Cara Menanam Bunga Krisan [Panduan Lengkap]

Ketika kalian mengunjungi suatu pernikahan seseorang pasti kalian menjumpai adanya dekorasi bunga-bunga yang begitu anggun dan tampak indah untuk dipandang, dan jika kalian perhatikan, kebanyakan bunga tersebut ialah jenis bunga krisan atau yang biasa juga dikenal dengan nama bunga seruni.

Selain sering berada di pesta pernikahan seseorang, bunga krisan juga banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dekorasi pada pesta ulang tahun ataupun pada berbagai macam ucapan selamat yang penting serta dimanfaatkan juga sebagai tanaman hias untuk menghiasi rumah.

Tanaman bunga krisan juga pernah mendapatkan predikat lambang kemegahan suatu kekaisaran dinasti di negara Cina pada masa lampau, oleh karena itu, bunga krisan mendapat julukan Queen of the East serta dijadikan bunga nasional di negara Jepang.

Karena dijadikan sebagai bunga nasional di Jepang, bunga krisan banyak dimanfaatkan oleh warganya sebagai campuran pada minuman teh, karena bukan tanpa sebab, bunga krisan memiliki banyak sekali manfaat berupa vitamin yang terkandung di dalamnya, dari mulai vitamin A, vitamin C, niacin, folat, protein, kalsium, zat besi hingga magnesium.

Dari banyaknya kandungan vitamin yang ada, maka bunga krisan dapat dimanfaatkan untuk menjaga kekebalan tubuh, menurunkan demam, membersihkan racun atau detoksifikasi hati, mengatasi gangguan pernafasan, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menghilangkan jerawat dan meringankan sakit kepala dan stress.


Kenali Bunga Krisan

apa keunggulan bunga krisan

Selain memiliki berbagai macam manfaat yang baik dan berguna bagi tubuh, tanaman bunga krisan juga memiliki manfaat yang berguna sebagai penambah pundi-pundi keuangan kalian, karena dengan menanam bunga krisan, kalian bisa menjual bunga tersebut ketika telah tumbuh.

Dengan tidak pernah surutnya permintaan pasar terhadap bunga krisan, membuat tanaman bunga krisan ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Kabar baik lainnya ialah bagi kalian yang baru pertama kali menanam sebuah bunga, maka bunga ini cocok bagi kalian, karena bunga krisan terbilang mudah untuk ditanam.

Bunga krisan dengan memiliki nama latin Chrysanthemum memang merupakan jenis tanaman hias yang dapat menghasilkan bunga-bunga yang indah serta memiliki aroma wangi yang harum serta khas sehingga banyak digemari oleh kebanyakan orang.

Tanaman bunga krisan sangat cocok dan mudah untuk dikembangbiakkan di Indonesia karena memiliki iklim yang mendukung. Terdapat dua media tanam yang dapat kalian lakukan ketika hendak melakukan penanaman tanaman bunga krisan, yaitu dengan media tanam berupa pot dan media tanam berupa lahan pekarangan yang luas.


Pahami Varietas Bunga Krisan

Sebelum melakukan pembibitan, ada baiknya kalian tentukan terlebih dahulu varietas apa yang ingin kalian tanam, jangan sampai kalian salah tanam varietas. Ada banyak sekali jenis varietas bunga krisan, sehingga akan sangat sulit untuk membayangkan jenis varietas bunga krisan mana yang sebaiknya dibeli di toko bibit pertanian untuk kalian tanam.

Berikut adalah dua jenis varietas tanaman bunga krisan:

1. Krisan Potong

Jenis varietas ini memiliki ciri yaitu ditanam secara langsung di dalam tanah pada lahan kebun atau taman, kemudian varietas ini umumnya dijadikan sebagai bunga potong yang biasa dipergunakan sebagai dekorasi ruangan.

Varietas bunga krisan potong ini merupakan jenis varietas yang kuat dan dapat bertahan hingga beberapa tahun kedepan apabila ditanam pada waktu yang tepat dan dirawat secara benar.

2. Krisan Pot

Varietas bunga krisan pot ini sebenarnya ada empat jenis, yaitu:

  • Krisan Pompom, merupakan salah satu varietas yang sering dilihat karena berbentuk seperti bola-bola kecil berukuran bola tenis
  • Krisan Anemone, jenis krisan ini memiliki ciri satu atau dua baris kelopak di sekitas pusat dari bunga nya
  • Krisan Daisy, jenis varietas bunga ini mempunyai satu baris kelopak pada sekitar pusat bunganya dan memiliki bentuk seperti bunga daisy.
  • Krisan Spider, merupakan salah satu jenis bunga krisan yang kurang dikenal oleh kebanyakan orang, jenis ini memiliki kelopak bunga yang berukuran panjang dan terkulai.

Dari keempat jenis varietas bunga krisan diatas, jenis-jenis varietas diatas selalu ditanam di dalam pot atau di dalam lahan berupa bedeng dengan pemindahan yang intensif sehabis masa muncul bunga berlalu.

Kelemahan dari jenis varietas bunga krisan ini ialah cenderung lebih lemah jika dibandingkan dengan jenis krisan potong dan sangat tidak tahan dan tidak akan tumbuh pada cuaca yang dingin pada musim dingin.


Lakukan Pembibitan Bunga Krisan

jenis jenis bunga krisan

Ketika kalian menginginkan hasil yang maksimal ketika menanam bunga krisan, maka hal pertama yang musti kalian perhatikan ialah pada proses pembibitannya, karena bibit yang memiliki kualitas yang baik, akan menghasilkan pula bunga krisan yang baik serta enak untuk dipandang.

Setelah paham perbedaan dari jenis varietas bunga krisan, maka selanjutnya lakukan pembibitan yang diawali dengan tiga pilihan cara:

Cara Pertama Bibit tanaman yang berasal dari anakan induknya.
Cara Kedua Bibit tanaman diolah secara stek daun, yaitu dengan cara memotong tunas pada pucuk tanaman dengan ukuran panjang sebesar 5 cm yang memiliki ukuran diameter pangkal sebesar 3 hingga 5 mm pada tanaman induk yang setidaknya telah memiliki 3 helai daun dewasa. Kemudian setelah tunas pucuk tersebut dipotong, langkah selanjutnya ialah kalian semai tunas pucuk tersebut.
Cara Ketiga Bibit tanaman diperoleh dengan menggunakan kultur jaringan, yaitu dengan cara mengambil mata tunas yang ada pada batang indukannya dengan menggunakan media pemotong cutter atau silet, setelah itu bibit dapat ditanam pada media semainya.

Setelah melakukan beberapa cara pembibitan seperti diatas, selanjutnya lakukan proses penyemaian bibit tanaman bunga krisan. Ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1. Pembibitan dengan stek daun

Untuk pembibitan dengan stek daun, pertama-tama persiapkan ember yang memiliki ukuran diameter sebesar 80 cm dengan ukuran kedalaman sebesar 25 cm.

Kemudian ember dilubangi untuk berguna sebagai saluran pembuangan air yang berlebih atau drainase, setelah dilubangi, kalian isi ember tersebut dengan pasir steril.

Setelah terisi dengan pasir steril, selanjutnya kalian dapat menyemai stek pucuk daun dengan memiliki jarak antar tanaman panjang dan lebar sebesar 3 cm dengan ukuran kedalaman sebesa 1 hingga 2 cm.

Terakhir, ketika bibit hasil semai berumur sekitar 10 hingga 14 hari, maka segera pindahkan ke media tanam.

2. Pembibitan denga kultur jaringan

Kemudian, bagi kalian yang menggunakan pembibitan dengan cara kultur jaringan, kalian dapat menggunakan botol bekas, baru setelah tumbuh secara sempurna, kalian pindahkan ke media tempat penyemaian.

Kemudian selama masa penyemaian, kalian lakukan penyiraman secara rutin dengan menggunakan sprayer berisikan air bersih selama 2 hingga 3 kali sehari, selanjutnya apabila tanaman terserang oleh hama pengganggu, maka kalian basmi dengan semprotan cairan pestisida.

Terakhir, bibit hasil semai tersebut baru bisa dipindahkan ke media tanam ketika bibit sudah memiliki ketinggian 7,5 hingga 10 cm dan sudah pula memiliki daun yang berjumlah sebanyak 5 hingga 7 helai.


Tentukan Lokasi Penanaman Bunga Krisan

tentukan lokasi penanaman bunga krisan

Setelah kalian mengetahui tentang jenis varietas bunga krisan mana yang akan kalian tanam dan kalian sudah melakukan proses pembibitan, maka selanjutnya kalian tentukan lokasi tempat yang akan kalian tanami dengan bibit bunga krisan yang telah siap tanam.

Perlu diketahui, bunga krisan merupakan salah satu jenis tanaman yang kuat, akan tetapi bunga krisan akan tidak tumbuh apabila ditempatkan pada lokasi penanaman yang tertutup pancaran sinar matahari secara langsung. Selain itu terdapat beberapa syarat tanam pada tanaman bunga krisan agar dapat tumbuh secara baik dan benar, diantaranya:

  • Yang pertama ialah bunga krisan dapat ditanam pada lahan yang luas ataupun dalam pot asalkan memiliki saluran drainase yang baik serta lancar.
  • Kemudian, apabila kalian memilih untuk menanam jenis varietas bunga krisan potong, usahakan kalian memilih lokasi yang sehat serta baik untuk tanaman. Sebaliknya, ketika kalian menanam jenis varietas bunga krisan pot, maka pemilihan lokasi menjadi tidak penting karena kalian akan membuangnya setelah musim panen selesai.
  • Nilai dari pH tanah yang ada pada lokasi harus kurang dari 5,5 apabila lebih dari batas angka tersebut maka wajib melakukan pengapuran pada lahan.

Tanam Tanaman Bunga Krisan

tanam krisan

Ketika lokasi yang kalian pilih sudah memenuhi berbagai syarat tumbuh, maka selanjutnya kalian lakukan beberapa langkah terkait dengan proses penanaman baik itu pengolahan lahan hingga bagaimana cara menanam bunga krisan berikut ini:

Pertama ketika kalian hendak menanam di lahan yang luas, buatlah bedengan atau gundukan tanah dengan cara menggemburkan tanah sedalam 30 cm lalu kalian biarkan selama kurang lebih 15 hari untuk hasil yang maksimal.

Kemudian setelah kurang lebih 15 hari, kalian bersihkan gulma atau tanaman pengganggu lainnya untuk kemudian kalian buat bedengan dengan memiliki ukuran lebar sebesar 100 hingga 120 cm, dengan tinggi berukuran sebesar 20 hingga 30 cm dan ukuran panjangnya yang disesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Selanjutnya kalian ukur jarak antar bedengan yang satu dengan yang lainnya dengan ukuran sekitar 30 hingga 40 cm.

Setelah bedengan telah siap, maka selanjutnya kalian buat lubang sebagai media tanam dengan cara digali dengan ukuran kedalaman sebesar 4 hingga 5 cm dan memiliki jarak antar lubang tanam sebesar 10 cm × 10 cm

Langkah ketiga setelah dilubangi ialah kalian taburi pupuk dasar pada berupa pupuk Furadan 3G yang dimasukkan ke setiap lubang tanam sebanyak 6 hingga 10 butir, serta tak lupa juga untuk mencampurkan pupuk ZA dan TSP sebanyak 75 gram serta pupuk KCl sebanyak 25 gram untuk setiap meter dari luas tanam.

Ketiga campuran dari pupuk tersebut kalian campurkan dengan tanah hingga tercampur secara rata.

Selanjutnya sebelum dimasukkan bibit bunga krisan, lubang yang telah tersedia kalian masukkan campuran dari ketiga pupuk tersebut sedalam kurang lebih 2 hingga 3 cm. Setelah itu barulah kalian masukkan bibit tanaman bunga krisan satu persatu ke dalam setiap lubang serta padatkan dengan tanah secara perlahan.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Gladiol


Rawat Tanaman Bunga Krisan

rawat tanaman bunga krisan

Ketika kalian hendak melakukan kegiatan penanaman, perlakuan perawatan pada suatu tanaman menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan karena, apabila tanaman tidak dirawat, maka hasil yang didapat menjadi tidak maksimal dan bisa jadi akan menyebabkan tanaman mengalami gagal panen karena tidak diperhatikan dan dirawat.

Berikut ialah beberapa perawatan yang musti kalian lakukan ketika kalian melakukan kegiatan penanaman tanaman bunga krisan, diantaranya sebagai berikut:

1. Penyiraman

Ketika kalian berhasil membuat tanaman bunga krisan dapat tumbuh dengan baik, maka kalian harus merawatnya agar bunga krisan dapat bertahan dan tidak cepat layu.

Agar tidak cepat layu, kalian harus melakukan penyiraman dengan air secukupnya dan jangan sampai terlalu banyak hingga menimbulkan genangan di bawah tanaman bunga krisan yang dapat menyebabkan kebusukan dan pertumbuhan bunga krisan menjadi terhambat.

Pada umumnya yang harus kalian perhatikan ialah jadwal penyiraman yang dilakukan satu kali dalam sehari dan waktu yang paling tepat ialah pada waktu pagi hari, sehingga pada saat siang maka tanah akan mengering.

Perlu diingat dan diketahui, penyiraman yang dilakukan pada sore hari dan malam hari sangat tidak dianjurkan karena akan dapat menimbulkan serangan penyakit yang ada pada tanaman.

2. Pemupukan

Untuk pemupukannya sendiri, bunga krisan membutuhkan pupuk agar tanaman menjadi lebih cepat berbunga serta menjadi subur.

Sebaiknya disarankan kalian menggunakan pupuk kandang atau kompos. Waktu yang tepat untuk melakukan pemupukan ialah ketika bunga krisan telah berusia sekitar satu bulan pada pasca penanaman.

3. Penyinaran

Selain bunga matahari yang memerlukan pancaran sinar matahari secara langsung dan intens, bunga krisan pun demikian, pancaran sinar matahari pada bunga krisan menjadi sangat penting untuk dilakukan sebagai proses fotosintesis.

Namun, pada bunga krisan, apabila pancaran sinar matahari yang diberikan melewati batas maksimal dan secara berlebihan, maka akan dapat membuat tanaman bunga krisan menjadi kekeringan dan layu.

Tanaman bunga krisan membutuhkan pancaran sinar matahari secara langsung selama 3 hingga 4 jam dalam sehari, untuk itu bagi kalian yang hendak menanam tanaman bunga krisan di lahan yang terbuka, maka, sangat dianjurkan untuk memberi pelindung berupa atap diatas tanaman bunga krisan, agar cahaya yang masuk bisa diminimalisir.

4. Pinching dan Disbudding

Tekhnik pinching ini merupakan proses pemotongan atau pembuangan pada pucuk tanaman yang tumbuh pada masa awal penanaman. Hal ini memiliki tujuan agar pertumbuhan daun dan batang krisan selanjutnya dapat lebih baik dan lebih sehat lagi.

Di dalam pengguntingan pucuk tanaman tidaklah harus kalian ambil terlalu banyak bagiannya dan kalian ambil secukupnya saja, lebih tepatnya kalian ambil sekitar setengah bagian dari kuncup bunga krisan yang baru tumbuh dan sebagian tangkai yang memiliki daun serta yang terdapat kuncup bunganya.

Waktu yang tepat untuk melakukan pinching ialah pada saat pertengahan musim kemarau dan hanya sekali saja di dalam satu minggu.

Kemudian untuk tekhnik disbudding nya diartikan sebagai mengambil atau memotong bagian tertentu dari tanaman bunga krisan hanya untuk memperoleh bentuk yang sesuai dengan keinginan sendiri.

Cara ini dapat kalian gunakan alat berupa gunting dan perlu diingat, lakukan dengan penuh kehati-hatian agar kalian tidak merusak tanaman lainnya.


Panen Bunga Krisan

panen bunga krisan

Ketika kalian sudah melakukan perawatan yang dirasa sudah maksimal, saatnya kalian merasakan hasil yang kalian tunggu-tunggu, yakni proses pemanenan tanaman bunga krisan.

Bunga krisan baru dapat dipanen ketika tanaman berusia 3 hingga 4 bulan setelah masa tanam. Kemudian apabila kalian menanam tanaman bunga krisan dengan maksud untuk dijadikan bisnis, maka ketika melakukan penjualan, kalian harus sertakan pot atau polybag beserta media tanamnya.

Selanjutnya apabila kalian hanya membutuhkan bunganya saja, maka lakukan pemanenan pada saat bunga krisan masih setengah mekar atau pada umur 3 sampai 4 hari sebelum bunga mekar secara penuh.

Untuk cara memanennya, kalian lakukan dengan memotong tangkai bunga ketika mencapai ukuran panjang 60 hingga 80 cm dengan menggunakan gunting yang steril.


Itulah panduan lengkap cara menanam bunga krisan secara baik dan benar, bunga krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak dipergunakan dalam berbagai acara penting dalam hidup ini, tak terkecuali dalam acara pernikahan.

Dengan memiliki bunga yang indah serta bentuk yang unik-unik yang dapat memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya, maka tak heran bunga krisan menjadi salah satu bunga primadona yang dapat dijadikan bisnis demi meraup keuntungan yang besar di pasaran.

Selamat mencoba dan menanam tanaman bunga krisan, semoga hasilnya memuaskan dan dapat menguntungkan kalian, semangat!

Baca juga: Cara Menanam Bunga Telang [Panduan Lengkap]

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

One thought on “Cara Menanam Bunga Krisan [Panduan Lengkap]

  • August 31, 2020 at 3:03 pm
    Permalink

    Terima kasih atas penjelasannya. Sangat bermanfaay sekali… semoga setelah ini bisa mempraktikannya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *