Cara Budidaya Jamur Tiram Yang Benar

Dengan kesibukan harian yang dimiliki, banyak orang yang memikirkan sesuatu yang tidak ribet dan membuat repot untuk dikerjakan dirumah.

Nah, kenapa Anda tidak mulai mencoba melakukan budidaya jamur tiram? Selain cara budidaya cukup mudah, jamur tiram bisa ditanam dengan memanfaatkan ruang kosong yang ada di rumah. Anda hanya perlu mempersiapkan beberapa bahan dan mempelajari panduan ini dengan baik.

Dengan budidaya jamur tiram yang cukup mudah, Anda sangat bisa loh menghasilkan manfaat dan juga keuntungan. Pilihan ini bisa menjadi cukup menarik karena tidak perlu keahlian khusus ataupun pengalaman tertentu untuk bisa melakukannya.

Hanya bermodalkan panduan cara budidaya jamur tiram yang salah satunya bisa Anda pelajari disini dan mempraktekkannya langsung, Anda sudah bisa mulai melakukan budidaya jamur tiram dengan sangat baik.

Budidaya jamur tiram bisa menjadi salah satu alternatif usaha yang masih jarang dilirik orang. Karena kebanyakan orang beranggapan budidaya jamur tiram ini adalah sesuatu yang sangat sulit, padahal sangat mudah dilakukan.

Untuk membantu Anda dalam melakukan budidaya jamur tiram, berikut ini kami akan memberikan panduan lengkap cara budidaya jamur tiram yang bisa Anda lakukan sendiri dirumah dengan memanfaatkan lahan kosong dirumah Anda.

Lihat juga: Cara Budidaya Jamur Merang Yang Benar!


Budidaya Jamur Tiram

cara melakukan budidaya jamur tiram

Jamur tiram memiliki prospek yang cukup baik untuk dijadikan bisnis, karena jamur tiram ini bisa dikatakan adalah raja jamur yang ada di Indonesia.

Tingkat konsumsi akan jamur tiram ini cukup tinggi, sehingga jamur tiram ini memiliki nilai jual yang cukup baik dan stabil. Jamur tiram biasa digunakan sebagai campuran masakan ataupun dijadikan cemilan laris seperti jamur crispy.

Dengan tingginya prospek bisnis dari jamur tiram ini mau tidak mau membuat banyak orang tertarik untuk terjun langsung ke dalam bisnis jual beli jamur tiram. Namun sebaiknya Anda tidak terburu buru dalam memulai bisnis budidaya jamur tiram ini.

Pertama tama yang harus Anda lakukan adalah mempelajari semua tahapannya dengan baik supaya meminimalisir kegagalan Anda dalam sebuah bisnis.

Lihat: Cara Menanam Kemangi di Tegalan Yang Benar


Jenis Jamur Tiram

cara Budidaya Jamur Tiram

Sebelum memasuki lebih lanjut mengenai budidaya jamur tiram ini ada baiknya Anda mengetahui dan mempelajari jenis jamur tiram yang bisa dibudidayakan.

  • Pleurotus floridae yang memiliki ciri khas warna putih bersih.
  • Pleurotus pulmonarius yang memiliki ciri khas warna putih keabu-abuan.
  • Pleurotus flabellatus yang memiliki ciri khas warna merah jambu.
  • Pleurotus djamor yang memiliki ciri khas warna ungu kemerahan.
  • Pleurotus eryngii yang memiliki ciri khas warna kebiruan.
  • Pleurotus flabellatus yang memiliki ciri khas warna merah jambu.
  • Pleurotus ostreatus yang memiliki ciri khas warna putih, dan putih kekuningan.
  • Pleurotus sajor-caju yang memiliki ciri khas warna kelabu.
  • Pleurotus citrinopileatus yang memiliki ciri khas warna kuning keemasan.
  • Pleurotus euosmus yang memiliki ciri khas warna kecoklatan.

Dari kesepuluh jenis jamur tiram ini, pleurotus floridae adalah yang paling umum ditemukan di pasaran. Anda bisa memilih salah satu dari jenis jamur tiram yang bisa dibudidayakan ini supaya nantinya Anda juga mudah dalam menentukan pasar dari jamur tiram Anda.

Cek juga: Cara Menanam Timun Supaya Berbuah Lebat


Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit jamur tiram

Satu hal yang harus Anda perhatikan dalam menanam jamur tiram adalah pemilihan bibit. Karena tahap ini akan sangat menentukan hasil dari budidaya jamur Anda. Tidak sedikit petani jamur yang mengalami kegagalan karena kesalahan pemilihan bibit yang berimbas pada hasil panen yang tidak maksimal walaupun tahapan selanjutnya dilakukan dengan benar.

Ada dua cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan bibit yang baik.

  • Buat sendiri bibit Anda, Anda bisa membuat bibit murni. Ini bisa Anda lakukan kalau Anda sudah memiliki pengalaman yang cukup dalam budidaya jamur.
  • Beli bibit berkualitas, ini adalah cara termudah yang bisa Anda lakukan pertama kali. Anda bisa membelinya dari petani jamur atau bisa juga di toko pertanian yang juga menyediakan bibit jamur berkualitas.

Tips memilih bibit jamur tiram

Kalau Anda memilih untuk membelinya dari pihak lain, Anda harus memperhatikan baik baik hal hal berikut ini supaya tanaman jamur yang Anda budidayakan dapat tumbuh dengan baik sampai masa panen tiba.

  • Anda harus benar benar cek angka BER (biological ratio) bibit yang Anda gunakan, angka yang baik adalah 75%
  • Pastikan bibit berasal dari instansi ternama yang bersertifikat resmi atau minimal memiliki legal yang baik dari pemerintah.
  • Pastikan miseliom tumbuh penuh dan merata.
  • Pastikan tidak melebihi tanggal kadaluarsa

Untuk mendapatkan bibit yang baik Anda bisa juga berkonsultasi dengan mereka yang sudah berpengalaman untuk bisa mendapatkan ilmu yang baik dari mereka. Namun tidak jarang juga mereka akan sulit untuk berbagi ilmu karena nantinya Anda akan menjadi kompetitor mereka.

Dengan cara ini Anda sudah melewati tahap pertama yang cukup penting ini. Untuk selanjutnya Anda tinggal menerapkan cara cara budidaya jamur tiram yang tidak terlalu sulit ini dengan benar supaya bisa mendapatkan hasil panen yang berkualitas premium.

Baca: Cara Menanam Cabe Dengan Teknik Hidroponik


Mempersiapkan Kumbung atau Rumah Jamur

pembuatan kumbung

Kumbung adalah rumah jamur yang nantinya akan menjadi tempat tumbuhnya jamur. Anda bisa membuatnya secara bertingkat dari bahan bambu ataupun kayu dengan dinding yang terbuat dari gedek atau bisa juga menggunakan papan.

Untuk bagian atap Anda bisa menggunakan seng ataupun asbes, yang berfungsi untuk menyerap panas.

Sebaiknya jangan menggunakan lantai yang berplester supaya air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa terserap dengan baik.

Ketinggian rak sebaiknya berkisar 40cm dengan 2-3 tingkat. Lebar rak sebaiknya berkisar 40cm adn panjang setiap ruas rak adalah 1 meter. Dengan ukuran seperti ini, kumbung bisa memuat 70-80 baglog.

Lihat: Cara Menanam Jagung Manis Supaya Tongkolnya Besar


Mempersiapkan media tanam

media tanam jamur tiram

Media tanam untuk budidaya jamur tiram adalah dengan menggunakan serbuk gergaji dan bahan lain yang dibungkus plastik silinder yang dilubangi pada salah satu ujungnya. Dari lubang inilah nantinya jamur akan tumbuh.

Komposisi media tanam yang baik adalah terbuat dari serbuk kayu, bekatul, kapur CaCo, dan air. Ciri ciri media tanam yang Anda buat berkualitas baik adalah saat media digenggam tidak keluar air namun saat media dilepas tidak akan pecah.

Fermentasi

Setelah Anda selesai mempersiapkan kumbung dan media tanam, Anda tidak bisa langsung menanam jamur tiram. Terlebih dahulu Anda harus melakukan fermentasi selama 5 sampai 10 hari tergantung dengan kondisi saat itu. Apabila cuaca lebih lembab maka waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat. Proses ini dimaksudkan supaya di dalam media tanam dapat terjadi proses pengomposan atau pelapukan.

Pada fase ini, suhu dari media tanam akan meningkat tinggi mencapai 70 derajat celcius. Jadi Anda harus membalik media tanam supaya proses pelapukan dapat merata seluruhnya, selain itu juga berfungsi untuk membunuh jamur liar yang bisa mengganggu pertumbuhan jamur tiram.

Lakukan proses ini dengan baik sampai media tanam berubah menjadi coklat kehitaman. Inilah saatnya media tanam bisa dipergunakan.

Sterilisasi

Setelah Anda selesai dengan Fermentasi, maka selanjutnya adalah Sterilisasi. Pindahkan media tanam yang ke dalam kantong plastik lain dengan jenis polipropilen. Padatkan hingga membentuk botol lalu lubangi pada bagian atasnya dan pasang ring disana. Sumbat dengan menggunakan kapas lalu tutup dengan penutup baglog supaya air tidak dapat masuk ke bagian dalam baglog atau media tanam.

Kukus baglog supaya steril. Untuk dapat melakukannya Anda bisa mengukusnya dengan menggunakan drum ukuran besar dan panaskan hingga suhu 95-110 derajat celcius selama 8-10 jam.

Pastikan dalam proses ini api tidak mati.

Inokulasi

Setelah proses sterilisasi selesai, Anda bisa pindahkan ke ruangan khusus atau inokulasi selama kurang lebih 5 jam supaya suhu baglog normal kembali.

Yang harus Anda pastikan dalam fase ini adalah inokulasi harus benar benar steril dan sirkulasi udaranya cukup baik supaya baglog dapat terhindar dari bakteri yang tidak baik seperti pathogen dan sejenisnya.

Setelah suhu baglog kembali normal, Anda bisa measukkan bibit ke dalam baglog dengan cara sebagai berikut

  • Ambil bibit yang akan Anda gunakan dan letakkan diatas kapas
  • Semprot dengan menggunakan alkohol.
  • Panaskan kapas yang berisi bibit di mulut botol sampai terbakar lalu matikan apinya.
  • Gunakan kawat steril untuk memasukkan bibit ke dalam baglog sampai penuh
  • Tutup kembali menggunakan kapas.
  • Anda bisa menyesuaikan bibit dengan kondisi, namun biasanya dalam satu baglog bisa diisi dengan 10 gram bibit.

Inkubasi

Sebelum baglog bisa dipindahkan ke kumbung, Anda harus melakukan proses inkubasi terlebih dahulu supaya miselium dapat tumbuh. Pada ruang inkubasi ini pertahankan suhu antara 24-29 derajat celcius dengan angka kelembaban 90-100%. Pastikan juga terkena cahaya matahari sekitar 500-1.000 lux dengan sirkulasi udara yang baik.

Proses ini memakan waktu hingga 15-30 hari sampai miselium tumbuh memenuhi baglog. Apabila pada waktu ini miselium tidak tumbuh maka bisa dipastikan inakulasi Anda tidak berhasil dan bisa kembali ke proses sebelumnya.


Pemindahan ke Kumbung

Pemindahan ke Kumbung

Setelah miselium memenuhi baglog, ini adalah tanda Anda harus memindahka miselium ke kumbung supaya jamur tiram dapat tumbuh dengan sempurna. Anda bisa gunakan kawat ataupun benda tajam lainnya yang sudah disterilkan untuk melubangi baglog.

Lubang inilah yang nantinya akan menjadi tempat tumbuhnya jamur tiram. Jamur tiram biasanya sudah terlihat pada umur 1-2 bulan sejak baglog dipindahkan ke kumbung.

Inilah cara budidaya jamur tiram yang mudah dan bisa Anda lakukan sendiri di lahan Anda yang terbatas. Kunci utama dalam budidaya jamur tiram ini adalah kesabaran dan ketelitian karena Anda harus melalui banyak proses.

Walaupun terbilang cukup mudah, namun Anda harus melakukan pengecekan jamur tiram Anda setiap harinya sampai dengan memasuki masa panen tiba.

Yoko Widito

Yoko adalah penulis profesional yang memiliki pengalaman menulis di berbagai media online dengan topik yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *