ringan. Yah barangkali memang salah satu efek karetinoid yang ada di dalamnya bisa meredakan penyakit ringan macam ini ya.

2. Sebagai pelembab alami kulit

Selain bisa membuat tubuh lebih segar, bunga marigold juga diketahui bisa menjadi pelembab alami bagi kulitmu, tapi untuk yang satu ini hati-hati ya efek sampingnya. Karena bila kulitmu tidak cocok, bisa-bisa malah iritasi dan gatal-gatal deh.

Untuk bisa menjadikan marigold sebagai pelembab alami kulit, kamu bisa mengambil beberapa kelopak bunga marigold, untuk ditumbuk dan diambil minyaknya. Bila terlalu repot tentu saja kamu bisa membeli minyak marigold yang banyak di pasaran.

3. Sebagai pengusir nyamuk alami

Memang diketahui ada beberapa tanaman yang secara alami bisa mengusir nyamuk yang ada di area rumahmu. Salah satunya adalah bunga marigold ini yang terbukti bisa mengusir nyamuk.

Banyak orang-orang yang ingin mengusir nyamuk secara alami dengan menanam lavender, namun sayangnya lavender sulit ditumbuhkan di dataran rendah. Berbeda dengan marigold marigold yang bisa tumbuh dataran rendah dan merawatnya pun lebih mudah.


9 Tahap Menanam Bunga Marigold

Nah tidak perlu berlama-lama lagi, berikut ini adalah cara menanam bunga marigold yang mudah dan tentu saja bisa kamu lakukan walaupun di rumah saja.

1. Memilih varietas marigold

Karena marigold sendiri merupakan salah satu bunga yang cukup populer di seluruh dunia, diketahui saat ini sudah ada beberapa jenis marigold yang cukup populer dan laku di pasaran.

Beberapa jenis marigold yang bisa kamu tanam, dan bahkan dibudidayakan untuk berbisnis adalah sebagai berikut ini:

  • Varietas Molek Kuning yang diketahui bisa beradaptasi baik di ketinggian 300 hingga 800 mdpl, dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 90 cm. Jumlah bunga per tanaman mencapai 200 dan bisa dipanen di usia 39 hingga 50 hari setelah penanaman bibit marigold.
  • Varietas Rona yang diketahui bisa beradaptasi baik di ketinggian 600 hingga 800 mdpl, dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 100 cm. Jumlah bunga per tanaman mencapai 250 dan bisa dipanen di usia 45 hingga 50 hari setelah penanaman bibit marigold.
  • Varietas Cassanova yang diketahui bisa beradaptasi baik di ketinggian lebih dari 800 mdpl, dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 80 cm. Jumlah bunga per tanaman mencapai 200 dan bisa dipanen di usia 44 hingga 54 hari setelah penanaman bibit marigold.

Selain ketiga varietas yang lazim dibudidayakan, sebenarnya ada beberapa varietas lainnya yang bisa kamu coba-coba budidayakan pula. Sayangnya mungkin beberapa varietas tersebut justru sulit didapatkan.

Beberapa varietas marigold yang cukup unik misalnya Tagetes cottage yang memiliki ciri khas warna merah terang yang dikelilingi warna kuning dan emas di bagian tengah dan sekeliling kelopaknya.

Varietas lainnya yang bisa kamu cari tahu misalnya Baileya multiradiata, Calendula officinalis, Caltha palustris, Tagetes antigua, Tagetes discovery, Tagetes inca, Janie Deep Orange, Park’s Whopper Yellow Marigold, dan masih banyak lagi.

Tentu saja masing-masingnya memiliki ciri khas dan daya tariknya tersendiri, dan untuk bisa melakukan budidaya masing-masingnya harus kamu pelajari karakteristik tersebut. Bila sukses, apalagi untuk jenis-jenis yang jarang ada di Indonesia tentu saja bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi kamu.

Pastikan pula kamu mendapatkan biji atau benih marigold dari tempat-tempat yang terpercaya ya. Namun bila memang kamu ingin cara yang lebih singkat tentu saja kamu bisa langsung membeli bibit marigold kecil yang bisa langsung kamu tanam.

Bila kamu membeli benih tentu kamu harus menyediakan waktu lebih untuk melakukan penyemaian, dan barangkali cocok dilakukan bagi kamu yang berniat untuk membudidayakan marigold untuk dijual kembali.

Adapun kamu yang merupakan penghobi bunga dan hanya ingin menanam marigold sendiri di rumah maka kami sarankan untuk membeli bibitnya saja sehingga kamu tidak perlu repot-repot melakukan proses penyemaian benih. Dengan konsekuensi harganya tentu saja yang lebih mahal!

2. Menentukan waktu tanam terbaik

Bunga marigold sendiri dikenal sebagai bunga yang memiliki waktu tanam yang lebih dinamis dan lebih bebas. Namun tentu saja semakin banyak sinar matahari maka semakin baik hasilnya.

Beruntung pula bagi kita yang tinggal di Indonesia karena memang selain marigold terkenal sebagai bunga dan tanaman yang tangguh, marigold bisa tumbuh dengan amat baik di cuaca hangat dan penuh sinar matahari.

Oleh karena itu saran kami tanamlah bunga marigold setelah musim penghujan, untuk menghindari cuaca mendung, dan agar tanaman bunga marigold mu bisa mendapatkan banyak sinar matahari.

Selain itu salah satu tips penting yang bisa kami berikan kepada kamu adalah untuk menanam bunga marigold di siang hari ataupun sore hari ketika cuaca masih panas-panasnya untuk hasil yang lebih memuaskan.

3. Menentukan media tanam

Nah kembali lagi, karena marigold sendiri terkenal sebagai tanaman yang cukup tangguh, kamu bisa melakukan penanaman marigold nyaris di berbagai macam media tanam.

Kamu bisa memilih media tanam yang paling mudah yakni tanah, hingga berbagai macam media tanam seperti sekam misalnya. Intinya karena memang pembibitannya melalui biji dan sifatnya menyebar, pastikan kamu memiliki media tanam yang luas.

4. Melakukan pengolahan tanah

Bagi kamu yang ingin menanam marigold untuk dijual kembali, tentu langkah ini merupakan salah satu langkah yang penting. Adapun kamu yang hanya ingin menanam marigold di rumah boleh melewatkan langkah ini.

Cara melakukan pengolahan tanah adalah dimulai dengan melakukan penggemburan tanah. Bila tanahmu cukup luas tentu saja kamu bisa menggunakan traktor, namun bila tidak kamu bisa menggunakan cangkul.

Setelah itu taburkan kapur pertanian atau kapur dolomit yang memiliki fungsi untuk menetralisir pH tanah. Sebisa mungkin kebutuhan kapur dolomit disesuaikan dengan pH tanah. Dosis kapur dolomit sendiri adalah rata-rata untuk menaikkan pH sebesar 2,0 dibutuhkan 6,83 ton per hektar tanah.

Bila sudah menetralisir tanah, kamu bisa melanjutkannya dengan membuat bedengan tanah dengan tinggi 20 hingga 30 cm, lebar 1 hingga 1,5 meter, dan panjang yang sesuai dengan tanah yang kamu punya. Jangan lupa berikan jarak sekitar 60 cm antar bedengan yang kamu punya.

Jangan lupa berikan pupuk kandang sejumlah 15 ton hingga 20 ton untuk setiap hektar tanah yang kamu miliki. Pastikan seluruh kandungan tersebut tercampur hingga merata agar pertumbuhan marigold nantinya baik.

Bila sudah tutup bedengan-bedengan yang telah kamu buat tersebut dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak. Usahakan melakukan penutupan bedengan ini ketika terik matahari maksimal agar penarikan dan pengembangan mulsa bisa maksimal.

Nantinya kamu bisa membuat lubang-lubang tanam di atas mulsa plastik tersebut setelah didiamkan selama kurang lebih tiga hingga empat hari. Sebisa mungkin jagalah kedalaman lubang tanam setidaknya 15 cm.

Penanaman marigold

5. Menyemai benih marigold

Karena menanam bunga marigold bisa dilakukan dari benih, tentu kamu harus melakukan persemaian benih marigold sebelum bisa menanamkannya di dalam bedengan yang kamu buat.

Bagi kamu yang menanam sendiri bunga marigold di rumah pun tentu harus melakukan penyemaian benih marigold terlebih dahulu sebelum bisa menanamkannya di media tanam yang kamu punya.

Adapun media tanam penyemaian benih marigold adalah campuran dari tanah, pupuk kandang, arang sekam, dan sabut kelapa dengan komposisi masing-masing 1 berbanding 1. Sesuaikan dengan jumlah benih yang ingin kamu semai ya.

Nah selama masa penyemaian ini pastikan tanaman tetap lembab, kamu harus menyiram benih yang disemai ini setidaknya sekali sehari ataupun dua kali sehari apabila cuaca di daerahmu cukup kering dan terik.

Lamanya proses persemaian bunga marigold adalah sekitar 16 hingga 18 hari. Bila sudah mencapai 16 hingga 18 hari barulah kamu bisa memindahkan bibit marigold ke media tanam, ataupun ke bedengan yang telah dibuat sebelumnya.

Bunga Marigold

6. Menanam bunga marigold

Bila benih marigold telah selesai disemai tentu kamu bisa lanjut ke tahap pemindahan benih ke lubang tanam ataupun ke bedengan yang telah kamu persiapkan sebelumnya.

Untuk setiap lubang tanam yang telah kamu persiapkan sebelumnya, bisa kamu letakkan sejumlah satu buah bibit marigold saja. Sama seperti saat proses penyemaian, sebisa mungkin tanam bibit marigold  di sore hari.

Setelah menanam bibit marigold pastikan kamu langsung menyiram bibit tersebut. Tujuannya adalah agar tidak layu karena kepanasan. Lagipula di awal-awal pertumbuhannya, marigold memang cukup manja dan membutuhkan pasokan air yang cukup.

Oleh karena itulah setidaknya selama satu minggu pertama sejak bibit marigold mulai ditanam kamu harus melakukan penyiraman setidaknya sehari sekali, dilanjutkan dengan penyiraman sebanyak dua hingga tiga kali sehari setelahnya.

7. Merawat tanaman Marigold

Bila sudah ditanam tentu saja kamu harus bisa merawat tanaman marigold tersebut. Proses perawatan marigold umumnya relatif mudah karena termasuk ke dalam tanaman yang cukup tangguh.

Proses perawatan tanaman yang paling penting tentu saja bergantung kepada proses pemupukan tanaman. Pemupukan menggunakan pupuk kocor harus kamu berikan satu minggu pasca tanam dan kemudian diberikan selama  dua minggu sekali.

Selain pupuk kocor kamu juga harus memberikan pupuk tugal yang bisa diberikan kepada tanaman dengan urutan:

  • 10 hari pasca tanam dengan dosis 10 gram per tanaman.
  • 24 hari pasca tanam dengan dosis 15 gram per tanaman,
  • 38 hari pasca tanam degnan dosis 20 gram per tanaman.

Pemberian pupuk tugal bisa menggunakan pupuk majemuk seperti NPK ataupun pupuk tunggal yang dicampur dari Urea, TSP, serta KCL. Pilih saja salah satu yang menurutmu paling mudah untuk dilakukan.

Selain itu perlu diketahui pula bahwa ada beberapa jenis tumbuhan marigold yang bisa tumbuh tinggi hingga lebih dari 60 cm, hal ini bisa kamu ketahui berdasarkan varietas marigold yang kamu beli sebelumnya.

Nah bila kamu membeli marigold yang memang bisa tumbuh hingga lebih dari 60 cm, tentu saja sebaiknya kamu memberikan tiang penopang kepada batang pohon marigold yang kamu punya agar tidak patah.

Perlu diingat pula untuk bisa menyiram marigold lakukanlah dari bawah, dan jangan dari pucuk tanaman. Penyiraman yang dilakukan dari pucuk tanaman akan membuat daun dan bunga dari marigold membusuk.

Siramlah tanaman marigold dari bawah dengan menggunakan gayung ataupun penyiram tanaman. Kami tidak merekomendasikan kamu menyiram marigold dengan menggunakan selang bertekanan karena bisa mengerosi tanah media tumbuh dari marigold itu sendiri.

Terakhir rajin-rajinlah untuk menghilangkan bunga-bunga yang telah mati pada satu tanaman marigold, atau deadhead. Dengan melakukan deadhead dapat dipastikan tanaman marigold yang kamu punya akan bisa menghasilkan bunga dengan lebih cepat dan padat.

8. Melawan serangan hama

Selain pemupukan, kamu juga harus melindungi tanaman bunga marigold dari serangan hama yang bisa merusak tanaman tersebut. Perlu diketahui salah satu hama yang paling sering menyerang marigold adalah tungau.

Namun memang secara umum ada pula beberapa hama lain yang bisa merusak pertumbuhan tanaman marigold yang kamu punya. Oleh karena itulah kamu bisa secara rutin menyemprotkan insektisida dengan fungisida kepada marigold yang kamu punya.

Agar tidak terlalu ribet, kamu bisa melakukan penyemprotan marigold dengan menggunakan insektisida serta fungisida berbarengan dengan ketika kamu ingin memberikan pupuk kepada tanamanmu tersebut.

Tapi perlu diingat ya memang proses ini sangat penting terutama bagi kamu yang menanam marigold dalam jumlah yang besar. Adapun kamu yang menanam marigold di rumah boleh memperhatikan saja, bila tampak ada penyakit barulah boleh membeli obat di toko tanaman. Tujuannya tentu saja untuk menghemat pengeluaranmu.

9. Panen

Bagi kamu petani bunga, tentu saja waktu panen marigold merupakan waktu yang cukup ditunggu-tunggu. Marigold sendiri bisa dipanen secara cepat dan bisa dipanen berkali-kali hingga rata-rata 20 kali petikan.

Waktu panen marigold memang beragam tergantung dari varietas yang kamu tanam di lahanmu. Namun rata-rata masa panen marigold adalah sekitar 55 hinga 56 hari setelah kamu menanam bibit marigold.

Lagi-lagi untuk memastikan kualitas marigold yang kamu panen, kami sarankan kamu untuk melakukan pemanenan marigold di waktu pagi hari ataupun sore hari ketika matahari tidak terlalu terik.

Selain itu optimalnya bila kamu bisa bertani marigold dengan baik, kamu seharusnya bisa mendapatkan sekitar 25 hingga 26 ton bunga marigold untuk setiap hektar bunga marigold yang kamu tanam.

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Ikut berkomentarx
()
x