9 Tahap Menanam Buah Blewah Supaya Cepat Berbuah

Buah Blewah yang memiliki nama latin Cucumis melo L. merupakan salah satu buah yang sering dijadikan suguhan yang menyegarkan. Tahukah Anda kalau buah ini sebenarnya mudah sekali ditanam dan dibudidayakan? Kali ini Kutanam akan memberikan cara menanam buah blewah yang benar supaya cepat berbuah.

Buah yang masih menjadi keluarga dari timun dan semangka ini, memiliki peminat yang cukup banyak di Indonesia dengan persebaran utama di Pulau Jawa. Tanaman ini bisa tumbuh sepanjang tahun. Namun terkadang para petani menyesuaikan masa tumbuh tanaman dengn kondisi permintaan pasar yang cukup banyak, seperti saat menjelang Bulan Ramadhan.

Karena pada masa ini para petani buah blewah bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan bulan bulan lainnya. Kalau Anda berminat untuk membudidayakan tanaman buah ini, Anda bisa mengikuti langkah langkah yang akan kami bagikan berikut ini.


1. Syarat Tumbuh

Syarat Tumbuh Blewah

Tanaman blewah merupakan salah satu tanaman yang cara tanamnya tidak terlalu rumit. Blewah memiliki tingkat adaptasi yang sangat tinggi dan dapat ditanam dimana saja, buah ini mampu hidup di dataran tinggi, menengah maupun dataran rendah. Sinar matahari sepanjang hari, lebih disukai dibandingkan lingkungan yang teduh.

Yang harus Anda perhatikan dalam mempersiapkan pembudidayaan tanaman buah blewah adalah cukupnya unsur hara dalam tanah untuk mendukung pertumbuhan buah supaya semakin optimal. Kadar keasaman tanah juga lebih netral dengan pH 6,0 hingga 7,0.

Baca juga: Cara membuat bonsai untuk pemula!


2. Persiapan Lahan

Persiapan Lahan Buah Blewah

Lahan yang digunakan untuk menanam blewah haruslah tanah yang gembur tetapi tidak lembab. Untuk membuat tanah yang tidak terlalu padat, tanah bisa dicangkul atau dibajak terlebih dahulu.

Apabila lahan yang digunakan sebelumnya sudah pernah ditanami tumbuhan lain, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu sisa-sisa tanaman tersebut serta gulma dan rumput liar yang mungkin tumbuh.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran hama dan penyakit dari tanaman sebelumnya. Tanaman blewah merupakan tanaman menjalar seperti semangka. Maka, lahan dibentuk bedengan yang dapat menerima sinar matahari sepanjang hari.

Buat bedengan dengan lebar 60 sampai 80 cm dan parit dengan lebar 40cm. Tiap bedengan dibuat dengan jarak 2 sampai 3 meter.


3. Pemberian Pupuk Dasar

Pemberian Pupuk Dasar

Periksa kadar keasaman tanah terlebih dahulu. Jika pH tanah kudang dari 6,0 maka berikan dolomit. Setelah satu minggu, lahan diberikan 1kg pupuk kandang ditambah 250g pupuk NPK per lubang tanam.

Berikan penutup pada bedengan dengan mulsa plastik agar tidak ada gulma yang tumbuh. Setelah 10 hingga 15 hari pemberian pupuk dasar, barulah bibit bisa ditanam.


4. Persiapan Bibit

Persiapan Bibit

Untuk membuat bibit dari biji, mula-mula biji direndam dalam air matang bersuhu 20°C – 26°C selama 12 jam. Buang biji yang masih mengapung dan angkat biji dengan saringan. Biji yang diangkat selanjutnyda dicuci bersih dengan air matang dan dibiarkan kering dengan sendirinya.


5. Penyemaian

Penyemaian Buah Blewah

Media tanam haru sudah disiapkan pada hari sebelumnya bisa dengan wadah plastik atau polybag yang sudah dilubangi. Berikan tanah, kompos dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 ke dalam ¾ wadah.

Masukkan biji ke dalam media sedalam 1 cm. Semprotkan air sebanyak 1 atau 2 kali sehari dan tutup dengan plastik bening berlubang. Pastikan media tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Benih akan bertunas setelah 4 sampai 9 hari.


6. Cara Penanaman

Cara Penanaman Buah Blewah

Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari. Setelah lahan dibiarkan selama 10 hingga 15 hari, bibit blewah sudah siap ditanam. Buat lubang sesuaiengan kedalaman polybag. Basahi lubang terseut terlebih dahulu sebelum bibit dimasukkan.

Polybag semai dilepas secara perlahan dan pastikan tunas tetap utuh agar tanaman tidak stres serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Padatkan tanah agar tanaman semakin kuat. Siram secukupnya, tidak kering dan tidak lembab.


7. Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan satu kali sehari hingga hari ke 10. Penyiraman selanjutnya bisa disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca. Apabila ada tanaman mati atau terserang hama, segera lakukan penyulaman. Masa penyulaman tanaman sampai 21 hari. Cabut rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman blewah.


8. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan

Proses ini dilakukan setelah tanaman berusia 15 hari. Pemberian pupuk dilakukan untuk memenuhi zat hara pada tanah yang menjadi nutrisi bagi tanaman. Cara pengaplikasian pupuk bisa dengan cara dikocor maupun ditaburkan.


9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang biasa menyerang tanaman blewah yaitu jangkrik, ulat buah, lalat buah, ulat grayak dan oteng-oteng. Hama-hama ini bisa diatasi dengan pemberian insektisida. Penyakit yang biasa menyerang tanaman ini seperti bercak daun, tanaman layu, busuk daun dan lain sebagainya. Untuk cara penanganannya bisa dengan diberikan fungisida pada tanaman.

Demkian panduan lengkap cara menanam buah blewah supaya cepat berbuah, Anda tinggal mengikuti tahapan demi tahapan yang sudah kami bagikan diatas. Selamat mencoba ya!

Yoko Widito

Yoko adalah penulis profesional yang memiliki pengalaman menulis di berbagai media online dengan topik yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *