Cara Menanam Brokoli (Yang Benar)

Brokoli merupakan salah satu tanaman yang banyak digemari oleh masyarakat. Karena banyak makanan di Indonesia yang menggunakan brokoli sebagai salah satu bahan dasarnya, mulai dari sup hingga salad.

Selain itu brokoli pun sangat mudah kamu temukan di pasar, baik itu di pasar tradisional ataupun di swalayan modern. Meski demikian kadang kita kesulitan menemukan brokoli yang masih segar serta berkualitas bagus dan bebas penyakit.

Apalagi bagi kamu yang terlalu sibuk sehingga hanya sempat ke swalayan saat stok brokoli sudah habis terbeli. Tapi tenang, karena brokoli ternyata bisa kamu tanam sendiri di rumah. Bahkan cara menanam brokoli pun tergolong sangat mudah kok.

Ini dia cara menanam brokoli di rumah sendiri!


1. Persiapkan Penanaman Brokoli

Persiapkan Penanaman Brokoli

Sebelum kamu mulai menanam brokoli tentu saja ada beberapa persiapan penting yang harus kamu ketahui. Tujuannya adalah agar ketika dalam menanam brokoli kamu menemukan kesulitan kamu bisa memecahkannya sendiri terlebih dahulu.

Setelah benar-benar mentok, barulah kamu bisa bertanya kepada orang yang lebih ahli. Ini dia beberapa persiapan atau hal-hal penting yang harus kamu pelajari sebelum bisa mulai menanam brokoli.

Jenis brokoli

Memahami jenis brokoli yang ingin kamu tanam adalah hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Karena masing-masing jenis brokoli memiliki persyaratan tanam yang berbeda sehingga harus masuk ke dalam perhitunganmu.

Terlebih lagi apabila kamu memutuskan untuk menjual kembali brokoli tersebut. Sebelumnya, kami akan coba membahas beberapa jenis brokoli serta kembang kol. Secara ilmiah memang keduanya berbeda varians, namun dari genus ternyata keduanya serupa lho.

  1. Kembang Kol Giga – merupakan salah satu kembang kol yang berwarna putih dan ukurannya pun cukup besar. Salah satu keunggulan jenis ini adalah dapat dipanen dalam waktu 55 hari setelah tanam (HST), serta memiliki ketahanan terhadap cuaca ekstreme. Sayangnya kembang kol jenis ini diketahui belum memiliki ketahanan lebih terhadap beberapa penyakit tertentu.
  2. Kembang Kol Mona – merupakan salah satu kembang kol yang bisa kamu tanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Kembang kol mona berukuran agak kecil dibandingkan dengan kembang kol giga, namun bisa dipanen dalam 50 hari setelah tanam (HST). Kembang kol jenis ini juga diketahui belum memiliki ketahanan lebih terhadap beberapa penyakit tertentu.
  3. Kembang Kol Aquina – merupakan salah satu jenis kembang kol yang juga bisa kamu tanam di dataran menengah hingga dataran tinggi. Boleh dikatakan jenis yang satu ini memiliki ukuran yang cukup besar, serta tahan terhadap penyakit busuk hitam akibat Xanthomonas. Selain itu kembang kol jenis ini bisa dipanen saat usia 58 hingga 60 hari setelah tanam (HST).
  4. Kembang Kol PM 126 – namanya cukup unik ya, karena memang kembang kol ini merupakan salah satu jenis hibrida unggul yang diklaim bisa mencapai bobot 1,5 kg saat panen. Selain itu kembang kol yang satu ini juga memiliki banyak keunggulan lain diantaranya bisa dipanen dalam waktu 45 hingga 50 hari setelah tanam (HST), serta tahan terhadap penyakit busuk hitam, downey mildew, serta busuk lunak. Cocok untuk kamu yang ingin menanam brokoli / kembang kol untuk dijual kembali.
  5. Brokoli Hijau Italia – merupakan salah satu jenis brokoli yang paling banyak ditemukan di pasar tradisional serta swalayan. Brokoli jenis ini memiliki sangat banyak varietas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut kami brokoli jenis ini merupakan salah satu yang paling mudah dijual kembali karena masyarakat kebanyakan sudah mengenalnya. Adapun masa panen dari brokoli hijau tua ini adalah antara 55 hingga 100 hari setelah tanam (HST) bergantung dari varietas yang ditanam.
  6. Brokoli Green King – merupakan salah satu varietas unggul yang banyak sekali ditanam oleh para petani. Keunggulan utama dari brokoli jenis ini adalah masa panen sekitar 10 minggu setelah tanam, ukuran yang bisa mencapai 500 – 1 kg, serta tahan terhadap berbagai penyakit.
  7. Brokoli Express Corona – merupakan salah satu jenis brokoli hijau yang juga sangat disukai oleh para petani. Meski tidak memiliki ketahanan khusus terhadap berbagai macam penyakit, salah satu sifat yang cukup disukai adalah masa panennya yang hanya 45 hari setelah tanam (HST) saja. Artinya perputaran tanaman di ladang bisa dipercepat, dan tentu bisa meningkatkan produktivitas pula.
  8. Brokoli Pinacle – brokoli yang satu ini tergolong sebagai salah satu jenis yang disukai oleh para petani serta konsumen. Alasannya adalah karena ukurannya yang cukup besar, warna yang menarik, serta tekstusrnya yang cukup lembut. Selain itu brokoli jenis ini diketahui pula tahan terhadap penyakit embun tepung, serta memiliki masa panen 68 hari setelah tanam.
  9. Brokoli Skiffi – merupakan salah satu brokoli unggul yang memiliki masa panen cukup panjang yakni sekitar 105 hari setelah tanam (HST). Akan tetapi kamu tetap boleh menanam jenis yang satu ini mengingat produktivitasnya yang sangat tinggi dibandingkan dengan brokoli jenis lainnya.

Selain dari kesembilan jenis brokoli dan kembang kol di atas, sebenarnya sih masih sangat banyak jenis brokoli yang bisa kamu tanam. Apalagi di Indonesia ini rata-rata jenis brokoli bisa ditanam dengan mudah.

Hal penting yang perlu kamu ingat adalah mengenai persyaratan tanam masing-masing jenis brokoli serta masa panen yang berbeda-beda. Nantinya akan sangat memengaruhi, khususnya perhitunganmu apabila hasil panen tersebut ingin dijual kembali.

Syarat tumbuh brokoli

Syarat tumbuh

Secara umum di dalam bercocok tanam kamu harus memperhatikan syarat tumbuh dari jenis tanaman yang ingin kamu tanam. Tujuannya adalah agar tanaman bisa tumbuh secara optimal dan hasil panen pun bisa melimpah sesuai dengan yang diharapkan.

Adapun beberapa syarat tumbuh yang harus kamu penuhi apabila ingin menanam brokoli adalah sebagai berikut ini:

  1. Iklim – iklim ataupun kondisi cuaca harian merupakan faktor penting dari penanaman brokoli. Dengan memaksimalkan penanaman berdasarkan iklim yang dimiliki di daerah tempat tinggalmu, pertumbuhan brokoli pun tentu bisa menjadi maksimal.
    • Tanaman brokoli sendiri tidak sensitif terhadap angin karena tinggi tanaman ini cukup rendah, akan tetapi brokoli membutuhkan curah hujan yang cukup tinggi yakni 1000 hingga 1500 mm/ tahun.
    • Suhu udara yang disukai oleh tanaman ini pun cukup rendah yakni 13 hinga 24oC, dengan kelembaban tinggi 80-90%.
    • Adapun intensitas cahaya yang diminta adalah intensitas cahaya lemah saat pembibitan, dan cahaya kuat saat pertumbuhan. Agar tidak terpapar matahari langsung kamu bisa menggunakan paranet saat menyemai brokoli.
    • Selain itu kebanyakan tanaman brokoli menyukai dataran rendah hingga tinggi di kisaran 1000 hingga 2000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Akan tetapi memang ada beberapa jenis yang bisa ditanam di dataran rendah kurang dari 1000 mdpl.
  2. Media tanam – selain dari iklim yang tidak bisa kamu kontrol, media tanam merupakan salah satu faktor penting lainnya yang untuk bisa dikontrol. Pengendalian media tanam brokoli tentu ditujukan agar brokoli pertumbuhannya bisa maksimal.
    • Tanah yang disukai oleh tanaman brokoli merupakan tanah yang cenderung gembur serta tidak mudah becek. Beberapa jenis tanah yang direkomendasikan untuk ditanami brokoli misalnya jenis alluvial, andosol, latosol, serta regosol.
    • Adapun tingkat keasaman tanah yang disukai oleh tanaman brokoli adalah sekitar 5,5 hingga 6,5. Kurang dari itu diketahui tanah cenderung kekurangan beberapa mineral seperti magnesium, boron, serta molybelium.
    • Brokoli juga menyukai tanah ataupun bedengan dengan pengairan yang sangat baik. Dengan kemiringan optimal tanah sekitar 0-20%. Bila kamu memiliki tanah dengan kemiringan lebih dari 20% maka kamu harus membuat terasering.

Itulah tadi beberapa persiapan yang harus kamu pelajari sebelum memutuskan untuk menanam brokoli secara mandiri. Bila sudah memahaminya, saatnya kamu membaca mengenai cara pembibitan dari brokoli itu sendiri.


2. Semai Benih Brokoli

Semai Benih Brokoli

Berikut ini adalah beberapa langkah di dalam melakukan pembibitan hingga persiapan benih brokoli sebelum kamu bisa tanam di lahan penanaman.

