Cara Menanam Bawang Putih Paling Efektif

Bawang putih adalah tanaman jenis sayuran yang masuk kedalam genus Allium yang artinya buah umbinya yang dikonsumsi, bawang putih banyak dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti untuk mengobati tekanan darah tinggi, reumatik, sakit gigi, kena gigitan ular dan lain-lainnya.

Bawang putih dapat dikeringkan untuk disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang sangat lama.

Tanaman bawang putih merupakan tanaman yang dapat tumbuh semusim, mirip seperti tanaman bawang merah, hanya perbedaan pada bawang putih terletak pada daunnya yang tipis dan memiliki tangkai buah yang padat serta di kedua daun dan tangkainya memiliki rongga-rongga menyerupai tabung.

Perkembangan bawang putih di Indonesia memiliki produksi yang sangat kecil, hal ini dikarenakan terjadi penurunan luas panen hingga mencapai 32,04 persen dalam kurun waktu tahun 2007 hingga tahun 2011.

Lihat: Cara Menanam Lidah Buaya Yang Benar!

Tanaman bawang putih mudah untuk ditanam, hanya butuh ketelitian dan kekonsistenan ketika melakukan proses penanaman hingga pemanenan. Biayanya pun tidak terlalu mahal. Pada saat musim panen, kalian akan memperoleh bawang putih yang sangat banyak sekali.

Ada beberapa langkah serta tips-tips bagi kalian yang hendak ingin menanam tanaman bawang putih, diantaranya:


Tentukan Lokasi Penanaman Bawang Putih yang Tepat

Tentukan Lokasi Penanaman Bawang Putih yang Tepat

Kalian pasti ingin mendapatkan hasil yang maksimal ketika nanti bawang putih di panen, agar memperoleh hasil yang maksimal, maka hendaknya bawang putih diusahakan untuk tumbuh di lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuhnya.

Beberapa faktor sangat menentukan bagaimana tanaman bawang putih dapat tumbuh dengan maksimal seperti faktor tanah dan faktor iklim. Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi pada lokasi yang akan ditanam oleh bawang putih, diantaranya:

  1. Tanaman bawang putih sangat cocok untuk ditanam di lokasi tanah yang subur, gembur dan mengandung banyak bahan-bahan organik, seperti alluvial, regosol dan latosol
  2. Usahakan lokasi tempat penanaman bawang putih dari tanah yang berlempung atau yang memiliki pasir ysng ringan, karena hasilnya nanti akan lebih bagus dan maksimal dibandingkan ketika bawang putih ditanam di kondisi tanah yang liat, bawang putih juga memerlukan tanah yang memiliki sistem drainase atau pengairan yang baik, jangan sampai tanaman bawang putih tergenang oleh air.
  3. Tanah pada lokasi harus memiliki pH tanah berkisar antara 5,5 hingga 7,5. Angka pH yang pas untuk bawang putih biasanya berada di pH netral antara 6,5 sampai 7
  4. Bawang putih dapat di tanam di lokasi yang memiliki iklim kering dengan memiliki suhu 15 sampai 20 derajat celcius dengan curah hujan sebesar 110 hingga 200 mm per bulannya atau 800 sampai 2.000 per tahun. Untuk itu bawang putih sebaiknya ditanam di dataran tinggi dengan memiliki ketinggian di kisaran 700 hingga 1000 mdpl

Baca juga: Cara Menanam Daun Bawang


Pengolahan Lahan Tanam pada Bawang Putih

Pengolahan Lahan Tanam pada Bawang Putih

Selanjutnya ketika kalian sudah melakukan penentuan lokasi tanam, berikutnya kalian olah tanah yang ada pada lahan tersebut.

Pertama-tama kalian siapkan cangkul, cangkul ini berfungsi untuk menggemburkan tanah agar tanah menjadi subur, setelah proses penggemburan tanah, selanjutnya pada awal penanaman, kalian lakukan pemupukan dengan menggunakan jenis pupuk kandang.

Setelah tanah digemburkan dengan cangkul tadi, maka selanjutnya kalian lakukan pengecekan pH tanah, apabila ketika kalian mengecek tanah dan jumlah pH tanahnya berada dibawah angka 5, maka ada baiknya kalian melakukan pengapuran terlebih dahulu untuk meningkatkan tingkat keasaman pH tanah.

Proses pengapuran dan pengolahan tanah dengan cangkul dapat dilakukan secara bersamaan

Untuk proses pengolahan tanah dapat dilakukan pembuatan gundukan tanah dengan panjang sesuai dengan jumlah tanaman bawang yang akan ditanam dan memiliki luas sebesar 125 cm. kemudian setelah semuanya siap dan selesai, maka kalian lubangi gundukan tanah tadi yang akan diisi oleh bibit bawang putih.

Lihat: Cara Menanam Jahe Yang Benar


Pemilihan Bibit Tanaman Bawang Putih

Pemilihan Bibit Tanaman Bawang Putih

Setelah kalian mempersiapkan lokasi penanaman tanaman bawang putih, maka langkah selanjutnya kalian pilah dan pilih bibit yang berkualitas.

Pemilihan bibit menjadi sangat krusial apabila bibit yang kalian pilih tidak berkualitas, hasilnya nanti pasti akan tidak maksimal. Ketika kalian membeli bibit bawang putih di pasaran, usahakan hanya memilih bawang putih yang organik, dan tidak memilih bawang non-organik yang sudah disemprot oleh cairan kimia.

Berikut adalah beberapa tips untuk kalian ketika membeli bibit bawang putih di pasaran, diantaranya:

  1. Pilih bawang putih yang segar-segar dan memiliki ukuran suing yang besar-besar pula. Sangat tidak disarankan untuk membeli bawang putih yang telah lembek dan melunak.
  2. Setiap suing bawang putih akan menumbuhkan tunas dan nantinya akan menjadi tanaman bawang yang baru.
  3. Jika ada bawang putih di dapur rumah kalian yang telah tumbuh tunas baru, maka bawang putih tersebut bisa dijadikan bibit baru bagi tanaman bawang putih.

Proses Penanaman Bawang Putih

Proses Penanaman Bawang Putih

Untuk langkah keempat, ialah proses penanaman pada tanaman bawang putih. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menanam bawang putih, diantaranya:

  1. Lepaskan Siung-siung dari kepala bawang putih yang masih segar. Cara ini memiliki tingkat ketelitian yang tinggi ketika mengupas suing-siung nya karena, apabila tidak hati-hati maka dapat merusak bagian dasar siung, yang mana bagian dasar berguna sebagai tempat suing menempel pada cakram bawang putih. Apabila mengalami kerusakan pada bagian dasar, maka bawang putih tidak akan tumbuh tunas.
  2. Tanamlah suing bawang putih yang memiliki ukuran lebih besar, apabila kalian menanam bawang putih yang memiliki ukuran kecil, maka hasilnya pun nanti akan sama-sama kecil sesuai dengan ukuran bawang putih.
  3. Selanjutnya kalian masukkan suing bawang putih ke dalam tanah yang telah dilubangi sekitar 5 cm dengan bagian ujung siung bawang menghadap ke atas. Jangan lupa untuk diberi jarak antar masing-masing.lubang sekitar 20 cm.
  4. Langkah selanjutnya ialah kalian tutup suing bawang putih yang telah ditanam tadi dengan campuran jerami dari rerumputan atau batang gandum, dedaunan kering, pupuk kompos, pupuk kandang atau serpihan rumput yang sudah benar-benar kering.
  5. Setelah di tutup dengan rapat, taburkan pupuk kimia atau pupuk kompos, karena tanaman bawang putih membutuhkan pupuk pada masa awal penanaman. Apabila kalian menanam bawang putih pada musim penghujan, kalian berikan pupuk lagi di musim selanjutnya.

Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Bawang Putih

Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Bawang Putih

Perawatan dan pemeliharaan yang bisa kalian lakukan ketika prosen penanaman selesai adalah dengan menyiangi tanaman gulma yang mengganggu wilayah tanam bawang putih. Simak penjelasan berikut ini mengenai cara perawatan dan pemeliharaan tanaman bawang putih, diantaranya:

  1. Ketika menyiangi tanaman gulma, kalian sesuaikan dengan pesatnya laju pertumbuhan tanaman gulma. Hentikan penyiangan pada saat tanaman bawang putih sudah memasuki fase generatif, karena dapat mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi pada tanaman bawang putih.
  2. Lakukan perawatan dan perbaikan pada gundukan tanah di setiap 20 sampai 30 hari.
  3. Lakukan penyiraman secara rutin, karena bawang putih ketika pada masa awal penanaman harus dibuat terus lembab untuk memacu tumbuhnya akar. Namun, jangan sering-sering melakukan penyiraman, karena hanya akan membuat tanaman bawang putih tumbuh secara tidak baik yang pada akhirnya bawang putih menjadi cepat busuk.
  4. Ketika cuaca sedang dingin dan memasuki musim penghujan, hindari melakukan penyiraman secara berlebihan.
  5. Lakukan penyiraman setiap seminggu sekali jika tidak hujan, selagi menyiram, perhatikan air yang turun, jangan sampai membuat lahan menjadi tergenang, karena bawang putih tidak menyukainya.
  6. Kurangi penyiraman ketika memasuki musim kemarau yang pada umumnya cuaca akan menghangat. Penting untuk diingat, bawang putih membutuhkan cuaca yang panas dan kering, agar dapat menghasilkan bawang putih yang matang.

Baca juga: Cara Menanam Cabai Paling Efektif


Pemanenan Bawang Putih

Pemanenan Bawang Putih

Pada saat menjelang panen, semua kegiatan pemupukan, pengairan dan penyemprotan pestisida untuk sementara dihentikan. Berikut adalah beberapa tips ketika kalian hendak melakukan pemanenan tanaman bawang putih, diantaranya:

  1. Terjadi tanda-tanda ketika tanaman bawang putih sudah dalam fase siap untuk dipanen ialah sudah terjadi perubahan warna pada daun dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35 hingga 60 persen.
  2. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman dengan tangan pada saat cuaca sedang mendukung atau cerah.
  3. Umbi hasil panen kalian ikat sebanyak 20 sampai 30 rumpun per ikat
  4. Jemur hasil panen selama kurang lebih 15 hari sampai batangnya menjadi kering

Untuk pengeringan umbi bawang putih dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini, diantaranya:

  1. Kalian jemur umbi hasil panen di bawah sinar matahari secara langsung.
  2. Keringkan hasil panen ke dalam rak berlapis dengan cara digantung di rumah
  3. Lakukan pengasapan dengan cara menempatkan bawang putih diatas loteng yang berada di dapur rumah kalian, karena nantinya panas dan asap yang berasal dari air yang sengaja dimasak lama akan menghasilkan asap dan uap yang akan terserap oleh bawang putih.
  4. Setelah itu, penyimpanan hasil panen

Begitulah penjelasan mengenai cara menanam tanaman bawang putih dengan hasil yang maksimal. Semoga cara diatas dapat diterapkan bagi kalian para pemula yang hendak ingin memulai peluang bisnis di dunia pertanian khususnya dalam hal penanaman bawang putih.

Selamat mencoba dan semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *