Apa itu Monokotil dan Apa itu Dikotil?

Di dalam dunia biologi, khususnya tanaman dikenal istilah monokotil serta dikotil. Istilah ini pada dasarnya membagi tanaman menjadi dua kelompok besar berdasarkan jumlah kotiledon yang terdapat di dalam biji tanaman.

Kotiledon sendiri bisa diartikan sebagai ‘daun embrionik’ pada biji yang bisa berjumlah satu (monokotil) atau berjumlah dua (dikotil). Atau dalam bahasa yang lebih mudah yakni tumbuhan berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan berkeping dua (dikotil).

Monokotil dan dikotil sendiri merupakan jenis tanaman dari family angiospermae atau jenis tanaman yang bisa menghasilkan bunga dan buah. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas secara detil mengenai tanaman monokotil serta tanaman dikotil.


Tanaman Monokotil

Tanaman Monokotil

Sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas, bahwa tanaman monokotil merupakan kelompok tanaman yang memiliki kotiledon berjumlah satu keping saja atau lazimnya dalam biologi dasar disebut sebagai tanaman berkeping satu.

Tanaman monokotil sendiri mencakup sekitar 60.000 spesies yang ada di seluruh dunia dengan jumlah terbanyak didominasi oleh spesies dengan famili Orchidaceae atau golongan bunga anggrek dengan jumlah lebih dari 20.000 spesies di seluruh dunia.

Ciri khas monokotil

Ada beberapa ciri khas dari monokotil yang bisa kamu amati. Ciri pertama tentu saja jumlah kotiledon tunggal, yang lagi-lagi sesuai dengan namanya yakni monokotil (dari kata monokotiledon).

Selain itu jumlah bunga dari monokotil biasanya kelipatan tiga yakni tiga ataupun enam. Tanaman monokotil juga memiliki pembuluh daun yang berjalan parallel dengan daunnya. Selain itu pembuluh batang pada monokotil pun tersebar secara acak di seluruh batang.

Ciri lain yang bisa diamati dari monokotil adalah perakarannya yang serabut, seerta memiliki daun berseling dan seringkali berbentuk pita dengan tulang daun yang sejajar ataupun parallel searah dengan arah tumbuh daun.

Terakhir salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari monokotil adalah tumbuhannya yang lebih sering menyerupai rerumputan atau dedaunan, dan tidak ada dari golongan ini yang memiliki kayu sejati.

Jenis tanaman monokotil

Sementara itu monokotil mencakup banyak famili yang berjumlah 32, yakni:

Agavaceae, yang merupakan golongan tumbuhan monokotil yang bisa beradaptasi di daerah hangat dan kering. Ciri khasnya berupa daun roset dan rizoma atau akar rimpang. Kebanyakan tanaman dari golongan ini sekarang menjadi tanaman rumah.

Secara mudahnya tanaman yang tergolong ke dalam tanaman dalam bahasa Inggris masuk ke dalam kelompok tanaman Agave yang memiliki iri khas daun runcing dan melancip. Salah satu tanaman yang cukup lazim ditemui dari golongan ini misalnya Sansiviera.

Alliaceae, yang merupakan golongan bawang-bawangan. Ciri khas dari tanaman yang tergolong ke dalam Alliaceae adalah memiliki umbi lapis dengan ciri khas daun yang cenderung sempit, memanjang, serta memiliki rongga di dalam daun tersebut.

Untuk beberapa jenis tanaman di dalam kelompok ini biasanya dijadikan sebagai bumbu masakan, yah tentu saja karena memang sudah sejak lama bawang-bawangan baik bawang merah, bawang putih, dan berbagai macam bawang menjadi penyedap makanan bukan?

Amaryllidaceae, dari namanya saja barangkali kamu sudah bisa menebak bahwa Amaryllidaceae mencakup segala macam tumbuhan yang tergolong ke dalam keluarga amarilis. Jumlahnya pun cukup banyak yakni mencakup 59 genera.

Dalam bahasa indonesia, tanaman ini mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang tergolong ke dalam bunga bakung. Bunga bakung sendiri sudah dikenal sebagai salah satu tanam hias sejak lama, dan beberapa kali mengalami perubahan di dalam taksonomi.

Araceae, merupakan salah satu tumbuhan monokotil yang tergabung ke dalam golongan talas-talasan. Ciri khas dari tumbuhan kelompok ini adalah memiliki bunga majemuk yang bertipe tongkol dan memiliki seludang atau spatha.

Jenis tumbuhan dari kelompok ini dikenal masyarakat secara luas, terutama karena banyak diantara tanaman Araceae yang diolah menjadi sumber makanan, hingga tanaman hias misalnya Talas Bogor, Suweg, Sri Rejeki (Aglaonema), hingga Kuping Gajah dan Bunga Bangkai Raksasa.

Arecaceae atau Palmae, meski memiliki nama yang mirip degnan Araceae, Arecaceae atau yang lebih sering disebut dengan golongan Palmae mencakup seluruh tanaman yang tergolong ke dalam palem-paleman sesuai dengan namanya.

Tanaman dari jenis palem-paleman mulai dari kelapa, palem raja, palem botol, hingga enau dan pohon pinang tergolong dari tanaman di kelompok ini. Anggota dari suku ini sangat mudah dikenali oleh orang awam karena cirinya yang memiliki daun runcing-runcing dan batang tunggal yang tumbuh tegak ke atas.

Asparagaceae, memiliki nama yang seringkali terdengar sebagai bahan makanan (baca: Asparagus), Asparagaceae sebenarnya mencakup banyak sekali tumbuhan yang tergolong sebagai tumbuhan berbunga.

Bahkan faktanya tumbuhan dari golongan ini mencakup 114 genus dengan total spesies yang diketahui mencapai sekitar 2.900 tumbuhan. Meski demikian memang spesies yang paling dikenal dari kelompok ini adalah Asparagus officinalis alias asparagus.

Asphodelaeae, memiliki nama lain Asphodel ataupun Aloe yang mencakup hingga 15 genus. Ciri khas dari tanaman ini adalah memiliki daun yang berbentuk sukulen dan kadang memiliki daun yang tampak tebal sebagai salah satu mekanisme pertahanan diri.

Kebanyakan tanaman ini tersebar di dataran Afrika, jadi tidak heran kalau tanaman ini memiliki daun-daun yang cenderung tebal dan jarang. Kebanyakan dari tanaman jenis Asphodelaeae saat ini menjadi tanaman hias sukulen yang cantik.

Bromeliaceae, atau kelompok tanaman yang memiliki nama lain Bromeliad ataupun kelompok Ananas. Barangkali kamu bisa menebak kalau tanaman dari kelompok Bromeliceae atau Ananas ini mencakup tanaman nanas-nanasan!

Saat ini diketahui ada sekitar 3590 spesies dari kelompok ini yang kebanyakan merupakan tanaman asli dari Amerika Selatan dengan iklim tropis. Ciri khasnya adalah daun yang tumbuh membentuk rosette dengan bentuk beragam karena tanaman ini memang memiliki adaptabilitas yang sangat tinggi.

Cannaceae, merupakan tanaman yang tergolong ke dalam keluarga Canna – Lily ataupun Zingiberales. Kebanyakan tanaman yang masuk ke dalam kelompok tanaman ini sekarang menjadi tanaman hias karena bentuknya yang cantik. Meski demikian ada pula tanaman yang rimpangnya dikonsumsi seperti tanaman Ganyong.

Bunga yang cukup populer dari kelompok ini adalah Bunga Tasbih ataupun Canna lily. Ciri khas dari tanaman ini adalah rimpang yang tebal, dengan bunga yang asimetris berwarna cerah, dengan daun yang besar lebar serta memiliki tulang menyirip dengan tulang daun yang jelas.

Colchicaceae, merupakan tanaman yang tergolong ke dalam kelompok Liliales. Hingga saat ini menaungi sekitar 15 genus dan terdiri tidak kurang dari 285 spesies yang tersebar secara luas di seluruh dunia.

Salah satu tumbuhan yang tergolong dari kelompok ini adalah kembang sungsang yang merupakan tanaman beracun namun sering digunakan sebagai tanaman obat, karena diketahui memiliki zat yang bernama kolkisin.

Commelinaceae, tergolong ke dalam tanaman Spiderwort dengan ordo Commelinales. Tanaman yang tergolong ke dalam famili ini lazim masuk seabgai tanaman berbunga yang dalam bahasa Inggris termasuk dayflower ataupun spiderwort dan lazim dijadikan sebagai tanaman hias.

Ciri khas dari bunga yang tergolong ke dalam tumbuhan Commelinaceae adalah memiliki sedikit nektar dan hanya memanfaatkan pollen atau serbuk sari serta sebagian besarnya merupakan spesies hermaprodit. Dimana di dalam satu bunga terdapat organ seksual jantan dan betina.

Costaceae, tergolong ke dalam tanaman monokotil pantropikal dan masuk ke dalam ordo Zingiberales, tanaman ini diketahui memiliki nilai horticultural dan ekonomis yang cukup baik. Contoh tanaman dari kelompok ini adalah jahe dan pisang.

Ciri khas dari tanaman ini adalah daun yang sederhana dengan daun yang merupakan perpanjangan batang. Selain itu ciri khas dari tanaman ini adalah bunga dari Costaceae tidak mengandung minyak yang aromatic.

Cyclanthaceae, merupakan tanaman yang secara bentuk memiliki ciri khas memiliki bentuk menyerupai palmae atau palem-paleman namun sebenarnya bukan tergolong ke dalam jenis tumbuhan palem sejati.

Tanaman dari kelompok ini memang belum terlalu banyak dan terlalu populer, namun kelompok Cyclanthaceae menaungi sekitar 12 genus dengan 230 spesies. Beberapa spesies yang cukup dikenal diantaranya adalah Carludovica palmata.

Cyperaceae, merupakan tanaman-tanaman yang memiliki bentuk seperti rumput-rumputan atau grass like plants. Tanaman dari jenis Cyperaceae diketahui ada sekitar 5.500 spesies yang masuk ke dalam 90 genus.

Tanaman jenis ini terdistribusi secara luas di seluruh dunia, khususnya di negara-negara dengan iklim tropis seperti Asia Tenggara dan Amerika Latin. Tanaman dari jenis ini bisa kamu temui nyaris dimanapun, dan contohnya adalah ilalang atau alang-alang.

Dioscoreaceae, merupakan tanaman yang tergolong ke dalam genus gadung-gadungan dengan jumlahnya sekitar 715 spesies yang diketahui di seluruh dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah Yam atau Uwi yang berasal dari Afrika.

Kebanyakan dari tumbuhan yang masuk ke dalam family Dioscoreaceae memiliki ciri khas daun yang merambat dan kebanyakan tergolong ke dalam tumbuhan yang bisa dimakan. Contoh tumbuhan dari kelompok ini misalnya Gadung, Gembili, Uwi, Yam, dan Gembolo.

Eriocaulaceae, merupakan tanaman yang masuk ke dalam ordo Poales dan tergolong sebagai tumbuhan Pipewort. Saat ini kelompok Eriocaulaceae mencakup sekitar 7 genus dengan jumlah spesies yang diketahui di seluruh dunia mencapai sekitar 1.207 spesies.

Tanaman ini memiliki ciri khas daun yang terus tumbuh setiap tahun dan lazim menjadi tanaman yang bisa diolah sebagai suplemen, karena memang tanaman ini secara umum dianggap memiliki khasiat yang baik terhadap tubuh manusia.

Heliconiaceae, tergolong ke dalam ordo Zingiberales, tanaman dari kelompok Heliconiaceae merupakan tanaman berbunga yang berasal dari negara tropis seperti negara-negara Amerika Latin, negara-negara Kepulauan Pasifik, serta Indonesia khususnya Maluku.

Mudahnya tanaman yang tergolong dalam kelompok ini disebut dengan golongan Helikonia, dan di Indonesia sendiri sangat lazim dijadikan sebagai tanaman hias karena memang memiliki bunga yang berbentuk unik seperti paruh burung dengan warna yang juga cantik.

Iridaceae, merupakan tumbuh-tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok Iris yang berarti pelangi, dan masuk ke dalam ordo Asparagales. Kelompok ini menaungi banyak spesies yakni 2.244 spesies yang masuk ke dalam sekitar 66 genus di seluruh dunia.

Ciri khas tanaman ini adalah bisa tumbuh lama atau perennial, tumbuh tegak ke atas, dengan daun menyerupai rumput-rumputan namun memiliki lipatan di tengah yang tajam. Selain itu tanaman ini juga tergolong tangguh dan mudah beradaptasi karena bisa ditemukan nyaris di semua tempat di seluruh dunia, kecuali di tengah laut tentunya.

Juncaceae, merupakan tanaman yang tergolong ke dalam ordo Poales dan saat ini diketahui mencakup sekitar 8 genus yang terdiri atas 464 spesies yang dikenal di seluruh dunia. Ciri khas dari tanaman ini adalah mirip ilalang, lambat tumbuh, dan kadang memiliki rimpang.

Tanaman dari famili Juncaceae juga diketahui tumbuh dengan baik di tanah-tanah yang lembab seperti rawa-rawa, serta bisa hidup dalam jangka waktu yang cukup lama alias tergolong ke dalam tanaman perennial.

Liliaceae, merupakan tanaman yang masuk ke dalam ordo Liliales ataupun keluarga lili-lilian. Saat ini tanaman dari famili Liliaceae mencakup sekitar 16 genus dan setidaknya 4.075 spesies yang diketahui dan tersebar di seluruh dunia.

Ciri khas dari tanaman ini adalah bunga yang besar dengan petal dan sepal yang tidak terdiferensiasi serta memiliki enam buah benang sari dengan satu buah putik tunggal. Selain itu daunnya berbentuk linear dengan pembuluh yang paralel dengan tepinya.

Marantaceae, tergolong ke dalam tanaman arrowroot, tanaman dari kelompok ini mencakup sekitar 31 genus dengan jumlah spesiesnya mencapai 530 tang tersebar di seluruh dunia terutama di hutan-hutan tropis di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Ciri khas dari Marantaceae atau patat-patatan ini memiliki rizoma ataupun rimpang, dengan sebagian besarnya tidak memiliki batang yang jelas atau hanya batang yang tertutup di dalam tanah (sub-teranean).

Musaceae, merupakan tanaman yang sangat lazim ditemukan di negara tropis, tergolong ke dalam ordo Zingiberales. Tanaman yang tergolong ke dalam kelompok Musaceae lazim disebut sebagai tanaman pisang-pisangan, nah!

Tanaman dari kelompok Musaceae tumbuh subur di negara tropis serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena tentu saja bisa dimakan khususnya pisang-pisangan. Selain itu beberapa tanaman dari kelompok ini juga diketahui bisa dijadikan sebagai tanaman hias yang cantik.

Orchidaceae, tanaman dari kelompok Orchidaceae saat ini diketahui merupakan kelompok mayoritas dari Monokotil. Diketahui di seluruh dunia tanaman dari kelompok ini mencakup 700 – 800 genus dengan jumlah spesies mencapai 20.000 jenis di seluruh dunia.

Tanaman anggrek-anggrekan memiliki ciri khas batang dan daun yang tebal karena berfungsi sebagai tempat penyimpanan air, memiliki bunga yang termodifikasi menjadi lidah bunga, serta memiliki habitat di batu, tanah, pohon, hingga humus.

Pandanaceae, nah kalau yang satu ini barangkali kamu sendiri bisa menebak dari namanya. Tanaman dari kelompok ini mencakup pandan-pandanan yang menaungi sekitar 982 jenis spesies dari 3 genus.

Tanaman dari kelompok ini memiliki ciri khasbatang yang sederhana atau terbifurfikasi dengan akar-akar yang jarang. Selain itu daunnya pun sangat panjang dan sempit dengan pembuluh yang sejajar dengan arah tumbuh daun.

Poaceae, atau yang memiliki nama lain Graminae atau lebih dikenal dengan tanaman kelompok rumput-rumputan. Tanaman dari kelompok rumput-rumputan masuk ke dalam ordo Poales dan tergolong sebagai tanaman-tanaman yang memiliki fungsi penting di dalam kehidupan.

Beberapa jenis tumbuhan dari kelompok ini misalnya kelompok Zea yang tergolong sereal dan jagung-jagungan, Oryza yang merupakan golongan padi-padian, Saccharum yang merupakan tebu-tebuan, hingga jenis Cymbopogon dari golongan sereh-serehan.

Pontederiaceae, merupakan tanaman dari jenis water hyacinth atau pickerel weed atau rumput-rumputan kolam. Saat ini kelompok Pontederiaceae mencakup 6 genus yang memiliki anggota sekitar 34 jenis spesies yang tersebar di seluruh dunia.

Tanaman dari kelompok ini seringkali dijadikan tanaman hias air yang cukup populer karena bentuknya yang cukup unik. Salah satu spesies yang sangat populer dari kelompok tanaman ini adalah eceng gondok yang bisa tumbuh subur di perairan liar.

Smilacaceae, yang merupakan tanaman dari ordo Liliales alias tanaman berbunga dan termasuk ke dalam golongan tanaman briar hijau. Memang sih di Indonesia mungkin tanaman jenis ini tidak terlalu populer, tapi faktanya kelompok ini mencakup dua genus dengan 210 spesies di dalamnya.

Meski demikian salah satu tanaman dari kelompok Smilacaceae ini merupakan tanaman penghasil minuman yang lezat yakni sarsaparilla. Minuman ini diketahui dihasilkan dari tanaman yang memiliki nama Smilax.

Strelitziaceae, tanaman yang tergolong ke dalam ordo Zingiberales ini merupakan salah satu jenis tanaman yang populer di kalangan pecinta tanaman hias. Toh memang, nama lain dari tanaman ini saja adalah bird of paradise plants.

Bukan tanpa alasan, karena memang tanaman tersebut memiliki bunga yang berwarna amat cantik dan bila dilihat dari jauh memiliki bentuk yang menyerupai burung yang sangat indah seperti bird of paradise (Cendrawasih).

Typhacaeae, adapun tanaman dari jenis Typhaceae adalah tanaman-tanaman dari golongan ekor kucing yang termasuk ke dalam ordo Poales. Kebanyakan tanaman dari kelompok ini sekarang dijadikan sebagai tanaman hias yang cukup cantik.

Tanaman dari jenis ini bisa dibilang merupakan salah satu tanaman monokotil yang juga secara karakteristik bisa dikenali bahkan oleh orang awam. Karena memang bentuk bunganya yang bulat-bulat dan lonjong menyerupai ekor kucing atau cattail.

Xanthorrhoeaceae, tergolong ke dalam ordo Asparagales, tanaman jenis Xanthorrhoaeaceae merupakan salah satu jenis tanaman yang sering sekali dijadikan tanaman hias karena bentuk-bentuknya yang sangat menarik.

Tanaman dari jenis ini kebanyakan sifatnya dapat tumbuh sepanjang tahun dengan bentuk daun yang meruncing-runcing membentuk rosette. Saat ini diketahui ada 24 genus dari tanaman jenis ini dengan jumlah spesies mencapai 1.318 yang diketahui di seluruh dunia.

Xyridaceae, merupakan tanaman yang masuk ke dalam kelompok yellow eyed grass atau keluarga Xyris. Di indonesia sendiri seringkali tanaman dari kelompok ini diidentifikasi sebagai tanaman gulma yang tumbuh dengan lebat.

Ciri khasnya seperti tanaman jenis Poales lainnya adalah cenderung seperti rerumputan yang bisa tumbuh dengan sangat subur. Tanaman dari jenis ini diketahui berjumlah sekitar 400 spesies di seluruh dunia yang tergabung ke dalam 5 genus.

Zingiberaceae, adalah tanaman yang sangat populer di seluruh dunia karena lazim dijadikan bumbu masakan atau malah menjadi bahan utama suatu makanan dan minuman. Tanaman dari jenis ini memiliki ordo Zingiberales yang memiliki ciri khas akar rimpang atau rhizoma.

Saat ini tanaman dari jenis ini mencakup 50 genus dengan jumlah spesies mencapai lebih dari 1.000 jenis di seluruh dunia. Beberapa tanaman populer dari kelompok ini misalnya adalah jahe, jahe merah, temulawak, kunyit, dan berbagai tanaman dengan bentuk yang serupa.


Tanaman Dikotil

Tanaman Dikotil

Berbeda dengan tanaman monokotil, tanaman dikotil sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas merupakan semua jenis tanaman yang memiliki kotiledon ganda atau dalam bahasa yang lebih awam dikenal sebagai tanaman dengan biji berkeping dua.

Berbeda dengan tanaman monokotil yang mencakup sekitar 22% dari seluruh jenis Angiospermae, tanaman dari jenis dikotil diketahui mencakup sekitar 75% dari seluruh jenis Angiospermae yang ada.

Ciri khas dikotil

Adapun beberapa ciri khas dari dikotil yang bisa diamati adalah mulai dari bijinya yang memiliki kotiledon ganda alias memiliki biji berkeping dua. Untuk yang satu ini terkadang kamu bisa melihatnya secara kasat mata.

Selain itu tanaman-tanaman dikotil cukup berbeda dengan tanaman monokotil dimana memiliki daun dengan tulang daun yang menjari atau retikulata. Berbeda dengan monokotil yang cenderung sejajar dengan arah tumbuh daun.

Ciri khas lain dari tanaman dikotil adalah memiliki akar tunggang yang memiliki selubung di ujung akar, dengan bunga yang biasanya terdiri dari empat, lima atau kelipatannya. Bisa delapan ataupun sepuluh, dan seterusnya.

Tanaman dari kelompok dikotil juga memiliki pembuluh yang tersusun secara rapih, baik xylem dan floemnya. Terakhirnya tanaman dari kelompok dikotil tentu saja memiliki ciri khas punya kayu sejati alias berkambium.

Jenis tanaman dikotil

Selain itu berbeda dengan tumbuhan monokotil yang memiliki sekitar 32 famili, tanaman dari jenis dikotil memiliki tidak kurang dari 165 famili yang kemudian terbagi kembali menjadi beberapa subklas, genus, hingga spesies.

Namun berikut ini adalah beberapa famili yang cukup populer dari kelompok tumbuhan dikotil:

Myrtaceae, yang merupakan tanaman dari kelompok myrtle, eukaliptus, hingga pohon teh. Ciri khas dari tanaman kelompok ini adalah memiliki batang dengan daun yang lebat, dengan komposisi daun berlawanan tanpa adanya stipula.

Selain itu salah satu khas dari tanaman ini adalah memiliki kelenjar minyak dimana kamu bisa menghasilkan minyak aromatik apabila menghancurkan daun dari tanaman jenis ini. Beberapa jenis yang terkenal adalah eukaliptus, kalistemon, serta leptosperma.

Rutaceae, merupakan tanaman dari kelompok jeruk-jerukan yang juga memiliki ciri khas komposisi daun yang berlawanan, dengan ukuran pohon yang berbatang dan daun yang lebat namun ukurannya tidak terlalu besar.

Selain itu salah satu ciri khas dari tanaman kelompok ini adalah terdapat kelenjar minyak yang tersebar di batang hingga daunnya sehingga bila di’geprek’ akan menghasilkan aroma yang sangat khas.

Contoh tanaman yang tergolong ke dalam kelompok Rutaceae adalah semua tanaman citrus alias jeruk-jerukan. Mulai dari jeruk nipis, jeruk purut, jeruk bali, jeruk keprok, jeruk kingkit, hingga jeruk lemon.

Asteraceae, atau yang lebih dikenal sebagai tanaman dari jenis kenikir-kenikiran yang mencakup berbagai macam tumbuhan berbunga. Kenikir sendiri memang merupakan bunga khas dari negara-negara tropis.

Tidak heran kalau bunga kenikir sangat mudah kamu temui di Indonesia karena ya memang cocok sebagai habitat tempat tinggalnya. Memang pada awalnya bunga kenikir tumbuh di Amerika Latin dan dibawa ke Asia Tenggara oleh penjelajah Spanyol di abad ke 16.

Ciri khas dari tumbuhan ini adalah usianya yang cukup panjang, memiliki batang pipa dengan garis membujur, serta tingginya yang bisa mencapai 1 m. Selain itu daunnya berhadap-hadapan dan menyirip menjadi 2-3 tangkai. Ciri khas dari bunga kenikir adalah baunya yang khas seperti damar apabila dihancurkan.

Epacridaceae, merupakan tanaman dikotil yang memiliki ciri khas pohon yang cenderung pendek dan membentuk semak. Daun-daunnya pun cenderung kecil dan tajam dengan pembuluh yang parallel.

Tumbuhan dari jenis ini diketahui memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena memang bisa dikonsumsi seperti cranberry, blueberry, huckleberry, hingga rhododendron. Meski demikian kebanyakan tanaman jenis ini tumbuh denganbaik di dataran Australia.

Leguminoceae, merupakan tanaman dikotil yang tergolong ke dalam jenis polong-polongan. Diketahui pula bahwa tanaman dari jenis Leguminoceae merupakan salah satu tanaman dikotil yang paling penting serta jumlahnya paling banyak di seluruh dunia.

Ciri khas dari tanaman ini adalah berkeping dua, dengan buah bertipe buah polong, dengan daun yang biasanya majemuk serta dengan komposisi yang berpasang-pasangan. Selain itu tanaman ini diketahui memiliki perbungaan tunggal.

Suku ini kemudian kembali terbagi menjadi Faboideae yang merupakan kacang-kacangan seperti kacang tanah, kedelai, buncis, kapri, hingga orok-orok, Caesalpinioideae seperti secang dan kembang merak, serta Mimosoideae seperti jengkol, lamtoro, trembesi, putri malu, dan petai.

Fakhri Zahir

Dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga merupakan penulis dan pelaku bisnis di berbagai sektor, salah satunya industri agrikultur.

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Tulis komentar.... Bebas!x