  1. Melakukan pembibitan – salah satu langkah penting di dalam proses pembibitan adalah dengan memilih bibit brokoli unggul sehingga hasil panen yang bisa dihasilkan pun bisa maksimal. Adapun beberapa persyaratan atau cara pemilihan benih brokoli adalah sebagai berikut ini.
    • Benih yang dipilih haruslah utuh, ketika kamu lakukan pemeriksaan dengan teliti kamu tidak boleh menemukan luka ataupun benih yang cacat, yang bentuknya tidak seragam dengan benih brokoli lainnya.
    • Benih yang dipilih sebisa mungkin harus terbebas dari hama ataupun penyakit bawaan.
    • Benih yang kamu pilih harus merupakan benih murni, dimana benih tersebut ukurannya seragam serta tidak tercampur dengan benih (bahkan) dari varietas lainnya.
    • Benih merupakan jenis unggul, untuk yang satu ini sih tentu bisa diketahui pertama kali ketika kamu membeli benih brokoli di toko pertanian.
    • Daya perkecambahan benih brokoli sebisa mungkin di atas 80%, untuk yang satu ini kamu bisa bertanya kepada penjual benih saat kamu membelinya di toko-toko pertanian.
    • Salah satu trik yang cukup sering digunakan adalah dengan merendam benih di dalam air. Benih yang baik biasanya akan tenggelam dan tidak mengambang.
  2. Mempersiapkan benih brokoli – tujuan dari persiapan benih adalah akselerasi ataupun mempercepat proses perkecambahan serta meningkatkan daya tahan brokoli nantinya terhadap serangan penyakit yang mungkin akan membuat kegagalan panen. Adapun cara mempersiapkan benih brokoli adalah sebagai berikut ini.
    • Melakukan sterilisasi benih brokoli di dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan (tertera di dalam kemasan). Setelah melakukan perendaman selama 15-30 menit kemudian benih brokoli direndam kembali di dalam air hangat dengan suhu kurang lebih 55oC selama 15 hingga 30 menit.
    • Lakukan penyortiran benih dengan cara merendam benih, pilihlah benih-benih brokoli yang tenggelam. Serta lakukan pemeriksaan benih ulang seperti tahapan di langkah yang pertama.
    • Lakukan perendaman benih di air tawar selama sekitar 12 jam hingga benih brokoli terlihat pecah. Tujuannya adalah agar benih-benih yang telah pecah tersebut lebih cepat di dalam berkecambah.
    • Benih bisa langsung disemai, di media semai yang telah kamu persiapkan sebelumnya. Penyemaian secara umum bisa langsung dilakukan di bedengan atau di bumbung seperti daun pisang, kertas bekas makanan, hingga yang paling umum dilakukan di dalam polybag.
  3. Persiapkan lokasi untuk menyemai benih – sebelum bisa mulai ditanam di dalam bedengan tentu saja setiap tanaman apapun harus disemai terlebih dahulu, termasuk brokoli ini. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyemai benih adalah sebagai berikut ini.
    • Lakukanlah penyeleksian lokasi penyemaian benih brokoli. Diantaranya adalah memilih tanah yang tidak berpenyakit ataupun bekas terkena serangan hama, dekat dengan sumber air tawar bersih, mendapatkan cahaya matahari cukup.
    • Bila melakukan penyemaian dengan petak semai, kamu bisa langsung menyebarkan langsung dengan jarak tanam sempit. Penyemaian dengan petak semai memiliki beberapa keuntungan yakni hemat waktu dengan jumlah benih yang bisa disemai sekaligus cukup banyak. Akan tetapi kamu bisa kesulitan melakukan penyiangan gulma serta butuh keahlian lebih saat memindahkan tanaman ke lahan setelah selesai disemai.
    • Bila melakukan penyemaian dengan bumbung (koker atau polybag), kamu bisa membuat media semai dengan ukuran kira-kira 5 cm x 5 cm ataupun polybag berukuran 8 cm x 10 cm.
    • Bila melakukan penyemaian dengan penanaman langsung maka kamu cukup melaukan penyemaian langsung di dalam bedeng yang kamu telah persiapkan untuk menanam brokoli sebelumnya. Cara ini relatif lebih hemat waktu serta biaya dan tenaga. Akan tetapi bila menggunakan cara ini kamu harus siap-siap melaukan perawatan secara intensif karena brokoli yang disemai macam ini akan sangat rentan terhadap penyakit dan hama.
  4. Persiapkan media semai – masih satu rangkaian dengan tahapan penyamaian, berikut ini adalah cara untuk mempersiapkan media semai dari tanaman brokoli.
    • Buatlah campuran medium dari tanah : pasir : pupuk kandang sebesar 1 : 1 : 1. Khusus bagi kamu yang menyemai dalam bumbung atau polybag, campuran ini harus diisi dengan tanah halus ya. Perbandingan antara tanah halus : pupuk kandangnya pun adalah 2 : 1.
    • Kotak persemaian ataupun tempat persemaian boleh dibuat dengan menggunakan apapun, jangan lupa untuk melubangi bagian bawah untuk drainase
    • Kamu boleh melakukan sterilisasi media semai dengan cara mengukusnya dengan suhu 55 hingga 100oC dalam waktu sekitar 1 jam, bisa pula dengan cara mencampurkannya dengan formalin 4% dan ditutup selama 24 jam dilanjutkan dengan diangin-anginkan.
    • Jangan lupa membuat naungan dari bedengan semai dengan plastik bening atau lembaran tipis lainnya, yang bisa melindungi semaian dari hujan dan hewan-hewan kecil namun tembus cahaya.
  5. Penyemaian benih brokoli – setelah seluruh persiapan penyemaian benih brokoli di atas sudah selesai kamu lakukan, saatnya melanjutkan dengan proses penyemaian itu sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkah penyemaian benih brokoli.
    • Di media semai yang telah dipersiapkan, lakukan penyiraman tanah setidaknya 24 jam sebelum mulai menyemai benih brokoli.
    • Buat alur tanam saling silang dengan jarak sekitar 5 hingga 10 cm per titik.
    • Di tiap titik silang letakkan 1 benih brokoli (1 benih per 1 titik).
    • Tutup titik yang ditanam benih brokoli tersebut dengan tanah halus dan tipis, lalu lakukan penyiraman sekali lagi. Perlu diingat pula biasanya penyemaian brokoli paling baik dilakukan pada pagi ataupun sore hari.
  6. Pemeliharaan benih semai brokoli – setelah dilakukan penyemaian tentu saja kamu harus melakukan pemeliharaan agar benih bisa tumbuh dengan sempurna. Beberapa hal yang perlu kamu lakukan di dalam fase pemeliharaan benih brokoli tersebut adalah sebagai berikut ini.
    • Hal terpenting yang harus dilakukan saat pembenihan adalah penyiraman benih setiap pagi serta sore hari agar tidak terjadi kekeringan.
    • Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya bahwa pada tahap ini brokoli sangat rentan terhadap cahaya langsung sehingga kamu harus rutin membuka media semai hanya saat terbit hingga pukul 10.00 dan di atas 15.00 saja.
    • Selain itu lakukan penyiangan terhadap tanaman pengganggu seperti gulma yang pastinya akan tumbuh di sela-sela tanaman pokok.
    • Jangan lupa pula untuk memberikan pupuk susulan seperti NPK misalnya.
    • Terakhir lakukan pula pemberantasan hama dan penyakit yang mungkin menyerang seperti semut, siput, bekicot, cendawan, ulat pucuk, hingga ulat tritip. Caranya adalah dengan menggunakan insektisida dan fungisida.
  7. Persiapan pemindahan benih – apabila pembenihan sudah selesai disemai, atau tepatnya pada usia sekitar 1 bulan. Lebih spesifik lagi kamu bisa mengatakan pembenihan sukses dilakukan apabila benih brokoli sudah memiliki 3-4 helai daun dengan perakaran yang kuat. Maka kamu sudah bisa mempersiapkan pemindahan benih brokoli.
    • Pembenihan bisa dilakukan dengan cara mencabut brokoli secara langsung untuk dipindahkan. Untuk cara pencabutan ini memang memerlukan teknik yang cukup baik karena bila tidak hati-hati ada kemungkinan perakaran dari benih brokoli terjadi kerusakan.
    • Selain sistem cabut kamu juga bisa melakukan pemindahan dengan sistem putar yakni dengan cara menyiram tanah yang mengandung benih brokoli dan kemudian mengambil tanah dengan diameter sekitar 3 cm dan kedalaman 5 cm. Alias mengambil benih beserta tanah di sekitarnya.

Sebelum melakukan pemindahan benih ke media tanam, jangan lupa melakukan penyortiran sekali lagi. Pilihlah tanaman yang berkualitas baik serta memiliki bentuk dan ukuran yang seragam agar hasil panen bisa maksimal.


3. Tanam Brokoli

Tanam Brokoli

Setelah brokoli selesai disemai, saatnya kamu lanjut ke proses berikutnya yakni proses penanaman brokoli yang gampang – gampang – susah! Yuk kita ikuti langkahnya satu persatu.

  1. Mengolah media tanam – khususnya bagi kamu yang menanam di lahan yang cukup besar, atau malah memang ingin membudidayakan brokoli untuk dijual kembali. Saran kami adalah tidak membuka lahan penanaman bokoli bekas tanaman dari golongan Cruciferae seperti kol, lobak, dan sejenisnya.
    • Saat mengolah media tanam kamu harus melakukan pengukuran pH ulang dan menyesuaikannya kembali.
    • Bila mungkin kamu boleh melakukan analisa kandungan bahan organik, agar bisa menyesuaikan jenis tanah dengan kebutuhan dari brokoli.
  2. Membuka lahan – nah langkah ini menurut kami merupakan salah satu langkah teknis yang cukup rumit, krusial, tapi untungnya masih mungkin untuk dipelajari.
    • Pertama-tama lakukan penggemburan tanah dengan cara membalik dan mencangkul tanah hingga kedalaman 40 – 50 cm. Bila memiliki alat pembajak maka boleh menggunakan pembajak tersebut. Selain itu siangi tanah atau cabutlah gulma dan rumput-rumput yang mungkin mengganggu.
    • Berikan pupuk dasar dan biarkan terkena sinar matahari selama 2 minggu, agar terjadi penguapan gas-gas beracun, serta membunuh sumber penyakit dari tanah tersebut.
    • Bila sudah lanjutkan dengan membuat bedengan dengan arah timur barat (penting untuk menyesuaikan paparan sinar matahari), serta lebar sekitar 1 m dan tinggi 35 cm. Namun ukuran ini bisa disesuaikan kembali ya dengan lahan yang kamu miliki.
    • Buat parit pembuangan air lebar 60 cm dengan kedalaman 30 cm (PPA 60 cm).
    • Lakukan pengapuran apabila pH tanah terlalu rendah, dengan dosis yang bergantung pH tanah saat akan ditanami. Biasanya gunakan 1 hingga 2 ton kapur dolomit dan calcit per hektarnya.
    • Berikan pupuk dasar, biasanya pupuk mengandung Nitrogen dan Kalium. Contoh pupuk dasar seperti Urea, TSP, KCl, dan Za masing-masing 250 kg/ha dan Borax atau Borate sebanyak 20 kg/ha. Terakhir tambahkan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg per tanaman.
  3. Melakukan penanaman – setelah melakukan persiapan dari lahan yang ingin ditanam, saatnya kamu melakukan penanaman. Langkah ini pun tidak terlalu sulit bila kamu sudah terbiasa, tapi memang step by step nya cukup banyak.
    • Pertama-tama kamu harus menentukan pola tanam. Kamu bisa mengunakan pola bujur sangkar, pola segitiga sama sisi, pola segi empat, ataupun dengan menggunakan pola barisan tunggal / ganda.
    • Setelah itu buatlah lubang tanam sedalam 10 hingga 15 cm per lubang dengan diameter sekitar 25 cm.
    • Lakukan penanaman di pagi hari (06.00 s/d 10.00) ataupun sore hari (15.00 s/d 17.00). Atau boleh disesuaikan kapanpun, selama sinar matahari tidak terlalu terang dan suhu udara tidak terlalu tinggi.
    • Tanam bibit yang telah diambil dari media semai ke dalam lubang tanah, sambil ditambahkan tanah halus perlahan-lahan. Kemudian tekan dan padatkanlah tanah halus tersebut hingga tanaman bisa berdiri.
    • Lakukan penyiraman agar tanah tampak basah, namun tidak sampai menggenang.
  4. Pemeliharaan – di bawah ini adalah beberapa hal terkait pemeliharaan brokoli yang sudah di tanam di lahan pertanian.
    • Penjarangan, atau penebangan tanaman-tanaman dengan tujuan meningkatkan mutu panen hanya dilakukan sekali saat usia brokoli 10 hingga 15 hari atau saat penyemaian.
    • Penyulaman, atau penambalan tanaman brokoli pada bagian tanaman yang rusak di dalam bedengan tidak dilakukan. Alasannya adalah karena brokoli tergolong sebagai tanaman yang umurnya cukup pendek.
    • Penyiangan, atau pemotongan gulma dan rumput-rumput kecil yang mengganggu dilakukan sesaat sebelum memupuk tanah, saat menggemburkan tanah, serta di usia 7 hari, 20 hari, dan 30 hari. Di waktu-waktu mendekati panen biasanya tidak dilakukan penyiangan karena khawatir merusak perakaran brokoli.
    • Pembubunan, dilakukan dengan cara mengangkat tanah antar saluran ke arah bedengan agar tanah semakin padat serta kedalaman parit terjaga. Biasanya dilakukan bersamaan ketika kamu melakukan penyiangan.
    • Perempalan, atau pemangkasan tunas-tunas dan cabang dilakukan hanya di awal-awal agar pertumbuhannya bisa terjaga dan sesuai dengan potensi pertumbuhannya. Tujuan perempalan cabang-cabang adalah agar makanan, nutrisi, dan zat hara bisa dikonsentrasikan kepada pembentukan bunga. Hasilnya tentu saja produk yang berkualitas.
    • Pemupukan susulan I, menggunakan ZA (250 kg), Urea (75 kg), TSP (150 kg), KCl (75 kg) atau perbandingan 2:1:2:1 per hektar lahan. Berikan larutan campuran sebanyak 15-20 cc per tanaman brokoli. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada usia tanaman 7 hingga 10 hari.
    • Pemupukan susulan II, menggunakan ZA (150 kg), Urea (75 kg), TSP (75 kg), KCl (150 kg) atau perbandingan 2:1:1:2 per hektar lahan. Berikan larutan campuran sebanyak 15-20 cc per tanaman brokoli. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada usia tanaman sekitar 20 hari.
    • Pemupukan susulan III, menggunakan ZA (150 kg), Urea (100 kg), KCl (150 kg) atau perbandingan (4:3:4) per hekttar lahan. Berikan larutan campuran sebanyak 15-20 cc per tanaman brokoli. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada usia tanaman sekitar 35 hari.
    • Pupuk tambahan, biasanya diberikan di akhir masa tanam dengan tujuan memacu serta meningkatkan hasil panen. Biasanya pupuk yang digunakan adalah yang mengandung Kalium serta Nitrogen tinggi.
    • Pengairan, dilakukan pada pagi dan sore hari setiap harinya. Namun disesuaikan bila cuaca cenderung kering boleh ditambahkan frekuensi penyiraman hingga 2x setiap harinya.
    • Pestisida, salah satu pencegahan penyakit dan hama kamu bisa menyemprotkan tanaman dengan pestisida dosis ringan dalam kurun 2 minggu sekali. Adapun jenis dan dosis disesuaikan dengan populasi hama yang ada di daerah tempat tinggalmu.
  5. Panen – langkah penting terakhir adalah tentu saja memanen brokoli dalam waktu yang tepat. Biasanya panen dilakukan saat bunga brokoli sudah maksimal dan padat namun kuncup bunga brokoli belum mekar dengan usia panen yang sangat beragam tergantung jenis yang kamu tanam. Adapun langkah panen bisa kamu lihat di bawah ya!
    • Potong bunga bersama batang dan daunnya hingga sekitar 25 cm.
    • Bila transportasi yang dilalui cukup jauh, potong pula beberapa helai daun dan tutuplah bunga brokoli tersebut.
    • Jangan melakukan perlukaan pada brokoli yang dipanen.
    • Selesai dipetik brokoli harus langsung diletakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Tujuannya adalah agar tanaman tidak kering karena laju prespirasi yang tinggi.
  6. Pasca panen – beberapa langkah penting setelah panen adalah melakukan penyortiran serta penggolongan brokoli. Hal ini sangat penting terutama dilakukan bagi kamu yang ingin menjual brokoli kembali. Secara umum berikut ini adalah penggolongan brokoli yang ingin dijual kembali.
    • Brokoli kelas I memiliki diameter kepala bunga lebih dari 30 cm.
    • Brokoli kelas II memiliki diameter kepala bunga 25 hingga 30 cm.
    • Brokoli kelas III memiliki diameter kepala bunga 20 hingga 25 cm.
    • Brokoli kelas IV memiliki diameter kepala bunga 15 hingga 20 cm.
    • Lakukanlah penyimpanan maksimal 28 hari di dalam plastik polietilen dan dimasukkan ke dalam peti kayu. Lebih baik lagi bila peti tersebut disimpan di ruang gelap dengan pengering ruangan (dehumidifier) dan suhu ruangan dipertahankan sekitar 20o

4. Basmi Hama dan Penyakit di Brokoli

Selain dari langkah-langkah di atas, salah satu hal penting yang harus kamu ketahui soal penanaman brokoli adalah beberapa hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman brokoli. Berikut ini diantaranya:

Ulat tritip

Merupakan salah satu ulat yang sering menyerang tanaman brokoli di musim kemarau. Biasanya brokoli yang diserang hama ulat tritip akan menampakkan lubang id daun dengan bercak putih serta bersisa urat-urat daunnya saja.

Untuk mengatasi ulat tritip boleh diambil ulatnya satu persatu lalu dihancurkan, atau dengan teknik rotasi tanaman (dengan tanaman yang tidak segolongan dengan brokoli).

Cara lain bisa dengan teknik alamiah yakni memanfaatkan musuh alami ulat tritip. Terakhir tentu bisa menggunakan insektisida.

Ulat croci

Merupakan salah satu ulat yang menyerang brokoli yang sedang dalam tahap pembentukan bunga. Cara penanggulangannya sama persis dengan ulat tritip.

Ulat tanah

Biasanya menyerang brokoli dengan cara memotong pangkal tanaman brokoli dan tanaman akan rebah. Ciri khas lainnya adalah ditemukan banyaknya brokoli yang tampak layu.

Untuk mengatasi ulat tanah boleh diambil ulatnya satu persatu lalu dihancurkan. Cara lain adalah dengan semprotan insektisida.

Kutu daun

Biasanya berwarna hijau dan membuat tanaman berwarna kuning serta menimbulkan bintik-bintik yang khas di daun. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan insektisida.

Ulat jengkal

Biasanya menyerang tanaman brokoli sehingga membuat daunnya menjadi rusak serta berlubang-lubang. Cara pengendaliannya bisa dengan mengatur pola tanam brokoli ataupun dengan menggunakan insektisida.

Ulat grayak

Biasanya merusak tanaman brokoli dengan memakan daunnya. Akhirnya daun dari tanaman brokoli akan rusak serta berlubang.

Cara membedakan dengan ulat lainnya sih memang dari bentuk ulatnya saja. Tapi toh secara umum cara membasminya cukup serupa.

Cara pengendaliannya bisa dengan mengatur pola tanam brokoli ataupun dengan menggunakan insektisida.

Siput

Untuk yang satu ini sih mudah sekali dikenali yak arena bentuk siput yang khas. Untuk mengendalikan serangan hama siput kamu bisa menggunakan helisida.

Jangkrik

Yang satu ini juga biasanya bisa dikenali dengan mudah dan untuk membasminya cukup dengan menggunakan insektisida ya.

Busuk hitam

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas. Penyakit ini akan menyebabkan tanaman rebah, berbintik cokelat, serta daun menguning hingga mongering.

Untuk mengatasi penyakit ini biasanya harus dilakukan pembersihan kebun serta rotasi tanaman hingga 3 tahun dengan tanaman yang berbeda jenis dengan brokoli.

Busuk lunak

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Erwinia dan biasanya mengakibatkan luka di pangkal bunga serta luka akar yang luas.

Cara mengatasi penyakit ini hanyalah dengan membersihkan tanaman yang sudah terinfeksi. Serta melakukan langkah-langkah pencegahan untuk rotasi tanaman berikutnya.

Penyakit akibat cendawan

Tergantung dari jenis cendawannya. Namun biasanya daun ataupun akar dari tanaman brokoli akan rusak. Bisa juga yang diserang bagian batangnya. Untuk yang satu ini agak serupa dengan penyakit akibat bakteri, dimana tanaman yang sakit harus dibuang dan kemudian harus dilakukan pembersihan menyeluruh untuk rotasi tanaman selanjutnya.


5. Penutup

Langkah-langkah yang kami jelaskan di atas merupakan langkah menanam brokoli hingga pasca panennya. Langkah pasca panen brokoli terutama penting apabila kamu menanam brokoli dengan maksud untuk menjualnya kembali.

Nah tapi kamu juga boleh kok mencoba menanam brokoli untuk dimakan sendiri atau untuk kalangan terbatas. Selamat mencoba menanam brokoli secara mandiri dan semoga berhasil ya!

Fakhri Zahir

Dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga merupakan penulis dan pelaku bisnis di berbagai sektor, salah satunya industri agrikultur.

guest
1 Komentar
Terpopuler
Terbaru Terlama
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
slamet prehatin
slamet prehatin
1 bulan yang lalu

sangat bermanfaat

1
0
Tulis komentar.... Bebas!x