Cara Menanam Bunga Bugenfil

Sama seperti kebanyakan tanaman hias lain, daya tarik utama bugenfil adalah warna bunganya yang bermacam-macam antara lain biru, merah, kuning, ungu, merah muda, jingga, dan putih.

Kelopak bugenfil juga berbentuk seperti bunga yang tidak sepenuhnya mekar. Ujung benang sari juga memiliki bentuk bunga kecil berwarna putih yang ikut memperindah tanaman hias ini.

Selain itu, ciri unik lain adalah kebiasaan bugenfil merontokkan daunnya sendiri sehingga saat berbunga tampak seperti tidak memiliki daun tapi hanya dipenuhi bunga berwarna cerah.

Jika Anda tertarik menaman bunga bugenfil di taman atau sekitar rumah, berikut adalah anjuran umum dari Kutanam yang harus diterapkan.


1. Perolehan Bibit

Anda bisa memperoleh bibit bugenfil melalui tiga cara yaitu stek, okulasi, dan biji.

Stek Batang

stek bugenfil

Cara paling mudah memperoleh bibit bugenfil adalah dengan cara stek. Seperti disebutkan sebelumnya, bugenfil memiliki variasi warna, jadi pilihlah tanaman yang warna bunganya sesuai dengan yang Anda inginkan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Proses batang yang cukup tua (dan kuat) untuk dipotong
  • Pastikan Anda memotong secara meruncing
  • Tanam hasil potongan di media yang sudah mengandung tanah dan pupuk
  • Media tanam bisa di pot atau lahan
  • Lakukan penyiraman di pagi dan sore hari

Jika Anda belum mempunyai tanaman bugenfil, Anda bisa membeli hasil stek di toko bunga. Harganya juga tidak terlalu mahal, sekitar Rp. 30,000 – Rp. 100,000 tergantung kualitas dan usia.

Okulasi

okulasi bugenfil

Untuk memperoleh ragam warna dari satu tanaman, cara yang biasa digunakan adalah okulasi atau tempel (grafting). Teknik ini lebih disukai penggemar bunga karena hasil pembibitan bisa menjadi varietas lebih unggul dari segi akar, batang, dan jenis bunga/warna. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Pilih batang (dari tanaman bugenfil yang sudah ada) utama berkualitas baik sebagai induk
  • Sayat secara melintang berbentuk kotak atau persegi panjang
  • Panjang dan lebar sayatan menyesuaikan dengan diameter batang induk
  • Ambil mata tunas dari cabang lain, disayat beserta kulit di pangkal tunas
  • Tempelkan tunas ke bagian kulit batang induk yang telah disayat
  • Ikat bagian atas dan bawah okulasi lalu bungkus dengan plastik kedap air

Tunas baru siap digunakan setelah 2 minggu. Buka tali, lalu potong bagian bawah tunas sekitar 1 cm dari batang induk. Pindahkan tunas baru ke media tanam.

Biji

Tanaman bugenfil memang bisa tumbuh dengan baik di berbagai iklim. Namun bunga sering kali kesulitan mempertahankan kondisi optimal untuk mendapatkan biji yang layak tanam.

Oleh karena itu sebagian besar orang lebih suka mendapatkan bibit dengan okulasi atau stek, sama seperti bunga kecubung dan mayoritas bunga lainnya. Jika Anda ingin melakukan pembibitan dengan biji, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Di antara sekian banyak bunga di sebuah tanaman bugenfil, pilih bunga yang berwarna paling cerah dengan setiap bagiannya (tangkai, kelopak, dan mahkota) masih terlihat segar
  • Potong bunga lalu jemur di bawah sinar matahari langsung, setelah kering ambil bijinya
  • Biji yang telah dikeringkan kemudian disemai menggunakan campuran tanah, pupuk organik, dan sekam padi dengan jumlah perbandingan sama banyak. Siram persemaian cukup sekali, lalu biarkan sampai seminggu
  • Biji akan mulai berkecambah, tumbuh, lalu siap digunakan setelah mencapai panjang 30 cm

Pembibitan hanya merupakan langkah pertama saja, tapi bisa dikatakan paling sulit karena harus diperhatikan setiap tahapan dengan seksama. Pada tahap ini bibit juga masih sangat rentan, tapi setelah prosesnya terlewati, proses penanaman akan lebih mudah. Tidak ada perbedaan media tanam atau cara perawatan untuk setiap jenis bibit.


2. Pemilihan Media Tanam

media tanam bugenfil

Bugenfil akan tumbuh dengan baik jika media tanam yang digunakan mendapat cukup nutrisi dan berada di lahan terbuka yang mendapat cukup sinar matahari. Anda juga bisa menanam di pot untuk membatasi panjang akar. Buatlah lubang drainase di sisi samping dan dasar pot untuk pergantian air dan udara yang lebih optimal.

Gunakan penopang untuk pot, supaya akar bugenfil tidak menjalar keluar dan masuk ke dalam tanah. Tanpa pembatasan akar (menanam di lahan tanah secara langsung) bugenfil bisa dengan mudah membuat tunas baru. Sebenarnya hal ini tidak merugikan, hanya saja bisa terlihat tidak rapi.

Letakkan pot di atas penopang (bisa kayu, rak, atau benda lain yang stabil). Akar bugenfil bisa bertambah banyak relatif cepat, jadi lebih baik menggunakan pot yang agak besar supaya Anda tidak terlalu sering memindahkan tanaman ini. Media tanam bisa dicampur dengan pasir berpori untuk mempermudah aliran udara dan penyerapan air.

Kurangi penggunaan tanah gambut dan pupuk berlebih karena bisa menyimpan tingkat kelembaban cukup tinggi dan mengakibatkan akar bugenfil menjadi busuk.


3. Penyiraman

siram bugenfil

Saat masih berusia muda, bugenfil membutuhkan banyak air. Namun setelah batang dan daun tumbuh cukup kuat, tanaman ini lebih menyukai lahan yang agak kering. Tanpa drainase yang baik, media tanam bisa menjadi sangat lembab, dan (sekali lagi) menyebabkan pembusukan akar.

Setiap kali melakukan penyiraman, pastikan Anda menggunakan cukup air sampai melihat beberapa tetes keluar dari lubang drainase pot. Untuk penanaman di lahan terbuka, berhentilah menyiram ketika tanah di sekitar batang tanaman terlihat basah. Tunggu sampai tanah mengering sebelum melakukan penyiraman lagi.


4. Pemberian Pupuk

pupuk bugenfil

Lakukan pemupukan sebulan setelah bugenfil ditanam. Ingat bahwa media tanam telah dicampur dengan pupuk sebelumnya.

Gunakanlah pupuk organik, kandang, atau kompos dengan takaran secukupnya untuk menghindari kelembaban berlebih. Jangan menggunakan pupuk kimia karena justru bisa merusak tanah dan tanaman.

Pemupukan sebaiknya dilakukan sebulan sekali.


5. Pencegahan Hama

Bunga bugenfil biasanya mekar ketika memasuki musim penghujan. Tapi dengan penyiraman dan pemupukan organik yang baik, bunga bisa mekar beberapa kali sepanjang tahun. Salah satu sifat unik bugenfil adalah kecenderungan menggugurkan bunganya tidak lama setelah mekar.

Saat bunga berkurang, daun tanaman menjadi sasaran hama. Untuk pencegahan hama, semprotkan fungisida ringan atau potong saja bagian yang terserang penyakit.

Jika hama susah dikendalikan, gunakan fungisida organik berkualitas. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko bunga, toko pertanian, atau secara online.


6. Pemangkasan Cabang Daun

Karena bugenfil bisa tumbuh sampai 50 cm setiap tahun, pilihlah tempat tanam yang terlindungi (misalnya dekat dinding) agar bunga bisa merambat dengan bebas dan masih terlihat rapi. Jika ditanam di dekat pintu atau jalan, lakukan pemangkasan cabang baru secara teratur.

Gunakan gunting yang memang di desain untuk memotong cabang tanaman, biasanya berbentuk lebih seperti tang potong daripada gunting kertas biasa.

Potonglah daun yang kurang teratur atau bahkan ranting yang terlalu lebat. Perhatikan cara memotong Anda supaya terhindar dari duri dan getah tanaman.

Cara lain untuk menjaga tampilan tanaman hias ini adalah dengan mengikat cabang dan ranting yang menjalar ke batang utama. Hal ini biasa dilakukan jika bugenfil digunakan sebagai tanaman pagar.

Batang yang berkeliaran cukup dililitkan saja tanpa harus diikat dengan tali. Hindari menyobek batang atau mematahkan ranting karena dari sayatan/potongan tersebut akan tumbuh cabang baru.

Dimas

Menyajikan konten berisi panduan menanam, informasi, dan fakta unik seputar tanaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *