Cara Menanam Bayam Hidroponik (Pemula)

Hidroponik merupakan salah satu metode menanam tumbuhan yang cukup populer belakangan ini. Karena memang selain mudah dan menyenangkan, metode hidroponik juga memungkinkan kamu bercocok tanam tanpa ‘berkotor-kotoran’.

Oleh karena itulah barangkali saat ini hidroponik begitu digemari bahkan oleh orang-orang dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Seolah-olah hidroponik menjadi hobi baru yang muncul belakangan ini.

Tapi jangan salah, karena metode hidroponik sebenarnya merupakan metode bercocok tanam sejak zaman Babilonia kuno lho! Yah sudah cukup intermezzonya, kali ini kami akan membagikan tips, trik, dan langkah-langkah menanam bayam hidroponik untuk pemula. Untuk kamu yang mau belajar menanam bayam dengan metode biasa (tanpa hidroponi), cek artikel cara menanam sayur bayam.

Kami akan membagian cara termudah dan ter-simpel untuk kamu yang baru memulai, bila ingin memodifikasi silahkan saja ya! Yuk kita mulai!


Persiapan Menanam Bayam Hidroponik

Persiapan Menanam Bayam Hidroponik

Ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan dan perhitungkan sebelum kamu bisa menanam bayam secara hidroponik. Tujuannya adalah tentu saja agar nantinya bayam yang kamu tanam bisa tumbuh dengan optimal dan dengan maksimal.

Nah kita bahas saja yuk apa saja yang kamu perlu pikirkan sebelum bisa mulai menanam bayam secara hidroponik.

Bibit bayam – hal pertama yang harus kamu pertimbangkan tentu saja bibit bayam yang ingin kamu tanam. Ada beberapa varietas bayam yang bisa kamu tanam di kebun hidroponikmu, berikut ini adalah diantaranya:

  1. Bayam Noble Giant Haira Seed, merupakan varietas bayam yang dibuat di jepang. Varietas jenis ini bahkan merupakan salah satu yang paling terkenal dan memenangkan AAS Awards. Varietas ini pun diketahui cukup mudah untuk ditumbuhkan dengan masa panen 45 hari.
  2. Bayam New Zealand, juga merupakan varietas bayam unggul yang sangat digemari di seluruh dunia. Karena bayam jenis ini diketahui memiliki daun yang lebar dengan rasa yang sangat nikmat. Adapun masa panen bayam New Zealand ini mencapai 75 hari.
  3. Bayam Bloomsdale, merupakan salah satu varietas bayam dengan ciri khas daun yang besar dan keriting serta warnanya yang cenderung lebih hijau gelap dibandingkan varietas lainnya. Bayam jenis ini diketahui mampu mengeluarkan rasa ‘manis’ yang cukup khas, dan memiliki masa panen selama 45 hari.
  4. Bayam Matador, berasal dari Italia memiliki rasa yang cukup kaya dan zat gizi yang melimpah. Kelebihan dari bayam jenis ini adalah sangat mudah untuk ditumbuhkan dan bisa dipanen hanya dalam waktu 45 hari.
  5. Bayam Giti Hijau, jenis yang satu ini diketahui awalnya berasal dari Taiwan dengan daun yang cenderung berwarna lebih terang. Menariknya bayam dari jenis yang satu ini bisa kamu panen hanya dalam waktu 28 hari saja loh, jadi relatif cepat untuk ukuran bayam.
  6. Bayam Giti Merah, sama-sama berasal dari Taiwan bayam yang satu ini memiliki ciri khas bagian daun sebagian berwarna merah tua. Diketahui daun bayam giti merah memiliki rasa yang cukup nikmat dan keras. Nah adapun waktu panen dari bayam jenis giti merah ini adalah 30 hari.

Diluar dari jenis itu tentu saja ada sangat banyak jenis bayam lainnya yang bisa kamu tanam secara hidroponik. Kamu sebenarnya tidak terlalu berpusing-pusing mengenai jenis bayam yang bisa kamu tanam.

Kalau kamu bingung yah kamu bisa dengan mudah bertanya pada ‘mas-mas’ penjual benih di toko tanaman yang kamu beli toh? Lagipula untuk setiap varietas biasanya sudah tertera spesifikasi tumbuhnya secara jelas di kemasannya.

Intinya tanamlah jenis bayam yang sesuai dengan daerah tempatmu tinggal, khususnya soal ketinggian dan suhu udara. Karena tanaman (apapun) relatif sensitif terhadap ketinggian, kelembaban, dan suhu udara tempatnya tumbuh.

Sistem hidroponik – selain dari bibit, sudah barang tentu kamu harus mempersiapkan sistem hidroponik tempat kamu nantinya akan menanam bayam tersebut. Untuk sistem hidroponik ini ada banyak jenis yang bisa kamu coba, dengan tingkat kesulitan yang beragam.

Kamu bisa membaca beberapa artikel kami sebelumnya mengenai teknik-teknik hidroponik yang bisa kamu terapkan untuk menanam bayam hidroponik. Misalnya ada Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), Aeroponics, Wick System, hingga Drip System.

Kondisi tanam – bila ingin bercocok tanam secara hidroponik, kamu harus melakukan beberapa pengaturan agar kondisi lingkungan tumbuh tanaman bisa tercapai secara optimal. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa memengaruhi kondisi tanam bayam hidroponik.

  • Suhu, suhu merupakan salah satu komponen yang paling penting setelah larutan nutrisi yang kamu buat. Alasannya adalah karena kamu harus bisa menjaga suhu dari larutan nutrisi serta lingkungan tanam dari bayam agar bayam bisa tumbuh secara optimal. Apalagi bagi kamu yang tinggal di lingkungan yang hangat atau dingin, kamu harus rajin melakukan pengecekan dan pengaturan suhu larutan nutrisi. Bayam sendiri merupakan tanaman yang bisa tumbuh baik pada suhu dingin yakni antara 17oC hingga 25o
  • pH, untuk tingkat keasaman dari larutan nutrisi untuk tanaman bayammu, kamu bisa atur di antara 5,5 hingga 6,0. Agar pengukuran dan pengaturan bisa lebih akurat, gunakanlah pH meter yang berkualitas ya.
  • Periode tumbuh, tentu saja untuk masing-masing varietas bayamyang kamu tanam, ada periode tumbuh yang berbeda-beda. Hal ini bisa kamu lihat nantinya di spesifikasi tanaman yang biasanya tertulis dengan jelas, atau bisa kamu tanyakan ke penjual benih bayam tersebut. Tapi yang paling penting jangan sampai kamu tidak memanen bayam yang sudah mencapai masa panennya ya, karena akan berakibat kepada rasa bayam yang cenderung hilang dan bisa menjadi pahit.
  • Cahaya matahari, karena kita tinggal di Indonesia yang beriklim tropis seharusnya kamu tidak terlalu khawatir soal cahaya matahari. Pastikan saja bayam yang kamu tanam mendapatkan cahaya matahari yang cukup agar bisa tumbuh dengan cepat dan optimal.
  • Media tanam, media tanam padat apapun untuk hidroponik cocok untuk bayam, karena bayam bukanlah tanaman yang manja. Nah tapi salah satu media tanam yang paling kami rekomendasikan adalah rockwool. Alasannya adalah karena di Indonesia sendiri sangat banyak orang yang menggunakan rockwool sehingga kamu bisa mencarinya dengan mudah, murah, dan tentu kamu bisa banyak bertanya pada pegiat hidroponik lainnya yang sama-sama menggunakan rockwool bila ada kesulitan.
  • Teknik, adapun teknik ataupun metode hidroponik yang cocok untuk kamu gunakan menanam bayam amatlah bervariasi. Tapi bagi kamu yang masih pemula dan ingin banyak belajar, cobalah gunakan teknik Deep Water Culture (DWC) ataupun Nutrient Film Technique (NFT).

Tidak perlu terlalu banyak dipusingkan, selama kamu memperhatikan beberapa faktor di atas dengan baik maka seharusnya tanaman bayam hidroponik yang kamu tanam akan bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal.


Penyemaian Bibit Bayam Hidroponik

Penyemaian Bibit Bayam Hidroponik

Sebelum bisa mengamati pertumbuhan bayam di sistem hidroponik yang kamu buat, kamu harus melakukan penyemaian benih bayam terlebih dahulu. Nah untuk bisa melakukan penyemaian benih bayam maka siapkanlah beberapa peralatan dan bahan yang ada di bawah ini:

  1. Benih yang ingin disemai, lebihkan beberapa benih sesuai dengan keinginanmu.
  2. Wadah besar atau tray besar untuk meletakkan tray semai
  3. Wadah yang digunakan untuk menyemai atau tray semai.
  4. Media tanam rockwool.
  5. Tusuk gigi secukupnya.
  6. Pinset satu buah.
  7. Air secukupnya sesuai dengan ukuran wadah besar.

Sementara itu, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan penyemaian bibit bayam hidroponik:

  1. Ambil wadah yang besar yang telah kamu persiapkan sebelumnya. Isilah wadah besar tersebut dengan menggunakan air yang bersuhu hangat.
    • Untuk air yang akan kamu gunakan melakukan penyemaian, usahakan menggunakan air tanah, air tampungan hujan, atau air sumur. Adapun kamu yang ingin menggunakan air PDAM maka bisa mempersiapkan air tersebut sebelumnya.
  2. Masukkan seluruh bibit bayam yang ingin kamu semai ke dalam wadah berisi air hangat yang kamu persiapkan tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan melunakkan kulit benih bayam tersebut.
  3. Sambil menunggu kamu bisa langsung mempersiapkan rockwool untuk media tanam bayam hidroponik tersebut.
    • Persiapkan rockwool sejumlah bibit yang ingin kamu tanam.
    • Caranya adalah dengan mengiris rockwool berukuran kubus sama besar (2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm).
    • Lubangi rockwool dengan menggunakan tusuk gigi, hingga sedalam sekitar 1 cm.
  4. Letakkan rockwool tersebut pada baki dan masukkan bibit-bibit bayam pada rockwool. Jangan lupa untuk membasahi rockwool dengan menggunakan air.
    • Basahi secara perlahan dan pastikan seluruh permukaan rockwool menjadi lembab.
  5. Letakkan rockwool yang telah ditaruh bibit bayam tadi di tempat yang kering dan terkena sinar matahari.
    • Pindahkan bayam ke tempat yang terkena sinar matahari apabila kamu sudah melihat adanya dua lembar daun tumbuh. Pindahkan kira-kira setiap hari agar bisa terkena matahari antara pukul 06.00 hingga pukul 10.00.
  6. Bila daun bayam sudah mencapai 4 buah maka bayam sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik.

Transplantasi dan Penanaman Bayam di Sistem Hidroponik

Transplantasi dan Penanaman Bayam di Sistem Hidroponik

Setelah suskses melakukan penyemaian bibit bayam saatnyakamu mempersiapkan sistem hidroponik. Tentu saja agar bayam tersebut bisa dipindahkan ke sistem hidroponik yang telah kamu buat.

Adapun langkah-langkah pemindahan bayam ke sistem hidroponikmu adalah sebagai berikut ini:

  1. Pisahkan masing-masing rockwool yang sudah ditanami benih bayam tersebut.
  2. Pindahkan rockwool tersebut ke dalam sistem hidroponik yang sudah kamu siapkan sebelumnya.
  3. Adapun mekanisme penanaman tentu saja bervariasi tergantung dari teknik hidroponik yang ingin kamu gunakan.
  4. Isi sistem hidroponik dengan larutan nutrisi.
    • Nilai kadar larutan nutrisi ini bisa juga bervariasi antar jenis bayam. Saran kami kamu bisa membaca sesuai dengan rekomendasi yang biasanya dicantumkan di bungkus benih, atau tentu bisa bertanya kepada penjual toko benih tersebut.
  5. Lakukan pengecekan sistem hidroponik rutin, setidaknya lakukanlah selama 2 hari sekali.
    • Lakukan pengecekan tinggi air, kadar ppm larutan nutrisi, kebersihan wadah nutrisi secara umum, dan kondisi tanaman.
    • Jangan lupa lakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
  6. Bila sudah mencapai masa panen kamu bisa langsung memanen bayam tersebut.
    • Jangan memanen bayam lebih dari masa panen yang tertera atau spesifikasinya, karena akan menyebabkan rasa bayam menjadi pahit dan tidak nikmat untuk dikonsumsi.
  7. Selesai!

Itulah tadi langkah-langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk menanam bayam hidroponikmu sendiri di rumah. Kamu bisa melakukan modifikasi sendiri apabila sudah mahir melakukan teknik yang paling sederhana ini ya. Semoga bermanfaat!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *