Cara Menanam Bawang Merah Sendiri (Yang Benar!)

Bawang merah atau dalam Bahasa Latin bernama Allium cepa L merupakan salah satu jenis sayuran dan memiliki cita rasa yang sangat identik, serta menjadi salah satu produk sektor pertanian yang kebanyakan digunakan sebagai bumbu wajib dapur dalam setiap masakan.

Oleh sebab itu saat ini kebutuhan akan bawang merah meningkat setiap tahunnya. Semakin banyak permintaan akan bawang merah membuat harganya pun melambung tinggi di pasaran, untuk menyiasatinya, maka lebih baik kalian menanam sendiri bawang merah.

Bagaimana caranya? Simak tips-tips berikut ini untuk kalian yang hendak menanam sendiri bawang merah di lahan yang kalian miliki!


1. Penuhi Syarat Tumbuh Bawang Merah

Selama ini tanaman bawang merah lebih banyak di budidayakan di lahan bekas sawah dan jarang diusahakan untuk tumbuh di lahan kering atau tegalan.

Secara teknis, bawang merah mampu beradaptasi dengan baik apabila ditanam di dataran rendah, baik di lahan irigasi maupun di lahan kering, bahkan lahan yang tingkat pasirnya tinggi sekalipun bisa tumbuh dengan baik.

Dengan demikian bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan di lahan kering walaupun hanya dengan lahan yang sempit sekalipun. Berikut ini beberapa syarat-syarat awal yang harus dipenuhi apabila kalian hendak untuk membudidayakan atau sekedar menanam tanaman bawang merah, diantaranya:

  1. Bawang merah akan tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, jadi kalian harus mencari daerah yang memiliki ketinggian 0 sampai 800 mdpl
  2. Selanjutnya, kalian pilih daerah yang terkena sinar matahari langsung selama lebih dari 12 jam, dengan penyinaran sekitar 75 persen, karena bawang merah sangat membutuhkan cahaya matahari serta suhu 25 hingga 32 derajat celcius.
  3. Persyaratan berikutnya adalah tanah harus subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik serta memiliki kadar pH di angka 7, karena tanaman bawang merah masih dalam proses pertumbuhan, sehingga butuh asupan makanan yang banyak. Jenis tanah yang digunakan pun harus bagus yaitu tanah berjenis lempung berpasir atau lempung berdebu
  4. Selanjutnya tekstur tanah, yang merupakan salah satu syarat agar tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan maksimal, contohnya tanah sawah dan tegalan yang sangat cocok untuk pertumbuhan bawang merah.
  5. Usahakan memiliki drainase air tanah yang bagus
  6. Terakhir, yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kelembapan tanah yang kurang lebih 70 persen.

2. Persiapkan Benih

Persiapan Benih Tanaman Bawang Merah

Mirip dengan daun bawang, jenis-jenis benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal hingga benih hibrida impor. Bentuk dari benihnya pun beraneka ragam, ada yang dari biji, ada juga berupa umbi-umbian.

Kebanyakan budidaya bawang merah di sentra-sentra produksi menggunakan umbi sebagai benihnya. Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, ditanam di taran rendah dengan lebih dari 80 hari dan 100 hari untuk yang ditanam di dataran tinggi.

Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2 hingga 3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5 sampai 2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat dan berwarna merah tua mengkilap.


3. Olah Tanah

Pengukuran Tingkat Keasaman (pH) Tanah

Selanjutnya yang perlu kalian lakukan adalah menyiapkan lahan tanaman bawang merah, kalian dapat membuat bedengan atau gundukan tanah dengan ukuran lebar 1 hingga 1,2 m sesuai dengan berapa banyak yang ingin kalian tanam, disarankan untuk memberi jarak antara bedengan satu dengan yang lainnya sekitar 50 cm.

Kebutuhan benih untuk budidaya bawang merah tergantung dari varietas, ukuran benih dan jarak tanam. Untuk jarak tanam 20 × 20 cm dengan berat bobot umbi sebesar 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih per hektar.

Untuk bobot yang sama dengan jarak tanam 15 × 15 cm dibutuhkan 2,4 ton per hektar. Apabila bobot umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektarnya lebih sedikit lagi.


4. Ukur Tingkat Keasaman (pH) Tanah

Kemudian setelah kalian sampai pada tahap pengolahan tanah, maka kalian harus segera untuk mengecek ukuran pH tanah dengan menggunakan alat pengukur pH. Alat pengukur pH ini banyak ditemukan di toko pertanian ataupun dapat dibeli di toko online.

Jika pH tanah kurang dari 5,6 atau tidak mencapai 6 maka, kalian perlu untuk penambahan kapur tanah atau dolomit (CaCO3) yang ditaburkan di atas gundukan tanah atau bedengan secara merata.

Penggunaan kapur tanah ini bisa dilakukan minimal 2 minggu sebelum masa tanam dimulai. Tidak bisa ditanam secara langsung setelah penggunaan kapur tanah.


5. Beri Pupuk sebelum Penanaman

Kemudian untuk langkah berikutnya adalah dengan pemberian pupuk yang bisa diletakkan di dekat lubang tanam, atau biasanya ditabur diatas kapur tanah secara merata. Berikut adalah pupuk-pupuk yang biasa digunakan untuk menanam bawang merah ialah sebagai berikut:

  • Pupuk kandang atau pupuk kompos biasanya ditabur secara merata. Fungsi dari pupuk kandang ini adalah mengurai makanan dalam tanah yang akan diserap oleh tanaman. Jika kalian kesulitan menggunakan pupuk kandang, saat ini banyak produk pupuk organik dari BUMN dengan kandungan dan senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman.
  • Pupuk kimia yang dibutuhkan adalah kombinasi nitrogen, sulfur, phosfat, kcl. Sebagai contoh untuk produk yang beredar adalah pupuk ZA, SP 36, KCL dengan perbandingan standar 47 : 311 : 56 kg.

Setelah penyiapan tanah selesai tunggu minimal 2 minggu sebelum benih siap untuk di tanam.


6. Tanam Bawang Merah

Penanaman Bawang Merah

Apabila bibit yang sudah disiapkan mulai tumbuh tunas, berarti bibit tersebut sudah siap untuk di tanam. Biasanya, bibit mulai tumbuh tunas dan siap untuk ditanam ketika berumur 2 bulan. Jika kurang dari 2 bulan sebaiknya dilakukan sedikit pembelahan pada bagian ujung umbi sekitar 0,5 cm. Hal ini dilakukan untuk mempercepat tumbuhnya tunas tanaman.

Bagi kalian yang telah siap memiliki lahannya, pertama-tama yang harus dilakukan ketika menanam bawang merah yaitu siapkan lubang tanah untuk peletakan umbi bawang merah, biasanya lubang memiliki ukuran 15 x 15 cm saat musim kemarau atau 20 x 20 cm pada saat musim penghujan.

Setelah disiapkan semuanya, kemudian, sebelum bibit diletakkan ke dalam lubang untuk di tanam, terlebih dahulu kalian siapkan larutan NASA yang sudah dicampur air berdosis 1, tutup larutan per liter air, lalu rendam bibit bawang merah ke dalam larutannya selama 2 hari, serta taburkan GLIO pada larutannya, tujuan dilakukannya ini adalah agar supaya bibit lebih tahan terhadap penyakit.

Setelah itu, kalian ambil bibit yang telah direndam tersebut, lalu di letakkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Setelah itu tutup kembali lubang tersebut dengan tanah.


7. Rawat Tanaman Bawang Merah

Akan terjadi percuma apabila kalian tidak bisa merawat tanaman bawang merah yang telah di tanam berdasarkan langkah-langkah yang disebutkan tadi. Hal ini akan berdampak buruk kepada tanamannya sendiri yang nanti ketika panen datang tidak maksimal.

Oleh karena itu, agar tanaman bawang merah tidak mengalami kegagalan, berikut adalah beberapa tips-tips perawatan bawang merah untuk kalian, diantaranya:

  1. Lakukan pemupukan secara rutin, karena ini menjadi syarat utama untuk merawat tanaman bawang merah. Pemupukan bisa dilakukan secara mendasar dan susulan. Perlu diketahui pemupukan dasar itu dilakukan sebelum kalian menanam bawang merah. Sementara itu, pemupukan susulan dapat kalian lakukan pada 10 hari hingga 1 bulan setelah penanaman bibit tanaman bawang merah.
  2. Selanjutnya, jangan lupa lakukan penyiraman dan penyiangan secara teratur. Ini dikhususkan untuk penyiraman bibit pada umur 0 sampai 10 hari yang harus dilakukan 2 kali dalam sehari pada waktu pagi dan sore hari. Namun setelah bawang berusia lebih dari 10 hari, dilakukan penyiraman sekali saja dalam sehari pada pagi atau sore hari. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan lahan dan tanaman dari gulma atau tanaman pengganggu. Kemudian, segera ambil daunbawang yang mulai mengering karena hal ini dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan bawang merah.
  3. Gunakan pestisida atau obat tanaman tertentu untuk mengatasi gejala terserang hama penyakit, tentu saja penggunaan pestisida harus dilakukan sesuai dosis yang dianjurkan.

8. Panen Bawang Merah

Pemanenan Tanaman Bawang Merah

Terakhir, ketika bawang merah ditanam di lahan kering dapat dipanen saat berusia 66 sampai 75 hari. Cara memanen bawang merah adalah dengan cara mencabut, lalu ikat daun bawangnya. Kemudian, agar lebih awet, kalian bisa menjemurnya selama 2 hingga 3 hari. Tanaman bawang merah yang telah siap dipanen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tanaman telah cukup tua, ciri-cirinya dengan hampir 60 hingga 90 persen batang telah lemas dan daun menguning.
  2. Umbi lapis terlihat padat berisi dan sebagian tersembul atau muncul di atas permukaan tanah.
  3. Warna kulit umbi bawang merah mengkilat atau memerah.
  4. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan agar tanah yang menempel pada umbi kalian bersihkan. Biarkan umbi beberapa jam pada gundukan tanah, kemudian diikat dengan 1 sampai 1,5 kg per ikat
  5. Umbi yang telah diikat dijemur dengan posisi daun berada di atas selama 5 hingga 7 hari. Setelah daun kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3 sampai 4 ikatan kecil dengan menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas selama 2 hingga 3 hari.
  6. Apabila umbi telah kering, umbi siap disimpan di gudang atau dilakukan pengasapan agar tidak mudah busuk dan serta tahan lama. Perhatikan juga suhunya pada angka 25 hingga 30 derajat celcius dan memiliki kelembapan yang cukup rendah demi menghindari kebusukan.

bawang merah

Salah satu kunci sukses ketika kalian menanam bawang merah adalah kesabaran serta kekonsistenan yang stabil, karena tanaman bawang merah selain memiliki harga yang menjanjikan di pasaran karena menjadi salah satu komoditi pertanian yang penting, juga memiliki cita rasa yang enak ketika di campurkan sebagai bumbu dapur.

Silahkan dibaca dan dipahami mengenai langkah-langkah dalam penanaman tanaman bawang merah dari bibit hingga menjadi umbi. Selamat dan semangat mencoba bercocok tanam!

Baca:

2 thoughts on “Cara Menanam Bawang Merah Sendiri (Yang Benar!)

  • October 6, 2019 at 9:53 am
    Permalink

    Zaya sdh lakukan sesuai tahap tertera tapi tidak berhasil bs dibantu pak

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *