Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun

Di dalam bercocok tanam, pemupukan merupakan salah satu proses yang penting karena sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman, dan bahkan bila menanam bunga proses pemupukan amat berpengaruh terhadap keindahan bunga-bunga tersebut.

Salah satu jenis pupuk yang digemari oleh banyak orang-orang yang bercocok tanam adalah pupuk kompos yang merupakan pupuk organik. Selain murah, pupuk kompos dapat dibuat dari daun-daun dan rumput bekas di perkebunanmu.

Artinya kamu tidak perlu pusing-pusing membuang limbah dari tanaman hasil panen yang kamu punya, karena kamu secara tidak langsung ‘mendaur ulang’ nya kembali ke dalam tanah untuk tanaman-tanaman yang lain. Ini dia cara membuat pupuk kompos dari daun yang mudah!


Apa itu Pupuk Kompos?

pupuk kompos

Pada dasarnya kompos yang berakar dari Bahasa Inggris composting memiliki arti pencampuran berbagai macam zat organik berbasis pembusukan, bisa dari daun, sisa-sisa organik tanaman, hingga rumput-rumput yang ada.

Nantinya zat-zat yang akan dibuat menjadi kompos akan dihancurkan oleh mikroorganisme-mikroorganisme dengan bantuan oksigen sehingga kemudian bisa memunculkan zat-zat yang bermanfaat bagi tanah dan lingkungan.

Hasil akhirnya tentu saja pupuk yang kaya akan unsur hara, ramah lingkungan, seratus persen organik, dan tentu saja bisa kamu gunakan untuk kembali memupuk perkebunan atau tanaman apapun yang sedang kamu pelihara di rumah atau di kebunmu!

Lalu apa saja yang bisa dibuat pupuk kompos? Pada dasarnya kamu bisa menggunakan prinsip sederhana dimana semua zat ataupun benda yang berasal dari tanah maka bisa dijadikan pupuk kompos alami.

kompos

Beberapa benda tersebut diantaranya adalah limbah dapur seperti sayur-sayuran, kulit-kulit buah, sisa-sisa biji pada makanan, serbuk kopi, sisa bumbu dapur, cangkang telur, serta tentu saja daun-daunan dan sisa organik dari kebunmu.

Tapi jangan lupa pula untuk mengingat satu hal ini, bahwa jangan pernah menggunakan produk-produk limbah hewan untuk dibuat pupuk kompos. Produk seperti sisa mentega, limbah-daging, limbah kulit, dan limbah produk turunan susu tidak cocok untuk dijadikan kompos.


Apa Manfaat Pupuk Kompos?

Manfaat utama pupuk kompos tentu saja sebagai salah satu zat tambahan yang sangat baik bagi tumbuhan apapun yang sedang kamu pelihara. Baik itu tumbuh-tumbuhan komoditas yang bisa menghasilkan buah dan sayur, ataupun bunga-bungaan yang cantik.

Selain itu apabila kamu menggunakan sampah rumah tangga dan sampah-sampah perkebunanmu untuk dijadikan kompos, secara tidak langsung kamu telah menjaga bumi dari kerusakan, karena sampah-sampah tersebut bila tidak dikelola akan melepaskan metana dan menyebabkan kenaikan suhu global.

Dengan menggunakan sampah-sampah tersebut menjadi kompos maka kamu telah mengurangi potensi pelepasan gas-gas metana dari sampah tersebut, dan secara tidak langsung kamu berkontribusi terhadap kesehatan lingkungan.

Apa Manfaat Pupuk Kompos?

Kompos juga dikenal sebagai salah satu pupuk yang memiliki unsur hara yang sangat kaya bila dibandingkan dengan pupuk buatan. Selain itu tentu saja kompos tidak mengandung senyawa-senyawa kimiawi berbahaya bagi lingkungan maupun bagi manusia.

Lalu bagaimana cara membuat pupuk kompos dari daun?


Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun

Secara umum ada dua cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat pupuk kompos dari daun. Cara pertama adalah membuat pupuk kompos dari campuran daun dan material organik seperti potongan-potongan rumput dan sampah makanan rumah tangga.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun

Cara kedua adalah membuat mulsa ataupun material penutup tanaman yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah. Selain itu pembuatan mulsa dari daun juga bisa mencegah penyakit dan serangan gulma. Bedanya, mulsa hanyalah terdiri dari daun-daunan dan air.

Meski demikian tentu saja kompos secara umum jauh lebih baik dibandingkan dengan mulsa, karena kompos selain bisa mencegah berbagai macam penyakit dan gulma tentu kompos memiliki nutrisi yang sangat kaya.

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat pupuk kompos dari daun:

  1. Pertama-tama tentu kamu harus menyiapkan tempat yang cukup besar untuk menimbun pupuk kompos. Kamu bisa membeli misalnya tong-tong plastik ukuran besar atau sesederhana menimbun bahan-bahan kompos di sudut kebunmu.
  2. Nah jangan lupa siapkan daun-daunan yang ingin dijadikan kompos, serta zat-zat lainnya yang ingin kamu tambahkan ke dalam pupuk komposmu.
  3. Buat tumpukan setidaknya selebar 1m dan setinggi / sedalam 1 m pula. Sebenarnya sih tidak ada patokan khusus untuk ukuran ini, tapi rata-rata orang membuatnya seukuran ini. Selain itu bila menggunakan bahan tambahan (misalnya sampah rumah tangga) selalu buat dengan urutan daun – sampah – daun – sampah – dan seterusnya hingga tumpukan teratas ditutup dengan sampah. Komposisi volume yang lazim digunakan adalah 4 berbanding 1 antara daun dengan sampah-sampahan.
  4. Bila kamu tinggal di daerah yang cukup dingin maka kamu bisa membalikkan tumpukan komposmu sebulan sekali. Namun bila tanah dan daerahmu cenderung hangat yah tidak perlu khawatir sih.
  5. Selalu perhatikan kelembaban dari tumpukan kompos yang kamu buat. Bila menemukan dry spot tambahkan saja air di tempat tersebut. Bila kompos yang kamu punya tampak busuk, berbau busuk, dan benyek maka kamu harus membuatnya agak kering dengan menambahkan daun kering atau sampah-sampah rumah tangga kering. Bila mungkin misalnya bisa juga kamu tambahkan dengan serbuk gergaji kayu yang bisa didapatkan sebagai limbah di tukang kayu.
  6. Bila ingin proses ini lebih cepat tentu kamu bisa membeli renik aktivator kompos yang merupakan bakteri pengurai. Harganya murah dan mudah dicari kok, bahkan kamu bisa mencarinya di e-commerce dengan kata kunci aktivator kompos ataupun bakteri kompos.
  7. Terus beri perlakuan seperti itu hingga tumpukan kompos yang kamu punya berubah menghitam, kering, dan gembur bila dipegang. Selain itu kompos yang baik memiliki ciri bau khas tanah yang kuat. Proses pematangan kompos ini bisa berlangsung cukup lama ya, bisa memakan waktu beberapa minggu. Ini saja sudah cukup cepat karena kita tinggal di negara dengan suhu dan kelembaban yang tinggi, di luar negeri diketahui bisa mencapai waktu bulanan dan bahkan 1 tahun penuh loh!
  8. Kompos yang sudah matang siap digunakan.

Sementara itu, berikut ini adalah cara untuk membuat mulsa daun, yang pada dasarnya hanya terdiri dari daun-daun saja:

  1. Pertama-tama untuk membuat mulsa kamu bisa menggunakan trash bag atau kantung sampah hitam berukuran besar.
  2. Jangan lupa siapkan daun-daunan yang ingin dijadikan mulsa, kamu bisa mengumpulkannya dari kebunmu
  3. Setelah itu kamu cukup menumpuk dan memadatkan dedaunan yang telah kamu kumpulkan di dalam kantung sampah tersebut, jangan lupa untuk memberikan air secukupnya ke dalam kantung sampah tersebut.
  4. Usahakan dalam memberikan air, berikan hingga merata, cukup lembab, namun tidak terendam dan benyek.
  5. Jangan lupa untuk selalu mengecek kelembaban dan perhatikan bila ada titik-titik kering. Bila menemukan titik yang kering kamu bisa langsung menambahkan air kembali kepada titik tersebut.
  6. Sama seperti kompos, mulsa yang sudah matang akan ditandai dengan bau yang khas seperti tanah, warna cokelat kehitaman, dengan tekstur yang gembur.

Pembuatan mulsa relatif lebih cepat dibandingkan dengan membuat pupuk kompos dari daun karena material yang digunakan homogen, hanya daun saja. Selai itu sama seperti kompos, kamu juga bisa menambah aktivator untuk mempercepat pembuatan mulsa.

pembuatan mulsa

Selain itu ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat proses pembuatan kompos dan mulsa dari daun:

  1. Percaya atau tidak ada beberapa jenis daun yang ternyata baik untuk dijadikan kompos, dan ada beberapa jenis daun yang tidak cocok dijadikan pupuk kompos. Namun secara umum daun yang berasal dari pohon dengan buah ataupun biji yang bisa dikonsumsi bisa dijadikan pupuk kompos yang baik
  2. Agar proses pematangan kompos bisa terjadi dengan lebih cepat, setelah mengumpulkan daun, sebisa mungkin cincang-cincanglah daun tersebut. Daun yang masih utuh akan membuat pematangan kompos menjadi sangat lambat. Namun memang proses pemotongan daun ini memakan waktu sehingga seringkali diabaikan oleh sebagian orang yang ingin membuat pupuk kompos dari daun.
  3. Sampah-sampah sisa rumah tangga yang baik untuk dijadikan bahan tambahan dalam membuat kompos adalah sampah dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Karena nitrogen yang tinggi akan bisa bermanfaat bagi bakteri pengurai sehingga bisa mempercepat proses penguraian. Beberapa zat dengan nitrogen tinggi misalnya sisa sayuran, sisa bubuk kopi, cangkang telur, dan yang terbaik adalah kotoran hewan seperti kotoran ayam misalnya. Tapi hindari membuat kompos dari kotoran kucing atau anjing rumah ya karena khawatir terkontaminasi!
  4. Memberikan ruang untuk oksigen masuk ke dalam tumpukan kompos adalah salah satu tips untuk mempercepat pematangan kompos. Karena bakteri pengurai kompos membutuhkan oksigen, membolak balikkan tumpukan kompos bisa memberikan suntikan oksigen yang berujung kepada pematangan kompos yang menjadi cepat.
  5. Tips terakhir untuk mempercepat pematangan kompos adalah menjaga suhu, dimana kompos akan cepat matang di suhu hangat. Untungnya kita tinggal di Indonesia yang bersuhu hangat. Meski demikian tetap saja untuk kamu yang tinggal di daerah dingin jangan lupa untuk memperhatikan suhu tempat tinggalmu ya!

Fakhri Zahir

Penulis berpengalaman yang mengisi banyak konten di website populer. Pegiat dunia agrikultur dan kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *