Cara Menanam Buah Jeruk

Jeruk adalah salah satu buah yang digemari oleh masyarakat di Indonesia berkat khasiatnya yang diketahui sangat banyak. Selain itu memang rasanya pun manis dengan sedikit kecut yang sangat menyegarkan bila dicampurkan dengan es.

Selain itu di Indonesia sendiri, jeruk tergolong sebagai tanaman yang tidak mengenal musim alias bisa ditemukan kapanpun. Lebih jauh lagi jenis-jenisnya yang beragam pun membuat pemanfaatan jeruk sebagai bahan dasar makanan dan minuman semakin luas lagi.

Berita baiknya kamu juga sebenarnya bisa loh menanam jeruk, baik itu untuk ditanam secara pribadi ataupun melakukan penanaman jeruk untuk dijual kembali.

Ada beberapa persiapan penting yang bisa kamu lakukan dan pelajari sebelum kamu mulai menanam buah jeruk. Hal ini begitu penting agar nanti ketika sudah mulai menanam jeruk, kamu bisa memecahkan masalah yang ada sendiri. Lalu bila benar-benar tidak bisa memecahkan masalah tersebut barulah kamu bisa bertanya kepada orang yang lebih ahli.

Kalau kamu berencana menanam jeruk di media hidroponik, cek artikel kami tentang cara menanam jeruk hidroponik. Tanpa perlu berlama-lama, ini dia panduan bertahap untuk menanam buah jeruk.


Pahami Jenis Jeruk

pahami jenis jeruk

Memahami jenis buah jeruk yang akan kamu tanam adalah langkah pertama yang wajib dilakukan. Bahkan, langkah ini adalah langkah yang harus selalu kamu lakukan ketika ingin menanam sayuran atau buah-buahan apapun.

Tujuannya adalah agar kamu benar-benar mengenali varietas dari sayuran dan buah yang akan kamu tanam tersebut. Lebih-lebih lagi apabila kamu ingin menjual jeruk yang kamu tanam tersebut kembali.

Dengan mengenal jenis jeruk yang ingin dibudidayakan kamu bisa membuat perhitungan yang baik sehingga bisa menghindari kerugian.

  • Jeruk JRM 2012 – salah satu jenis jeruk dengan ciri khas bentuknya yang bulat dan gepeng namun memiliki kadar gula tinggi. Kelebihan dari jeruk jenis ini adalah produktivitas tinggi, dengan daya simpan mencapai 2 bulan pasca panen dan bisa ditanam di dataran menengah hingga dataran tinggi.
  • Jeruk King Mandarin – jeruk yang berasal dari Vietnam selatan ini merupakan salah satu varietas unggul yang cukup dicari karena memiliki buah yang relatif besar namun dengan rasa yang manis.
  • Jeruk Chokun – jeruk jenis ini juga tergolong sebagai salah satu yang sangat populer baik di kalangan petani ataupun di kalangan konsumen. Tergolong sebagai jeruk honey, jeruk jenis ini memiliki rasa yang sangat manis. Selain itu masa panen jeruk ini hanya 9 bulan dengan masa petik sekali seminggu dengan buah pertama kali muncul di tahun ketiga.
  • Jeruk Dekopon – jeruk yang satu ini berasal dari dataran Asia dan sangat populer di daerah asalnya. Keunikan jeruk ini adalah bentuknya yang sedikit berbeda dari jeruk lainnya, sehingga cukup dicari-cari.
  • Jeruk Kintan – salah satu jeruk yang cukup unik, karena jeruk kintan memiliki kulit buah yang bisa kamu makan langsung tanpa harus dikupas. Selain itu jeruk jenis ini diketahui cukup mudah ditanam dan bisa beradaptasi di berbagai iklim, dengan produktivitas yang luar biasa tinggi.
  • Jeruk Pamelo – merupakan salah satu varietas unggul yang tangguh dan tidak terlalu manja dalam hal perawatan. Buah jeruk jenis ini pun bisa segera dipanen dalam kurun waktu 9 bulan setelah tanam. Meski demikian jeruk jenis ini sangat layak untuk kamu tanam karena nilai ekonomisnya yang tinggi.
  • Jeruk Kip – adalah jeruk imlek yang memiliki buah kecil-kecil seukuran bola pingpong dan oranye yang lebih terang. Jeruk kip seringkali dijadikan sebagai tanaman mungil dalam pot dan diperuntukkan sebagai tanaman hias.
  • Jeruk Sunkist – jeruk yang satu ini memang sedang naik daun, terutama karena budaya olahraga dan budaya sehat sedang naik-naiknya di Indonesia. Jeruk jenis ini diketahui memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga sering dibuat menjadi minuman.
  • Jeruk Nipis – berbeda dengan beberapa jenis jeruk di atas, jeruk nipis jarang dimakan secara langsung melainkan lebih sering dijadikan minuman atau bahan campuran di dalam masakan. Selain itu dari satu pohon jeruk nipis kamu bisa menghasilkan panen sebanyak 500 buah loh.

Selain dari jenis-jenis jeruk yang kami jelaskan di atas, pada dasarnya masih banyak sekali jenis jeruk yang bisa kamu tanam secara mandiri di rumahmu. Apalagi memang dasarnya iklim dan tanah di Indonesia sangat cocok untuk ditanami oleh buah jeruk.

Selain itu hal paling penting yang bisa kamu pikirkan mengenai masing-masing jenis jeruk adalah bahwa ada yang dinamai dengan persyaratan tanam. Nah masing-masing jenis punya persyaratan tanam dan masa panen yang berbeda-beda.

Hal ini nantinya akan memengaruhi perlakuanmu terhadap masing-masing jenis jeruk, kapan melakukan panen, dan sebagainya. Hal ini tentu saja pada akhirnya akan sangat memengaruhi khususnya bagi kamu yang ingin menjual kembali hasil panenmu.


Penuhi syarat tumbuh

Ketika kamu melakukan bercocok tanam, ada hal yang dinamakan syarat tumbuh atau syarat tanam. Syarat inilah yang nantinya harus kamu penuhi agar tanaman bisa tumbuh secara optimal dengan hasil panen yang sesuai dengan potensi dari tanaman tersebut.

Adapun beberapa syarat tumbuh yang harus kamu penuhi ketika kamu ingin menanam buah jeruk adalah sebagai berikut ini:

  • Iklim – salah satu faktor penting yang harus kamu pelajari sebelum menanam buah jeruk adalah memperhatikan iklim yang sesuai dengan syarat tumbuh dari jeruk tersebut. Kamu bisa memilih jenis jeruk sesuai dengan iklim atau kondisi cuaca harian di tempat kamu menanam jeruk tersebut.
    • Tanaman jeruk tergolong sebagai tanaman yang bisa menoleransi angin, karena ukuran pohon dewasanya yang sedang. Selain itu tanaman jeruk juga cukup menyukai daerah dengan curah hujan tinggi yakni mencapai 1000 – 3000 mm/ tahun, dengan bulan kering idealnya 3-4 bulan berturut-turut (curah hujan <60 mm)
    • Suhu udara yang disukai oleh tanaman jeruk diketahui cukup lebar rentangnya yakni sekitar 13 hingga 35oC, namun optimalnya tanaman jeruk ditanam didaerah dengan suhu rata-rata harian sekitar 22-23o
    • Untuk intensitas cahaya yang dikehendaki oleh tanaman jeruk adalah intensitas penuh. Oleh karena itulah kamu tidak perlu memberikan naungan apapun ketika menanam jeruk.
    • Ketinggian daerah ideal untuk tanaman jeruk sendiri cukup bervariasi. Untuk jeruk-jeruk berukuran relatif kecil idealnya ditanam di daerah dengan ketinggian 100 – 1.300 mdpl, dan jeruk besar pada ketinggian 70 – 600 mdpl.
  • Media tanam – selain dari iklim, salah satu penyesuaian yang harus kamu kontrol di lahan tanam jeruk yang kamu miliki adalah media tanam yang kamu miliki. Sesuaikan media tanam dengan jenis yang disukai oleh jeruk.
    • Jenis tanah yang ideal untuk ditanami oleh tanaman jeruk adalah tanah yang lempung namun berpasir, sebisa mungkin tanam di tanah yang cukup gembur, serta memiliki cukup humus.
    • Adapun tingkat keasaman ataupun pH yang harus dicapai ketika kamu menanam tanaman jeruk adalah berkisar di angka 5,5 hingga 6,5 dengan pH optimal yang harus dicapai adalah 6. Pada pH demikian, diketahui kandungan mineral serta unsur hara yang ada di dalam tanah bisa terpenuhi dengan baik.
    • Terakhir, kemiringan yang terlalu tinggi (terlalu terjal) diketahui tidak baik untuk pertumbuhan tanaman jeruk. Selain itu perlu diketahui idealnya kedalaman muka air tanah di dalam lahan tanam minimal 75 cm hingga 120 cm.

Beberapa persiapan sebelum penyemaian benih, di atas, adalah langkah yang harus kamu lewati. Tujuannya adalah agar ketika menemukan masalah kecil kamu bisa menyelesaikannya secara mandiri.

Nah apabila kamu sudah memahami beberapa pengetahuan dasar di atas, maka saatnya kita melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Yakni mengenai langkah-langkah penyemaian benih jeruk, sebelum mulai menanam jeruk di lahan tanam.


Semai Benih Jeruk

semai benih jeruk

Sebelum bisa mulai menanam tanaman jeruk di lahan tanah, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyemai benih jeruk. Mulai dari pembibitan, persiapan benih, hingga perawatan bakal tanaman jeruk tersebut.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Melakukan pembibitan – hal penting yang harus selalu kamu ingat di dalam pembibitan adalah dengan memilih bibit jeruk yang unggul. Tujuannya adalah agar hasil panen bisa maksimal. Adapun langkah-langkah pemilihan benih jeruk unggul adalah sebagai berikut ini.
    • Pilihlah benih jeruk yang utuh, lakukan pemeriksaan benih dengan teliti. Hindari pemilihan benih yang terdapat luka, benih yang terdapat cacat, ataupun benih jeruk yang bentuknya tidak seragam dengan benih jeruk lainnya.
    • Pilihlah benih jeruk yang bentuknya ‘normal’, ataupun terbebas dari serangan hama ataupun penyakit bawaan.
    • Pilihlah benih jeruk yang merupakan benih jeruk murni. Benih jeruk murni adalah benih yang memiliki ukuran yang seragam, satu galur induk, serta tidak tercampur dengan benih dari varietas yang berbeda.
    • Pilihlah benih jeruk yang tergolong sebagai benih unggul. Untuk memilih benih jeruk yang unggul, kamu bisa membeli benih dari pabrikan yang terpercaya ataupun melakukan konfirmasi ke penjual di toko pertanian.
    • Usahakan membeli benih jeruk yang memiliki daya perkecambahan yang tinggi, yakni di atas 80%. Kamu bisa bertanya mengenai daya perkecambahan benih kepada penjual benih di toko pertanian.
    • Kamu bisa melakukan seleksi sederhana benih jeruk yang baik dengan cara merendam benih jeruk di dalam air tawar (suhu ruangan). Benih yang baik biasanya akan tenggelam dan tidak mengambang di permukaan.
  2. Mempersiapkan benih jeruk – tujuan dari persiapan benih jeruk ini adalah mempercepat proses perkecambahan. Selain itu dengan persiapan benih yang baik tentu tanaman jeruk nantinya akan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap serangan berbagai macam penyakit dan hama. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
    • Lakukanlah sterilisasi benih jeruk dengan cara merendam benih jeruk di dalam larutan fungisida. Dosis larutan fungisida yang digunakan bisa disesuaikan dengan yang tertera di dalam kemasan. Sterilisasi benih bisa dilakukan selam 15 hingga 30 menit, dilanjutkan dengan merendam benih kembali di dalam air hangat (55oC) selama 15 hingga 30 menit kembali.
    • Lakukan penyortiran benih jeruk dengan cara merendam benih jeruk di dalam air bersuhu ruangan. Pilihlah seluruh benih jeruk yang tenggelam dan buang benih jeruk yang mengambang di permukaan.
    • Lakukan perendaman benih di dalam air tawar selama sekurangnya 6-12 jam, proses ini akan mempersiapkan germinasi dari benih jeruk yang kamu beli tersebut. Langkah ini bisa diselesaikan ketika biji jeruk yang direndam terlihat pecah.
    • Setelah itu letakkan benih jeruk di dalam tisu/ kapas/ kain/ handuk lembab untuk germinasi. Tutup, dan kemudian basahi dengan menggunakan air bersih. Letakkanlah wadah tersebut di tempat yang mendapatkan sinar matahari.
    • Lakukan pemeriksaan benih jeruk setiap hari hingga jeruk tersebut berkecambah. Lama perkecambahan ataupun germinasi adalah bergantung dari varietas jeruk yang kamu miliki.
    • Lakukan penyemaian benih jeruk yang sudah pecah tersebut di dalam media semai yang telah kamu buat nantinya.
  3. Persiapkan lokasi penyemaian benih jeruk – sebelum bisa ditanam di lahan pertanian, kamu harus melakukan penyemaian benih jeruk. Berikut ini adalah persiapan media semai dari jeruk.
    • Sekali lagi lakukan penyeleksian dari lokasi semai benih jeruk. Sebisa mungkin tidak menggunakan tanah yang sebelumnya diketahui pernah terkena serangan hama atau penyakit. Gunakan lokasi yang dekat dengan sumber air bersih dan paparan sinar matahari cukup.
    • Gunakanlah peti kayu, atau wadah semai yang cukup besar. Setelah itu letakkan kassa screen di dasar wadah semai. Jangan lupa buatlah lubang untuk aliran air di wadah semai.
    • Adapun ukuran dari wadah semai bisa beragam dan bervarisi sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. Namun tanamlah benih dengan jarak semai sekitar 1-3 cm antar benih,atau sekitar 250 hingga 300 gram benih per m2 wadah semai.
    • Kami tidak terlalu merekomendasikan kamu untuk menanam tanaman jeruk secara langsung di lahan pertanian, dan kami pun tidak menemukan referensi yang cukup mengenai hal ini.
  4. Persiapkan media semai benih jeruk – setelah kamu membuat wadah untuk penyemaian benih jeruk, kamu harus mempersiapkan media semai dari tanaman jeruk tersebut.
    • Ambillah campuran medium semai dari bahan-bahan tanah : pasir atau sekam : kompos sebesar 1 : 1 : 1. Jangan lupa buat media semai yang relatif gembur ataupun halus. Hindari penggunaan tanah liat ataupun tanah yang terlalu tebal agar akar tanaman bisa menembus media semai.
    • Masukkan campuran dari media semai di atas ke dalam kotak semai yang telah dilubangi bagian bawahnya. Masukkan setidaknya ¾ bagian dari kotak semai. Setelah itu diamkan selama 24 jam.
    • Kamu boleh melakukan sterilisasi media semai dengan cara mengukus media semai dengan suhu 55 hingga 100oC dalam waktu 1 jam.
    • Sterilisasi media semai bisa pula kamu lakukan dengan cara mencampurkannya dengan formalin 4% dan ditutup selama 24 jam dilanjutkan dengan diangin-anginkan.
    • Buatlah naungan dengan memanfaatkan lembaran transparan seperti plastik bening,untuk menutupi wadah semai dari hama, namun tanpa menghalangi masuknya sinar matahari.
  5. Semaialah benih jeruk yang sudah siap – setelah selesai mempersiapkan benih jeruk, kamu bisa langsung melakukan penyemaian alias memindahkan tanaman tersebut ke dalam media semai. Berikut ini adalah langkahnya:
    • Pindahkan benih jeruk yang memiliki tunas ke dalam media semai. Kedalaman yang harus di capai adalah sekitar 1 hingga 2,5 cm ke dalam media semai. Setelah itu tegakkan benih jeruk dan padatkan media tanam di sekitarnya.
    • Lakukan penyemprotan terhadap benih yang baru ditanam dengan menggunakan spray berisi air tawar. Lalu bila sudah terisi penuh, pindahkan media tanam ke tempat yang terkena matahari langsung. Namun pastikan pula bahwa tanaman tidak mengalami kekeringan.
  6. Lakukan pemeliharaan benih jeruk – setelah kamu selesai melakukan proses penyemaian, ada beberapa hal penting yang tidak boleh kamu lupakan. Diantaranya adalah pemeliharaan benih semai jeruk agar tanaman bisa bertumbuh secara sempurna. Beberapa haltersebut adalah:
    • Lakukanlah penyiraman benih jeruk dua kali sehari, yakni pada setiap pagi hari serta sore hari. Karena benih semai diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari tentu kamu harus mencegah kekeringan.
    • Bila intensitas cahaya matahari terlalu tinggi kamu boleh sesekali memindahkan benih semai tanaman jeruk ini ke tempat yang teduh.
    • Lakukan pula penyiangan terhadap tanaman yang mungkin akan mengganggu seperti gulma dan rumput-rumput kecil yang pasti akan tumbuh di sela-sela tanaman pokok.
    • Berikan pupuk susulan.
    • Lakukan pemberantasan hama serta penyakit yang mungkin menyerang tanaman jeruk. Pada fase ini hama yang paling sering menyerang diantaranya adalah semut, ulat kecil, ataupun bekicot berukuran kecil. Akan tetapi sebenarnya bila memang wadah semai diletakkan di tempat yang rapi biasanya jarang ditemukan hama pada tanaman.
    • Lakukan penyemprotan benih semai dengan menggunakan insektisida pada hari kedua serta ketiga setelah penanaman benih. Selain itu penyemprotan umumnya dilakukan kembali pada saat umur benih mencapai 21 hari, 30 hari, 45 hari, serta 60 hari pasca semai.
  7. Persiapkan pemindahan benih jeruk – pembenihan jeruk dikatakan sudah selesai apabila pada tanaman sudah terdapat sekitar 3 hingga 7 helai daun. Untuk usia semai bisa disesuaikan dengan jenis jeruk yang kamu tanam. Lakukan pemindahan benih dengan dua teknik di bawah.
    • Lakukan penyortiran benih jeruk yang ingin kamu pindahkan, pilihlah benih jeruk yang berkualitas tinggi, bebas penyakit, serta memiliki sifat dan ukuran yang seragam.
    • Pemindahan benih jeruk ke lahan tanam bisa dengan menggunakan teknik pencabutan langsung. Untuk teknik pencabutan akar, kami sarankan agar kamu berhati-hati karena ada kemungkinan akar dari benih jeruk menjadi rusak.
    • Apabila teknik pemindahan langsung terlalu sulit, kamu bisa menggunakan teknik putar dimana kamu bisa menyiram tanah yang berisi benih jeruk. Lalu ambil tanah sekitar 3-5 cm diameternya dan kedalamannya sekitar 5 cm.

Apabila kamu sudah selesai melakukan pemindahan benih jeruk, saatnya kamu lanjut ke bagian berikutnya yakni mengenai cara dan teknik penanaman buah jeruk.

Bila kamu masih agak bingung mengenai benih semai yang sudah siap dipindahkan, ada beberapa ciri semai yang telah siap dipindahkan. Beberapa ciri tersebut adalah:

  • Usia 2,5 bulan hingga 3 bulan setelah semai (atau sesuai dengan jenis jeruk yang ditanam).
  • Memiliki jumlah daun 3 hingga 7 helai.
  • Batang dari tanaman jeruk sudah menghijau dan agak keras.
  • Sedang dalam fase dorman atau pertumbuhan terhenti.

Tanam Buah Jeruk

cara menanam jeruk

Setelah kamu selesai melakukan penyemaian buah jeruk, saatnya kamu melanjutkan ke proses berikutnya. Yakni proses penanaman buah jeruk yang relatif mudah. Mari ikuti langkahnya satu persatu ya!

  1. Lakukan pengolahan media tanam – langkah penting pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mengolah media tanam di lahan yang ingin kamu jadikan sebagai tempat menanam buah jeruk.
    • Beberapa hal penting yang harus dilakukan terkait pengolahan lahan adalah melakukan pengukuran pH tanah serta melakukan penyesuaian pH tanah. Kamu bisa menambahkan dolomit bila pH kurang dari 5,5.
    • Apabila memungkinkan, kamu boleh melakukan analisa kandungan bahan organik di dalam tanah agar jenis tanah bisa disesuaikan.
  2. Lakukan pembukaan lahan – salah satu langkah teknis yang cukup sulit namun penting adalah melakukan pembukaan lahan.
    • Lakukanlah penggemburan tanah pertanian dengan cara mencangkul tanah hingga kedalaman 40 sampai 50 cm, lalu balikkan tanah tersebut. Kamu juga bisa menggunakan alat pembajak sawah.
    • Proses pembajakan bisa dilakukan sembari menyiangi lahan. Cabut gulma serta rumput-rumputan yang mengganggu.
    • Setelah membersihkan dan menggemburkan lahan, kamu harus memberikan pupuk dasar. Pasca pemberian pupuk dasar, diamkan lahan pertanian agar terkena sinar matahari setidaknya 2 minggu berturut-turut.
    • Siapkan tempat untuk menanam, bila di lahan basah (seperti sawah dan lahan pasang surut) buatlah bidang tanam berupa gundukan. Adapun untuk lahan kering bisa langsung membuat lubang tanam dengan ukuran 0,6 m x 0,6 m x 0,75 m.
    • Bedengan yang dibuat sangat direkomendasikan mengarah dari timur ke barat (penting sebagai salah satu metode untuk menyesuaikan paparan sinar matahari).
    • Untuk jarak tanam sendiri biasanya sangat bervariasi antar jenis jeruk. Namun secara umum per tanaman bisa dibuat 5×6 m2 untuk jeruk manis, 5×4 m2 untuk jeruk keprok dan 5×7 m2untuk jeruk pamelo.
    • Adapun lubang tanam ditutup dengan menggunakan tanah dan campuran sekitar 20 kg pupuk kandang per lubang. Alternatif lainnya adalah campuran tanah : pasir : pupuk kandang sebesar 3 : 1 : 2.
    • Masa penanaman terbaik adalah saat musim hujan, terutama apabila kamu menanam buah jeruk saat musim kering.
  3. Lakukan penanaman tanaman jeruk – setelah lahan sudah siap untuk ditanam, kamu bisa langsung melakukan tahapan penanaman jeruk. Untuk langkah penanaman sendiri tidak terlalu sulit, bila dibandingkan dengan langkah sebelumnya.
    • Sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas buatlah jarak tanam sekitar 5 m x 6m hingga 7m bergantung dari jenis jeruk yang ingin kamu tanam. Kedalaman lubang tanam adalah sekitar 0,75 m dengan diameter 0,6 m atau dibuat persegi 0,6 m x 0,6 m.
    • Lakukan penanaman di musim hujan apabila lahan yang kamu gunakan merupakan lahan kering. Adapun jam penanaman terbaik adalah di pagi hari ataupun sore hari, selama sinar matahari tidak terlalu terik.
    • Pindahkan benih ke dalam lubang tanam tersebut, kemudian ditambahkan tanah halus perlahan-lahan. Campur dengan menggunakan pasir serta pupuk kandang, dan jangan lupa padatkan tanah di sekitar tanaman.
    • Setelah benih tanaman jeruk tertancap dengan baik, berikan sedikit air agar lahan agak lembab.
  4. Lakukan pemeliharaan tanaman jeruk – setelah selesai melakukan penamanan, langkahnya belum selesai. Kamu harus rajin melakukan pemeliharaan tanaman jeruk tersebut agar panennya bisa maksimal.
    • Penjarangan buah, salah satu tips yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan penjarangan atau memotong cabang-cabang berbuah pada tanaman jeruk. Sisakan sekitar 2 buah saja per tandan agar buah bermutu tinggi. Guntinglah buah yang cacat, sakit, atau berukuran paling kecil.
    • Penyulaman, proses penyulaman ataupun melakukan penambalan tanaman jeruk pada bagian tanaman yang rusak tidak perlu kamu lakukan.
    • Penyiangan, proses ini khususnya bisa kamu lakukan secara rutin. Kamu bisa memotong gulma serta rumput-rumput kecil yang bisa mengganggu pertumbuhan dari tanaman jeruk.
    • Pemupukan, untuk pemupukan tanaman jeruk pun tidak terlalu rumit. Namun setidaknya berikanlah pupuk buatan yang dicampur dengan pupuk organik. Untuk pupuk kandang bisa diberikan 1x per tahun sebanyak 20 – 40 kg per pohon (usia 1-4 tahun) dan 40 – 60 kg per pohon (usia >4 tahun).
    • Penyiraman, lakukan penyiraman tanaman jeruk secara rutin dan bisa disesuaikan dengan cuaca. Ketika musim kering dan jarang ada hujan tentu kamu harus lebih sering melakukan penyiraman.
  5. Memanen buah jeruk – terakhir, kamu bisa melakukan panen buah jeruk apabila buah sudah mencapai matang optimal. Khususnya ketika buah jeruk sudah mencapai kematangan optimal yakni 8 bulan pasca pembungaan.

Selain dari langkah-langkah yang sudah kami jelaskan di atas, kamu harus memahami soal hama serta beberapa penyakit yang sangat mungkin menyerang tanaman jeruk. Berikut ini adalah diantaranya:

  • Kutu loncat, merupakan salah satu hama yang senang menyerang bagian tangkai, kuncup, daun, tunas, serta daun bunga dari buah jeruk.
    • Gejala khas dari serangan kutu loncat adalah bagian tunas-tunas jeruk yang mengering dan akhirnya tanaman mati.
    • Untuk melakukan pengendalian hama kutu loncat kamu bisa menggunakan insektisida saat menjelang pertunasan dan kemudian langsung membuang bagian tanaman yang sudah diserang.
  • Kutu daun, merupakan salah satu hama yang menyerang bagian tunas muda serta bunga dari tanaman jeruk.
    • Gejala khas dari serangan kutu daun adalah daun jeruk yang menggulung dan meninggalkan bekas hingga daun berusia dewasa.
    • Untuk melakukan pengendalian hama kutu daun kamu bisa menggunakan insektisida berbahan aktif Methidathion, DImethoate, Diazinon, Phosphamidon, ataupun Malathion.
  • Ulat peliang daun, merupakan jenis hama yang senang menyerang daun jeruk yang masih berusia muda.
    • Gejala khas dari serangan ulat peliang daun adalah munculnya alur melingkar transparan di daun muda, serta daun muda yang mulai mengkerut dan kemudian menggulung hingga rontok.
    • Adapun cara melakukan pengendalian hama ulat peliang daun adalah dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Methidathion, Malathion, ataupun Diazinon. Selain itu petik daun dan tanam atau bakar daun yang sakit tersebut.
  • Tungau, merupakan salah satu hama yang senang menyerang hampir seluruh bagian tanaman dari jeruk.
    • Gejala khas dari serangan tungau adalah bercak perak ataupun kecokelatan yang muncul pada buah serta daun dari tanaman jeruk.
    • Untuk melakukan pengendalian hama tungau bisa menggunakan insektisida berbahan aktif Propargite, Cyhexation, Dicofol, ataupun Oxythioquimox.
  • Penggerek buah, merupakan salah satu hama yang senang menyerang bagian buah dari jeruk.
    • Gejala khas dari serangan penggerek buah ini adalah munculnya lubang di bagian buah yang mengeluarkan getah.
    • Adapun cara pengendalian dari hama penggerek buah adalah dengan menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl, Methidathion. Selain itu lakukan penyemprotan saat usia buah 2-5 minggu, dan diikuti dengan pemetikan buah yang terlanjur terinfeksi.
  • Kutu penghisap daun, merupakan salah satu hama yang cukup khas dengan menyerang daun dari tanaman jeruk.
    • Gejala khas dari serangan kutu penghisap daun adalah tampaknya bercak-bercak cokelat kehitaman dengan bagian inti ataupun pusat dari daun berwarna terang.
    • Untuk bisa mengendalikan serangan hama kutu penghisap daun bisa digunakan insektisida dengan bahan Fenitrotionmothion, Fenithion, ataupun Metamidofos.
  • Ulat penggerek bunga, merupakan salah satu hama yang senang menyerang bagian kuncup bunga dari jeruk manis ataupun jeruk bes.
    • Gejala khas dari serangan ulat penggerek bunga adalah tampak bekas lubang-lubang berdiameter 0,3 hingga 0,5 cm serta diikuti dengan bunga yang lebih mudah rontok dan berguguran.
    • Untuk bisa mengendalikan serangan hama ini kamu bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl dan Methidathion serta diikuti dengan pembuangan bunga yang terlanjur diserang.
  • Thrips, merupakan salah satau hama yang menyerang bagian tangkai dan daun muda dari tanaman jeruk.
    • Gejala khas dari serangan thrips adalah penebalan helai daun dengan tepi yang menggulung ke bagian atas. Adapun warna daun di ujung tunas menjadi kehitaman dan diikuti dengan daun yang menjadi kering dan gugur.
    • Untuk bisa mengendalikan serangan hama thrips kamu bisa menghindari penggunaan mulsa jerami, dan boleh menggunakan insektisida dengan bahan aktif Difocol ataupun Z-Propargite.
  • Kutu dompolon, merupakan hama yang secara khusus menyerang bagian tangkai buah jeruk.
    • Adapun gejala khas dari serangan hama ini adalah berkas tangkai buah yang berwarna kuning, mengering, dan kemudian buah jeruk menjadi gugur.
    • Untuk bisa mengendalikan serangan hama kutu dompolon ini, kamu bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl, Triazophos, Carbaryl, serta Methidathion.
    • Salah satu ciri khas lain dari hama ini adalah dibawa oleh semut, sehingga kamu bisa berhati-hati dengan mencegah datangnya semut pembawa kutu ini.
  • Lalat buah, sebagaimana namanya lalat buah menyerang tanaman di bagian buah yang berusia mudah hingga buah yang sudah hampir matang.
    • Gejala khas serangan lalat buah adalah terdapat lubang yang cukup kecil di tengah, serta ditemukan larva lalat alias belatung di bagian dalam buahnya.
    • Adapun cara melakukan pengendalian serangan lalat buah adalah dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Fenthion, Dimethoathe, ataupun Profenofos yang dicampur Metomil.
  • Kutu sisik, merupakan salah satu kutu yang menyukai bagian daun, buah, serta bagian tangkai dari tanaman jeruk.
    • Gejala khas serangan kutu sisik adalah daun yang menjadi kuning, muncul bercak-bercak pada daun dan akhirnya daun menjadi gugur. Selain itu bisa ditemukan ranting dan cabang yang kering serta kulit jeruk yang menjadi retak diikuti dengan gugurnya buah.
    • Untuk bisa melakukan pengendalian dari hama kutu sisik bisa digunakan pestisida dengan bahan aktif Diazinon, Phosphamidon, Dichlorophos, ataupun bahan Methidhation.
  • Kumbang belalai, merupakan kumbang yang senang menyerang bagian daun tua yang terdapat pada bagian ranting dan dahan bawah jeruk.
    • Gejala khas serangan hama kumbang belalai adalah daun yang berguguran serta ranting muda yang seringkali ditemukan kering dan mati.
    • Adapun cara melakukan pengendalian hama kumbang belalai adalah dengan cara mengurangi kelembaban perakaran dan memperbaiki kebersihan kebun. Selain itu gunakan insektisida berbahan aktif Carbaryl ataupun Diazinon.
  • CVPD, merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh banyak petani. Alasannya adalah karena saat ini belum ada obat yang bisa digunakan untuk melawan serangan penyakit ini.
    • Gejala khas adalah daun menjadi sempit, kecil, serta lancip. Selain itu buah jeruk menjadi asam dengan biji yang rusak dan warna buah yang berubah.
    • Salah satu pengendalian terhadap penyakit ini adalah menggunakan insektisida, karena penyakit ini dibawa oleh vector kutu loncat. Selain itu jangan menanam dekat kebun yang diketahui pernah terserang CVPD.
  • Tristeza, merupakan virus yang menyerang hampir seluruh bagian tanaman jeruk dan bagian batang bawah jeruk.
    • Gejala khas adalah batang menjadi lekuk dengan daun yang menjadi pucat dengan pertumbuhan tanaman terhambat.
    • Untuk mengendalikan tanaman dari serangan penyakit ini bisa dengan membersihkan kebun, menghancurkan tanaman yang terlanjur terkena dan kendalikan vector menggunakan insektisida.
  • Blendok, merupakan penyakit yang disebakan oleh jamur dengan bagian yang seringkali diserang di percabangan dan batang besar.
    • Gejala khas serangan jamur ini adalah kulit ketiak cabang yang menghasilkan cairan yang kemudian menarik kumbang. Selain itu warna batang menjadi pucat, kulit menjadi kering dan akhirnya terkelupas.
    • Untuk mengendalikan serangan jamur ini kamu bisa memotong bagian cabang yang sudah terlanjur kena, berikan fungisida (anti jamur) di bagian batang yang terkena tersebut.

Itulah tadi cara menanam buah jeruk serta beberapa tips yang berguna bagi kamu yang ingin mencoba menanam buah jeruk sendiri di rumah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!

Fakhri Zahir

Dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga merupakan penulis dan pelaku bisnis di berbagai sektor, salah satunya industri agrikultur.

guest
2 Komentar
Terpopuler
Terbaru Terlama
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
ningsih
ningsih
2 bulan yang lalu

oh jadigini cara menanam jeruk.. trims infonya doakan berhasil

2
0
Tulis komentar.... Bebas!x