Cara Menanam Buah Naga (Yang Benar)

Saat ini siapa diantara kalian yang tidak mengenal buah yang satu ini? Tentunya semua orang di dunia termasuk di Indonesia sendiri sudah mengetahuinya, dari rasa dan bentuk yang unik menjadikan buah naga banyak ditemui di pasaran.

Ciri buah naga ini bisa dibilang sebagai jenis tanaman kaktus yang berasal dari Negara Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kemudian buah naga berkembang di Negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia karna sudah di budidayakan yang tersebar luas di negara-negara tersebut.

Buah naga ini mempunyai ciri spesifik yaitu adanya akar, batang, duri, bunga dan buah. Uniknya lagi, di tanaman buah naga ini mempunyai akar yang tumbuhnya tidak seperti tumbuhan lain, karena akar ini merupakan akar serabut yang berkembang dalam tanah pada batang atas sebagai akar gantung.

Bagi kepercayaan orang Vietnam dan Cina, buah naga ini dianggap buah yang membawa berkah. Dengan demikian, buah naga ini sering disandingkan di antara dua patung-patung naga yang berwarna hijau di atas meja Altar.

Ini menjadi kebiasaan dan adat bagi orang Cina dengan sebutan “Thang Loy” yang kemudian diterjemahkan oleh orang Eropa dengan bahasa Inggris menjadi “Dragon Fruit”.

Bagaimana cara menanam tanaman buah naga ini? Simak penjelasan berikut ini!

Baca juga: Cara Menanam Anggur (Yang Benar!)


Persiapkan dan Pilih Lokasi Penanaman untuk Tanaman Buah Naga

Persiapkan dan Pilih Lokasi Penanaman untuk Tanaman Buah Naga

Pertama-tama ketika kalian hendak ingin menanam suatu tanaman, maka kalian wajib untuk mempersiapkan lokasi tanam, karena buah naga merupakan jenis tanaman kaktus yang menyimpan air di dalam batang pohonnya, maka pilihlah lokasi yang cukup terbuka agar tanaman dapat mendapat sinar matahari secara langsung, bersih dari rerumputan dan jangan ditanam di lahan sawah.

Baca: Cara Menanam Tomat Yang Efektif

Lokasi yang baik adalah yang memiliki ketinggian 0 sampai 350 mdpl dan memiliki curah hujan 720 mm per tahunnya. Kondisi yang terlalu basah dan kurang dari pancaran sinar matahari akan membuat buah naga mengalami busuk pada bagian batangnya.

Sebaiknya buah naga ditanam di lokasi yang memiliki gundukan tanah atau tegalan, hal ini dimaksudkan agar ketika hujan datang, tidak menimbulkan genangan air.


Pembuatan Tiang Panjatan untuk Tanaman Buah Naga

Selanjutnya ketika lokasi telah siap, kalian bisa langsung membuat tiang panjatan, karena buah naga memiliki karakteristik tumbuh keatas dan tinggi, namun batangnya tidak kokoh. Maka, tanaman buah naga harus dibuatkan tiang panjat yang memiliki ukuran tinggi 1,5 m, pada bagian atasnya berbentuk tanda tambah (+).

Kalian bisa membuat tiang panjat dari beton atau kayu yang tidak terpakai. Perlu diingat, umur dari tanaman buah naga dapat mencapai 20 tahun lamanya, maka kalian harus teliti ketika memilih kayu yang kuat dan mewajibkan untuk membersihkan dan mengganti kayu apabila sudah lapuk dan rusak.

Pembuatan Tiang Panjatan untuk Tanaman Buah Naga

Untuk mengetahui bagaimana cara agar tiang panjatan dapat dibangun, simak ulasannya berikut ini:

  1. Pertama-tama, kalian siapkan tiang panjat yang terbuat dari beton, mengapa beton? Karena beton memiliki karakteristik kuat yang berfungsi untuk menopang tanaman buah naga. Bisa juga menggunakan kayu, namun untuk penggunaan kayu, kalian harus rutin mengeceknya jangan sampai lapuk dan rusak termakan rayap. Kalian buat tiang panjat berbentuk silinder atau segiempat, memiliki ukuran diameter berkisar antara 20 hingga 35 cm. Tiang panjat memiliki ketinggian 1,5 hingga 2,5 m. Kemudian ditanam di kedalaman 50 cm, tujuannya agar lebih kokoh ketika berdiri.
  2. Siapkan ban motor bekas tanpa bagian ban dalamnya, kemudian buat penopang pada bagian atas tiang panjat, sehingga membentuk tanda tambah (+) dan tambahkan ban motor bekas sehingga berbentuk seperti kemudi mobil.
  3. Tiang dibuat berbaris yang memiliki jarak tanam antar buah naga berjarak 3 m.
  4. Buatlah saluran air dengan ukuran kedalaman 25 cm diantara barisan tiang panjat.

Lihat juga: Cara Menanam Semangka Yang Benar!


Membuat Lubang Tanam untuk Tanaman Buah Naga

Setelah kalian membuat tiang panjatan untuk buah naga, selanjutnya kalian buat lubang untuk nantinya ditanam bibit buah naga. Berikut adalah cara-cara dalam melubangi tanah untuk buah naga, diantaranya:

  1. Kalian lubangi 4 lubang tanam di sekeliling tiang panjat. Masing-masing lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan memiliki ukuran kedalaman 25 cm
  2. Lubang tanam yang sudah disiapkan kemudian diisi media tanam berupa campuran pasir, tanah, pupuk kandang dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1 : 3 : 1. Masukan campuran tersebut kedalam lubang tanam. Kemudian kalian siram campuran media tanam tersebut dengan air hingga kondisi jenuh, biarkan selama semalam sebelum kalian memulai untuk menanam buah naga..
  3. Selanjutnya setelah berumur 2 sampai 3 kalian berikan pupuk TSP secara melingkari tiang panjat sebanyak 25 gram dengan jarak 10 cm. Setelah itu kalian diamkan selama sehari dan boleh menanaminya dengan bibit setelah satu hari kemudian.

Baca juga: Cara Budidaya Durian


Pembibitan Tanaman Buah Naga

Kemudian setelah kalian melakukan pencampuran media tanam, kalian bisa persiapkan bibit dari batang buah naga Apabila kalian baru pertama kali menanam buah naga dan tidak memiliki indukan pohon buah naga, disarankan untuk membeli bibit buah naga di toko-toko pertanian atau bisa langsung ke petaninya.

Untuk itu, kalian harus memperhatikan ciri-cirinya agar hasilnya nanti menjadi maksimal, berikut ciri-cirinya:

  1. Memiliki tunas yang berjumlah minimal 4
  2. Umur bibit yang sudah 2 bulan atau lebih
  3. Memiliki tinggi bibit diukur dari tunas baru minimal 50 cm, lebih bagus lagi berukuran 80 cm
  4. Memiliki batang yang berwarna hijau sehat, serta tidak ada tanda-tanda penyakit yang muncul
  5. Induk dari bibit buah naga yang baik adalah yang sudah berbuah sebanyak minimal 3 kali

Pembibitan Tanaman Buah Naga

Selain melakukan pembibitan melalui pembelian langsung dari toko-toko atau dari petani, kalian dapat melakukan pembibitan bibit buah naga melalui metode stek. Berikut adalah cara-cara pembibitan melalui metode stek, diantaranya:

  1. Cari induk bibit buah naga yang bagus, minimal sudah 4 kali mengalami pembuahan, memiliki diameter yang besar dengan ukuran 8 cm, memiliki panjang minimal 80 cm, memiliki batang berwarna hijau kelabu, sehat, keras dan umurnya tua. Calon bibit yang akan ditanam tidak boleh busuk atau terkena penyakit.
  2. Setelah itu kalian potong batang yang panjangnya 80 hingga 120 cm, sisakan paling tidak 20 persen pada bagian induknya agar tetap tumbuh, aka nada sisa 80 persen untuk bisa dijadikan bibit. Setiap bibit usahakan mempunyai minimal berjumlah 4 calon tunas.
  3. Kemudian, potong pada bagian batang dengan panjang masing-masing 20 sampai 30 cm. Pada bagian atas batang dipotong secara rata dan pada pangkal bawahnya kaling potong meruncing. Batang yang meruncing ini nantinya yang akan ditancapkan ke tanah
  4. Pada bagian batang bawahnya jangan lupa untuk di celupkan cairan fungisida untuk menghindari penyakit. Jikalau tidak ada cairan fungisida, kalian bisa menggantinya dengan bawang merah.
  5. Sebelum ditancapkan ke gundukan tanah atau polybag yang berisi media tanam, kalian oles obat perangsang akar pada pangkal batang bagian bawah. Tancapkan batang dengan kedalaman lubang 5 cm
  6. Selanjutnya kalian buat pelindung untuk menutupi stek batang buah naga agar terlindung dari serangan pancaran sinar panas matahari.
  7. Stek disiram minimal 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari,
  8. Ketika berumur 3 minggu, kalian buka pelindung karena tunas pertama telah tumbuh, hal ini dimaksudkan agar terkena sinar matahari secara langsung.
  9. Terakhir, setelah tunas berumur 2 bulan dan memiliki tinggi sekitar 50 hingga 80 cm, kalian pindahkan tunas ke tiang panjat. Apabila bibit buah naga masih kecil, kalian tunggu sampai umurnya 3 bulan, apabila tunas tidak muncul maka bibit tersebut tidak berhasil alias gagal tumbuh.

Cek juga: Cara Menanam Kentang Yang Benar!


Penanaman Tanaman Buah Naga

Penanaman Tanaman Buah Naga

Setelah semuanya siap, seperti pembuatan tiang panjat, pemberian campuran media tanam, maka selanjutnya masuk ke dalam tahapan untuk menanam tanaman buah naga. Berikut ini adalah cara menanam buah naga, diantaranya:

  1. Dalam setiap satu tiang panjat membutuhkan 4 bibit buah naga yang keempatnya ditanam mengelilingi tiang panjat tersebut, jaraknya perlu diperhatikan, yakni setiap bibit berjarak sekitar 10 cm.
  2. Kalian buat lubang tanam yang sudah dicampur dengan tanah, pasir dan pupuk tadi dengan ukuran kedalaman sekitar 10 hingga 15 cm
  3. Selanjutnya kalian pindahkan bibit buah naga kalian dari polybag ke dalam lubang tanam yang sudah digali tadi. Kemudian kalian timbun dengan tanah hingga padat
  4. Setelah itu kalian ikat batang keempat tersebut hingga menyatu dengan tiang panjat. Terus ikat hingga ketika tanaman buah naga memanjang 20 sampai 30 cm.
  5. Selanjutnya kalian potong tunas buah naga apabila telah tumbuh cabang sebelum mencapai puncak tiang panjat, sisakan 1 saja. Apabila telah mencapai tiang panjat, maka cabang boleh tidak dicabut, pada umumnya cabang berjumlah 5 ketika sampai ke tiang panjat.

Lihat: Cara Menanam Melon Dalam Polybag


Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Setelah kalian tanam buah naga, maka pemeliharaan menjadi faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup tanaman buah naga. Karena ketika kalian telah menanam buah naga secara baik, namun tidak diimbangi pemeliharaan yang baik pula, maka akan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Untuk itu ada 5 hal yang disarankan untuk merawat tanaman buah naga agar dapat memiliki hasil yang baik ketika dipanen nanti, diantaranya:

  1. Lakukan Pengairan, lakukan penyiraman buah naga setiap 2 hari sekali pada waktu pagi hari dan sore hari disaat tidak hujan, perlu diingat jangan sampai tergenang air.
  2. Lakukan Pemangkasan, lakukan pemangkasan tunas kemudian sisakan 1 saja hingga batang mencapai ujung tiang panjat. Selanjutnya, pangkas tunas yang sudah busuk atau sudah terkena penyakit lalu timbun ke dalam tanah agar tidak menular ke batang tanaman. Cabang sebaiknya dipotong ketika sudah berbuah sebanyak 4 kali dan dijadikan bibit baru.
  3. Lakukan Pemupukan, untuk mempercepat proses pertumbuhan tunas buah naga, segera kalian lakukan pemupukan. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk kandang, bagi kalian yang ingin menggunakan pupuk kandang, maka pastikan pupuk tersebut berasal dari kotoran ayam, karena pupuk dari kotoran ayam merupakan jenis pupuk kandang yang paling baik. Apabila kalian ingin menggunakan pupuk organik, maka pastikan kalian pilih yang mengandung unsur Nitrogen yang lebih tinggi dari unsur P dan K.
  4. Lakukan Pembersihan Gulma yang mengganggu, hal ini berguna agar melancarkan penyerapan pupuk dan unsur hara agar tidak diserap oleh gulma.
  5. Lakukan Pembasmian Hama, dalam setiap tanaman pasti ada yang namanya hama, untuk jenis hama pada tanaman buah naga dapat berupa bekicot dan ulat, hama jenis ini dapat dibasmi secara manual, berbeda ketika jenis hama yang menyerang berupa cendawan dan kutu putih yang harus dibasmi dengan bipoestisida yang terbuat dari campuran daun pahitan, limbah tembakau dan air dengan perbandingan 1 : 1 : 2, campuran ini kalian masukkan ke dalam wadah dan diamkan selama 1 bulan untuk kemudian nantinya siap dipakai.
  6. Lakukan Penerangan yang Cukup, tanaman buah naga sangat membutuhkan pancaran sinar matahari secara langsung, apabila ditanam di tempat tertutup maka buah naga tidak akan berbuah, untuk itu pastikan penerangan cukup dan tidak terlalu gelap.

Pemanenan Tanaman Buah Naga

Langkah terakhir dalam menanam tanaman buah naga ialah lakukan pemanenan buah naga, ada dua tahapan yang harus diperhatikan ketika melakukan pemananen, diantaranya:

  1. Pada saat panen
    • Ukuran buah naga yang siap dipanen memiliki berat sebesar 400 hingga 700 gram
    • Jarak waktu antara bunga dan buah yang sudah matang ialah 35 hari, pilih buah yang warnanya sudah merah pekat
    • Apabila ditempatkan di suhu udara normal yang langsung terkena udara terbuka, buah naga bisa tahan selama 10 hari. Berbeda ketika buah naga ditempatkan di dalam lemari es, bisa tahan hingga 1 bulan lamanya.
  2. Pada saat pasca panen
    • Lakukan pemupukan yang telah dicampur dengan kapur pertanian setelah 2 bulan pada saat panen
    • Buah naga panen pada setiap 6 bulan sekali.

Pemanenan Tanaman Buah Naga

Buah naga menjadi primadona oleh sebagian orang yang menyukai cita rasa dan warna yang menggoda. Kalau kalian menyukai dalam mengonsumsi buah naga secara langsung ataupun dibuat jus, pastinya sangat menginginkan memiliki kebun buah naga sendiri.

Menanam buah naga cukup mudah. Kalian tinggal ikuti beberapa langkah yang telah dijelaskan diatas saja. Semoga cara diatas dapat diterapkan bagi kalian para pemula yang hendak ingin memulai peluang bisnis di dunia pertanian khususnya dalam hal penanaman buah naga.

Selamat mencoba dan semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *